Benarkah Tape Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi?

Benarkah Tape Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi?,- Tape merupakan salah satu jenis makanan tradisional yang cukup dikenal di Indonesia. Makanan ini dibuat dengan bahan dasar singkong yang diolah dengan cara difermentasikan dengan ragi. Singkong yang awalnya memiliki tekstur keras dan tebal kemudian berubah menjadi lebih lembet dan memiliki rasa yang manis. Makanan ini sangat cocok dijadikan sebagai cemilan atau sajian bagi tamu.

Selain memiliki rasa yang nikmat, ternyata tape juga memiliki manfaat untuk kesehatan, salah satuny dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Seperti yang diketahui, tekanan darah tinggi ini bisa berdampak memicu timbulnya penyakit yang lebih serius, seperti jantung atau stroke. Sayangnya, menurunkan tekanan darah bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Untuk menurunkan dan mengontrol tekanan darah tinggi, penderita harus bisa mengatur gaya hidup sehat serta rutin mengonsumsi obat hipertensi. Dengan begitu, maka tekanan darah dapat terkontrol.

Manfaat tape untuk menurunkan tekanan darah ini didapatkan karena tape mengandung banyak kalium yang berfungsi untuk mengatur tekanan darah, menjaga detak jantung, dan memelihara kesehatan pembuluh darah.

Jika dikonsumsi secara rutin, maka kita kita bisa mendapatkan manfaat tape untuk bantu turunkan tekanan darah tinggi secara efektif.

Selain tape singkong, juga terdapat jenis tape lainnya, yaitu tape ketan. Sama halnya dengan tape singkong, tape ketan juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Hal ini disebabkan karena didalamnya terkandung probiotik yang bisa menyehatkan sistem pencernaan.

Tentunya hal ini juga berpengaruh besar bagi sistem kekebalan tubuh. Fakta ini terungkap dari sebuah penelitian yang membuktikan bahwa didalam 1 ml air tape ketan terkandung 1 juta mikroorganisme asam laktat yang sangat baik untuk pencernaan.

Bahkan penelitian lainnya menyebutkan jika mengonsumsi tape ketan secara rutin dengan jumlah dan frekuensi yang tepat maka bisa membantu menurunkan risik kanker dan membuat tulang menjadi semakin sehat, mengingat tingginya kadar fosfor dan mineral yang dimilikinya.

Namun, perlu diingat, meskipun tape memiliki manfaat untuk kesehatan, bukan berarti kita bisa dengan bebas mengonsumsinya. Pastikan Anda mengonsumsi tape dengan jumlah yang sesuai dan jangan berlebihan, karena bisa berdampak buruk untuk kesehatan.

Nah, itulah manfaat tape yang bisa bantu turunkan tekanan darah tinggi. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat dan bisa menjadi solusi terbaik untuk Anda. Semoga lekas sembuh.

Mengenal Hipertensi Jas Putih serta Bahaya dan Penanganannya

Mengenal Hipertensi Jas Putih serta Bahaya dan Penanganannya,- obathipertensi.info – Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah mengalami peningkatan melebihi batas normal. Tekanan darah tinggi biasanya terjadi secara terus-menerus.

Tapi, apakah Anda mengetahui mengenai hipertensi jas putih ? Apa pebedaan antara jenis hipertensi ini dengan hipertensi pada umumnya ? Bagi Anda yang ingin mengetahui informasi lengkapnya, simak uraiannya dibawah ini!

Hipertensi Jas Putih

Mengenal dan Memahami Hipertensi Jas Putih serta Bahaya dan Penanganannya

Apakah Anda pernah merasa gugup dan takut setiap menemui dokter? Anda tidak sendirian. Sebagian besar pasien ternyata juga mengalami hal yang sama. Bahkan efek ini juga bisa meningkatkan tekanan darah. Kondisi ini disebut juga dengan hipertensi jas putih.

Hipertensi jas putih atau white coat hypertension atau white coat effect merupakan suatu kelainan seseorang yang mengalami tekanan darah tinggi saat bertemu dengan tenaga medis, seperti dokter.

Sesuai dengan namanya, hipertensi jas putih ini biasanya ditemukan pada mereka yang bertemu dengan tenaga medis yang menggunakan jas putih khas seperti yang biasa digunakan di berbagai tempat layanan kesehatan. Tekanan darah seseorang umumnya akan tetap stabil. Namun, pada mereka yang mengalami hipertensi jas putih, tekanan darahnya akan mengalami peningkatan ketika bertemu dengan tenaga medis.

hipertensi jas putih terjadi ketika penderita sedang berada di lingkungan medis. Hal ini bisa terjadi karena stres yang meningkat. Diagnosis bisa ditegakkan jika tekanan darah saat di rumah sakit lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan pengukuran tekanan darah di luar rumah sakit kurang dari 135/85 mmHg.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang rentan mengalami hipertensi jas putih. Kondisi ini biasanya bisa terjadi pada seseorang yang memiliki gangguan cemas atau depresi. Untuk diagnosis hipertensi jas ptih, biasanya dilakukan dengan metode pemeriksaan ambulatory blood pressure monitoring (ABPM), dimana ini merupakan standar pemeriksaan untuk mendiagnosis hipertensi jas putih dan untuk membedakannya dari hipertensi pada umumnya. Namun, sayangnya metode pemeriksaan ini tidak tersedia di banyak fasilitas kesehatan dan biasanya akan memerlukan biaya yang cukup mahal untuk melakukannya.

Apakah hipertensi jas putih berbahaya ?

Seseorang dengan hipertensi jas putih nyatanya memiliki peningkatan risiko untuk mengidap tekanan darah tinggi yang menetap. Pada orang yang mengalami kondisi ini, kejadian tekanan darah yang menetap lebih tinggi, yaitu sekitar diangka 46,9% dibandingkan dengan orang yang memiliki tekanan darah normal, yaitu 22,2%.

Selain itu, penderita hipertensi jas putih juga memiliki risiko terjadinya baerbagai kerusakan organ seperti gangguan jantung dan pembuluh darah. Berbagai gangguan ini terjadi karena adanya peningkatan saraf simpatik dan dapat berdampak buruk pada berbagai organ vital manusia.

Bagaimana cara mengatasi hipertensi jas putih ?

Sampai saat ini penanganan hipertensi jas putih masih menuai kontroversi dengan pertanyaan utama apakah hipertensi ini memerlukan terapi secara khusus. Hal ini terkat dengan waktu memulai terapi obat-obatan. Walaupun demikian, perubahan gaya hidup tetap disarankan.

Bagi penderita hipertensi jas putih disarankan untuk mengurangi makanan tinggi garam serta makanan tinggi lemak jenuh seperti daging sapi dan kambung, susu dan berbagai produk olahannya (keju, es krim, yoghurt), dan berbagai jenis makanan yang berminyak dan berlemak.

Selain itu, cobalah untuk menjadwalkan olahraga secara rutin untuk menurunkan tekanan darah. Olahraga yang disarankan adalah aerobik seperti lari pada pagi hari dan berenang. Kedua jenis olahraga ini memiliki dampak yang baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Jadi, meskipun tidak disertai dengan gejala apapun, hipertensi jas putih ini tetap memerlukan penanganan yang serius. Tidak ada salahnya untuk menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya penyakit ini, atau penyakit lainnya di masa depan.

Gejala Hipertensi pada Anak yang Harus Diketahui Sejak Dini

Gejala Hipertensi pada Anak yang Harus Diketahui Sejak Dini,- Hipertensi atau sering disebut juga dengan tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah pada dinding arteri atau pembuluh darah mengalami peningkatan. Hipertensi selama ini dianggap sebagai penyakit orang tua. Padahal, penyakit berbahaya ini juga bisa terjadi pada anak, bahkan pada bayi baru lahir sekalipun.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hipertensi pada anak merupakan masalah kesehatan dengan angka kejadian yang semakin meningkat. Secara umum, kondisi penyakit hipertensi pada anak berkisar antara 1-2%.

Hipertensi pada anak memang jarang terjadi, tetapi para orangtua harus tetap waspada. Karena terjadinya hipetensi pada anak bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan, termasuk kematian.

Gejala Hipertensi pada Anak

Mewaspada Gejala Hipertensi pada Anak

Hipertensi sering disebut juga silent killer. Hal ini disebabkan karena hipertensi sering timbul tanpa disadari, dan jarang menimbulkan gejala yang khas sehingga sulit untuk dideteksi hanya dengan mata telanjang.

Walaupun begitu, IDAI meyakini bahwa hipertensi yang terjadi pada bayi baru lahir akan menimbulkan beberapa gejala, seperti :

  • Kejang
  • Gelisah
  • Muntah
  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Pucat atau sianosis

Sedangkan pada anak yang lebih besar, gejala hipertensi pada anak yang mungkin terjadi, diantaranya :

  • Kejang
  • Nyeri dada
  • Mudah lelah
  • Badan lemas
  • Sering mual
  • Kelumpuhan otot
  • Penglihatan kabur
  • Nafsu makan menurun
  • Perawakan pendek
  • Penurunan kesadaran
  • Mimisan tanpa asebab
  • Sakit kepala mendadak

Ketika anak menunjukkan gejala hipertensi tersebut, maka segera periksakan anak ke dokter, terutama jika pemicu hipertensi pada anak tidak diketahui secara pasti.

Anak yang sudah berusia 3 tahun dianjurkan untuk berkunjug ke dokter secara rutin untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah. Namun, jika anak memiliki beberapa faktor lain diluar penyebab hipertensi, seperti kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan penyakit jantung bawaan, maka pemeriksaan teknan darah secara rutin bisa dilakukan sejak usia balita.

Pengobatan hipertensi pada anak tergantung pada derajat berat ringannya hipertensi dan penyakit yang mendasarinya. Pengobatan tanpa obat baisanya digunakan pada remaja dengan hipertensi primer dalam derajat ringan.

Pengobatan tersebut terdiri dari perubahan pola makan, olahraga, menurunkan berat badan, mengurangi stres, dan menghentikan penggunaan obat-obatan yang dapat memicu hiperetnsi.

Sedangkan pengobatan dengan obat hipertensi harus ditentukan terlebih dahulu indikasi yang jelas, seperti tidak bersepons terhadap pengobatan tanpa obat, hipertensi berat, adanya gejala klinis yang berhubungan dengan kenaikan tekanan darah. Untuk obat hipertensi mendadak pada anak yang umumnya diberikan diantaranya seperti hidroklorotiazid, furosemid, kaptopril, propanololm dan klonidin.

Jangan anggap remeh penyakit hipertensi. Meskipun sering timbul tanpa gejala yang khas, penyakit ini tetap bisa menyebabkan penderita mengalami komplikasi yang mengancam nyawa. Maka dari itu, jika Anda mencurigai adanya hipertensi pada anak, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis anak.

Benarkah Mastrubasi Berbahaya untuk Penderita Hipertensi?

Benarkah Mastrubasi Berbahaya untuk Penderita Hipertensi?,- www.obathipertensi.info – Tidak sedikit orang yang melakukan mastrubasi agar bisa mendapatkan kepuasan seksual secara solo tanpa perlu bantuan orang lain. Walaupun ini terlihat sebagai tindakan yang tidak etis, namun pakar kesehatan menyebutkan bahwa melakukan mastrubasi bisa memberikan manfaat kesehatan.

Akan tetapi, sebaiknya Anda tidak melakukannya secara sering, karena sebagian pakar menyebutkan jika kebiasaan ini bisa memicu masalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Terlebih lagi bagi mereka yang telah mengidap hipertensi, melakukan mastrubasi disebutkan bisa menimbulkan bahaya.

Perlu diketahui, bukan mastrubasi itu sendiri yang memicu tekanan darah tinggi, tetapi ejakulasi atau orgasmelah yang bisa memicu kenaikan tekanan darah. Maka dari itu, mastrubasi bisa menjadi masalah terutama bagi penderita hipertensi.

Jika tekanan darah tidak terkontrol, maka hal ini bisa meningkat ketika Anda berejakulasi. Maka dari itu, bagi pasien dengan risiko tinggi, bahkan bisa mengalami gagal jantung atau stroke.

Jadi, apakah penderita hipertensi harus menghindari mastrubasi ?

Bagi penderita hipertensi, bukan berarti mastrubasi dilarang sama sekali. Anda hanya harus tahu bagaimana cara mengontrol tekanan darah. Selain itu, patuhilan pengobatan hipertensi dan lakukan gaya hidup sehat untuk menurunkan risikonya.

Perlu diketahui, ketika Anda berejakulasi atau mencapai orgasme karena dorongan adrenalin, fluktuasi tekanan darah merupakan hal yang normal. Hal ini biasa terjadi pada semua rang.

Ketika bercinta atau mastrubasi, dua hormon akan diproduksi, yaitu epinefrin dan norepinefrin. Kedua hormon tersebut bertanggungjawab terhadap peningkatan dalam tekanan darah dan juga peningkatan detak jantung.

Menurut beberapa ahli kesehatan, baik pria ataupun wanita bisa mengalami tekanan darah tinggi setidaknya selama 10 menit setelah mencapai puncak kenikmatan.

Bagi Anda yang tidak memiliki hipertensi tidak perlu khawatir, karena mastrubasi tidak akan menimbulkan masalah kesehatan ini. Mastrubasi hanya akan meningkatkan tekanan darah, itupun hanya sementara. Meskipun Anda mengidap hipertensi, pastikan kondisi Anda terkendali.

Untuk memastikan kondisi Anda terkontrol, maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan secara rutin dan menerapkan gaya hidup sehat. Jangan lupa juga untuk menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsilah makanan sehat untuk mendapatkan gaya hidup yang sehat.

Obat Tekanan Darah Tinggi Lini Pertama yang Aman dan Efektif

Obat Tekanan Darah Tinggi Lini Pertama yang Aman dan Efektif,- Penderita hipertensi seringkali disarankan untuk selalu mengonsumsi obat hipertensi lini pertama atau obat-obatan utama untuk hiperensi yang telah diresepkan jika perubahan terhadap gaya hidup sehat belum bisa membantu untuk mengatasi tekanan darah tinggi.

Obat tekanan darah tinggi yang biasa menjadi obat lini pertama atau first line therapi yaitu diuretik. Terapi lini pertama ini sendiri maksudnya yaitu obat-obatan inilah yang akan diresepkan pada awal diagnosis hipertensi atau tekanan darah tinggi. Biasanya obat-obatan ini lebih mudah dan tidak terlalu memiliki banyak efek samping.

Obat Tekanan Darah Tinggi Lini Pertana

Beberapa jenis obat hipertensi lini pertama diantaranya adalah :

  • Beta-blocker

Beta-blocker diketahui sebagai obat beta-andrenergic agents. Obat hipertensi ini bekerja dengan menghambat efek hormon epinefrin, yang dikenal juga sebagai hormon adrenalin. Ketika Anda mengonsumsi obat tekanan darah ini, maka jantung akan berdetak lebih lambat dan dengan kekuatan yang lebih sedikit, sehingga bisa mengurangi tekanan darah.

  • ACE Inhibitor

ACE Inhibitor atau penghambat ACE merupakan salah satu obat tekanan darah tinggi yang bisa menjadi pilihan pertama ketika tekanan darah mulai meningkat. ACE merupakan singkatan dari Angiotensin-vonverting enzyme. Angiotensin merupakan zat kimia yang bisa membuat pembuluh darah arteri mengencang.

sedangkan penghambat ACE (ACE inhibitor) dapat membantu tubuh memproduksi angiotensin lebih sedikit. ACE inhibitor bisa membantu mengendurkan pembuluh darah, sehingga akhirnya dapat menurunkan tekanan darah.

  • Calcium Channel Blocker (CCB)

Obat ini cukup efektif dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Obat-obatan ini bekerja secara langsung dengan melemaskan pembuluh darah. Obat CCB juga terkadang digunakan sebagai pengobatan hipertensi yang utama. CBB bekerja dengan cara maencegah kalsium memasuki sel jantung dan dinding pembuluh darha sehingga tekanan darah turun.

Akan tetapi, obat hipertensi jenis ini sering digunakan sebagai kombinasi obat ACE inhibitor sebagai penanganan pertama. Obat-obatan ini lebih efektif dalam mengurangi tekanan darah pada lansia, penderita obesitas, dan diabetes.

Itulah 3 jenis obat tekanan darah tinggi lini pertama yang aman dan efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Namun selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan obat herbal untuk membantu mengatasi tekanan darah tinggi. salah satu obat herbal hipertensi yang bisa Anda konsumsi yaitu QnC Jelly Gamat.

Obat Tekanan Darah Tinggi Lini Pertama

Apa itu QnC Jelly Gamat ?

QnC Jelly Gamat merupakan produk herbal multikhasiat yang dibuat dari bahan alami pilihan berkualitas tinggi dengan kandungan serta khasiat yang luat biasa bagi tubuh. Seperti namanya, produk herbal ini dibuat dengan komposisi utama ekstrak gamat emas atau teripang emas yang memang telah banyak diketahui kaya akan kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan serta pengobatan penyakit.

Didalam teripang emas ini diketahui terkandung beberapa senyawa zat aktif, seperti diantaranya protein, kolagen, mineral, mukopolisakarida, glucosaminoglycans (GAGs), antiseptik alamiah, glucosamine dan chondroitin, omega-3, 6, dan 9, asam amino, lektin, serta vitamin dan mineral.

Untuk mengatasi tekanan darah tinggi sendiri, kandungan glucosaminoglycans yang ada didalamnya mampu mencegah terjadinya penggumpalan darah, sehingga dapat mengurangi tekanan darah, melembutkan pembuluh darah, menjaga elastisitas pembuluh darah, danmengurangi kekentalan darah.

Selain itu, kandungan mukopolisakarida yang dimilikinya juga mampu melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan serta menstrabilkan tekanan darah. Dengan kandungan serta khasiatnya tersebut, maka tak herna jika QnC Jelly Gamat merupakan salah satu pilihan obat hipertensi alternatif yang efektif.

Tidak hanya kaya akan khasiat yang luar biasa, QnC Jelly Gamat ini diproses dengan menggunakan cara tradisional tanpa campuran bahan kimia (BKO), sehingga sangat aman dikonsumsi. QnC Jelly Gamat juga merupakan produk herbal yang memiliki legalitas resmi dari Badan POM TR 173301471 dan terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229. Juga QnC Jelly Gamat ini telah memiliki lisensi HALAL dari MUI. Jadi, Anda tidak perlu ragu dan khawatir lagi dengan kualitas dan keamanannya.

*Disclaimer : Reaksi dan efektifitas obat mungkin berbeda pada setiap individu tergantung pada stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum.

Keterangan produk :

Nama Produk : QnC Jelly Gamat
Isi : 300 ml
Harga : Rp. 155.000,- /botol
Komposisi : Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur.
Cara konsumsi : 2 kali 2 sendok makan sehari

*Harga belum termasuk ongkos kirim

Bagi Anda yang ingin merasakan langsung khasiat dari QnC Jelly Gamat, silahkan klik tautan di bawah ini untuk informasi lengkap harga dan cara pemesanan !

>> Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat

Itulah beberapa informasi seputar obat hipertensi lini pertama yang tepat dan efektif. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat dan bisa menjadi solusi terbaik untuk Anda. Semoga lekas sembuh.

Apa Benar Diet Keto Aman untuk Penderit Hipertensi?

Apa Benar Diet Keto Aman untuk Penderit Hipertensi?,- Meskipun termasuk penyakit yang umum terjadi, namun Anda tidak boleh menganggap sepele penyakit hipertensi. Pasalanya, hipertensi termasuk salah satu faktor risiko dari berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, dan lainnya.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan tekanan darah meningkat, salah satunya yaitu makanan. Dari beberapa referensi menunjukkan bahwa hipertensi dengan pola makan dan jensi makanan yang dikonsumsi memiliki hubungan yang sangat erat. Bahkan, sebuah studi yang dilakukan oleh Framingham Women’s Health menunjukkan jika orang yang suka mengonsumsi minuman ringan dalam kemasan rata-rata memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya sama sekali.

Maka dari itu, tidak sedikit penderita hipertensi yang disarankan untuk menjalankan diet agar tekanan darahnya tetap normal. Salah satu jenis diet yang disebutkan baik bagi penderita hipertensi yaitu diet keto.

diet keto

Apa itu diet keto ?

Diet ketogenic atau diet keto saat ini memang sedang populer. Diet keto berfokus pada metode rendah karbohidrat dan mengonsumsi makanan tinggi lemak serta moderat-protein. Tapi, apakah benar diet keto aman untuk penderita hipertensi ?

Diet keto aman dilakukan oleh penderita hipertensi sebenarnya bukan karena metode dietnya, melainkan karena penurunan berat badan yang dihasilkan.

Dokter spesialis jantung dan berat badan, Luiza Petre menyebutkan, jika kelebihan berat badan atau obesitas merupakan salah satu penyebabkan hipertensi. Selain itu, obesitas juga bisa memicu penyakit lainnya, salah satunya yaitu diabetes.

Ia melanjutkan, intinya adalah diet keto akan meningkatkan tekanan darah, tetapi tidak sebagai efek langsung. Ini melalui manfaat penurunan berat badan tidak langsung.

Seperti studi kasus di Polandia pada 2011 misalnya. Luiza menyebutkan, saat itu dutemukan sekitar 80% dari kasus hipertensi yang disebabkan oleh obesitas. Sedangakn seseorang yang berhasil menurunkan berat badan dengan diet keto memiliki 50% kemungkinan untuk membalikkan tekanan darah tanpa harus mengonsumsi obat hipertensi.

Menurut sebuat penelitian yang dimuat dalam British Journal of Nutrition, orang yang mengikuti diet keto dengan pola rendah karbohidrat, akan menurunkan berat badan lebih banyak jika dibandingkan dengan mereka yang diet rendah lemak. Sehingga penurunan berat badan pun akan lebih efektif dan dapat memperkecil risiko hipertensi akibat obesitas.

Luiza menuturkan, jika diet keto dilakukan tanpa tujuan penurunan berat badan, itu mungkin sama sekali tidak akan memengaruhi tekanan darah. Menurunkan berat badan tetap menjadi intervensi nomor satu, diikuti dengan menurunkan garam dan berolahraga secara teratur untuk meningkatkan tekanan darah.

Walaupun begitu, mungkin diet keto bukan yang terbaik untuk menurunkan berat badan bagi merka yang memiliki tekanan darah tinggi. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir. Karena ada rekomendasi lain yang bisa dilakukan oleh penderita hipertensi yang ingin menjalankan diet, yaitu dengan melakukan diet DASH.

DASH merupakan singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Diet DASH bergaya Mediterania dengan kaya akan sayuran, biji-bijian, buah, dan daging tanpa lemak serta rendah garam. Untuk menyempurnakan diet ini, Anda harus benar-benar menghindari makanan olahan.

Jika Anda berniat untuk mencoba melakukan diet keto, alangkah baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan diet atau ahli diet sebelum membuat perubahan diet yang drastis. Semoga membantu.

Rekomendasi Ramuan Herbal untuk Bantu Cegah Hipertensi

Rekomendasi Ramuan Herbal untuk Bantu Cegah Hipertensi,- Hampir semua orang bisa mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jika saat ini angkanya terus meningkat secara global. Pada tahun 2025 peningkatan orang-orang dewasa di seluruh dunia yang akan mengidap hipertensi diprediksi melonjak hingga 29%.

Hipertensi disebut juga pembunuh diam-diam, karena penyakit ini tidak menimbulkan gejala khas jangka panjang namun mungkin menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa.

Karena hipertensi termasuk penyakit tersembunyi dan sulit untuk terdeteksi, maka Anda perlu memeriksakan kondisi tekanan darah secara teratur jika memiliki risiko tekanan darah tinggi. Segera cari pertolongan medis atau perawatan rumah sakit jika anda menyadari adanya tanda atau gejala yang tidak normal.

ramuan herbal untuk cegah hipertensi

Lalu, bagaimana cara mencegah dan mengobati hipertensi ?

Jika Anda ingin mencoba mengonsumsi obat darah tinggi, baik itu untuk kepentingan medis atau herbal, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Terdapat beberapa bahan alami, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya atau mengganggu efektivitas obat lain.

Selain itu, untuk menghindari hipertensi, Anda bisa melakukan beberapa langkah pencegahan. Selain dengan mengubah gaya hidup, Anda juga bisa memanfaatkan beberapa ramuan alami. Dan berikut ini merupakan beberapa rekomendasi ramuan herbal untuk bantu cegah hipertensi secara efektif, yaitu diantaranya :

  • Mengkudu

Manfaat buah mengkudu sudah banyak dikenal mampu membantu menyembuhkan berbagai jenis penyakit, termasuk salah satunya hipertensi. Meskipun memiliki bau yang tidak sedap, tetapi didalamnya terkandung banyak kandungan nutrisi, seperti diantaranya vitamin, mineral, protein dan zat-zat mikro seperti xeronine, proxeronine, steroid alami, alizarin, sodium, asam kaprilat, asam kaproat, lysin, dan asam kaprat. Tidak hanya itu, didalam buah mengkudu juga terkandung senyawa scopoletin yang bersifat antibakteri dan anti inflamasi.

Untuk membantu mencegah hipertensi sendiri, kandungan anti inflamasi inilah yang mampu menurunkan tekanan darah. Buah mengkudu dapat memberikan efek pelebaran pembuluh darah sehingga tekanan pada dinding-dinding pembuluh darah berkurang, dan tekanan darah turun.

Selain itu, didalam buah mengkudu juga terkandung zat yang mampu merangsang tubuh agar menghasilkan suatu hormon yang disebut xerodine yang bekerja dengan sifat kontradiktif. Hormon inilah yang menjadikan scopoletin mampu menjadi adaptogen atau penyeimbang.

  • Sambiloto

Sambiloto merupakan tanaman herbal selanjutnya yang dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi. Hal ini disebabkan karena didalamnya terkandung senyawa lengkap, seperti zat andrographolide, alakloid, dan kalium.

Kandungan kalium yang tinggi didalamnya ini bermanfaat untuk mengeluarkan air dan garam serta rendah natrium. Maka dari itu, sambiloto bisa diandalkan sebagai ramuan herbal untuk cegah hipertensi.

  • Kelor

Kelor diketahui mengandung magnesium bersama dengan zinc dan vitamin E yang mengambil bagian dalam mengurangi tekanan darah.

Tidak hanya itu, kalium juga mengandung kalium yang 15 kali lebih tinggi daripada pisang. Kandungan kalium yang tinggi cenderung menurunkan kandungan sodium. Kalium bekerja dengan cara meningkatkan ekskresi natrium dalam urin, yang membantu melebarkan pembuluh darah, dan mengubah interaksi hormon yang mempengaruhi tekanan darah.

  • Pegagan

Pegagan kaya akan kandungan karetenoid dan asiatikosida, selain mampu mengatasi radikal bebas, senyawa tersebut juga mampu merangsang produksi enzim antioksidan alami dalam tubuh.

Pegagan telah diuji secara klinis dan diketahui mampu mengurangi rasa cemas, karena itu pegagan sanat membantu penderita hipertensi yang umumnya disebabkan karena ketegangan pikiran atau stres.

Selain mengonsumsi beberapa ramuan herbal untuk bantu cegah hipertensi tersebut, Anda juga bisa melakukan olahraga secara teratur selama 30 menit setiap hari. Hal ini bsia membantu menurunkan tekanan darah tinggi secara signifikan. Pilihlah jenis aktivitas yang Anda sukai, seperti berjalan kaki, berlari, berenang, atau pun bersepeda.

Menilik Manfaat Rumput Laut untuk Penderita Hipertensi

Menilik Manfaat Rumput Laut untuk Penderita Hipertensi,- Bagi para penggemar makanan Jepang, seperti sushi atau onigiri, mungkin sudah tidak asing lagi dengan rumput laut. Rumput laut termasuk ke dalam kelompok algae dan terdiri dari beberapa jenis, seperti alga coklat, alga merah, dan alga hijau.

Rumput laut disebut juga sayuran laut, atau marine vegetables. Seperti yang diketahui sayuran memiliki kandungan kalori yang rendah. Dalam semangkuk rumput laut mentah atau rumput laut wakame mengandung sekitar kurang dari 20 kalori.

Selain nikmat untuk dikonsumsi, ternyata rumput laut ini juga menyimpan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan, salah satunya yaitu untuk membantu mengatasi hipertensi. Bagi para penderita hipertensi, Anda mungkin pernah disarankan untuk mengonsumsi rumput laut. Sumber daya hayati ini disebut-disebut dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Manfaat Rumput Laut

Benarkah demikian ?

Hipertensi atau lebih dikenal dengan penyakit tekanan darah tinggi telah menjadi masalah kesehatan bagi banyak orang. Pada tahun 2013, lebih dari sepertiga penduduk Indonesia, atau lebih dari 60 juta penduduk tercatat mengidap hipertensi. Menurut data dari Riskesdas 2013, hipertensi paling banyak dialami oleh kelompok usia 55 sampai 64 tahun.

Pada umumnya hipertensi terjadi bersamaan dengan penyakit metabolik lainnya, seperti diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, serta dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

Untuk menjaga agar tekanan darah tetap normal, penderita harus mengonsumsi obat hipertensi secara teratur. Namun, sebagian besar penderita hipertensi hanya mengonsumsi obat pada saat mereka merasakan keluhan sakit kepala akibat tekanan darah tinggi. Padahal, hal tersebut sangat berbahaya.

Selain itu, penderita hipertensi juga biasanya disarankan untuk menjalankan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, mengurangi makanan asin, daging merah, makanan olahan, makanan tinggi lemak, memperbanyak sayuran dan buah-buahan, berolahraga secara teratur minuman 50 menit seminggu, serta mengruangi berat badan berlebih.

Manfaat Rumput Laut untuk Penderita Hipertensi

Rumput laut merupakan makanan tradisional Jepang yang bisa dikonsumsi sendiri, dicampur ke dalam nasi sebagai nori, atau dicampurkan ke dalam salad atau sup sebagai wakame.

Telah lama rumput laut ini diyakini sebagai makanan sehat karena mengandung serat yang tinggi, vitamin, dan mineral. Tidak hanya itu, berdasarkan penelitian, rumput laut juga terbukti dapat membantu menurunkan tekanan darah, baik pada orang dewasa ataupun anak-anak.

Para peneliti menduga jika kandungan fucoxanthin, phlorotannins, dan peptida yang terkandung dalam rumput laut bertanggungjawab atas mekanismenya memerangi tekanan darah tinggi. Diketahui pula jika rumput laut dapat menghambat enzim penyebab hipertensi, yang juga dapat dihambat oleh obat hipertensi seperti captopril.

Sebaiknya seberapa banyak rumput laut yang boleh dikonsumsi ?

Pada anak-anak, dosis rumput laut yang disarankan adalah sekitar 0,6 – 0,8 gram per hari. Sedangkan untuk orang dewasa, mengonsumsi pil yang berisi rumput laut kering sebanyak 5-6 gram perhari dapat membantu menurunkan tekanan darah sampai 29 mmHg.

Mengonsumsi rumput laut terlalu banyak dapat menyebabkan yodium berlebihan pada tubuh. Anda harus mengonsumsi secukupnya saja. Rumput laut mengambil mineral yang ada di laut tempat mereka hidup. Bisa saja tanaman ini menyerap arsenik dan metal berat lainnta. Ketika dikonsumsi secara berlebihan, maka tentunya ini tidak akan baik bagi kesehatan tubuh.

Benarkah Kesepian Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi?

Benarkah Kesepian Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi?,- Tidak hanya pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat saja yang bisa memicu naiknya tekanan darah tinggi atau hipertensi. Ternyata orang-orang yang merasa kesepian juga memiliki kecenderungan untuk mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi di hari tua.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Chicago selama 5 tahun menemukan hubungan antara kesepian dan hipertensi. Menurut studi, orang-orang yang berusia 50 tahun ke atas yang menghabiskan waktu sendiri di rumah memiliki peningkatan tekanan darah 2 kali lipat, dibandingkan dengan mereka yang bersosialisasi dengan teman-teman, keluarga, atau kerabatnya.

“Perilaku menyendiri adalah suatu faktor risiko yang unik dan merupakan hak pribadi,” ujar peneliti Dr Louise Hawkley yang memuat temuanya dalam jurnal Psychology and Ageing.

Dr Hawkley, adalah psikolog dari University of Chicago, yang melakukan riset tentang pengaruh kesepian terhadap masalah dan kualitas kesehatan. Tekanan darah tinggi sejak lama dikenal sebagai ancaman kesehatan yang serius. Hipertensi dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke dan gangguan fungsi ginjal.

Dalam risetnya, Hawkley dan timnya melibatkan sekitar 229 responden yang berusia 50 sampai 68 tahun. Mereka secara acak dikelompokkan dalam studi jangka panjang. Setiap anggota kelompok diminta untuk menjawab serangkaian pertanyaan untuk memastkan apakan mereka merasa mengalami kesepian. Responden juga diminta untuk membuat rata-rata nilai hubungan dengan orang lain melalui beragam topik.

Selama beberapa tahun penelitian dilakukan, Dr Hawkley menemukan adanya hubungan yang jelas antara perasaan kesepian yang dilaporkan di awal studi dengan naiknya tekanan darah selama periode tersebut. Peningkatan yang berhubungan dengan kesepian tidak diobservasi samapi 2 tahun penelitian berjalan, tetapi kemudian terus meningkat sampai 4 tahun kemudian.

Baca juga :

Riset mencatat, responden dengan tingkat kesepian sedang pun bisa terpengaruh. Diantara semua responden, orang yang paling kesepian mengalami kenaikan tekanan darah hingga lebih dari 10% dari tensi rata-rata responden lainnya yang dikukur selama 4 tahun penelitian. Kekhawatiran tentang hubungan sosial dapat dijadikan dasar mengapa mereka yang kesepian mengalami kenaikan tekanan darah.

Sebelumnya, terdapat sebuah studi terpisah yang menyimpulkan bahwa orang-orang yang kesepian berisiko dua kali lebih rentan terkena Alzheimer, yaitu penyakit kepikutan yang ditandai dengan menurunnya fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif.

Selain kesepian, ternyata mendengkur juga bisa memengaruhi tekanan darah seseorang. Menurut National Sleep Foundation, saat pernapasan terganggu maka tingkat oksigen di tubuh akan turun.

Pada kondisi tersebut, sistem saraf ikut meningkatkan aliran oksigen ke jantung dan otak, sehingga mengencangkan pembuluh darah dan menyebabkan tekanan darah tinggi.

“Menurunnya kualitas tidur juga dapat memicu pelepasan hormon stres dan meningkatkan detak jantung sampai meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi,” tulis National Sleep Foundation.

Anda Penderita Hipertensi? Perhatikan Hal Penting Berikut Ini!

Anda Penderita Hipertensi? Perhatikan Hal Penting Berikut Ini!,- Hipertensi atau dikenal juga dengan tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang tergolong silent killer. Hal ini disebabkan karena sebagian besar penderitanya tidak menunjukkan gejala. Maka tak heran jika banyak penderita yang tidak mengetahui jika dirinya mengidap hipertensi.

Hipertensi merupakan penyakit yang cukup banyak dialami oleh masyarakat. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyatakan, jika angka kejadian hipertensi di Indonesia mencapai 25,8%. Menurut data tersebut, penyakit ini paling banyak dialami oleh kelompok usia 55-64 tahun.

Sedangkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2011 mengungkapkan bahwa sebanyak 1 miliar penduduk dunia mengidap hipertensi. Sebesar 2/3 di antaranya berasal dari negara berkembang yang memiliki penghasilan rendah-sedang.

Prevalensi penyakit hipertensi diprediksi akan terus meningkat dan menyebabkan beban kesehatan ataupun ekonomi yang sangat besar. Hal ini disebabkan karena biaya pengobatan hipertensi untuk mencegah komplikasi tergolong mahal.

Maka dari itu, penderita hipertensi dianjurkan untuk benar-benar berusaha agar tekanan darah tetap stabil. Terkait hal ini, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan penderita hipertensi, diantaranya adalah :

  • Minum obat secara teratur

Sebagian besar penderita hipertensi hanya mengonsumsi obat hipertensi ketika tekanan darah sedang meningkat. Namun perlu diketahui, hal tersebut tidaklah tepat. Penderita harus tetap mengonsumsi obat hipertensi setiap hari, secara rutin dan teratur. Bukan hanya saat serangan terjadi. Ketika penderita memeriksakan diri ke dokter untuk kontrol, dokter akan menurunkan dosis obat jika didapati tekanan darah sudah lebih membaik.

  • Periksa tekanan darah secara teratur

Memeriksakan tekanan darah secara berkala sangat penting bagi penderita hipertensi. Setidaknya mereka harus kontrol ke dokter untuk memeriksakan tekanan darah, sekaligus melakukan konsultasi dan evaluasi kondisi.

Jika tekanan darah masih tinggi, maka dokter mungkin perlu meningkatkan dosis obat yang dikonsumsi atau penambahan jenis obat lain. Jika cara tersebut berhasil membuat tekanan darah stabil, maka penderita hipertensi dapat meneruskan konsumsi obat yang diberikan.

Idealnya, penderita hipertensi dianjurkan untuk membeli tensimeter digital agar dapat mengukur tekanan darah dengan mudah. Dengan mengukur tekanan darah setiap hari, maka penderita hiperensi bisa memantau dan mengontrol stabil atau tudaknya tekanan darah yang dimiliki.

Perlu diketahui, tidak mengontrol tekanan darah dengan baik dapat menyebabkan perjalanan penyakit hipertensi yang semakin berat, sehingga menimbulkan komplikasi yang merusak organ-organ penting didalam tubuh.

  • Mengenali tanda serangan jantung dan stroke

Serangan jantung dan stroke merupakan dua komplikas yang paling sering terjadi pada penderita hipertensi. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda mengenali tanda dan gejalanya untuk berjaga-jaga.

Gejala serangan jantung yaitu ketika Anda merasakan nyeri di dada yang sangat hebat, berat, seperti ditindih, yang dapat menjalar ke lengan, punggung, atau rahang. Selain itu, penderita juga bisa merasakan keringat dingin, sesak napas, muntah, hingga ingin pingsan.

Sedangkan gejala stroke bisa berupa kelemahan satu sisi tubuh (lengan dan tngkai), bicara pelo, mulut mencong, sulit menelan dan minum air, sakit kepala, serta penurunan kesadaran. Jika mengalami gejala tersebut, alangkah baiknya untuk segera minta bantuan orang terdekat untuk secepatnya membawa Anda ke rumah sakit.

  • Tetap lakukan gaya hidup sehat

Walaupun sudah mengonsumsi obat hipertensi secara teratur, bukan berarti Anda boleh melakukan apapun yang Anda inginkan. Sejatinya, penderita hipertensi tetap perlu melakukan pola hidup sehat, seperti pemilihan makanan yang baik dan rutin olahraga, sambil mengonsumsi obat tekanan darah tinggi yang diberikan dokter. Bahkan, jika tekanan darah tinggi masih ‘mepet’, dokter dapat menganjurkan untuk melakukan pola hidup sehat dan tidak perlu mengonsumsi obat.