Hipertensi Maligna

hipertensi malignaHipertensi maligna merupakan salah satu jenis hipertensi yang jarang terjadi, namun sangat serius. Hipertensi maligna atau disebut juga dengan hipertensi darurat/hipertensi emergency adalah tekanan darah sangat tinggi yang datang secara tiba-tiba dan cepat. Hipertensi maligna harus diobati dengan cepat untuk menghindari kerusakan organ yang lebih serius dan mungkin hingga dapat menyebabkan kematian. Semua sistem organ utama memiliki resiko rusak akibat hipertensi ganas. Organ yang paling beresiko antara lain ginjal, mata, dan otak. Ginjal sangat sensitif terhadap peningkatan tekanan darah dan kerusakan ginjal permanen yaitu komplikasi umum hipertensi ganas yang tidak diobati. Sebagian besar kerusakan organ ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kecil dibeberapa tempat, dan itulah sebabnya perdarahan retina (yang memiliki pembuluh darah kecil) termasuk dalam kriteria diagnostik untuk hipertensi ganas.

Penyebab dan Gejala Hipertensi Maligna

Sama halnya dengan tekanan darah tinggi, penyebab dari hipertensi maligna belum diketahui dengan pasti. Namun, pada kebanyakan kasus, tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama dari hipertensi maligna. Selain itu, penyebab lain dair hipertensi maligna adalah lupa minum obat tekaan darah da juga kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis yang dapat menjadi penyebab dari hipertensi maligna adalah :

  • Penyakit vaskular kolagen, seperti skleroderma
  • Penyakit ginjal
  • Cedera tulang belakang
  • Tumor kelenjar adrenal
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk pil KB dan MAOI
  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain

Gejala utama dari hipertensi maligna yaitu meningkatnya tekanan darah hingga mencapai 180/120 atau lebih tinggi serta timbul tanda-tanda kerusakan organ dan biasanya kerusakan terjadi pada ginjal atau mata. Gejala-gejala lain yang mungkin timbul tergantung pada seberapa kenaikan tekanan darah memengaruhi organ-organ penderita.

Gejala yang umum terjadi yaitu perdarahan dan pembengkakan pada pembuluh darah kecil di retina. Retina merupakan lapisan saraf yang me;apisi bagian belakang mata. Retina peka terhadap cahaya dan mengirimkan sinyal ke otak melalui saraf optik. Hipertensi maligna dapat mempengaruhi fungsi tersebut. Jika mata ikut terlibat, maka hipertensi maligna dapat menyebabkan perubahan dalam penglihatan penderita.

Gejala-gejala lain yang mungkin timbul akibat dari hipertensi maligna antara lain :

  • Penglihatan kabur
  • Sesak napas
  • Nyeri dada (angina)
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit kepala yang parah
  • Mati rasa ditangan, kaki, dan wajah
  • Pusing

Hipertensi maligna juga dapat menyebabkan pembengkakan otak yang mengarahpada kondisi berbahaya atau yang disebut dengan ensefalopati, namun kasus tersebut jarang ditemukan.

Pengobatan hipertensi maligna tergantung pada seberapa serius masalah yang dialami oleh penderita, masuk ke ruang Intensive Care Unit (ICU) mungkin diperlukan. Selama berada dirumah sakit, infus obat-obatan merupakan fokus utama terapi. Hipertensi maligna yang tidak diobati dapat menyebabkan kematian dan juga dapat menyebabkan komplikasi, diantaranya :

  • Diseksi aorta, yaitu pembuluh darah utama dari jantung yang tiba-tiba pecah
  • Koma
  • Cairan di paru-paru yang disebut dengan edema paru
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Stroke
  • Gagal ginjal mendadak

Semoga informasi yang kami berikan bisa bermanfaat dan bisa membantu Anda untuk lebih mengetahui mengenai penyakit hipertensi maligna. Pola hidup yang sehat senantiasa akan membuat kualitas hidup menjadi lebih baik. Maka dari itu, mari kita terapkan pola hidup yang lebih sehat mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *