Dampak Penyakit Hipertensi

dampak penyakit hipertensi

Hipertensi dianggap sebagai penyakit yang serius, karena dampak yang ditimbulkan sangat luas, bahkan dapat berakhir pada kematian. Hipertensi dijuluki sebagai “slient Killer” karena hipertensi datang tanpa menimbulkan gejala apapun. Hipertensi merupakan kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini mengakibatkan jantung harus bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah.

Kematian akibat hipertensi bisa terjadi akibat dampak hipertensi itu sendiri, atau akibat penyakit lain yang disebabkan akibat hipertensi. Dampak hipertensi antara lain :

  • Sakit keplaa, pegal-pegal, perasaan tidak nyaman di tengkuk, perasaan berputar/ingin jatuh, berdebar-debar, detak jantung yang cepat, telinga berdenging
  • Gagal jantung, karena jantung bekerja lebih keras, sehingga otot jantung membesar
  • Berkembangnya plak lemak dalam dinding pembuluh darah (atherosclerosis) dan plak garam-garaman (arteriosclerosis) yang dapat menyebabkan sumbatan aliran darah, sehingga meningkatkan potensi kebocoran pembuluh darah. Sumbatan di pembuluh darah nadi leher dapat menyebabkan berkurangnya suplai oksigen ke sel-sel otak. Jika otak mengalami kekurangan oksigen dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan matinya sel-sel saraf otak (stroke iksemik)
  • Pecahnya pe,buluh darha kapiler di otak menyebabkan pendarahan, sehingga se;-sel saraf dapat mati. Penyakit ini sering disebut dengan stroke hemoragik (stroke pendarahan). Stroke pendarahan sering menimbulkan kematian mendadak
  • Pecahnya pembuluh darah yang dapat menyebabkan matinya beberapa organ, sehingga terjadi kelumpuhan
  • Pecahnya pembuluh darah tajuk di jantung, menyebabkan matinya sebagiansel otot jantung. Hipertensi menyebabkan resiko gagal jantung 6 kali lebih besar dari orang yang memiliki tekanan darah normal
  • Pecahnya pembuluh darah ginjal yang menyebabkan perdarahan pada ginjal dan terjadi gagal ginjal
  • Pecahnya pembuluh darah retina menyebabkan pandangan mata menjadi kabur bahkan bisa buta
  • Bersamaan dengan hipertensi akan mengalami kencing manis (diabetes mellitus), hiperfungsi kelenjar tiroid (Hyperthyroid), rematik, serta meningkatnya kadar lemak (hyperlipidemia)

Tidak hanya itu, hipertensi juga dapat berdampak menimbulkan beberapa penyakit lain, seperti alzhemier dan demensia. Penyakit neurologis ini di picu oleh hipertensi yang berlangsung lam tanpa di kendalikan dapat menurunkan fungsi otak, terutama yang berkaitan dengan memori. Tekanan darah tinggi pada reseptor otak akan melemahkan sistem saraf dan sejumlah neurotrasmiter penting yang bertugas menyimpan dan mengatur outpun memori. Hipertensi dapat menyebabkan penurunan fungsi memori lebih cepat dibandingkan dengan non-hipertensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *