Ini Hal Tentang Hipertensi yang Sering Ditanyakan Pasien

Ini Hal Tentang Hipertensi yang Sering Ditanyakan Pasien,- Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Namun, sayangnya menurut pakar, kewaspadaan terhadap penyakit ini masih tergolong rendah di masyarakat.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 oleh Kementerian Kesehatan, sekitar 26.5% penduduk dewasa Indonesia mengalami hipertensi. Sayangnya, dari jumlah tersebut, sekitar 35.8% atau lebih dari sepertiganya tidak mengetahui bahwa mereka mengidap hipertensi.

Bagi mereka yang telah didiagnosis mengalami hipertensi, seringkali mengajukan beberpa pertanyaan ketika melakukan konsultasi. Berikut ini beberapa hal tentang hipertensi yang sering ditanyakan oleh pasien, diantaranya adalah :

  • Penggunaan obat

Penggunaan obat hipertensi merupakan pernyataan yang paling umum diajukan oleh pasien. Pasien hipertensi khawatir akan mengalami ketergantungan dan harus mengonsumsi obat seumur hidup.

Terkait dengan penggunaan obat, dekan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya, dr Yuda Turana, SpS(K), menyebutkan bahwa harus ada perubahan pola pikir dari pasien. Pasien tidak mengalami ketergantungan obat, melainkan pasien memerlukan obat untuk bisa mengontrol hipertensi yang diidapnya.

  • Perubahan gaya hidup

Salah satu klaim yang lazim dikatakan pasien adalah perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dapat membuat penggunaan obat berkurang. Menanggapi hal tersebut, dr Yuda menyebut perubahakan gaya hidup memang merupakan langkah pertama yang dianjurkan untuk pasien.

Perubahan gaya hidup untuk penderita hipertensi g rade 1 dan pre-hipertensi, disarankan untuk tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, perbanyak makan sayur dan buah, serta kendalikan stres.

Namun, jika penyakit hipertensi sudah lebih parah, hanya mengubah gaya hidup saja tidak akan membantu dalam mengontrol tekanan darahnya. Maka dari itu, penggunaan obat tetap harus dilakukan.

  • Batas ambang tensi

Batas ambang tekanan darah yang bisa disebut hipertensi saat ini masih diangka 140 mm/Hg. Jika pemeriksaan tekanan darah menunjukkan angka tersebut, maka jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan diagnosis apakah hipertensi yang Anda alami tergolong hipertensi primer atau sekunder.

  • Perbedaan hasil tensi

Perbedaan hasil tensi di rumah dan di klinik atau rumah sakit seringklai membuat pasien bingung. Terkait hal ini, dr Yuda mengatakan memang ada kondisi yang demikian.

Hipertensi tersamar adalah kondisi dimana tekanan darah sering tinggi di rumah namun normal ketika di ukur di rumah sakit atau dokter. Sedangkan hipertensi kerah putih adalah kondisi tekanan darah normal ketika di rumah, namun tinggi ketika di cek di dokter atau rumah sakit.

Maka dari itu, dr Yuda mengingatkan akan pentingnya mengukur tekanan darah secara mandiri dan berkala. Pemeriksaan tekanan darah di rumah diperlukan untuk mengetahui variabilitas atau variasi fluktuasi tekanan darah, karena fluktuasi yang berlebihan dapat menjadi tanda peringatan terhadap risiko penyakit jantung dan stroke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *