Komplikasi Akibat Hipertensi

komplikasi hipertensiobathipertensi.info,- Hipertensi merupakan  suatu penyakit yang gejalanya tidak dapat  diketahui (asimptomatik), maka dari itu  hipertensi sering disebut sebagai ‘silent killer’.  Pada umunya para penderita hipertensi tidak  mengetahui bahwa mereka memiliki hipertensi  dan baru akan diketahui ketika mereka  melakukan skrining atau pemeriksaan pada  waktu berkala atau pada saat berobat kedokter  untuk suatu penyakit lain yang tidak  berhubungan. Hipertensi sering kali dianggap  remeh karena keluhan yang dirasakan tidak  terasa berat. Namun, hipertensi dalam kondisi  yang berkepanjangan dapat mempengaruhi  sistem anggota tubuh yang lain yang akan  menimbulkan adanya komplikasi hipertensi.  Mengenal lebih jauh bahaya dari hipertensi  sangat diperlukan agar penderita hipertensi  memiliki motivasi untuk menghindari  komplikasi hipertensi. Komplikasi hipertensi  dapat meningkat seiring dengan peningkatan  tekanan darah. Komplikasi hipertensi sangat  erat kaitannya dengan riwayat tekanan darah  tinggi yang tidak terkontrol. Oleh sebab itu,  mengapa penting sekali menurunkan dan  menjaga tekanan darah agar selalu normal  (terkontrol), meskipun hipertensi yang dialami  tidak menimbulkan gejala apapun.

Berikut komplikasi akibat dari tekanan darah  tinggi (hipertensi) :

  1. Serangan Jantung

    Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan  resiko serangan jantung dan apabila sudah  mengidap serangan jantung maka akan  meningkatkan keparahan serangan jantung  tersebut. Peningkatan resiko ini terjadi karena  tekanan darah tinggi akan membuat jantung  bekerja lebih keras dari biasanya dan  berkontribusiterhadap pembentukan  penyumbatan yang dapat mengganggu aliran  darah. Penderita penyakit jantung biasanya  mengeluhkan nyeri pada dada seperti tertimpa  benda berat pada bagian tengah dada dan dapat  menjalar kebagian lengan kiri.

  2. Stroke

    Hipertensi dapat mengakibatkan atherosklerosis  pada pembuluh darah otak atau pecahnya  pembuluh darah otak jika tekanan darah naik  secara tiba-tiba. Apabila pembuluh darah oak  tersumbat, maka akan terjadi stroke iksemik.  Sedangkan jika pembuluh darah otak pecah,  maka akan terjadi stroke perdarahan. Penderita  stroke pada umunya membutuhkan waktu  yang cukup lama untuk mengembalikan fungsi  otot yang lumpuh, pada sebagian lagi  kelumpuhan otot bersifat permanen. Gejala  stroke bermacam-macam, mulai dari berbicara  pelo secara tiba-tiba, kelumpuhan pada satu sisi  tubuh, bahkan hingga menyebabkan kematian.

  3. Gagal Ginjal Kronik

    Ginjal memiliki banyak pembuluh darah yang  berukuran sangat kecil, pembuluh darah  tersebut sensitif terhadap peningkatan tekanan  darah. Apabila tekanand arah tinggi dibiarkan  dalam jangka waktu yang lama akan  menyebabkan masalah gaga; ginjal kronik.  Orang dengan gagal ginjal kronik  membutuhksn cuci darah (hemodialisis) secara  teratur 2-3 kali seminggu atau melakukan  transplantasi ginjal yang membutuhkan biaya  yang tidak sedikit.

  4. Kebutaan Karena Retinopati Hipertensi

    Retinopati merupakan kerusakan pembuluh  darah pada mata. Akibatnya mata secara terus  menerus akan mengeluarkan darah dan dapat  berakhir dengan kebutaan. Retinopati pada  awalnya ditandai dengan adanya mata yang  sulit melihat dan daya akomodasinya lemah,  memerah dan seperti terdapat kerak pada area  kornea. Operasi laser merupakan tindakan  yang dapat dilaksanakan dan memberikan hasil  yang cukup baik pada pasien. Meskipun  demikian, jika penderita sudah mengalami  retinopati kondisi tekanan darah harus selalu  dikontrol.

  5. Atrial Fibrillation

    atrial_fibrillationAtrial fibrilas yaitu jenis aritma atau irama  jantung yang tidak teratur. Atrial fibrilasi  menyebabkan perubahan dalam efisiensi  pompa jantung yang memengaruhi aliran  darah keseluruh tubuh juga perubaha aliran  darah dalam jantung itu sendiri dan kondisi  tersebut dapat mendukung pembentukkan  bekuan darah kecil (trombus) yang kemudian  akan dipompa keluar kealiran darah dlam  tubuh, sesampainya dipembuluh darah kecil  yang memasok ke otak, trombus dapat  terjebak. Hal ini akan menyebabkan aliran  darah tersumbat yang akhirnya terjadilah  stroke (stroke iskemik). Tekanan darah tinggi  mengubah dinamka pemompaan jantung dan  dapat mengakibatkan jantung menjadi  meregang dan lebar (pembengkakan jantung).

  6. Penyakit Arteri Koroner

    Komplikasi akibat hipertensi yang berupa  penyakit arteri koroner ini mengacu pada  pembentukan sumbatan dipembuluh darah  yang mensuplai oksigen dan nutrisi untuk  jantung. Sementara hubungan antara tekanan  darah tinggi dan penyakit arteri koroner masih  diselidiki, salah satu bukti menunjukkan bahwa  peningkatan kronis tekanan darah  berkontribusi terhadap kerusakan dan  peradangan pada dinding pembuluh darah.  Kerusakan dan peradangan ini menarik  makrofag yang pada gilirannya akan membuat  pembuluh darah lengket, maksudnya lemak  dan kolesterol lebih mungkin untuk menempel  dan lama kelamaan akan terjadi penyempitan  bahkan penyumbatan. Sumbatan pada arteri  koroner merupakan penyebab utama serangan  jantung.

Itulah beberapa komplikasi yang sering terjadi  akibat hipertensi. Dengan mengetahui  komplikasi akibat hipertnsi, maka kita akan  lebih waspada dan selalu menjaga tekanan  darah agar tetap terkontrol. Adapun hal-hal  yang dapat dilakukan untuk mencegah  komplikasi akibat hipertensi, yaitu :

  • Mengendalikan dan menjaga tekanan darah  dengan melakukan pemeriksaan secara rutin  untuk dapat memantau resiko komplikasi.
  • Apabila Anda juga penderita obesitas, maka  lakukan diet sehat dengan mengendalikan gula  Anda.
  • Mengonsumsi obat secara rutin.
  • Olahraga secara teratur.

Semoga informasi tentang komplikasi akibat  hipertnsi diatas dapat bermanfaat dan  memberikan sedikit pengetahuan bagi kita  dalam mengatasi hipertensi supaya komplikasi  hipertensi dapat dicegah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *