Mewaspadai Gejala Penyakit Hipertensi Paru-Paru

Mewaspadai Gejala Penyakit Hipertensi Paru-Paru,- Istilah tekanan darah tinggi atau hipertensi tentu sudah tidak asing lagi. Hipertensi dihubungkan dengan ukuran tekanan darah di pembuluh darah. Namun, sayangnya tidak banyak yang mentehaui mengenai penyakit hipertensi paru. Kondisi ini berbeda dengan hipertensi pada umumnya.

Hipertensi paru merupakan kondsii terjadinya peningkatan tekanan pada pembuluh darah paru, baik pada arteri ataupun vena paru. Kondisi tersebut terjadi karena saluran arteri pulmonal yang membawa darah dari jantung ke paru-paru menyempit atau menebal. Akibatnya, jantung kanan harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah menuju paru.

Seseorang dikatakan mengalami hipertensi paru ketika tekanan darah pada paru menjadi tinggi, rata-rata diatas 25 mmHg saat istirahat. Normalnya, tekanan darah di arteri pulmonal berkisar 8-20 mmHg.

Sebagian besar gejala dari penyakit hipertensi paru tidak terlihat dari luar, sehingga cukup sulit untuk dideteksi. Walaupun begitu, terdapat beberapa gejala yang dapat timbul pada penderita hipertensi paru, diantaranya seperti penderita merasa sesak napas, terutama saat atau setelah beraktivitas, mudah lelah dan lemas hingga pingsan, serta perut sebelah kanan terasa begah. Namun, karena tidak terlalu khas, gejala tersebut seringkali diabaikan. Tidak sedikit orang lain yang tidak menganggapnya serius dan tetap menuntut penderita mengerjakan tugas dalam kapasitas normal, yang bisa memperburuk kondisi si penderita.

Penderita hipertensi paru juga dapat terlihat memiliki edema atau pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki. Selama penyakit berkembang, penderita dapat mengalami asites, atau pembengkakan perut. Pasuen juga dapat menderita sianosis, yaitu kulit dan bibir dengan noda atau bintik biru, yang disebabkan oleh sirkulasi darah yang tidak tepat dalam sistem paru-paru. Jantung berdenar-debar, nafsu makan menurun, sakit perut, dan denyut nadi kencang juga dapat menjadi tanda dari penyakit hipertensi paru.

Penderita hipertensi paru tampak sehat dari tampilan luarnya, walaupun sebenarnya sedang berjuang keras, bahkan hanya sekedar untuk bernapas. Cara untuk mengetahui penderitaan yang dialami penderita hipertensi paru yaitu dengan mengambil sedotan dan meletakkannya di mulut. Kemudian tutup gidup dan bernapaslah melalui sedotan tesebut selama satu menit.

Hipertensi paru bukanlah penyakit menular, tetapi merupakan masalah kesehatan global yang cukup krusial. Hipertensi paru sering dialami oleh mereka yang berusia muda dan usia pertengahan, serta lebih banyak terjadi pada perempuan. Perbandingan antara pasien perempuan dan laki-laki adalah 2:1.

Baca juga : Perempuan Berisiko Terserang Hipertensi Paru

Risiko hipertensi paru akan semakin besar pada perempuan. Perempuan yang sudah terdiagnosis hipertensi paru pada umumnya tidak disarankan untuk hamil. Pasalnya hal ini sangat berisiko untuk kehamilan, baik bagi janin ataupun sang ibu. Namun, ketika penyakit sekunder dapat dikoreksi dan tekanna paru turun drastis, kondisi itu memungkinkan penderita hipertensi paru untuk hamil.

Perawatan untuk hipertensi paru disesuaikan dengan klasifikasinya dalam Dana Point System. Pengobatan merubahan jenis yang paling umum dari perawatan untuk PAH, dengan prostanoid, penghambat phosphodiesterase-5, dan penyakit saluran kalsium merupakan resep yang paling umum.

Operasi juga dapat menjadi salah satu pilihan bagi penderita hipertensi paru. Septostomy atrium melibatkan memasukkan kateter tipis ke dalam septum untuk memasukkan balon kecil untuk membuka atrium dan meningkatkan aliran darah. Transplantasi paru-paru juga bisa menjadi pilihan, terutama jika pasien menderita penyakit paru-paru serius yang menyebabkan hipertensi paru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *