Manfaat Racikan Minuman Tempe untuk Penderita Hipertensi

Manfaat Racikan Minuman Tempe untuk Penderita Hipertensi,- Tidak sedikit orang yang sering menyepelekan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Padahal, jika terus dibiarkan tanpa perawatan, hipertensi bisa menimbulkan komplikasi penyakit lainnya, seperti penyakit jantung, stroke, dan penyakit berbahaya lainnya.

Untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi ini, selain dengan obat hipertensi Anda juga bisa mengonsumsi kedelai sebagai solusi pengobatan alami. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi kedelai dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Selain dikonsumsi secara langsung, kacang kedelai juga umumnya diolah dan difermentasi menjadi tempe.

Tidak hanya dikonsumsi dengan cara digoreng, tumis, atau dibuat menu lainnya, ternyata tempe juga bisa diolah menjadi serbuk siap seduh. 4 peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Alfia Ansarullah, Hardinsyah, Sri Anna Marliyanti, dan Made Astawan, berhasil mengembangkan minuman dari tempe untuk mengobati hipertensi. Tempe dipilih sebagai penelitiannya karena telah banyak riset yang membuktikan jika kedelai dapat menurunkan hipertensi.

Kelompok ilmuwan ini mengolah tempe menjadi bahan minuman serbuk siap seduh. Mereka kemudian mempelajari efek minuman tempe tersebut pada tekanan darah penderita hipertensi dan juga hiperkolesterolemia.

“Pesatnya pengembangan tempe menjadi pangan fungsional yang dapat menurunkan tekanan darah, menjadi alasan untuk melakukan penelitian mengenai efek dari minuman berbasis tempe terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi dan hiperkolesterolemia,” tutur Hardinsyah, Minggu (28/1/2018).

Penelitian ini dilakukan pada 30 orang pria dan wanita dewasa dengan usia antara 25-55 tahun. Kriteria dari para peserta penelitian adalah belum mengalami menopause, tidak hamil, kadar kolesterol darah 200 miligram, memiliki tekanan darah sistolik (tekanan darah saat beraktivitas) pada 121-131 mmHg, dan tekanan darah diastolik (tekanan darah saat istirahat) pada 81-89 mmHg.

Kemudian peserta penelitian dibagi ke dalam 3 keompok, yaitu kelompok pertama yang diberi Minuman Tempe A (MTA) yang diformulasikan dari kedelai lokal yang dikecambahkan, kelompok kedua diberi Minuman Tempe B (MTB) yang diformulasikan dari kedelai imporm dan kelompok kontrol. Minuman tempe diberikan 3 gelas sehari selama 4 minggu berturut-turut dan paling sedikit mengandung 25 g protein perhari. Namun, kelompok kontrol tidak diberi minuman tempe dan akan menjadi pembanding hasil penelitian.

Dari penelitian tersebut, peneliti menemukan kelompok MTA dan MTB memiliki perbedaan tekanan darah sistolik yang signifikan jika dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Walaupun begitu, di kelompok MTA dan MTB tidak ditemuakn perbedaan mencolok pada tekanan diastolik, jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Para ilmuwan menemukan ada kecenderungan tekanan darah diastolik pada kelompok MTA dan MTB mengalami penurunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *