Kombinasi Obat untuk Bantu Atasi Hipertensi Tak Terkendali

Kombinasi Obat untuk Bantu Atasi Hipertensi Tak Terkendali,- Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup banyak dialami oleh masyarakat. Jika terus dibiarkan tanpa pengobatan, maka hipertensi bisa menimbulkan berbagai komplikasi penyakit yang lebih berbahaya.

Untuk mencegah timbulnya komplikasi tersebut, selain mengubah gaya hidup, penderita hipertensi juga harus mengonsumsi obat hipertensi secara rutin bahkan ketika tekanan darah normal. Akan tetapi, jika satu jenis obat saja tidak cukup efektif untuk menurunkan tekanan darah, biasanya dokter akan mencoba untuk mengkombinasikan beberapa jenis obat hipertensi.

Kombinasi Obat Hipertensi

Penelitian menunjukkan jika kombinasi obat hipertensi mampu mengontrol tekanan darah dengan lebih baik jika dibandingkan hanya mengonsumsi satu jenis obat saja.

Dalam kombinasi tersebut, ada beberapa jenis obat antihipertensi yang biasanya digunakan. Walaupun masing-masing obat tersebut memiliki mekanisme kerja yang berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu untuk menurunkan tekanan darah dan membantu meminimalisir risiko hipertensi.

Kombinasi obat hipertensi sendiri merupakan menambahkan obat hipertensi lain pada obat hipertensi yang pertama untuk meningkatkan kemampuan dalam menurunkan tekanan darah. Dengan kata lain, dua atau tiga obat sekaligus, lebih efektif untuk menurunkan tekanan darah dibandingkan dengan satu jenis.

Beberapa penderita hipertensi ringan sebenarnya bisa mengatasi kondisinya hanya dengan satu jenis obat saja. Namun, sebagian besar penderita memerlukan lebih dari satu obat.

Pada orang-orang ini, meskipun dokter sudah meningkatkan dosisnya atau mengganti jenis obatnya, namun tekanan darah penderita tetap tinggi dan tidak menimbulkan perubahan yang berarti. Oleh karena itu, penambahan obat ke dua atau ketiga merupakan pilihan selanjutnya. Kombinasi obat ini bersifat individu, artinya setiap penderita hipertensi tidak memiliki kombinasi obat hipertensi yang sama.

Keuntungan menggunakan kombinasi obat ini yaitu selain dapat meningkatkan efektivitas penurunan tekanan darah, kombinasi obat ini juga bisa menghemat biaya pengobatan. Hal ini disebabkan karena tekanan darah lebih terkendali sehingga penderita tidak perlu melakukan pemeriksaan secara rutin.

Kombinasi obat apa saja yang sering diresepkan ?

Dokter biasanya akan menggunakan kombinasi obat hipertensi dari kelas dan dosis yang berbeda. Karena menggabungkan dua sampai tiga obat yang diminum seklaigus, maka untuk meminimalisir efek samping, masing-masing obat dikurangi dosisnya. Hampir semua obat antihipertensi bisa dikombinasikan. Seperti ACE inhibitor dikombinasikan dengan diuretik dan calcium channel blockers.

Diuretik biasanya digunakan sebagai obat tunggal untuk mengontrol tekanan darah. Obat ini bekerja membantu mengeluarkan cairan dari tubuh. Namun, diuretik dengan dosis rendah juga bisa dikombinasikan dengan obatlain, seperti beta bloker. Ketika digunakan dalam kombinasi obat, diuretik memiliki efek samping yang lebih maksimal.

Sedangkan ACE inhibitor atau angiotensin reseptor bloker (ARB) seringkali terbukti efektif ketika dikombinasikan dengan jenis obat lainnya. Beta bloker terkadang dikombinasikan dengan alfa bloker. Kombinasi pili ini biasanya bermanfaat untuk penderita hipertensi yang mengalami pembengkakan prostat. Alfa bloker di dalam obat kombinasi tersebut bisa mengatasi kedua masalah tersebut secara bersamaan.

Kombinasi obat lainnya juga bisa menambahkan ACE inhibitor dengan diuretik thiazide. Reseptor angiotensin II terkadang juga bisa dikombinasikan dengan diuretik. ACE inhibitor juga bisa dikombinasikan dengan calcium channel blocker. Jadi, ada banyak jenis obat yang dikombinasikan.

Dokter akan menentukan obat mana saja yang akan dikombinasikan secara hati-hati. Misalnya, jika dua obat yang dikombinasikan dapat menurunkan detak jantung, maka dokter akan mengawasi secara ketat. Hal ini dilakukan untuk mencegah penderita mengalami bradikardia, atau kondisi dimana detak jantung terlalu lambat.

Jika Anda juga memiliki penyakit asma, maka dokter akan menghindari menggunakan obat yangbisa menimbulkan gejala seperti penyakit asma. Maka dari itu, dokter akan menentukan obat yang dikombinasikan sesuai dengan kondisi penderita.

Sebagian besar penderita hipertensi harus mengonsumsi obat sepanjang hidupnya. Hanya saja, dokter bisa mengurangi jumlah obat atau dosis setelah satu tahun tekanan darah terkontrol dan normal. Obat memang bisa mengontril hipertensi, namun tidak b isa menyembuhkannya. Maka dari itu, jangan berhenti mengonsumsi obat tanpa konsultasi dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.