Mengetahui Golongan Obat Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi atau disebut juga dengan hipertensi arteri merupakan kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari baisanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah.

Perubahan pola makan dan gaya hidup daat memperbaiki kontrol tekanna darah dan mengurangi risiko terkait komplikasi kesehatan. Walaupun demikian, obat seringkali dipbutuhkan pada sebagian orang jika perubahan gaya hidup saja tidak terbukti efektif atau tidak cukup dan biasanya obat harus dikonsumsi seumur hidup jingga dokter memutuskan untuk tidak perlu lagi mengonsumsi obat.

Mengetahui Golongan Obat Tekanan Darah Tinggi

Setiap obat dapat digunakan untuk penanganan farmakologis hipertensi. Rekomendasi umum yang ditetapkan oleh JNC-7 adalah untuk awalnya memulai thiazide-jenis diuretik untuk tahap 1 hipertensi tanpa  indikasi menarik untuk terapi lain. Obat-obatan seperti angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor, calcium channel blockers (CCBs), angiotensin receptor blockers (ARB), beta–blocker, dan diuretik dianggap sebagai terapi alternatif yang dapat diterima pada pasien dengan hipertensi. Obat hipertensi yang tersedia umumnya sama efektif dalam menurunkan tekanan darah. Namun, mungkin ada variabilitisas interpatient yang dapat memengaruhi cara pasien akan merespon satu pengobatan atas yang lain.

  • Golongan Obat-Obatan Tekanan Darah Tinggi

Sekarang ini, ada 9 jenis obat-obatan yang dapat mengatasi tekanan darah tinggi, diantaranya :

  • Diuretik (Diuretics)

Obat ini bekerja pada ginjal dan kantung kemih. Membantu membersihkan tubuh dari air dan garam. Obat ini bekerja dengan membaut ginjal menempatkan sodium lebih banyak ke dalam urin. Sodium pada akhirnya mengambil air yang ada didalam darah. Hal ini akan membantu mengurangi jumlah cairan yang mengalir pada pembuluh darah yang akan mengurangi tekanan pada dinding pembuluh darah arteri.

  • Centrally-Acting Alpha Adrenergics

Obat ini bekerja pada sistem saraf pusat (otak). Menurunkan tekanan darah dengan mengurangi beberapa zat/senyawa kimia dalam darah. Dengan demikian, pembuluh darah akan menjadi lebih rileks dan membuat jantung berdetak lebih santai dan lebih mudah.

  • Penghambar Renin (Renin Inhitors)

Obat ini bekerja padapembuluh darah. Memblok enzim renin yang membantu produksi angiotensin II.

  • Beta Blockers

Obat ini bekerja pada jantung. Menarget reseptor beta yang ditemukan pada sel-sel dari otot-otot jantung, otot-otot halus, dan jaringan lainnya. Fungsi utama beta blockers adalah untuk melemahkan tekanan dari hormon stress yang terdapat pada jantung.

  • Angiotensin II Receptor Blockers

Obat ini bekerja pada pembuluh darah. Memblok efek dari hormon angiotensin II pada pembuluh darah, obat ini merupakan alternatif dari terapi penghambat ACE.

  • Calcium Channel Blockers

Obat ini bekerja pada jantung. Mengacauan pergerakan kalsium yang masuk ke dalam pembuluh darah dan sel-sel jantung, membuat pembuluh darah menjadi lebih rileks dan jantung akan berdetak lebih santai dan/atau lebih mudah.

  • Penghambat ACE (Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitors)

Obat ini bekerja pada pembuluh darah. Memperlambat produksi dari sebuah hormon yang bernama angiotensin II yang mempersempit pembuluh darah. Obat ini akanmemperlebar pembluh darah dan menurunkan tekanan darah.

  • Peripherally Acting Alpha-Adrenergic Blockers

Obat ini bermanfaat untuk jantung. Menghentikan hormon-hormon dari pengencangan otot-otot di dalam dinding atau arteri yang lebih kecil/ Obat ini akan membaut pembuluh darah arteri lebih terbuka dan rileks, meningkatkan aliran darah, dan menurunkan tekanan darah.

  • Vasodilators

Obat ini bermanfaat untuk jantung. Membuat pelebaran pembuluh darah. Saat pembuluh darah melebar, aliran darah akan meningkat karena hambatan berkurang. Pelebaran pembuluh darah arteri ini akan membantu penurunkan tekanan darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *