Hipertensi Esensial

Hipertensi-primer-atau-esensialobathipertensi.info,- Hipertensi atau tekanan  darah tinggi merupakan keluhan yang  sering terjadi pada masyarakat. Setiap  tahun jumlah penderita hipertensi  semakin meningkat. Jika penderita  hipertensi tidak mendapatkan  pengobatan dan pengontrolan secara  rutin, maka akan berdampak terjadinya  kasus-kasus serius bahkan hingga bisa  menyebabkan kematian. Dari seluruh  kasus hipertensi 95% merupakan  hipertensi esensial.

Hipertensi esensial yaitu hipertensi yang  penyebabnya belum/tidak diketahui  dengan pasati. Biasanya hipertensi ini  berhubungan dengan riwayat genetik  yang diturunkan dari keluarga yang  pernah atau menderita hipertensi. Secara  umum tekanan darah pada orang  dewasa (usia >18 tahun) diklasifikasikan  menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok  normal, prehipertensi, hipertensi derajat  I, dan hipertensi derajat II.

Klasifikasi tekanan darah

Klasifikasi Tekana Darah    Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
Normal  <120  <80
Prehipertensi 120-139  80-89
Hipertensi Derajat I 140-159 90-99
Hipertensi Derajat II  >160  >100

Penyebab hipertensi esensial biasanya  multifaktorial yang muncul dari  interaksi berbagai macam faktor resiko  tertentu, yaitu :

  • Faktor resiko, seperti usia lanjut, jenis  kelamin wanita, riwayat keluarga, diet  asupan garam, stress, kegemukan  (obesitas), kolesterol LDL tinggi,  merokok, dan diabetes mellitus.
  • Sistem saraf simpatis
  • Keseimbangan vasodilatasi dan vaso  konstriksi pembuluh darah
  • Sistem Renin Angiotensin

Hipertensi yang berlangsung lama tanpa  penanganan dapat menimbulkan  kerusakan pada organ-organ lainnya,  diantaranya jantung, otak, ginjal, arteri,  dan retina. Kerusakan organ tersebut  dapat disebabkan oleh injuri mekanik  langsung dari tekanan darah tinggi  maupun dari efek tdak langsung.

Hipertensi sering tidak disertai oleh  gejala, sehingga para penderita sering  tidak mengetahui kalau dirinya  mengidap hipertensi. Namu, jika  hipertensi yang diserita sudah berat  biasanya akan menimbulkan gejala  seperti sakit kepala, nyeri kuduk,  mimisan, tinitus (tersengar suara  mendenging), dan sebagainya.

Sebenarnya hipertensi dapat  dikendalikan dengan cara menghindari  faktor pencetus. Perubahan gaya hidup  dan melakukan diet rendah garam dan  lemak juga sangat dianjurkan. Selain itu,  lakukan juga olahraga ringan secara  teratur seperti latihan aerobik minimal 3  kali seminggu selama 30 menit. Rokok  dan konsumsi alkohol juga mutlak harus  dihindari.

Semoga informasi hipertensi esensial diatas dapat bermanfaat bagi paa pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *