Inilah Alasan Mengapa Konsumsi Garam Sebabkan Hipertensi

Inilah Alasan Mengapa Konsumsi Garam Sebabkan Hipertensi,- Kita mungkin bisa memasak makanan lezat tanpa rempah-rempah seperti kunyit dan jahe. Tapi, apakah kita bisa memasak makanan lezat tanpa tambahan garam ?

Garam telah menjadi salah satu bumbu utama dari setiap masakan. Rasanya yang asin membuat setiap masakan bisa terasa semakin gurih dan lezat. Namun, saat mengonsumsi garam, pastikan agar garam yang dikonsumsi tidak berlebihan. Jika bisa, asupan garam yang dikonsumsi setiap harinya bisa dikurangi mulai saat ini.

Mengonsumsi garam berlebih bisa berdampak buruk pada kesehatan. Nutisi dan senyawa yang terkandung di dalam garam bisa menurunkan kesehatan seseorang, baik itu kesehatan fisik ataupun psikis. Salah satu gangguan kesehatan yang bisa disebabkan akibat mengonsumsi garam berlebih adalah hiperensi atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi ini merupakan kondisi yang berbahaya untuk tubuh. Hipertensi bisa meningkatkan risiko tekanan serangan jantung, stroke, gagal jantung kronis, dan penyakit ginjal.

Lalu, mengapa konsumsi garam bisa sebabkan hipertensi ?

Ahli kesehatan menyebutkan jika selama ini garam menjadi penyebab utama risiko hipertensi. Terlalu banyak konsumsi garam tidak hanya meningkatkan risiko darah tinggi. Lebih jauh, ini juga bisa meningkatkan risiko stroke, jantung, dan obesitas.

Menurut The Dietary Guidelines for Americans, asupan sodium yang direkomendasikan adalah sebanyak 2.300 mg perhari. Namun, jika Anda telah memiliki riwayat hipertensi, asupan sodium atau garam maksimal yang sebaiknya dikonsumsi adalah 1500 mg per hari.

Konsumsi garam dapat memicu terjadinya retensi air pada tubuh yang berakibat menaikkan tekanan darah secara drastis dan tiba-tiba. Konsumsi garam berlebih juga bisa mengganggu keseimbangan natrium alami dalam tubuh.

Hal ini menyebabkan ginjal kesulitan menjaga kelebihan sodium dalam aliran darah. Ketika natrium terakumulasi, tubuh memerlukan banyak air untuk mencairkan sodium. Hal ini tentu akan meningkatkan cairan di sekitar sel dan volume darah dalam pembuluh darah.

Peningkatan volume darah ini membuat jantung harus bekerja lebih keras dan banyak tekanan pada pembuluh darah. Peningkatakn natrium juga menyebabkan pengurangan sintesis oksida nitrat yang berfungsi sebagai vasodilator arteriolar.

Vasodilator arteriolar adalah suatu zat yang dapat melebarkan pembuluh darah. Hal ini akan menimbulkan aliran darah lebih banyak hambatan karena terjadi penyempitan pembuluh darah. Maka dari itu, lebih baik untuk menjaga asupan garam setiap harinya mulai dari sekarang.

Artikel terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *