Bahaya! Jangan Minum Antibiotik dan Obat Hipertensi Bersamaan

Bahaya! Jangan Minum Antibiotik dan Obat Hipertensi Bersamaan,- Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri penyebab penyakit pada manusia dan hewan seperti salmonella, tuberkulosis, sipilis, dan penyakit lainnya. Obat antibiotik juga diketahui bisa meningkatkan tekanan darah jika seseorang mengidap alergi akut atau kronis terhadap antibiotik tersebut.

Reaksi alergi yang disebabkan oleh obat antibiotik ini bisa berupa reaksi ringa sampai reaksi alergi yang parah. Reaksi alergi yang parah terkadang bsia mengancam nyawa penderitanya.

Sedangkan mengonsumsi antibiotik dan obat tekanan darah secara bersamaan bisa membuat tekanan darah menurun drastis dan menyebabkan syok pada pasien yang berusia lanjut.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa orang lanjut usia yang mengonsumsi calcium-channel blockers (kelas obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi) yang juga mengonsumsi antibiotik macrolide, erythromycin, atau clarithromycin lebih berisiko dirawat di rumah sakit karena hipotensi atau tekanan darah sangat rendah.

Clarithromycin dan erythromycin dapat berinteraksi dengan calcium-channel blockers. Obat ini menghambat sitokrom P450 isoenzim 3A4. Namun sayangnya, mekanisme dan penyebab interaksi ini belum dipahami dengan jelas.

Jangan konsumsi antibiotik dengan obat hipertensi secara bersamaan

Sebuah studi juga menunjukkan jika Anda mengonsumsi jenis pengobatan tekanan darah tinggi yang paling umum, Anda tidak boleh diresepkan berbarengan dengan beberapa jenis antibiotik tertentu. Studi ini menunjukkan bahwa kombinasinya dapat menyebabkan cedera ginjal yang jarang tetapi akibatnya serius.

Cedera ginjal akut, tekanan darah rendah yang sangat berbahaya, dan kematian dapat terjadi pada orang yang mengonsumsinya secara bersamaan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum clarithromycin dan calcium-channel blockers secara bersamaan dua kali lipat lebih berisiko terhadap efek samping di atas dalam waktu 30 hari sejak mengonsumsi antibiotik tersebut.

Walaupun peningkatan risiko tergolong kecil, namun dampaknya tidak bisa disepelekan. Sebuah studi pada awal tahun ini juga menunjukkan bahwa clarithromycin dan erythromycin juga berinteraksi dengan cara yangs ama dengan obat statin, yaitu obat penurun kolesterol.

Namun, efek samping obat antibiotik yang berkaitan dengan tekanan darah berbeda pada setiap orang. Pasalnya, obat dari jenis apapun emmang akan menurunkan atau meningkatkan tekanan darah.

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, sebaiknya hati-hati dengan penggunaan antibiotik karena dapat menimbulkan efek samping yang serius. Ketika antibiotik dikonsumsi oleh pasien dengan tekanan darah tinggi, maka risiko serangan jantung akan meningkat.

Konsultasikan terlebih dahulu mengenai obat apa pun yang Anda konsumsi. Jangan lupa, jika Anda memiliki hiperensi dan suatu saat Anda melakukan pemeriksaan ke dokter umum karena penyakit tertentu, misalnya flu, beri tahukan dokter bahwa Anda rutin mengonsumsi obat tekanan darah tinggi. Dokter mungkin akan menggunakan jenis antibiotik lain atau menyesuaikan dosisnya.

 

Baca juga :

Gejala Ini Mengindikasikan Anda Mengalami Krisis Hipertensi

Gejala Ini Mengindikasikan Anda Mengalami Krisis Hipertensi,- Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi kronis serta bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan organ yang umumnya terjadi selama bertahun-tahun.

Penyakit hipertensi biasanya terjadi pada orang-orang yang berusia diatas 65 tahun. Namun, saat ini banyak orang-orang yang berusia produksi sudah memiliki tekanan darah tinggi. Hal tersebut disebabkan karena gaya hidup yang mereka jalani seperti diet tinggi garam, kurang beraktivitas fisik, sulit mengendalikan emosi, dan obesitas.

Jika tidak ditangani dengan tepat, maka tekanan darah dapat meningkat dengan cepat dan cukup parah atau dikenal juga dengan krisis hipertensi. Krisis hipertensi adalah peningkatan tekanan darah parah yang dapat menyebabkan stroke. Tekanan darah tinggi dengan tingkat atas (tekanan sistolik) 180 mmHg atau lebih tinggo atau tekanan bawah (tekanan diastolik) lebih dari 120 mmHg atau lebih tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah.

Pembuluh darah menjadi meradang dan dapat terjadi kebocoran cairan atau darah. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa darah secara efektif.

Gejala hipertensi memang sulit dikenali. Untuk mendeteksinya, Anda perlu memeriksa tekanna darah secara rutin. Namun, ada gejala-gejala khusus yang perlu diwaspadai karena bisa jadi itu mengindikasikan kondisi hipertensi yang parah atau krisis hipertensi.

Beaberapa gejala yang mengindikasi Anda mengalami krisis hipertensi yang perlu diwaspadai diantaranya adalah nyeri dada, sakit kepala, dengungan menyakitkan di telinga, mimisan, dan masalah penglihatan seperti buran atau kabur.

Jika Anda sering mengalami beberapa gejala tersebut, maka sebaiknya segera kunjungi dokter. Pasalnya, bisa jadi Anda mengalami krisis hipertensi.

Krisis hipertensi bisa membuat gejalanya berkembang atau berlanjut ke tingkat yang lebih berbahaya. Kondisi ini bisa dikatakan kondisi darurat medis dan meningkatkan peluang terjadinya stroke ataupun serangan jantung.

Selain berkonsultasi dengan dokter, olahraga teratur, cukup tidur, serta konsumsi buah dan sayur juga bisa membantu menurunkan risiko hipertensi.

Ternyata Dengarkan Musik Bisa Bantu Atasi Hipertensi

Ternyata Dengarkan Musik Bisa Bantu Atasi Hipertensi,- Siapa yang tidak suka mendengarkan musik ? Hampir setiap orang pasti suka mendengarkan musik. Kita biasanya mendengarkan musik sambil beristirahat, membaca buku, bekerja, bahkan menemani saat Anda sedang melakukan istirahat. Perkembangan teknologi saat ini bisa membuat Anda lebih leluasa untuk mendengarkan musik di manapun dan kapanpun.

Mendengarkan musik favorit bisa menjadi penyelamat mood buruk saat Anda merasa bad mood. Selain menyenangkan, sudah banyak yang tahu jika mendengarkan musik juga bisa membantu menghilangkan stres.

Selain itu, menurut sebuah studi kesehatan menyebutkan bahwa mendengarkan musik juga bisa membantu mengurangi hipertensi. Bahkan, salah satu penelitian di Jepang menunjukkan bahwa mendengarkan musik setelah 3 bulan, dengan frekuensi 1 jam setiap harinya akan menurunkan tekanan darah.

Jenis musik tertentu diduga memiliki kemampuan untuk mengatur dan memengaruhi tekanan darah sistolik dan diastolik. Dengan cara ini, musik bisa membantu mencegah masalah seperti hipertensi, penyakit kardiovaskulas, dan serangan jantung.

Irama lambat dan musik yang harmonis dapat meningkatkan vasodilataso (pelebaran pembuluh darah) sebesar 26%. Hal ini juga yang membantu mencegah gagal jantung, terutama ketika seseorang mengalami perubahan suasana hati yang tidak terduga, kemarahan, atau penyebab emosional lainnya.

Namun, tidak semua jenis musik memiliki pengaruh yang sama pada manusia. Untuk terapi ini, pilihlah jenis musik dengan tempo rendah, karena tempo tinggi justru akan meningkatkan tekanan darah. Setelah 3 bulan, seseorang yang rutin mendengarkan musik tekanan darahnya menurun secara signifikan, hampir 6 mmHg.

Dari banyak percobaan yang telah dilakukan oleh para ahli kesehatan, musik klasik terbukti bisa menenangkan. Karya klasik seperti ‘Serenata No 13 in G Major’ oleh Mozart dan ‘The Four Seasons’ oleh Vivaldi telah mengalami tes ilmiah dan hasilnya sangat mencengangkan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa musik mungkin bisa menjadi cara yang baik untuk membantu menurunkan tekanan darah. Percaya atu tidak, para peneliti percaya bahwa musik bisa menggantikan pengobatan hipertensi medis, setidaknya untuk beberapa pasien.

Benarkah Daging yang Dimasak Matang Sebabkan Hipertensi?

Benarkah Daging yang Dimasak Matang Sebabkan Hipertensi?,- Daging merupakan salah satu makanan yang cukup banyak digemari. Ada banyak olahan makanan yang berbahan dasar daging, salah satunya adalah steak.

Dalam menikmati steak daging ini, tidak sedikit orang, terutama orang Indonesia yang memilih memasaknya dengan kematangan yang sempurna atau disebut juga ‘well done’. Hal ini disebabkan karena daging yang masih mengeluarkan jus daging dinilai belum matang.

Namun, sebaiknya hentikan kebiasaan ini mulai sekarang. Pasalnya memasak daging hingga terlalu matang ternyata memiliki efek buruk bagi kesehatan. Hal tersebut terungkap dari penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Jantung Amerika.

Sebuah penelitian oleh American Heart Association mengungkapkan jika orang yang rutin konsumsi daging dengan tingkat kematangan well done bisa berisiko terkena hipertensi. Penelitian ini melibatkan partisipan sebanyak 100.000 orang. Para ahli meneliti cara memasa dan tekanan darah mereka selama 12 sampai 16 tahun. Hasilnya, peserta yang mengonsumsi daging sapi, ayam, atau ikan yang dimasak dengan suhu tinggi berpotensi terkena hipertensi sebesar 15% sampai 17%.

Hasil lainnya, peserta yang mengonsumsi dagin degan tingkat kematangan sempurna atau ‘well done’ memiliki risiko terkena hipertensi sebesar 15%. Dibandingkan dengan peserta yang mengonsumsi daging dengan tingkat kematangan ‘medium rare’.

Para peneliti juga menyimpulkan bahwa orang yang mengonsumsi daging panggang lebih dari 15 kali per bulan memiliki risiko terkena hipertensi sebesar 17% dibandingkan dengan orang yang hanya mengonsumsinya sebanyak 4 kali per bulan.

Hal ini dikarenakan adanya senyawa kimia bernama heterocyclic aromatic amines (HAAs) yang dihasilkan saat daging dipanggang dengan suhu tinggi. Sehingga mereka yang mengonsumsi zat kinia ini sangat rentan terhadap kenaikan tekanan darah.

Artikel terkait :

Menurut penulis penelitian, Gang Liu, kandungan kimia yang dihasilkan dari memasak daging dengan temperatur tinggi ini dapat meningkatkan tingkat oksidasi, inflamasi serta resisten insulin. Ini merupakan hasil penelitian terhadap hewan.

Namun, para peneliti menggaris bawahi bahwa penelitian ini tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur jika daging yang dimasak dengan tingkat kematangan ‘medium rare’ lebih baik daripada ‘well done’. Walaupun cara mengolah makanan dapat berpengaruh terhadap kesehatan, para ahli lebih menyarankan untuk melakukan diet seimbang daripada menghindari makanan yang diolah dengan temperatur tinggi.

Sebenarnya masalah hipertensi tidak hanya disebabkan karena mengonsumsi daging panggang. Seorang ahli diet asal Amerika bernama Katrina A Trisko, mengatakan bahwa National Cancer Institute telah memperingatkan tentang bahaya kanker jika terlalu sering mengonsumsi daging, baik diolah dengan cara dipanggang atau digoreng.

Menurut ahli, sebaiknya jangan terlalu menghindari makanan yang berisiko memberi dampak buruk bagi kesehatan. Tetapi Anda harus menjaga pola makan teratur yang seimbang. Jangan hanya mengonsumsi satu jenis makanan saja, tetapi konsumsilah beragam jenis makanan baik dengan cara dipanggang, direbus, goreng, ataupun tumis.

Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Obat Tradisional

Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Obat Tradisional,- Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dialami cukup banyak masyarakat. Namun, sayangnya banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap tekanan darah tinggi, sehingga pengobatan hipertensi yang dilakukan terlambat dan memicu timbulnya komplikasi yang lebih parah.

Untuk mengontrol tekanan darah tinggi, penderita harus mengonsumsi obat hipertensi seumur hidup. Namun, sebagian besar penderita merasa khawatir dan berpendapat bahwa obat hipertensi bisa menimbulkan efek samping pada tubuh, terutama jika digunakan dalam jangka panjang.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Karena tidak semua obat hipertensi dapat menimbulkan efek samping. Jika Anda merasa khawatir, Anda bisa mencoba untuk menurunkan tekanan darah tinggi dengan obat tradisional.

Ada banyak jenis bahan alami yang memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan, salah satunya yaitu teripang. Ya, teripang merupakan salah satu biota laut yang telah dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Lalu, bagaimana cara memanfaatkan teripang untuk menurunkan tekanan darah tinggi ?

Jangan khawatir, karena kini telah hadir produk kesehatan herbal yang memanfaatkan teripang sebagai bahan utamanya, yaitu QnC Jelly Gamat. Untuk informasi lengkapnya, simak informasi berikut ini !

Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Obat Tradisional QnC Jelly Gamat

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, QnC Jelly Gamat merupakan salah satu produk kesehatan yang memanfaatkan teripang sebagai bahan dasarnya. QnC Jelly Gamat memiliki kandungan dan khasiat yang baik bagi kesehatan dan membantu pengobatan penyakit, termasuk penyakit tekanan darah tinggi.

QnC Jelly Gamat ini juga diproses secara tradisional dengan teknologi higienis, tanpa campuran bahan kimia obat (BKO), serta bahan pemanis atau pengawet buatan. Sehingga kualitas dari komposisi tetap terjaga dengan baik dan tentunya aman untuk dikonsumsi.

Keterangan produk :

Nama produk : QnC Jelly Gamat
Harga : Rp. 155.000,- / botol (*Harga belum termasuk ongkir)
Isi : 300 ml
Komposisi : Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur
Cara konsumsi : 2 kali 2 sendok makan sehari

Kandungan dan Khasiat Teripang dalam QnC Jelly Gamat

Teripang termasuk salah satu biota laut yang kaya akan kandungan nutrisi dan telah sejak zaman nenek moyang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membantu pengobatan tradisional.

Telah banyak penelitian yang dilakukan di beberapa negara untuk mengetahui dan memastikan khasiat yang dimilikinya. Menurut penelitian yang telah dilakukan, didalam teripang ini terkandung beberapa kandungan zat dan senyawa aktif yang baik bagi tubuh, diantaranya yaitu protein, kolagen, mineral, mukopolisakarida, glucosaminoglycans (GAGs), antiseptik alamiah, glucosamine dan chondroitin, lektin, saponin, asam amino, omega 3, 6, dan 9, serta vitamin dan mineral.

Untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi, kandungan mukopolisakarida yang dimilikinya mampu melancarkan sirkulasi darah dan juga menurunkan serta menstabilkan tekanan darah. Tidak hanya itu, kandungan glucosaminoglycans (GAGs) yang ada didaalmnya juga mampu mencegah penggumpalan darah, sehingga dapat mengurangi tekanan dan bisa membantu mengatasi masalah tekanan darah tinggi secara efektif.

Dengan kandungan yang dimilikinya, maka Anda tidak perlu ragu lagi untuk memilih QnC Jelly Gamat sebagai salah satu cara menurunkan tekanan darah tinggi dengan obat tradisional yang efektif, aman, dan tidak menimbulkan efek samping.

 

*Disclaimer : Reaksi dan efektifitas obat mungkin berbeda pada setiap individu tergantung pada stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum.

Anda tidak perlu khawatir dengan kualitas dan keamanannya, karena QnC Jelly Gamat telah memiliki legalitas resmi dari Badan POM dengan no. registrasi POM TR 173301471 dan terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229. Juga QnC Jelly Gamat ini telah memiliki lisensi HALAL dari MUI.

Itulah beberapa kandungan serta khasiat yang dimiliki oleh QnC Jelly Gamat sebagai solusi untuk menurunkan tekanan darah tinggi secara tradisional yang tepat. Nah, bagi Anda yang ingin merasakan khasiat dari QnC Jelly Gamat secara langsung, bisa langsung mengirimkan pesanan melalui SMS/WA dengan mengirimkan format berikut :

NEGG: Jumlah Pesanan: Nama: Alamat Lengkap: No. Hp./Tlp.

Kirim Ke :
SMS/WA : 082.320.970.600
Atau PIN BB 53227614

Contoh:

NEGG: 5 botol: Ilham Nuralamsyah: Jl. Perintis Kemerdekaan No. 35 Jakarta: 081648537XXX

Ingat !! Dalam setiap pemesanan harap mencantumkan kode NEGG, karena itu merupakan kode pemesanan atau pesanan Anda tidak akan kami proses !

Untuk informasi lengkap cara pemesanan dan daftar harga, silahkan klik tautan dibawah ini !!

=>Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat<=

Itulah informasi seputar cara menurunkan tekanan darah tinggi dengan obat tradisional. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat dan bisa membantu menjadi solusi terbaik untuk mengatasi keluhan Anda. Semoga lekas sembuh.

Inilah Alasan Mengapa Konsumsi Garam Sebabkan Hipertensi

Inilah Alasan Mengapa Konsumsi Garam Sebabkan Hipertensi,- Kita mungkin bisa memasak makanan lezat tanpa rempah-rempah seperti kunyit dan jahe. Tapi, apakah kita bisa memasak makanan lezat tanpa tambahan garam ?

Garam telah menjadi salah satu bumbu utama dari setiap masakan. Rasanya yang asin membuat setiap masakan bisa terasa semakin gurih dan lezat. Namun, saat mengonsumsi garam, pastikan agar garam yang dikonsumsi tidak berlebihan. Jika bisa, asupan garam yang dikonsumsi setiap harinya bisa dikurangi mulai saat ini.

Mengonsumsi garam berlebih bisa berdampak buruk pada kesehatan. Nutisi dan senyawa yang terkandung di dalam garam bisa menurunkan kesehatan seseorang, baik itu kesehatan fisik ataupun psikis. Salah satu gangguan kesehatan yang bisa disebabkan akibat mengonsumsi garam berlebih adalah hiperensi atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi ini merupakan kondisi yang berbahaya untuk tubuh. Hipertensi bisa meningkatkan risiko tekanan serangan jantung, stroke, gagal jantung kronis, dan penyakit ginjal.

Lalu, mengapa konsumsi garam bisa sebabkan hipertensi ?

Ahli kesehatan menyebutkan jika selama ini garam menjadi penyebab utama risiko hipertensi. Terlalu banyak konsumsi garam tidak hanya meningkatkan risiko darah tinggi. Lebih jauh, ini juga bisa meningkatkan risiko stroke, jantung, dan obesitas.

Menurut The Dietary Guidelines for Americans, asupan sodium yang direkomendasikan adalah sebanyak 2.300 mg perhari. Namun, jika Anda telah memiliki riwayat hipertensi, asupan sodium atau garam maksimal yang sebaiknya dikonsumsi adalah 1500 mg per hari.

Konsumsi garam dapat memicu terjadinya retensi air pada tubuh yang berakibat menaikkan tekanan darah secara drastis dan tiba-tiba. Konsumsi garam berlebih juga bisa mengganggu keseimbangan natrium alami dalam tubuh.

Hal ini menyebabkan ginjal kesulitan menjaga kelebihan sodium dalam aliran darah. Ketika natrium terakumulasi, tubuh memerlukan banyak air untuk mencairkan sodium. Hal ini tentu akan meningkatkan cairan di sekitar sel dan volume darah dalam pembuluh darah.

Peningkatan volume darah ini membuat jantung harus bekerja lebih keras dan banyak tekanan pada pembuluh darah. Peningkatakn natrium juga menyebabkan pengurangan sintesis oksida nitrat yang berfungsi sebagai vasodilator arteriolar.

Vasodilator arteriolar adalah suatu zat yang dapat melebarkan pembuluh darah. Hal ini akan menimbulkan aliran darah lebih banyak hambatan karena terjadi penyempitan pembuluh darah. Maka dari itu, lebih baik untuk menjaga asupan garam setiap harinya mulai dari sekarang.

Artikel terkait :

Dampak Penggunaan Obat Anti-Hipertensi Terhadap Ginjal

Dampak Penggunaan Obat Anti-Hipertensi Terhadap Ginjal,- Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat serta bisa menyerang siapapun dan kapanpun. Untuk mengontrol tekanan darahnya, penderita hipertensi harus mengonsumsi obat hipertensi atau obat anti-hipertensi seumur hidup. Namun, sebagian besar orang merasa khawatir dan beranggapan jika obat anti-hipertensi bisa menyebabkan gagal ginjal, terlebih lagi jika digunakan dalam jangka panjang.

Tunggul D Situmorang, ahli ginjal hipertensi menanggapi pernyataan tersebut, dan menyebutkan bahwa semua jenis obat anti-hipertensi aman dikonsumsi. Bahkan obat anti-hipertensi bisa membantu mengontrol tekanan darah.

Menurut Tanggul, yang menyebabkan timbulnya gagal ginjal bukanlah obat-antihipertensi, melainkan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Tekanan darah yang naik melampaui ambang normal mendorong ginjal untuk bekerja lebih keras hingga berujung gagal ginjal.

Obat hipertensi seperti betablocker bisa menurunkan kerja nadi dalam memompa darah agar tekanan darah menurun. Aliran darah yang terpompa ke ginjal tentu akan berkurang juga. Selama dalam kondisi baik, penurunan aliran darah ke ginjal tidak berdampak menimbulkan gagal ginjal.

Justru yang harus diperhatikan adalah fase-fase tertentu yang membuat fungsi ginjal menurun. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh usia, terutama yang lanjut usia (lansia).

Dalam kondisi ini, bukan berarti obat anti-hipertensi akan memperparah gagal ginjal. Tetapi hipertensi yang tidak terkontrol bisa menjadi penyebabnya.

Disebutkan Tunggul, yang memicu gagal ginjal adalah hiperkalemia. Kondisi dimana kalium pada tubuh meningkat. Ginjal tidak mampu membuang kelebihan kalium tersebut dan berakibat gagal ginjal.

Dokter juga tidak sembarangan menganjurkan obat kepada penderita hipertensi. Pemberian resep didasarkan pada penelitian menyeluruh pada pasien terlebih dahulu. Berdasarkan data Indonesian Renal Registry (IRR) pada tahun 2015, hipertensi menjadi penyemam utama gagal ginjal kronik (GGK), dengan persentase sebanyak 35%.

Maka dari itu, Tunggul meminta masyarakat untuk mengendalikan faktor risiko hipertensi, seperti gaya hidup. Berhenti merokok, mencegah kegemukan, olahraga secara teratur sebanyak 3 sampai 4 kali seminggu, serta rutin mengonsumsi buah dan sayur sangat dianjurkan untuk penderita hipertensi.

Baca juga : Obat Hipertensi yang Aman untuk Ginjal

Rutin Minum Teh Bunga Ternyata Bisa Menurunkan Hipertensi

Rutin Minum Teh Bunga Ternyata Bisa Menurunkan Hipertensi,- Jika terus dibiarkan, maka penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi akan menyebabkan beberapa penyakit diantaranya adalah serangan jantung, diabetes, dan stroke. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, seperti diantaranya pola hidup tidak sehat, usia, stres, obesitas, dan makanan.

Jika Anda memiliki indikasi tekanan darah tinggi, sebaiknya segera lakukan tindakan khusus. Tindakan umum yang biasa dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter atau mengatur pola makan. Mengurangi konsumsi garam, kalori, dan protein termasuk salah satu cara untuk diet bagi penderita tekanan darah tinggi.

Selain itu, sebuah studi mengklaim bahwa meminum 3 cangkir teh bunga setiap hari juga bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Sedangkan menurut ilmuwan Amerika Serikat, tekanan darah sistolik dan diastolik juga bisa diturunkan dengan mengonsumsi teh bunga sepatu.

Benarkah konsumsi bunga sepatu bisa bantu turunkan hipertensi ?

Bunga sepatu merupakan salah satu bunga yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Ketika seseorang bisa mengolah dan memanfaatkan bunga sepatu dengan baik, maka hal ini bisa membuat orang tersebut terbebas dari tekanan darah tinggi.

Beberapa penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan menemukan sebuah temuan yang mengejutkan seputar manfaat bunga sepatu untuk kesehatan. Para ilmuwan menemukan bahwa didalma bunga sepatu terkandung beberapa nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan. Bahkan, beberapa ilmuwan percaya bahwa nutrisi yang terkandung didalamnya bisa membuat jantung menjadi lebih sehat. Selain itu, penelitian juga menyebutkan jika bunga sepatu bisa menurunkan tekanan darah seseorang dalam waktu yang cepat dan dengan cara yang mudah.

Ilmuwan menemukan jika bunga sepatu bersifat diuretik yang emmbantu tubuh menghilangkan kelebihan air. Bunga sepatu juga mengandung anthocyanin di mana zat ini bisa memblokir angiotensin converting enzyme (ACE) yaitu senyawa yang bisa menyebabkan pembuluh darah mengeruh dan bermasalah.

Selain bisa memblokir ACE, nutrisi pada bunga sepatu juga bisa menurunkan tekanan darah dengan baik. Untuk mendapatkan manfaat bunga sepatu untuk menurunkan tekanan darah, Anda bisa mengolahnya menjadi teh.

Baca juga : Manfaat Teh untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Untuk membuat teh bunga sepatu cukup mudah. Anda hanya perlu menyiapkan beberapa bahan, seperti 4 gelas air, 3 sendok makan bunga sepatu kering atau 5 tangkai bunga sepatu segar, 7 cm kayu manis, 2 sendok makan madu, dan 1 buah jeruk (ambil airnya).

Setelah semua bahan siap, selanjutnya rebus air hingga mendidih. Masukkan bung sepatu dan kayu manis kemudian rebus hingga layu dan warna air berubah. Setelah itu, angkat dan saring ke dalam gelas. Tambahkan madu dan air perasan jeruk nipis. Konsumsi teh ini selagi hangat.

Itulah beberapa manfaat minum teh bunga sepatu dan cara pembuatannya. Semoga informasi tersebut bisa bermanfaat dan membantu menjadi solusi terbaik untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi yang Anda alami.

Hati-Hati! Tekanan Darah Tinggi Bisa Menurunkan Fungsi Otak

Hati-Hati! Tekanan Darah Tinggi Bisa Menurunkan Fungsi Otak,- Sudah menjadi rahasia umum jika penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi sering dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, tidak hanya itu saja, para pakar kesehatan menyebutkna jika tekanan darah tinggi juga memiliki pengaruh buruh terhadap fungsi kognitif otak.

Menurut Dr dr Yuda Turana, SpS, dari Indonesian Society of Hypertension (InaSH), penyakit tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya pikun di usia tua. Hal ini disebabkan karena tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah yang mengurangi suplai oksigen ke otak.

Beliau menjelaskan jika penelitian menyebut bahwa hipertensi yang tidak terkontrol akan mengakibatkan seseorang memiliki fungsi otak yang jelek saat usia lanjut atau fungsi kognitifnya menurun.

Maka dari itu, sangat penting bagi masyarakan untuk mencegah terjadinya hipertensi. dr Yuda menyebutkan bahwa sebagian besar kasus tekanan darah tinggi tidak memiliki gejala. Penderita tekanan darah tinggi yang sudah merasa pusing dan memiliki tekanan darah tinggi secara terus-menerus menandakan sudah adanya kerusakan yang terjadi di otak.

“Kalau sudah mengalami kerusakan target organ otak misalnya, orang bisa terkena stroke atau gangguan kognitif ringan hingga demensia vaskular. Inilah yang menyebabkan pasien hipertensi rentan mengalami penurunan fungsi kognisi di masa tuanya,” papar dokter yang juga pengajar di Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya ini.

Rutin mengontrol tekanan darah di rumah merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi hipertensi. dr Yuda juga menyebutkan jika olahraga secara rutin dan teratur juga bisa membantu mengontrol tekanan darah.

Disamping itu, penderita tekanan darah tinggi juga harus membatasia supan garam dan melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap harinya untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Dengan merubah gaya hidup menjadi lebih sehat, maka Anda bisa menurunkan risiko komplikasi yang bisa timbul akibat tekanan darah tinggi.

Baca juga : Obat Hipertensi yang Aman untuk Jantung

Jenis Olahraga Ini Baik Dilakukan Penderita Hipertensi

Jenis Olahraga Ini Baik Dilakukan Penderita Hipertensi,- Penderita hipertensi sering kali disarankan untuk mengonsumsi obat hipertensi secara rutin dan teratur. Tidak hanya itu, penderita juga selalu diingatkan untuk menjalankan pola hidup sehat dengan mengatur pola makan sehat dan menghindari berbagai faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Disamping itu, penderita hipertensi juga disarankan untuk berolahraga secara teratur untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi serta menjaga agar tubuh tetap sehat. Diantara banyaknya jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh penderita hipertensi, yoga merupakan salah satu yang baik untuk dilakukan.

Meskipun olahraga ini mulai populer di Indonesia, namun sayangnyaa tidak banyak yang melakukannya. Hal ini disebabkan karena kecenderungan yoga dilakukan dikelas khusus yang memerlukan biaya. Padahal, sebenarnya kita bisa menafaatkan perkembangan teknologi untuk mencari tutorial yoga dan melakukannya sendiri dengan mudah.

Selain baik bagi keshatan mental, yoga juga bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk bagi mereka yang mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Dalam sebuah penelitian yang dipersentasikan di Cardiological Society of India, konferensi kesehatan yang digelar setiap tahun, disebutkan bahwa penderita hipertensi yang melakukan yoga setidaknya 1 jam setiap hari akan menurunkan tekanan darah diastolic dan arterial. Hal ini bisa membantu menurunkan risiko terkena serangan jantung, gagal jantung, dan stroke dengan signifikan.

Pakar kesehatan dari Sir Gangaram Hospital yang ada di New Delhi, India, Ashutosh Angrish, MD, menyebutkan jika penderita pra-hipertensi yang memiliki tekanan darah sistolik diangka 120-139 mmHg dan tekanan darah diastolik diangka 80-89 mmHG, atau tinggal sedikit lagi bisa dianggap sebagai masalah hipertensi, juga sangat disarankan untuk melakukan yoga agar kondisi kesehatannya tidak semakin memburuk.

Dalam penelitian tentang Hatha Yoga, salah satu jenis yoga yang mengombinasikan peregangan, latihan pernapasan, dan meditasi, Angrish menyebutkan bahwa terdapat 60 partisipan dengan usia 45 tahun yang dilibatkan dalam penelitian tersebut melakukan perubahan gaya hidup karena mengalami kondisi pra-hipertensi.

Setengah dari para partisipan tersebut mengikuti kelas yoga 1 jam setiap hari selama 1 bulan. Setelahnya, mereka melakukan yoga dengan durasi yang sama di rumah di bulan berikutnya. Hasilnya adalah, para partisipan yang mengubah gaya hidup namun tidak melakukan yoga sam sekali tidak mengalami penurunan tekanan darah, kontras dengan mereka y ang melakukan yoga dimana tekanan darahnya menurun sampai 4-5 mmHg.

Walaupun perubahan tekanan darah terlihat kecil, namun perbaikan kondisi tekanan darah ini ternyata bisa menurunkan risiko terkena stroke hingga 15% dan penyakit jantung sampai 6%. Angrish pun sangat merekomendasikan yoga sebagai salah satu jenis olahraga yang baik dilakukan penderita hipertensi. Semoga bermanfaat.