Bahaya! Jangan Minum Antibiotik dan Obat Hipertensi Bersamaan

Bahaya! Jangan Minum Antibiotik dan Obat Hipertensi Bersamaan,- Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri penyebab penyakit pada manusia dan hewan seperti salmonella, tuberkulosis, sipilis, dan penyakit lainnya. Obat antibiotik juga diketahui bisa meningkatkan tekanan darah jika seseorang mengidap alergi akut atau kronis terhadap antibiotik tersebut.

Reaksi alergi yang disebabkan oleh obat antibiotik ini bisa berupa reaksi ringa sampai reaksi alergi yang parah. Reaksi alergi yang parah terkadang bsia mengancam nyawa penderitanya.

Sedangkan mengonsumsi antibiotik dan obat tekanan darah secara bersamaan bisa membuat tekanan darah menurun drastis dan menyebabkan syok pada pasien yang berusia lanjut.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa orang lanjut usia yang mengonsumsi calcium-channel blockers (kelas obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi) yang juga mengonsumsi antibiotik macrolide, erythromycin, atau clarithromycin lebih berisiko dirawat di rumah sakit karena hipotensi atau tekanan darah sangat rendah.

Clarithromycin dan erythromycin dapat berinteraksi dengan calcium-channel blockers. Obat ini menghambat sitokrom P450 isoenzim 3A4. Namun sayangnya, mekanisme dan penyebab interaksi ini belum dipahami dengan jelas.

Jangan konsumsi antibiotik dengan obat hipertensi secara bersamaan

Sebuah studi juga menunjukkan jika Anda mengonsumsi jenis pengobatan tekanan darah tinggi yang paling umum, Anda tidak boleh diresepkan berbarengan dengan beberapa jenis antibiotik tertentu. Studi ini menunjukkan bahwa kombinasinya dapat menyebabkan cedera ginjal yang jarang tetapi akibatnya serius.

Cedera ginjal akut, tekanan darah rendah yang sangat berbahaya, dan kematian dapat terjadi pada orang yang mengonsumsinya secara bersamaan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum clarithromycin dan calcium-channel blockers secara bersamaan dua kali lipat lebih berisiko terhadap efek samping di atas dalam waktu 30 hari sejak mengonsumsi antibiotik tersebut.

Walaupun peningkatan risiko tergolong kecil, namun dampaknya tidak bisa disepelekan. Sebuah studi pada awal tahun ini juga menunjukkan bahwa clarithromycin dan erythromycin juga berinteraksi dengan cara yangs ama dengan obat statin, yaitu obat penurun kolesterol.

Namun, efek samping obat antibiotik yang berkaitan dengan tekanan darah berbeda pada setiap orang. Pasalnya, obat dari jenis apapun emmang akan menurunkan atau meningkatkan tekanan darah.

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, sebaiknya hati-hati dengan penggunaan antibiotik karena dapat menimbulkan efek samping yang serius. Ketika antibiotik dikonsumsi oleh pasien dengan tekanan darah tinggi, maka risiko serangan jantung akan meningkat.

Konsultasikan terlebih dahulu mengenai obat apa pun yang Anda konsumsi. Jangan lupa, jika Anda memiliki hiperensi dan suatu saat Anda melakukan pemeriksaan ke dokter umum karena penyakit tertentu, misalnya flu, beri tahukan dokter bahwa Anda rutin mengonsumsi obat tekanan darah tinggi. Dokter mungkin akan menggunakan jenis antibiotik lain atau menyesuaikan dosisnya.

 

Baca juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *