Daging Kambing Menyebabkan Hipertensi, Benarkah ?

daging kambing menyebabkan hipertensi, benarkah

Mungkin Anda sering mendengar jika mengonsumsi daging kambing bisa menyebabkan hipertensi. Sebenarnya mitos menganai hal tersebut telah banyak diklarifikasi. Proses hipertensi membutuhkan waktu yang lama dan hal ini tidak hanya disebabkan oleh konsumsi daging kambing.

Menurut penelitian dari Albama Cooperatibe Extension System (ACES), daging kambing memiliki gizi yang lebih tinggi daripada dengan daging sapi, daging babi, daging domba, bahkan daging ayam. Daging kambing juga memiliki lemak jenuh yag cenderung rendah dan jumlah lemak tak jenuh yang relatif tinggi. Lemak jenuh berkontribusi terhadap resiko penyakit kardiovaskuler. Sedangkan lemak tak jenuh membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah, mengurangi inflamasi, danmembuat detak jantung stabil.

Tidak hanya daging kambing, daging hewan lainpun bisa menyebabkan hipertensi, karena kandungan kolesterol yang ada didalamnya. Jika dikonsumsi secara berlebihan, maka dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi. Jika memang seseorang memilki kadar kolesterol yang tinggi dalam darah, hal ini dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan terbentuknya plak pada pembuluh darag yang akan semakin membesar sehingga mengurangi elastisitas dari pembuluh darah, ditambah lagi jika terjadi penyempitan pembuluh darah, sehingga terjadi peningkatan resistensi pembuluh darah.

Jika resistensi darah semakin tinggi, maka hal ini dapat menyebabkan hipertensi akibat dibutuhkannya aliran darah yang lebih kuat untuk melewati pembuluh darah tersebut.

Sebenarnya bukan mengonsumsi daginglah yang menjadi penyebab utama dari naiknya tekanan darah. Yang menjadi masalah juga adalah bentuk olahan dan posri dari daging kambing tersebut. Maka dari itu, sebelum mengonsumsi daging kambing, kita harus mengetahui bagian daging, cara mengolah, dna mengatur porsinya agar kesehatan tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *