Benarkah Musik Bisa Tingkatkan Efek Obat Anti-hipertensi?

Benarkah Musik Bisa Tingkatkan Efek Obat Anti-hipertensi?,- Selain mengatur pola makan dan gaya hidup, penderita hipertensi memang disarankan untuk selalu mengonsumsi obat hipertensi secara rutin setiap harinya. Hal ini bertujuan untuk membantu mengontrol tekanan darah agar tetap normal.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi hingga saat ini masih menjadi ancaman kesehatan. Selain bisa menyebabkan sejumlah risiko penyakit seperti jantung dan stroke, pengobatannya juga dilakukan dalam jangka waktu yang lama, bahkan hingga seumur hidup.

Agar pengobatan hipertensi bisa lebih efektif, penderita hipertensi bisa mendengarkan musik untuk membantu meningkatkan efek obat anti-hipertensi. Apa bisa?

Musik Tingkatkan Efek Obat Anti-hipertensi

Manfaat Musik untuk Bantu Tingkatkan Efek Obat Anti-hipertensi

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports, disebutkan bahwa musik dapat meningkatkan efek obat anti-hipertensi secara signifikan, dimana musik memberi efek menguntungkan obat dalam waktu singkat untuk mengontrol tekanan darah tinggi.

Koordinator studi Vitor Engracia Valenti, Profesor di Universitas Negeri Sao Paulo (UNESP), Brasil, menyebutkan bahwa musik dapat meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan efek anti-hipertensi selama satu jam setelah diberikan pada paenderita.

Para peneliti melakukan percobaan untuk mengukur efek stimulus pendengaran musikal yang terkait dengan obat anti-hipertensi pada denyut jantung dan tekanan darah pada sekelompok kecil penderita hipertensi yang terkontrol dengan baik. Setelah minum obat anti-hipertensi oral, penderita diminta untuk mendengarkan musik instrumental melalui earphone selama 60 menit dengan volume yang sama.

Sebagai kontrol, mereka menjalani penelitian yang sama pada hari lain, namun earphone tidak dinyalakan. Variabilitas denyut jantung diukur ketika istirahat dan pada 20, 40, dan 60 menit setelah pemberian obat oral. Beberapa teknik statistik dan matematika digunakan untuk mendeteksi perbedaan antara denyut jantung pada waktu yang berbeda, dengan presisi dan kepekaan yang tinggi.

Baca juga : Dampak Penggunaan Obat Anti-hipertensi Terhadap Ginjal

Analisis data menunjukkan denyut jantung berkurang secara signifikan tepat 60 menit setelah pengobatan ketika penderita mendengarkan musik. Namun sebaliknya, denyut jantung tidak turun secara signifikan ketika mereka tidak mendengarkan musik. Tekanan darah juga merespon lebih kuat terhadap obat ketika pasien mendengarkan musik.

Berdasarkan temuan ini, peneliti menyimpulkan bahwa musik bisa merangsang sistem saraf parasimpatik, meningkatkan aktivitas gastrointestinal dan mempercepat penyerapan obat anti-hipertensi serta mengintensifkan efeknya pada detak jantung. Sistem saraf simpatik dan parasimpatetik membentuk saraf otonom yang mempertahankan homeostasis.

Sistem saraf simpatik mempercepat denyut jantung, menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Selain itu, sistem saraf parasimpatetik bertugas untuk emngontrol tubuh saat istirahat, memperlambat jantung, menurunkan tekanan darah dan menstabilkan gula darah juga adrenalin.

Nah, jadi selain dapat menghibur diri, mendengarkan musik juga bisa membantu mengoptimalkan efek obat anti-hipertensi secara signifikan. Namun, tidak semua jenis musik memiliki pengaruh yang sama. Dari banyak pecobaan yang dilakukan para ahli kesehatan, musik klasik terbukti bisa menenangkan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.