Gejala Hipertensi pada Anak yang Harus Diketahui Sejak Dini

Gejala Hipertensi pada Anak yang Harus Diketahui Sejak Dini,- Hipertensi atau sering disebut juga dengan tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah pada dinding arteri atau pembuluh darah mengalami peningkatan. Hipertensi selama ini dianggap sebagai penyakit orang tua. Padahal, penyakit berbahaya ini juga bisa terjadi pada anak, bahkan pada bayi baru lahir sekalipun.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hipertensi pada anak merupakan masalah kesehatan dengan angka kejadian yang semakin meningkat. Secara umum, kondisi penyakit hipertensi pada anak berkisar antara 1-2%.

Hipertensi pada anak memang jarang terjadi, tetapi para orangtua harus tetap waspada. Karena terjadinya hipetensi pada anak bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan, termasuk kematian.

Gejala Hipertensi pada Anak

Mewaspada Gejala Hipertensi pada Anak

Hipertensi sering disebut juga silent killer. Hal ini disebabkan karena hipertensi sering timbul tanpa disadari, dan jarang menimbulkan gejala yang khas sehingga sulit untuk dideteksi hanya dengan mata telanjang.

Walaupun begitu, IDAI meyakini bahwa hipertensi yang terjadi pada bayi baru lahir akan menimbulkan beberapa gejala, seperti :

  • Kejang
  • Gelisah
  • Muntah
  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Pucat atau sianosis

Sedangkan pada anak yang lebih besar, gejala hipertensi pada anak yang mungkin terjadi, diantaranya :

  • Kejang
  • Nyeri dada
  • Mudah lelah
  • Badan lemas
  • Sering mual
  • Kelumpuhan otot
  • Penglihatan kabur
  • Nafsu makan menurun
  • Perawakan pendek
  • Penurunan kesadaran
  • Mimisan tanpa asebab
  • Sakit kepala mendadak

Ketika anak menunjukkan gejala hipertensi tersebut, maka segera periksakan anak ke dokter, terutama jika pemicu hipertensi pada anak tidak diketahui secara pasti.

Anak yang sudah berusia 3 tahun dianjurkan untuk berkunjug ke dokter secara rutin untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah. Namun, jika anak memiliki beberapa faktor lain diluar penyebab hipertensi, seperti kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan penyakit jantung bawaan, maka pemeriksaan teknan darah secara rutin bisa dilakukan sejak usia balita.

Pengobatan hipertensi pada anak tergantung pada derajat berat ringannya hipertensi dan penyakit yang mendasarinya. Pengobatan tanpa obat baisanya digunakan pada remaja dengan hipertensi primer dalam derajat ringan.

Pengobatan tersebut terdiri dari perubahan pola makan, olahraga, menurunkan berat badan, mengurangi stres, dan menghentikan penggunaan obat-obatan yang dapat memicu hiperetnsi.

Sedangkan pengobatan dengan obat hipertensi harus ditentukan terlebih dahulu indikasi yang jelas, seperti tidak bersepons terhadap pengobatan tanpa obat, hipertensi berat, adanya gejala klinis yang berhubungan dengan kenaikan tekanan darah. Untuk obat hipertensi mendadak pada anak yang umumnya diberikan diantaranya seperti hidroklorotiazid, furosemid, kaptopril, propanololm dan klonidin.

Jangan anggap remeh penyakit hipertensi. Meskipun sering timbul tanpa gejala yang khas, penyakit ini tetap bisa menyebabkan penderita mengalami komplikasi yang mengancam nyawa. Maka dari itu, jika Anda mencurigai adanya hipertensi pada anak, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.