Faktor Resiko Penyebab Penyakit Hipertensi

hipertensi1Faktor resiko merupakan karakteristik, tanda  dan gejala penyakit yang terdapat pada  individu atau kelompok masyarakat yang  secara statistik berhubungan dengan  peningkatan insiden dari suatu penyakit.  Secara umum, pada penyakit hipertensi  terdapat dua faktor resiko, diantaranya faktor  yang tidak dapat dikendalikan dan faktor  yang dapat dikendalikan. Faktor yang dapat  dikendalikan diantaranya faktor keturunan  (genetik), usia dan ras. Sedangkan faktor  yang dapat dikendalikan yaitu asupan  garam, obesitas, inaktivitas/jarang olahraga,  merokok, stress, minuman alkohol, dan  obat-obatan. Berikut faktor resiko yang tidak  dapat dikendalikan :

  1. Keturunan (genetik)
    Terdapat beberapa penyakit yang dapat  diturunkan, salah satunya hipertensi. Jika  salah satu atau kedua orang tua memiliki  penyakit hipertensi, maka kemungkinan  anak juga beresiko mamiliki penyakit  hipertensi.
  2. Usia
    Seiring dengan bertambahnya usia, maka  resiko terserang hipertensi juga semakin  meningkat. Karena semakin usia bertambah,  elastisitas pembuluh darah akan berkurang,  sehingga cenderung mengalami penyempitan  pembuluh darah. Sampai usia 45 tahun, pria  lebih beresiko mengalami hipertensi.  Sedangkan pada wanita lebih beresiko pada  usia diatas 64 tahun.
  3. Ras
    Orang dengan kulit hitam beresiko lebih  tinggi mengidap hipertensi. Di Amerika,  penderita hipertensi pada orang berkulit  hitam 40% lebih banya dibandingkan  penderita yang berkulit putih.

Sedangkan faktor resiko yang dapat  dikendalikan diantaranya :

  1. Asupan Garam
    Garam merupakan faktor penting dalam  patogenesis hipertensi. Garam menyebabkan  penumpukan cairan didalam tubuh, karena  menarik cairan luar sehingga tidak keluar,  sehingga akan meningkatakan volume dan  tekanan darah. Pada manusia, tingkat  konsumsi garam sebanyak 3 gram atau  kurang ditemukan tekanan darah rata-rata  rendah, sedangkan asupan garam semkitar  7-8 gram tekanan darahnya rata-rata lebih  tinggi.
  2. Obesitas
    Obesitas memiliki kolerasi posotif dengan  hipertensi. Semakin besar massa tubuh,  semakin banyak darah yang dibutuhkan  untuk memasok oksigen dan makanan ke  jaringan tubuh. Ini berarti volume darah  yang beredar melalui pembuluh darah  menjadi meningkat sehingga memberi  tekanan lebih besar pada dinding arteri.
  3. Inaktivitas/jarang berolahragainaktivitas
    Olahraga isotonik dan teratur dapat  menurunkan tekanan perifer yang akan  menurunkan tekanan darah (untuk  hipertensi) dan melatih otot jantung sehingga  akan terbiasa saat jantung harus bekerja  keras karena adanya kondisi tertentu.  Semakin keras dan sering otot jantung harus  memompa, makin besar tekanan yang  dibebankan pada arteri. Kurangnya olahraga  juga akan meningkatkan kemungkinan  timbulnya obesitas dan jika saupan garam  juga bertambah, maka akan memudahkan  timbulnya hipertensi.
  4. Kebiasaan Merokok
    Zat-zat beracun, seperti nikotin dan karbon  yang dihisap melalui rokok akan masuk  kedalam aliran darah dan merusak lapisan  endotel pembuluh darah arteri,  mengakibatkan proses aterosklerosis dan  hipertensi. Nikotin didalam tembakau yang  menjadi penyebab meningkatnya tekanan  darag segera setelah isapan pertama. Hanya  dalam beberapa detik nikotin sudah  mencapai otak. Otak bereaksi terhadap  nikotin dengan memberi sinyal pada kelenjar  adrenal untuk melepas epinefrin (adrenalin).  Hormon yang kuat ini akan menyempitkan  pembuluh darah dan memaksa jantung  untuk bekerja lebih keras karena tekanan  yang lebih tinggi.
  5. Stress
    Telah banyak diketahui bahwa stress dapat  merangsang kelenjar anak ginjal melepaskan  hormon adrenalin dan memacu jantung  berdenyut lebih cepat serta lebih kuat,  sehingga tekanan darah akan meningkat.  Apabila stress berlangsung lama, dapat  menyebabkan peninggian tekanan darah  yang menetap. Stress dapat meningkatkan  tekanan darah untuk sementara waktu dan  jika stress sudah hilang, tekanan darah akan  kembali normal.
  6. Minuman Beralkohol orang-mabuk
    Hubungan alkohol dengan hipertensi  memang belum jelas, namun penelitian  menyebutkan bahwa resiko hipertensi  meningkat dua kali lipat jika mengonsumsi  alkohol 3 gelas atau lebih.
  7. Obat-obatan
    Penggunaan obat-obatan seperti golongan  kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat  hormon, termasuk beberapa obat antiradang  (anti-inflamasi) secara terus menerus dapat  meningkatkan tekanan darah seseorang.

Selain faktor-faktor diatas, terdapat faktor  lain yang dapat meningkatkan resiko  hipertensi. Dengan mengetahui faktor resiko  penyebab penyakit hipertensi diharapkan penderita  dapat melakukan pencegahan dan  penanganan dengan memperbaiki pola  hidup, sehingga komplikasi yang mungkin  terjadi dapat dihindari.

Semoga informasi faktor resiko penyebab penyakit  hipertensi diatas bermanfaat untuk kita  semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.