Jenis Olahraga Ini Baik Dilakukan Penderita Hipertensi

Jenis Olahraga Ini Baik Dilakukan Penderita Hipertensi,- Penderita hipertensi sering kali disarankan untuk mengonsumsi obat hipertensi secara rutin dan teratur. Tidak hanya itu, penderita juga selalu diingatkan untuk menjalankan pola hidup sehat dengan mengatur pola makan sehat dan menghindari berbagai faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Disamping itu, penderita hipertensi juga disarankan untuk berolahraga secara teratur untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi serta menjaga agar tubuh tetap sehat. Diantara banyaknya jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh penderita hipertensi, yoga merupakan salah satu yang baik untuk dilakukan.

Meskipun olahraga ini mulai populer di Indonesia, namun sayangnyaa tidak banyak yang melakukannya. Hal ini disebabkan karena kecenderungan yoga dilakukan dikelas khusus yang memerlukan biaya. Padahal, sebenarnya kita bisa menafaatkan perkembangan teknologi untuk mencari tutorial yoga dan melakukannya sendiri dengan mudah.

Selain baik bagi keshatan mental, yoga juga bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk bagi mereka yang mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Dalam sebuah penelitian yang dipersentasikan di Cardiological Society of India, konferensi kesehatan yang digelar setiap tahun, disebutkan bahwa penderita hipertensi yang melakukan yoga setidaknya 1 jam setiap hari akan menurunkan tekanan darah diastolic dan arterial. Hal ini bisa membantu menurunkan risiko terkena serangan jantung, gagal jantung, dan stroke dengan signifikan.

Pakar kesehatan dari Sir Gangaram Hospital yang ada di New Delhi, India, Ashutosh Angrish, MD, menyebutkan jika penderita pra-hipertensi yang memiliki tekanan darah sistolik diangka 120-139 mmHg dan tekanan darah diastolik diangka 80-89 mmHG, atau tinggal sedikit lagi bisa dianggap sebagai masalah hipertensi, juga sangat disarankan untuk melakukan yoga agar kondisi kesehatannya tidak semakin memburuk.

Dalam penelitian tentang Hatha Yoga, salah satu jenis yoga yang mengombinasikan peregangan, latihan pernapasan, dan meditasi, Angrish menyebutkan bahwa terdapat 60 partisipan dengan usia 45 tahun yang dilibatkan dalam penelitian tersebut melakukan perubahan gaya hidup karena mengalami kondisi pra-hipertensi.

Setengah dari para partisipan tersebut mengikuti kelas yoga 1 jam setiap hari selama 1 bulan. Setelahnya, mereka melakukan yoga dengan durasi yang sama di rumah di bulan berikutnya. Hasilnya adalah, para partisipan yang mengubah gaya hidup namun tidak melakukan yoga sam sekali tidak mengalami penurunan tekanan darah, kontras dengan mereka y ang melakukan yoga dimana tekanan darahnya menurun sampai 4-5 mmHg.

Walaupun perubahan tekanan darah terlihat kecil, namun perbaikan kondisi tekanan darah ini ternyata bisa menurunkan risiko terkena stroke hingga 15% dan penyakit jantung sampai 6%. Angrish pun sangat merekomendasikan yoga sebagai salah satu jenis olahraga yang baik dilakukan penderita hipertensi. Semoga bermanfaat.

Manfaat Sepak Bola untuk Terapi Hipertensi pada Wanita

Manfaat Sepak Bola untuk Terapi Hipertensi pada Wanita,- Sepak bola merupakan salah satu jenis olahraga yang populer di dunia dan banyak digemari oleh semua kalangan, baik itu pria ataupun wanita. Selain menyenangkan, ternyata bermain sepak bola juga memiliki beberapa manfaat bagi tubuh, terutama bagi wanita yang memiliki kondisi hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Manfaat Sepak Bola untuk Terapi Hipertensi pada Wanita

Berawal dari ajang Piala Dunia pada tahun 2014 di Brazil, ternyata membawa dampak yang baik untuk para wanita atau ibu-ibu yang berusia 35 sampai 50 tahun. Hal ini disebabkan karena adanya penelitian untuk para wanita di usia tersebut, khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi tekanan darah tinggi.

Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Krustrup dari University of Southern Denmark dan Asosiasi Sepak Bola Denmark menemukan adanya manfaat sepak bola untuk terapi hipertensi pada wanita.

Studi yang juga diterbitkan dalam Journal of Medicine and Science ini menjabarkan beebrapa efek bermanfaat seperti hubungan detak jantung, stamina, dan kekuatan peserta wanita. Selain itu, bermain sepak bola untuk wanita juga dapat memperbaiki suasana hati, mendukung sosialisasi, dan menunjang kesehatan para wanita yang bermain sepak bola.

Penelitian sepak bola untuk wanita yang dilakukan selama 15 minggu ini membawa dampak positif yang baik untuk tubuh mereka. Diketahui ternyata tekanan darah sistolik (atas) dan diastolik (bawah) berkurang 12/6 mmHg. Selain itu, kadar lemak dalam tubuh juga berkurang sejumlah 2,3 kg.

Selain efek yang mengesankan pada tekanan darah dan komposisi tubuh, Profesor Krustrup juga melihat adanya penurunan kolesterol dan peningkatan kebugaran fisik yang besar akibat latihan sepak bola. Hasil akhir juga menunjukkan bahwa dengan berlari-larian mengejar bola bersama-sama merupakan cara yang tepat untuk menurunkan tekanan darah. Hal ini sama efektifnya seperti minum obat untuk menurunkan tekanan darah bagi mereka yang mengidap hipertensi.

Walaupun begitu, main sepakbola tidak bisa menggantikan konsumsi obat hipertensi dari dokter atau membuat Anda jadi lalai menjaga pola makan sehat yang ramah bagi jantung dan pembuluh darah.

Untuk mengendalikan tekanan darah tinggi, imbangi juga sepak bola dengan tindakan-tindakan berikut ini :

  • Batasi asupan garam dan natrium

Mengurangi asupan makanan yang mengandung garam dan natrium tinggi dapat membantu penderita hipertensi untuk mengontrol tekanna darah. Batasilah asupan natrium hanya sekitar 2.400 mg atau setara dengan 6 gram garam (sekitar 1 sendok teh). Kurangi tambahan garam pada makanan Anda dan batasi konsumsi makanan tinggi natrium, seperti makanan kemasan, makanan kalengan, dan makanan olahan (makanan beku).

  • Mengatur pola makan

Makanan dapat memengaruhi tekanan darah. Maka dari itu, sebaiknya jaga asupan makanan Anda. Perbanyaklah konsumsi sayuran, buah-buahan, makanan sumber protein rendah lemak (seperti ikan, tahu, dan tempe), serta biji-bijian (seperti gandum). Selain itu, pilihlah produk susu rendah lemak dan batasi asupan makanan yang mengandung lemka jenuh dan lemak trans, seperti makanan yang digoreng atau junk food.

  • Jaga berat badan tetap ideal

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko hipertensi. Sehingga menurunkan berat badan perlu dilakukan agar tekanan darah lebih terkendali.

Baca juga : 

Hipertensi pada Wanita Bisa Memicu Penyakit Serius
Obat Hipertensi untuk Wanita Pasca Melahirkan
Wanita dengan PMS Berisiko Alami Hipertensi

Apa Benar Timun Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi ?

Apa Benar Timun Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi ?,- Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak diderita oleh masyarakat tanah air. Data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2007 silam menunjukkan fakta mengerkan dimana penderita tekanan darah tinggi di Indonesia ternyata mencapai 31,7% populasi.

Sayangnya, dari banyaknya penderita hipertensi di Indonesia, hanya sekitar 7,2% saja yang sadar jika dirinya memiliki masalah kesehatan tersebut dan hanya 0,4% yang minum obat hipertensi untuk mengatasinya. Padahal, hipertensi bisa memicu timbulnya penyakit lain yang berbahaya, seperti penyakit jantung atau stroke.

Cukup banyak mitos yang berkembang di masyarakat tentang masalah kesehatan ini. Sebagai contoh, terdapat sebuah anggapan yang menunjukkan bahwa bahan alami layaknya timun mampu menurunkan tekanan darah tinggi dengan cepat dan efektif. Apakah hal tersebut memang benar adanya ?

Pakar kesehatan dr. Prasna Pramita, SpPD yang berasal dari RS Mayapada di Lebak Bulus, Jakarta, menyebutkan bahwa balami alami tersebut memang bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Sayangnya, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang membuktikan kebenaran tentang hal tersebut. Meskipun dianggap bisa membantu mengatasi masalah kesehatan ini, kita belum benar-benar tahu seberapa banyak timun yang harus dikonsumsi untuk bisa menurunkan tekanan darah tinggi.

Artikel terkait : Pengobatan Hipertensi dengan Mentimun

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa tidak ada satu makanan tunggal pun yang bisa menurunkan tekanan darah. Hanya saja, jika kita menambahkan timun setiap kali makan, kita memang bisa mencegah lonjakan tekanan darah. Hal ini disebabkan oleh nutrisi di dalam timun yang memungkan hal tersebut seperti kandungan sodium yang sangat rendah, yaitu hanya 6 mg, serta jumlah kalium yang sangat tinggi, yakni 442 miligram. Padahal, kalium memang mampu melebarkan pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of Michigan, disebutkan bahwa timun yang dikonsumsi dengan kulitnya hanya memiliki 45 kalori. Sementara itu, 95% berat timun ternyata berasal dari kandungan air yang bebas kalori dan mampu menekan nafsu makan secara alami.

Alih-alih hanya mengandalkan timun, pakar kesehatan menyarankan penderita tekanan darah tinggi untuk menjaga berat badan ideal demi mencegah datangnya penyakit berbahaya. Selain itu, sebaiknya penderita hipertensi juga mengonsumsi obat penurun darah tinggi secara rutin untuk menjaga tekanan darahnya tetap dalam kondisi stabil.

Selain itu, penderita hipertensi juga sebaiknya selalu menerapkan gaya hidup sehat, khususnya dalam mengatur pola makan, kebiasaan berolahraga secara rutin, membatasi asupan garam harian hanya 1 sendok teh setiap hari, mengendalikan stres, hingga mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Dengan melakukannya, makanan tekanan darah akan lebih bisa dikendalikan.

Minuman Penurun Tekanan Darah Tinggi yang Jarang Diketahui

Minuman Penurun Tekanan Darah Tinggi yang Jarang Diketahui,- Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi peningkatkan tekanan darah di arteri. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat dan merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung, mulai dari aritmia jantung, jantung bocor, hingga serangan jantung.

Kolesterol merupakan salah satu penyumbang terbesar pada kasus penyakit darah tinggi. Maka dari itu, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi secara berlebihan.

Biasanya penderita hipertensi harus mengonsumsi obat hipertensi yang telah diresepkan dokter secara teratur untuk membantu menurunkan dan mengontrol tekanan darah. Namun, selain itu, ternyata juga ada beberapa jenis minuman yang diyakini dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi secara efektif.

Berikut ini merupakan beberapa jenis minuman penurun tekanan darah tinggi yang jarang diketahui, diantaranya :

  • Jus buah pir

Buah pir memang memiliki rasa yang nikmat dan menyegarkan, maka tak herna jika buah ini selalu laku di pasaran. Dibalik rasanya yang nikmat dan menyegarkan, ternyata buah pir ini memiliki khasiat yang baik untuk tubuh, yaitu sebagai penurun tekanan darah. Konsumsilah jus buah pir secara rutin agar tekanan darah kembali normal.

  • Jus buah pisang

Selain pir, pisang juga diketahui dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini dikarenakan didalam buah pisang ini terkandung 1% kalsium, 12% kalium, dan 8% magnesium, dan selain untuk menurunkan tekanan darah, pisang juga bermanfaat untuk menambah energi tubuh.

  • Jus buah kiwi

Buah kiwi sebenarnya dikenal karnea kandungan antioksidannya yang tinggi, sehingga mampu menangkal radikal bebas dan menyehatkan kulit serta mencegah penuaan. Selain itu, buah yang memiliki rasa sedikit masam ini juga memiliki manfaat untuk menurunkan tekanan darah.

  • Jus buah bit

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa buah bit dapat menurunkan tekanan darah tinggi jika dikonsumsi secara rutin. Penelitian dari Queen Mary University of London, menjelaskan bahwa kandungan nitrat pada buah bit mampu meningkatkan kadar gas nitrat oksida dalam sirkulasi darah sehingga mampu menjaga kesehatan jantung.

  • Jus buah mengkudu

Buah mengkudu atau dikenal juga dengan nama cangkudu dikenal memiliki rasa yang aneh. Namun, dibalik itu, buah mengkudu ini menyimpan banyak khasiat bagi tubuh, salah satunya untuk mengeluarkan racun, melancarkan peredaran darah, dan menurunkan tekanan darah.

 

Artikel terkait :

Terapi Jus untuk Hipertensi
Minuman Alami untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Dampak Hipertensi Selain Penyakit Jantung dan Stroke

Dampak Hipertensi Selain Penyakit Jantung dan Stroke,- Tekanan darah yang normal memang sangat penting untuk membuat tubuh tetap sehat. Hal ini dikarenakan setiap fluktuasi tekanan darah yang terjadi, baik itu tekanan darah tinggi (hipertensi) atau tekanan darah rendah (hipotensi) memiliki bahaya yang fatal bagi kesehatan.

Dan tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang cukup banyak dialami oleh masyarakat. Banyak yang telah mengetahui akan dampak dan bahaya hipertensi bagi kesehatan. Penyakit jantung dan stroke merupakan salah satu dampak penyakit hipertensi yang bisa timbul. Kedua penyakit ini cukup banyak ditakuti, karena termasuk penyakit berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.

Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan 1 lagi dampak hipertensi selain penyakit jantung dan stroke yang juga cukup fatal. Menurut penelitian yang dilakukan di Inggris ini ditemukan bahwa hipertensi mampu meningkatkan risiko gangguan jantung yang disebut dengan regurgitasi mitral di masa yang akan datang.

Regurgitasi mitral sendiri merupakan kondisi yang membuat jantung kurang maksimal untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Hal ini bisa mengakibatkan penyakit jantung yang serius, seperti aliran darah kembali ke jantung, sesak napas, lelah, pusing, nyeri dada, hingga gagal jantung. Penelitian ini mengikutsertakan sekitar 5.5 juta lansia di Inggris slama 10 tahun ke belakang.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa kelainan katup jantung yang bersifat melumpuhkan ini terjadi bukan karena penuaan yang tak bisa terelakkan. Namun disebabkan karena naiknya tekanan darah yang kemudian menimbulkan kelainan jantung tersebut,” ungkap pemimpin penelitian ini, Kazem Rahimi dari The George Institute for Global Health, University of Oxford.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi ketika pembuluh darah dipenuhi dengan lemak yang membuat jantung bekerja keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Agar bisa terhindar dari hipertensi, sebaiknya Anda kurangi konsumsi makanan berlemak, perbanyak serat, dan minum air putih.

Baca juga :

Ini Hal Tentang Hipertensi yang Sering Ditanyakan Pasien

Ini Hal Tentang Hipertensi yang Sering Ditanyakan Pasien,- Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Namun, sayangnya menurut pakar, kewaspadaan terhadap penyakit ini masih tergolong rendah di masyarakat.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 oleh Kementerian Kesehatan, sekitar 26.5% penduduk dewasa Indonesia mengalami hipertensi. Sayangnya, dari jumlah tersebut, sekitar 35.8% atau lebih dari sepertiganya tidak mengetahui bahwa mereka mengidap hipertensi.

Bagi mereka yang telah didiagnosis mengalami hipertensi, seringkali mengajukan beberpa pertanyaan ketika melakukan konsultasi. Berikut ini beberapa hal tentang hipertensi yang sering ditanyakan oleh pasien, diantaranya adalah :

  • Penggunaan obat

Penggunaan obat hipertensi merupakan pernyataan yang paling umum diajukan oleh pasien. Pasien hipertensi khawatir akan mengalami ketergantungan dan harus mengonsumsi obat seumur hidup.

Terkait dengan penggunaan obat, dekan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya, dr Yuda Turana, SpS(K), menyebutkan bahwa harus ada perubahan pola pikir dari pasien. Pasien tidak mengalami ketergantungan obat, melainkan pasien memerlukan obat untuk bisa mengontrol hipertensi yang diidapnya.

  • Perubahan gaya hidup

Salah satu klaim yang lazim dikatakan pasien adalah perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dapat membuat penggunaan obat berkurang. Menanggapi hal tersebut, dr Yuda menyebut perubahakan gaya hidup memang merupakan langkah pertama yang dianjurkan untuk pasien.

Perubahan gaya hidup untuk penderita hipertensi g rade 1 dan pre-hipertensi, disarankan untuk tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, perbanyak makan sayur dan buah, serta kendalikan stres.

Namun, jika penyakit hipertensi sudah lebih parah, hanya mengubah gaya hidup saja tidak akan membantu dalam mengontrol tekanan darahnya. Maka dari itu, penggunaan obat tetap harus dilakukan.

  • Batas ambang tensi

Batas ambang tekanan darah yang bisa disebut hipertensi saat ini masih diangka 140 mm/Hg. Jika pemeriksaan tekanan darah menunjukkan angka tersebut, maka jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan diagnosis apakah hipertensi yang Anda alami tergolong hipertensi primer atau sekunder.

  • Perbedaan hasil tensi

Perbedaan hasil tensi di rumah dan di klinik atau rumah sakit seringklai membuat pasien bingung. Terkait hal ini, dr Yuda mengatakan memang ada kondisi yang demikian.

Hipertensi tersamar adalah kondisi dimana tekanan darah sering tinggi di rumah namun normal ketika di ukur di rumah sakit atau dokter. Sedangkan hipertensi kerah putih adalah kondisi tekanan darah normal ketika di rumah, namun tinggi ketika di cek di dokter atau rumah sakit.

Maka dari itu, dr Yuda mengingatkan akan pentingnya mengukur tekanan darah secara mandiri dan berkala. Pemeriksaan tekanan darah di rumah diperlukan untuk mengetahui variabilitas atau variasi fluktuasi tekanan darah, karena fluktuasi yang berlebihan dapat menjadi tanda peringatan terhadap risiko penyakit jantung dan stroke.

Ternyata Rajin Sauna Bisa Bantu Kurangi Risiko Darah Tinggi

Ternyata Rajin Sauna Bisa Bantu Kurangi Risiko Darah Tinggi,- Tekanan darah tinggi bisa menyerang pada siapapun dan kapanpun. Menjalani gaya hidup tidak sehat bisa menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi. Namun, apakah Anda tahu bahwa risiko tekanan darah tinggi ini bisa dikurangi.

Ada baerbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi, salah satunya yaitu dengan rajin sauna. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa rutin sauna sama baiknya dengan pengurangan jumlah garam dalam tubuh untuk mengurangi risiko hipertensi.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Hypertension, para pria yang rajin sauna setidaknya 4 kali dalam seminggu, 20% memiliki risiko mengalami hipertensi yang lebih rendah.

Menurunkan risiko hipertensi berarti Anda juga menurunaknr isiko stroke dan serangan jantung. Manfaat yang sama juga bisa didapatkan dengan memperbaiki pola makan, terutama menghindari asupan garam berlebih. Jangan lupa juga untuk tetap berolahraga secara teratur yang sesuai dengan kemampuan tubuh.

Dalam penelitian tersebut juga disebutkan bahwa terdapat beberapa mekanisme yang membuat sauna bermanfaat baik untuk kestabilan tekanan darah. Salah satunya yaitu, bahwa dengan sauna suhu tubuh akan meningkat sebesar 2 derajat celcius. Dengan begitu, maka pelebaran pembuluh darah dapat terjadi, sehingga tidak ada penyumbatan darah.

Mekanisme lain yang membuat sauna baik untuk tekanan darah adalah terjadinya peningkatan fungsi endothelial. Artinya, sauna berpengaruh pada lapisan pembuluh darah yang pada akhirnya mengurangi tekanan darah.

Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk mulai melakukan sauna secara rutin. Karena selain mampu menurunkan berat badan, seperti yang telah dijelaskan diatas, ternyata rajin sauna bisa bantu kurangi risiko darah tinggi.

Mewaspadai Gejala Penyakit Hipertensi Paru-Paru

Mewaspadai Gejala Penyakit Hipertensi Paru-Paru,- Istilah tekanan darah tinggi atau hipertensi tentu sudah tidak asing lagi. Hipertensi dihubungkan dengan ukuran tekanan darah di pembuluh darah. Namun, sayangnya tidak banyak yang mentehaui mengenai penyakit hipertensi paru. Kondisi ini berbeda dengan hipertensi pada umumnya.

Hipertensi paru merupakan kondsii terjadinya peningkatan tekanan pada pembuluh darah paru, baik pada arteri ataupun vena paru. Kondisi tersebut terjadi karena saluran arteri pulmonal yang membawa darah dari jantung ke paru-paru menyempit atau menebal. Akibatnya, jantung kanan harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah menuju paru.

Seseorang dikatakan mengalami hipertensi paru ketika tekanan darah pada paru menjadi tinggi, rata-rata diatas 25 mmHg saat istirahat. Normalnya, tekanan darah di arteri pulmonal berkisar 8-20 mmHg.

Sebagian besar gejala dari penyakit hipertensi paru tidak terlihat dari luar, sehingga cukup sulit untuk dideteksi. Walaupun begitu, terdapat beberapa gejala yang dapat timbul pada penderita hipertensi paru, diantaranya seperti penderita merasa sesak napas, terutama saat atau setelah beraktivitas, mudah lelah dan lemas hingga pingsan, serta perut sebelah kanan terasa begah. Namun, karena tidak terlalu khas, gejala tersebut seringkali diabaikan. Tidak sedikit orang lain yang tidak menganggapnya serius dan tetap menuntut penderita mengerjakan tugas dalam kapasitas normal, yang bisa memperburuk kondisi si penderita.

Penderita hipertensi paru juga dapat terlihat memiliki edema atau pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki. Selama penyakit berkembang, penderita dapat mengalami asites, atau pembengkakan perut. Pasuen juga dapat menderita sianosis, yaitu kulit dan bibir dengan noda atau bintik biru, yang disebabkan oleh sirkulasi darah yang tidak tepat dalam sistem paru-paru. Jantung berdenar-debar, nafsu makan menurun, sakit perut, dan denyut nadi kencang juga dapat menjadi tanda dari penyakit hipertensi paru.

Penderita hipertensi paru tampak sehat dari tampilan luarnya, walaupun sebenarnya sedang berjuang keras, bahkan hanya sekedar untuk bernapas. Cara untuk mengetahui penderitaan yang dialami penderita hipertensi paru yaitu dengan mengambil sedotan dan meletakkannya di mulut. Kemudian tutup gidup dan bernapaslah melalui sedotan tesebut selama satu menit.

Hipertensi paru bukanlah penyakit menular, tetapi merupakan masalah kesehatan global yang cukup krusial. Hipertensi paru sering dialami oleh mereka yang berusia muda dan usia pertengahan, serta lebih banyak terjadi pada perempuan. Perbandingan antara pasien perempuan dan laki-laki adalah 2:1.

Baca juga : Perempuan Berisiko Terserang Hipertensi Paru

Risiko hipertensi paru akan semakin besar pada perempuan. Perempuan yang sudah terdiagnosis hipertensi paru pada umumnya tidak disarankan untuk hamil. Pasalnya hal ini sangat berisiko untuk kehamilan, baik bagi janin ataupun sang ibu. Namun, ketika penyakit sekunder dapat dikoreksi dan tekanna paru turun drastis, kondisi itu memungkinkan penderita hipertensi paru untuk hamil.

Perawatan untuk hipertensi paru disesuaikan dengan klasifikasinya dalam Dana Point System. Pengobatan merubahan jenis yang paling umum dari perawatan untuk PAH, dengan prostanoid, penghambat phosphodiesterase-5, dan penyakit saluran kalsium merupakan resep yang paling umum.

Operasi juga dapat menjadi salah satu pilihan bagi penderita hipertensi paru. Septostomy atrium melibatkan memasukkan kateter tipis ke dalam septum untuk memasukkan balon kecil untuk membuka atrium dan meningkatkan aliran darah. Transplantasi paru-paru juga bisa menjadi pilihan, terutama jika pasien menderita penyakit paru-paru serius yang menyebabkan hipertensi paru.

Minum Kopi Sachet Mampu Tingkatkan Risiko Hipertensi

Minum Kopi Sachet Mampu Tingkatkan Risiko Hipertensi,- Kopi menjadi minuman favorit bagi sebagian orang. Hal ini juga mendorong banyaknya produsen produk kopi sachet yang hadir menawarkan kemudahan dan kenikmatan dalam menikmati secangkir kopi secara praktis dan dengan harga yang terjangkau.

Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa mengonsumsi kopi pada dosis yang tepat tidak membahayakan kesehatan. Namun, kopi justru dapat membantu mencegah penyakit jantung, meredakan stres dan membuat tubuh lebih bugar.

Namun, lain halnya dengan kopi instan atau kopi saschet. Pasalnya, kopi ini justru memiliki efek samping dan dapat merusak tubuh, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Beberapa pakar kesehatan mengungkapkan bahwa kebiasaan mengonsumsi kopi instan memiliki dampak yang berbahaya karena kandungan yang ada didalamnya.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ternyata minum kopi sachet mampu tingkatkan risiko hipertensi bahkan penyumbatan pembuluh darah. Penelitian ini diungkapkan oleh Ketua Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Jember, Jawa Timur, Profesor Achmad Subagio yang juga merupakan pakar pertanian dan juga pakar pengolahan pangan.

Prof Achmad menuturkan bahwa kopi instan yang dikemas dan mengandung krimer nabati akan berpotensi menimbulkan hipertensi dan penyumbatan pembuluh darah jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.

Hal ini disebabkan karena krimer nabati tidak dapat dicerna sempurna oleh tubuh. Peragaan percobaan kecil dengan 3 buah lilin menyala, yang ditaburi krimer nabati diatasnya nyala apinya semakin besar, bukannya mati. Ini disebabkan karena krimer nabati bersifat eksplosif, mudah meledak atau eksplosif tinggi.

Sehingga dapat disimpulkan, jika seseorang banyak mengonsumsi kopi krimer, maka hal ini sama halnya dengan memasukkan kolesterol kering ke dalam tubuh, karena akan sulit dicerna oleh tubuh. Maka dari itu, tidak disarankan mengonsumsi kopi sachet terlalu banyak.

Baca juga :

Ganja Mampu Tingkatkan Risiko Kematian Akibat Hipertensi

Ganja Mampu Tingkatkan Risiko Kematian Akibat Hipertensi,- Sama halnya seperti narkoba jenis lainnya, penggunaan ganja juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Sebuah penelitian terbaru yang dirilis Universitas Georgia State, AS mengungkapkan bahwa ganja mampu tingkatkan risiko kematian akibat hipertensi atau tekanan darah tinggi. Temuan studi ini sekaligus menegaskan temuan sebelumnya yang menyebutkan bahwa ganja dalam dosis yang rendah berpotensi melemahkan efek kardiovaskular.

Para peneliti menyebutkan perolehan data tentang konsumsi ganja di masyarakat sangat menantang karena tidak terdapat data longitudinal yang tersedia untuk penggunaan ganja. Mereka pun merancang sebuah studi lanjutan yang restrospektif dari survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional 2005-2006.

Dalam kajian tersebut para peserta yang berusia 20 tahun ke atas, peneliti pun mengajukan pertanyaan apakah mereka pernah menggunakan ganja atau tidak. Mereka yang menjawab pernah dinilai sebagai pengguna ganja oleh peneliti.

Terkait dengan jangak waktu penggunaan ganja, peneliti melihat pada usia yang dimiliki oleh peserta dengan pertama kali mencoba ganja kemudian dikurangi dengan usia mereka saat ini. Selain itu, tim peneliti juga melihat pada data kematian tahun 2011 dari Pusat Nasional Statistik Kesehatan. Mereka kemudian menggabungkan kedua data tersebut.

Dari hasil tersebut, peneliti menduga adanya hubungan antara penggunaan ganja dan lamanya penggunaan dengan kematian akibat hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit serebrovaskular. Mereka juga mengamati faktor risiko akibat dari penggunaan rokok dan variabel demografis seperti jenis kelamin, usia, dan etnis.

Baca juga : Obat Hipertensi Resisten Alami

Hasilnya, dari 1.213 peserta yang dipertimbangkan adalah 34% tidak menggunakan ganja atau rokok, 21% menggunakan ganja, 20% menggunakan ganja dan rokok, 16% menggunakan ganja dan sudah berhenti merokok, 5% perokok di masa lalu dan 4% hanya merokok. Dari perhitungan tersebut, lamanya rata-rata penggunaan ganja adalah 11,5 tahun.

Mereka membandingkan pengguna dan non pengguna dari data tersebut. Pengguna ganja memiliki risiko kematian akibat hipertensi 3,42 kali lebih tinggi, dan risiko 1,04 kali lebih besar untuk setiap penggunaan. Namun, tidak ditemukan hubungan antara penggunaan ganja dengan kematian akibat penyakit jantung atau penyakit serebrovaskular.

Tim Chico, seorang pembaca obat kardiovaskular di Universitas Sheffield, menuturkan bahwa dengan kecenderungan yang semakin meningkat untuk mendekriminalisasi penggunaan ganja, penting untuk memahami risiko kesehatan penggunaannya. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui risiko berbagai penyakit jantung akibat merokok ganja, namun temuannya jauh dari kepastian.

Diluar penelitian tersebut, penggunaan ganja bagaimanapun masih termasuk dalam hal yang ilegal di banyak negara. Maka dari itu, masih sulit untuk memastikan risiko kesehatan yang ditimbulkan.

Langkah pertama ini dinilai membantu pengguna ganja untuk mengurangir isiko penyakit jangka panjang yang ditimbulkan oleh ganja. Walaupun demikian, peneliti belum dapat memastikan seberapa lama para pengguna ini menghisap ganja.

Namun, meskipun makalah ini memiliki keterbatasan cukup banyak bukti dari penelitian lain yang menduga penggunaan ganja meningkatkan risiko beberapa jenis penyakit jantung dan hal tersebut tidak membahayakan.