Gejala Ini Mengindikasikan Anda Mengalami Krisis Hipertensi

Gejala Ini Mengindikasikan Anda Mengalami Krisis Hipertensi,- Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi kronis serta bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan organ yang umumnya terjadi selama bertahun-tahun.

Penyakit hipertensi biasanya terjadi pada orang-orang yang berusia diatas 65 tahun. Namun, saat ini banyak orang-orang yang berusia produksi sudah memiliki tekanan darah tinggi. Hal tersebut disebabkan karena gaya hidup yang mereka jalani seperti diet tinggi garam, kurang beraktivitas fisik, sulit mengendalikan emosi, dan obesitas.

Jika tidak ditangani dengan tepat, maka tekanan darah dapat meningkat dengan cepat dan cukup parah atau dikenal juga dengan krisis hipertensi. Krisis hipertensi adalah peningkatan tekanan darah parah yang dapat menyebabkan stroke. Tekanan darah tinggi dengan tingkat atas (tekanan sistolik) 180 mmHg atau lebih tinggo atau tekanan bawah (tekanan diastolik) lebih dari 120 mmHg atau lebih tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah.

Pembuluh darah menjadi meradang dan dapat terjadi kebocoran cairan atau darah. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa darah secara efektif.

Gejala hipertensi memang sulit dikenali. Untuk mendeteksinya, Anda perlu memeriksa tekanna darah secara rutin. Namun, ada gejala-gejala khusus yang perlu diwaspadai karena bisa jadi itu mengindikasikan kondisi hipertensi yang parah atau krisis hipertensi.

Beaberapa gejala yang mengindikasi Anda mengalami krisis hipertensi yang perlu diwaspadai diantaranya adalah nyeri dada, sakit kepala, dengungan menyakitkan di telinga, mimisan, dan masalah penglihatan seperti buran atau kabur.

Jika Anda sering mengalami beberapa gejala tersebut, maka sebaiknya segera kunjungi dokter. Pasalnya, bisa jadi Anda mengalami krisis hipertensi.

Krisis hipertensi bisa membuat gejalanya berkembang atau berlanjut ke tingkat yang lebih berbahaya. Kondisi ini bisa dikatakan kondisi darurat medis dan meningkatkan peluang terjadinya stroke ataupun serangan jantung.

Selain berkonsultasi dengan dokter, olahraga teratur, cukup tidur, serta konsumsi buah dan sayur juga bisa membantu menurunkan risiko hipertensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.