Pengobatan Tradisional Hipertensi Dengan Belimbing Wuluh

belimbing buluhTekanan darah tinggi atau disebut juga hipertensi  merupakan penyakit yang cukup berbahaya dan merupakan  salah satu faktor utama dari penyait stroke, jantung dan  ginjal dan lebih parahnya dapat mengakibatkan kematian.  Penyakit hipertensi juga sering disebut sebagai silent killer  dan pada umumnya penderita tidak mengetahui dirinya  mengalami hipertensi sebelum memeriksakan tekanan  darahnya.

Penyakit hipertensi merupakan suatu kondisi dimana  tekanan darah mengalami kenaikan hingga mencapai tingkat  diatas normal. Penyakit darah tinggi dapat disebabkan oleh  beberapa faktor yang berhubungan dengan gaya hidup,  seperti diet yang buruk, merokok, kurangnya aktifitas fisik  dan stress.

Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengobati hipertensi, seperti salah satunya dengan menggunakan  belimbing wuluh. Seperti yang kita ketahui, belimbing wuluh  biasa digunakan sebagai pelengkap pada berbagai macam  masakan untuk menggantikan cuka, jeruk nipis, karena  mempunyai rasa kecut dan masam. Buah belimbing wuluh ini  memiliki bentuk yang khas yaitu berbentuk bulat panjang.  Dibalik keunikannya, belimbing wuluh ini memiliki berbagai  macam khasiat yang baik bagi tubuh, diantaranya untuk  mengatasi tekanan darah tinggi, jerawat, batuk, diabetes,  rematik, gondongan, sariawan, sakit gigi, gusi berdarah,  hingga sebagai antibakteri. Dalam beberapa catatan medis  didalam belimbing wuluh mengandung senyawa kimia  seperti saponin, tanin, glukosid, kalsium oksalat dan sulfur.  Rasa asam yang ditimbulkan pada buah ini berasal dari asam  format, peroksida dan kalsium sitrat.

Untuk mengatasi penyakit hipertensi, penderita dapat  mengonsumsi air perasan belimbing wuluh secara rutin.  Caranya ambil beberapa buah belimbing wuluh, kemudian  tumbuk atau parut dan peras airnya. Anda dapat  mengonsumsi air perasan belimbing wuluh tersebut 2  hingga 3 kali sehari.

Selain menggunakan air perasannya, cara lain yang dapat  dilakukan untuk mengolah belimbing wuluh yaitu dengan menggunakan air hasil rebusan dari belimbing wuluh tersebut. Caranya ambil 3 buah belimbing wuluh dan cuci hingga bersih.  Potong kecil-kecil kemudian rebus dengan menggunakan 3  gelas air. Biarkan hingga tersisa satu gelas air. Diamkan  hingga dingin, saring air hasil rebusan tadi kemudian  ramuan tadi dapat diminum setelah makan pagi.

belimbing-manis1Pentin untuk diperhatikan, Bagi penderita hipertensi yang  didalam urinnya mengandung kristal oksalat disarankan  tidak menggunakan ramuan ini, karena bahan tersebut  mengandung asam oksalat. Dan bagi penderita hipertensi  dengan gangguan pada lambung seperti magg juga tidak  disarankan menggunakan ramuan ini karena rasanya yang  asam dikhawatirkan dapat meningkatkan asam lambung.  Anda dapat mengganti belimbing wuluh dengan belimbing  manis.

Selain itu, untuk mengatasi hipertensi belimbing wuluh juga  dapat dikombinasikan dengan seledri. Berikut cara  membuatnya :

Bahan

  • Belimbing wuluh 100 gr
  • Seledri batang besar 100 gr
  • Air matang 1/2 gelas
  • Es serut 1/2 gelas

Cara Pembuatan

  • Campurkan semua bahan tersebut kemudian blender  campuran bahan tersebut
  • Hidangkan dengan es
  • Untuk menambah kenikmatannya, bisa ditambah dengan  madu

Itulah beberapa resep belimbing wuluh yang dapat  digunakan dalam mengatasi hipertensi. Semoga bermanfaat  dan dapat memberikan manfaat bagi Anda.
Selamat Mencoba !!

Tekanan darah Tinggi Berdasarkan Umur

hipertensiHipertensi merupakan konsidi dimana seseorang mengalamipeningkatan tekanan darah diatas normal yang ditunjukkan oleh angka sistolik dan angka diastolik. Tekanan darah normal manusia adalah 100-140 mmHg untuk tekanan sistolik dan 60-90 mmHg untuk tekanan diastolik. Tekanan sistolik menunjukkan fase darah saat dipompa oleh jantung, sedangkan tekanan diastolik menunjukkan fase darah yang kembali ke jantung pada saat relaksasi arteri. Peningkatan tekanan darah tidak terjadi secara tiba-tiba. Dikatakan normal apabila tekanan darah meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Namun, apabila tekanan darah naik secara tidak normal, maka akan menyerang pada organ lain seperti otak, jantung, dan hipertrofi ventrikel kanan sehingga hipertensi merupakan faktor resiko yang utama penyakit jantung dan stroke.

Biasanya penyakit tekanan darah tinggi sering dihubungkan dengan penyakit orang dewasa, namun sekarang penyakit tekanan darah tinggi sudah mulai ditemukan pada usia muda. Konsumsi junk food dan makanan cepat saji dengan kandungan gula dan garam yang tinggi menjadi pemicu kasus hipertensi pada usia dini. Tekanan darah tinggi pada usia muda dapat berakibat fatal pada proses belajar dan tumbuh kembang anak. Tekanan darah tinggi menjadi faktor resiko timbulnya kegemukan atau obesitas. Jika anak mengalami kegemukan, maka aktivitas dan geraknya menjadi terbatas. Akibatnya anak akan cenderung malas belajar dan bergerajk. Anak dengan kurangnya aktifitas akan menumpuk kolesterol dalam pembuluh darahnya. Hasilnya kadar kolesterol dalam darah akan semakin tinggi dan berefek pada meningkatnya tekanan darah.

Tekanan darah tinggi merupakan kondisi tetap dari tingginya tekanan darah pada periode yang lama. Efek yang lebih parah akan muncul setelah tekanan dfarah tinggi berkembang selama bertahun-tahun.

Berikut klasifikasi tekanan darah tinggi pada anak-anak dan dewasa sesuai dengan tingkatan umur .

      Kelompok Umur           Normal            Hipertensi
<2 tahun <104/70 >112/74
3-5 tahun <108/70 >116/76
6-9 tahun 114/74 122/78
10-12 tahun 122/78 >126/82
13-15 tahun 130/80 >136/86
16-20 tahun 136/84 >140/90
20-45 tahun 120-125/75-80 135/90
45-60 tahun 135-140/85 140/90-160/95
>65 tahun 150/85 160/90 (borderline)

Terdapat beberapa faktor resiko hipertensi yang dapat diubah untuk mengurangi dan menghilangkan resiko dari tekanan darah tinggi, diantaranya :

  • Berat badan
  • Pola hidup sehat
  • Tidak merokok
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Perbanyak aktifitas fisik
  • Pola makan rendah natrium  dan rendah lemak

Dengan melakukan pencegahan lebih dini, resiko hipertensi dapat diperlambat atau bahkan dapat dihentikan, sehingga tidak menimbulkan komplikasi akibat hipertensi.

Baca Juga : Obat Darah Tinggi

Tekanan Darah Tinggi Akibat Stres

Stress Worry Woman with Text on Whiteobathipertensi.info,- Banyak yang  mengatakan jika stress dapat  meningkatkan tekanan darah tinggi.  Hal tersebut memang benar adanya,  namun stress bukanlah satu-satunya  faktor yang menyebabkan hipertensi.  Terdapat beberapa faktor lain yang  dapat menyebabkan hipertensi,  diantaranya adalah obesitas, masalah  pembuluh darah, genetik atau  keturunan, dan sebagainya.

Stres merupakan hal yang lumrah kita  alami dalah kehidupan yang dapat  dipicu oleh beberapa hal, baik  pekerjaan maupun keluarga. Stres  adalah sesuatu yang normal, namun  dapat membahayakan jika kita tidak  bisa menanganinya dengan baik.

Stres dan hipertensi memang sudah  lama dianggap saling berhubungan,  walaupun mekanisme tekanan darah tinggi akibat stres belum diyakini secara pasti  oleh para ahli. Pada saat stres tubuh  meningkatkan produksi hormon stres,  yaitu kortisol dan adrenalin yang dapat  meningkatkan konerja jantung dan  menyebabkan penyempitan kapiler  darah tepi. Selain itu, gejala stres  seperti sakit kepala, insomnia, sembelit,  dl. juga dapat berpengaruh terhadap  kesehatan secara menyeluruh. Stres  juga sering menyebabkan orang  berperilaku yang tidak sehat, seperti  makan berlebihan, berhenti  berolahraga, merokok, minum alkohol,  dan sebagainya. Semua hal tersebut  dapat berpengaruh pada obesitas dan  masalah pembuluh darah, Sehingga  secara tidak langsung stres berkaitan  dengan masalah hipertensi.

Stres sendiri merupakan salah satu  faktor risiko hipertensi, apalagi jika  telah mengidap hipertensi. Stres yang  tidak teratasi juga dapat memperburuk  kondisi tekanan darah. Namun, jika  stres dapat diatasi, maka dapat  meringankan resiko hipertensi. Berikut  beberapa cara yang dapat dilakukan  untuk mengatasi stres, diantaranya :

  • Memperbaiki pola makan dan hindari  konsumsi alkohol.
  • Tenangkan diri sendiri, lakukan  penanganan psikis.
  • Lakukan aktivitas fisik dan olahraga  secara teratur selama 30 sampai 60  menit setiap hari.
  • Lakukan relaksasi, seperti meditasi  atau yoga, mendengarkan musik, pergi  berlibur, dan lain-lain.
  • Kurangi penyebab stres. Misalnya buatlah sebuah catatan atau program di tempat kerja agar pekerjaan dapat dilakukan secara teratur.
  • Instropeksi diri atau lakukan  pendekatan secara rohani.
  • Tidur yang cukup.

Itulah beberapa tips yang dapat  dilakukan untuk mengontrol dan  mengatasi stres Anda. Semoga  informasi tekanan darah tinggi akibat  stress diatas dapat bermanfaat.

 

 

Bahaya Penyakit Hipertensi Yang Tidak Terkontrol

bahay hipertensiobathipertensi.info,- Banyak orang yang sering tidak  memperdulikan dengan penyakit yang mereka alami,  salah satu contohnya adalah penyakit hipertensi.  Mereka sering menganggap sepele penyakit hipertensi  karena tidak menimbulkan masalah yang cukup serius  dan dianggap tidak mengganggu kegiatan  penderitanya.Padahal, tekanan darah yang tidak  terkontrol dapat membahayakan bagi berbagai organ  tubuh, terutama yang terkait dengan pembuluh darah.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi termasuk silent  killer, karena secara diam-diam penyakit ini dapat  membahaykan penderitanya, bahkan dapat menimbulkan  kematian. Tanpa gejala dankeluhan yang serius,  gangguan tekanan darah tinggi ini rentan berkembang  dan memicu berbagai penyakit yang cukup serius,  seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke.

Mengenal bahaya penyakit hipertensi yang tidak terkontrol sangatlah penting  bagi setiap penderitanya. Hal tersebut dimaksudkan  agar para penderita termotivasi untuk menghindari  komplikasi yang dapat timbul jika hipertensi tidak  terkontrol. Bahay yang yang dapat timbul akibat dari  tidak terkontrolnya hipertensi yaitu :

Kerusakan Pada Paembuluh Darah Arteri

Arteri merupakan pembuluh darah yang membawa nutrisi  serta oksigen ke seluruh tubuh, normalnya fleksibel  dan elastis. Jika hipertemnsi tidak terkontrol,  kerusakan dan penyempitan arteri atau yang sering  disebut dengan arteriosklerosis (pengerasan pembuluh  darah) dan aterosklerosis (penyempitanpembuluh darah)  dapat terjadi yang akan berdampak pada mata, ginjal,  jantng, tangan dan kaki. Akhirnya pasien bisa  mengalami nyeri dada, gagal jantung, serangan  jantung, stroke, sumbatan arteri ditangan dan kaki,  kerusakan mata hingga pada aneurisma (kelemahan pada  dinding artaeri sehingga membentuk seperti bendungan  dan jika pecah dapat menyebabkan kematian).

Kerusakan Pada Jantung

Obat HIpertensiDidalam tubuh jantung berfungsi sebagai pemompa darah  ke seluruh tubuh. Hipertensi yang tidak terkontrol  dapat menyebabkan kerusakan arteri jantung sehingga  aliran darah tidak lancar ke jantung. Hipertensi  menyebabkan jantung bekerja lebih keras, sehingga  terjadi pembengkakan pada jantung dan lama kelamaan  otot jantung akan melemah dan tidak dapat bekerja  secara efektif, sehingga dapat menyebabkan gagal  jantung. Kerusakan ini memang jarang menimbulkan  gejala, namun akibat yang ditimbulkan akan sangat  fatal.

Kerusakan Pada Otak

Otak merupakan organ yang membutuhkan supali oksigen  dan nutrisi, sehingga dapat bekerja secara efektif.  Namun, hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada  pembuluh darah otak, maka yang paling sering terjadi  akibat hal tersebut adalah stroke.

Kerusakan Pada Ginjal

Seperti halnya pada organ sebelumnya, hipertensi juga  dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah  ginjal, sehingga ginjal tidak berfungsi secara  efektif yang dapat mengakibatkan terjadinya gagl  ginjal dan aneurisma pembuluh darah ginjal dapat  terjadi.

Kerusakan Pada Mata

bahay penyakit hipertensiPembuluh darah mata juga dapat rusak akibat dari  hipertensi yang tidak terkontrol, sehingga suplai  oksigen dan nutrisi tidak sampai dengan baik ke  retina mata. Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka  penglihatan akan menurun hingga dapat menyebabkan  kebutaan. Selain hipertensi, diabetes juga dapat  memperparqah kerusakan tersebut.

Disfungsi Seksual

Hipertensi yang tidak terkontrol pada pria dapat  menimbulkan ereksi dikarenakan terjadinya  aterosklerosis pada pembuluh darah penis. Sedangkan  pada wanita diketahui dapat terjadi penurunan aliran  darah ke vagina yang tentu saja dapat berakibat  terganggunya kehidupan seksual.

Itulah beberapa bahaya yang dapat timbul akibat dari  hipertensi yang tidak terkontrol. Semoga artikel  tersebut dapat memberikan sedikit pengetahuan  mengenai bahaya penyakit hipertensi tang tidak terkontrol. Melakukan  pencegahan dengan memperbaiki pola hidup kita akan  bisa mengontrol tekanan darah kita. Jika telanjur  telah mengidap hipertensi, jangan ragu untuk  melakukan pemeriksaan dokter dan mengikuti terapi  yang disarankan. Semoga bermanfaat.

 

 

 

Cara Mengontrol Tekanan Darah Tinggi

mengontrol tekanan darah tinggiobathipertensi.info,- Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu kondisi serius yang dapat mengakibatkan penyakit cardiovascular seperti serangan jantung, stroke, ginjal, dan sebagainya. Sebagian besar penderit ahipertensi tidak menunjukkan gejala apapun. Walaupun beberapa penderita dengan stadium awal tekanan darah tinggi mungkin mengalami sakit kepala, pusing.

Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki tekanan darah tinggi atau tidak adalah dengan mengukur tekanan darah. Tekanan darah normal yaitu 120/80. Apabila tekanan darah diatas 140/90, maka tekanan darah dianggap tinggi.

Meskipun terdapat kemungkinan secara genetik cenderung memiliki hipertensi, tetapi terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol tekanan darah tinggi, salah satunya yaitu dengan mengubah pola hidup maka kita akan dapat menurunkan dan mengontrol tekanan darah serta dapat mengurangi resiko komplikasi yang mungkin timbul.

Dibawah ini merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk dapat mengontrol tekanan darah tinggi, yaitu :

Berolahraga Secara Teratur

jalan-kakiMelakukan aktivitas fisik setidaknya 30-60 menit dalam seminggu secara teratur dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Berkonsultasilah dengan dokter mengenai pengembangan program latihan. Dokter dapat membantu dalam menentukan apakah penderita memerlukan olahraga. Bahkan aktivitas moderat seperti jalan kaki dan latihan ringan selama seminggu dapat membantu.

Mengurangi Berat Badan dan Mengontrol Lingkar Pinggang

Tekanan darah dapat meningkat seiring dengan bertambahnya berat badan. Secara umum, semakin turun berat badan, maka semakin rendah tekanan darah. Selain menurunkan berat badan, ukurang lingkar juga harus diperhatikan.  Penumpukan berat badan disekitar pinggang dapat menempatkan penderita pada resiko yang lebih besar dari tekanan darah tinggi.

Mengonsumsi Makanan Sehat

Makanan yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi diaintaranya yaitu makanan yang mengandung biji-bijian, buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, dan skimps pada lemak jenuh dan kolesterol.

Kurangi Garam Atau Sodium Dalam Diet

garam-550x412Selain beberapa cara mengontrol tekanan darah tinggi diatas, Pengurangan kecil pada sodium dalam diet juga dapat menurunkan tekanan darah hingga 2-8 mmHg. Bila Anda tidak merasa seperti Anda dapat secara drastis mengurangi kandungan garam dalam diet, maka Anda dapat menguranginya secara bertahap.

Batasi Jumlah Konsumsi Alkohol

Alkohol dapat memberikan dampak baik dan buruk bagi kesehatan. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan alkohol justru dapat meningkatkan tekanan darah dan dapat mengurangi efektifitas dari obta tekanan darah tinggi.

Hindari Produk Tembakau dan Asap Rokok

Kandungan nikotin yang terdapat didalam tembakau dapat meningkatkan tekanan darah satu jam setelah merokok. Selain itu, Anda harus menghindari asap dari rokok. Menghisap asap dari rokok perokok lain juga dapat menimbulkan resiko terhadap masalah kesehatan, salah satunya tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Kurangi Kafein

19674882Meminum minuman yang mengandung kafein sementara dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, namun belum jelas efek dari kafein tersebut apakah sementara atau tahan lama. Terlepas dari kepekaan terhadap efek kafein, dontermenyarankan untuk mengonsumsi minuman yang mengandung kafein tidak lebih dari 200 miligram perhari atau setara dengan dua cangkir kopi.

Mengurangi Stress

Kecemasan atau sterss sementara dapat meningkatkan tekanan darah. Jika Anda tidak dapat menghilangkan sterss, setidaknya Anda bisa mengatasinya denga cara yang sehat. Luangkan waktu istirahat untuk melakukan latihan pernafasan, atau Anda juga dapat melakukan terapi pijat, mengikuti yoga atau meditasi.

Monitor Tekanan Darah Dirumah dan Berkonsultasilah Dengan Dokter

Belajar memonitor tekanan darah dirumah dengan monitor lengan atas dapat membantu memotivasi Anda. Konsultasikan dengan dokter mengenai pemantauan dirunah sebelum melakukannya.

Dukungan Dari Keluarga dan Teman

Keluarga dan tema dapat membantu meningkatkan kesehatan Anda dengan mendorong Anda untuk selalu berhati-hati, mendorong untuk melakukan pemeriksaan kedokter atau memulai program latihan untuk menjaga tekanan darah teteap normal.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan sebagai salah satu cara mengontrol tekanan darah tinggi Anda. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan membantu kita dalam menjalankan hidup yang lebih sehat.

 

 

Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil

hamil-menuobathipertensi.info,- Ketika hamil wanita biasanya akan mengalai perubahan, baik secara psikologis maupun psikis. Kehamilan harus benar-benar dijaga dengan baik agar ibu dan janin yang dikandungnya selalu dlam kondisi yang baik. Terdapat banyaj hal yang dapat membahayakn kehamilan, salah satunya yaitu hipertensi. Tekanan darah tinggi atau hipertensi pada ibu hamil akan sangat membahayakan, baik bagi kandungannya itu sendiri maupun bagi sang ibu. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya diatas 140/90 mmHg. Hipertensi pada kehamilan banyak terjadi pada usia ibu hamil dibawah 20 tahun dan diatas 40 tahun, kehamilan dengan bayi kembar, atau terjadi pada ibu dengan kehamilan pertama.

Selama ini penyebab khusus dari penyakit hipertensi pada kehamilan ini belum jelas, karena penyebab dari penyakit ini sering dikaiykan dengan penyebab-penyebab umum hipertensi yang lainnya. Banyak yang menduga bahwa penyakit ini sangat berkaitan dengan perubahan hormon yang biasa terjadi pada masa kehamilan yang mungkin memicu reaksi penolakan imunologik dari janin.

Hipertensi pada kehamilan merupakan jenis hipertensi yang cukup membahaykan karena dapat menyebabkan timbulnya pre-eklampsia, yaitu naiknya tekanan darah dan kadar protein dalam urine. Kehamilan dengan pre-eklampsia akan beresiko bayi lahir dengan berat kurang, lahir prematur, bahkan dapat menyebabkan bayi meninggal saat lahir.

Mengingat bahaya yang akan timbul, maka ibu hamil disarankan untuk selalu menjaga kehamilannya. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakuakn untuk mencegah terjadinya hipertenai pada kehamilan, yaitu :

  1. Memperhatikan pola makan. Perbanyaklah mengonsumsi sayuran, ikan, buah-buahan, serta air putih. Penuhi kebutuhan gizi ibu hamil setiap hari dan pasyikan kebutuhan protein, mineral, karbohidrat, vitamin dan serat tercukupi. Selain itu, kurangi konsumsi makanan yang mengandung hidrat arang dan garam.
  2. Konsumsi makanan yang dapat menurunkan tekanan darah seperti ikan, coklat, pisang, dan jeruk.
  3. Terapkan pola hidup sehat. Kebiasaan mengonsumsi alkohol dan merokok dapat memicu timbulnya hipertensi. Bahkan pola hidup yang kurang sehat sehat tersebut dapat berdampak buruk pada kesehatan janin.
  4. Rajinlah berolahraga. Olahraga bermanfaat melancarkan sirkulasi darah dan oksigen dalam tubuh. Olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, renang, dan sebagainya dapat membantu menurunkan tekanan darah.
  5. Hindari stress, karena stress dapat memicu tekanan darah naik. Maka dari itu, agar tekanan darah tetap normal usahakan agar ibu tetap tenang dan gembira.
  6. Hindari kelelahan. Kelelahan dan kurangnya istirahat dapat menyebankan tekanan darah tinggi.
  7. Rajinlah mengontrol kondisi kandungan pada dokter kandungan atau bidan. Lakukan juga pengecekan pada tekanan darah secara rutin.

Jika hipertensi tidak ditangani secara tepat, maka dapat berujung pada nyawa ibu dan janin yang dikandungnya. Penanganan hipertensi dalam kehamilan tidak selalu sama, karenanya untuk mendapatkan penanganan yang tepat harus melalui pemeriksaan dokter terlebih dahulu. Semoga tips pencegahan hipertensi pada ibu hamil diatas dapat bermanfaat.

 

 

 

 

Pengobatan Hipertensi Dengan Daun Salam

daun-salamobathipertensi.info,- Selama ini kita sering menggunakan  daun salam sebagai bahan pelengkap  suatu masakan. Namun siapa yang  menyangka, ternyata salam juga  memiliki khasiat yang baik untuk  digunakan untuk terapi kesehatan, salah  satunya untuk mengatasi hipertensi.

Kandungan senyawa aktif dalam daun  salam yang baik untuk kesehatan yaitu  minyak asiri yang mengandung sitral,  seskuiterpen , lakton, eugenol, dan fenol.  Selain itu, senyawa lain yang terkandung  didalamnya adalah saponin, triterpen,  flavonoid, tanin, polifenol, dan alkaloid.

Daun Salam Untuk Mengatasi Hipertensi

Seperti yan telah disebutkan diatas, daun  salam memiliki khasiat untuk mengatasi  hipertensi. Didalam daun salam  mengandung minyak asiri (sitral,  eugenol), tanin dan flavonoid. Flavonoid  dalam daun salam berfungsi sebagai  antioksidan yang mampu mencegah  terjadinya oksidasi sel tubuh. Semakin  tinggi oksidasi sel dalam tubuh, maka  semakin tinggi resiko untuk mengidap  penyakit degeneratif. Kandungan  flavonoid dalam daun salam dapat  membantu dalam mencegah terjadinya   tekanan darah tinggi, menurunkan  kadar kolesterol dalam tubuh,  menurunkan kadar gula darah, dan  menurunkan kadar asam urat.

Pengobatan hiperteni dengan daun  salam sendiri, meskipun masih sebatas  uji pre klinis yang dilakukan pada seekor  tikus dengan hipertensi. Namun, hasil  yang terlihat nyata dimana apabila  digunakan secara rutin daun salam  dapat menurunkan tekanan darah  hingga mencapai tekanan  darah normal  kembali. Namun, jika mengonsumsi  daun salam secara tunggal dapat  menimbulkan efek samping, salah  satunya yaitu konstipasi. Dimana ketka  mengonsumsi daun salam ditemukan  feses yang lebih sedikit karena ekstrak  daun salam dapat menurunkan rasio  transit pada pencernaan yang membuat  buang air besar menjadi sulit. Maka dari  itu disarankan untuk mengombinasikan  daun salam salah satunya dengan daun  cincau. Menurut hasil penelitian,  kombinasi kedua bahan tersebut sangan  cocok dan dapat meningkatkan jumlah  feses.

Bagian dari tanaman daun salam yang  dapat digunakan adalah kulit batang,  akar, daun dan buah. Namun, bagian  yang sering digunakan baik untuk  melengkapi bumbu masakan maupun  untuk terapi pengobatan adalah bagian  daun.

Cara Konsumsi Daun Salam Untuk  Mengatasi Hipertensi
  • Siapkan 7-10 lembar daun salam yang  telah dicuci bersih dan 3 gelas air.
  • Rebus air dan daun salam tersebut  sampai air tersisa 1 gelas.
  • Kemudian dinginkan dan saring air  rebusan tersebut.
  • Minumlah ramuan tersebut 2 kali sehari  (pagi dan sore) masing-masing sebanyak  100 ml.

Dalam beberapa penelitian yang telah  dilakukan untuk mengetahui khasiat  daun salam, ternyata daun salam bukan  hanya berkhasiat untuk mengatasi  hipertensi, namun juga berkhasiat untuk  mengatasi diare karena kandungan  tannin yang tinggi didalam daun salam.  Bahkan dalam penelitian yang dilakukan  oleh dosen farmasi ITB, menyebutkan  bahwa daun salam juga berkhasiat  untuk menyatasi penyekit diabetes  mellitus dan asam urat.

Semoga informasi pengobatan hipertensi  dengan daun salam diatas dapat  bermanfaat dan juga dapat membantu  kita dalam mengatasi berbagai masalah  kesehatan, salah satunya hipertensi.

 

Penyakit Jantung Hipertensi

hypertensive-heart-disease1obathipertensi.info,- Bersamaan dengan  gangguan lemak, diabetes mellitus, dan  merokok hipertensi menajadi faktor  resiko utama terjadinya penyakit  jantung. Sayangnya, para penderita tidak  menyadarinya dan baru mengetahuinya  ketika jantung telah lelah bekerja  memompa darah dengan tekanan yang  ekstra.

Penyakit jantung hipertensi (Hipertensi  Heart Disease, HHD) merupakan istilah  yang digunakan untuk menyebutkan  penyakit jantung secara keseluruhan,  mulai dari Left Ventricle  Hyperthrophy  (LVH), aritmia jantung, Penyakit  jantung koroner, dan penyakit jantung  kronis (CHF) yang disebabkan oleh  peningkatan karena tekanan darah, baik  secara langsugn maupun tidak langsung.

Penyakit jantung hipertensi merujuk  pada suatu kondisi yang disebabkan oleh  peningkatan tekanan darah (hipertensi).  Hipertensi yang berlangsung lam dan  tidak terkontrol dapat mengubah  struktur miokard, pembuluh darah dan  sistem konduksi jantung. Tekanan darah  tinggi dapat meningkatkan beban kerja  jantung, dan lama kelamaan dapat  mengakibatkan otot jantung mengalami  penebalan. Akibat dari jantung  memompa darah melawan tekanan  yang meningkat pada pembuluh darah  yang meningkat, maka Ventrikel kiri  akan mengalami pembesaran dan  jumlah darah yang dipompa jantung  setiap menitnya berkurang. Hipertensi  juga berpengaruh terhadap penebalan  dinding  pembuluh darah yang akan  mendorong terjadinya peningkatan  kolesterol yang akan terakumulasi pada  dinding pembuluh darah. Hal tersebut  akan meningkatkan resiko serangan  jantung dan stroke. Penyakit jantung  hipertensi merupakan faktor utama  penyakit dan kematian akibat hipertensi.

Berdasarkan data dari WHO, hanya 25%  dari 50% penderita hipertensi  mendapatkan pengobatan. Padahal,  semua  gejala penyakit jantung seperti  nyeri dada, sesak napas, ataupun  jantung berdebar  dapat segera ditangani  jika penderita lebih awal mengetahuinya.

Gejala Jantung Hipertensi

Anda perlu mewaspadai berbagai gejala  yang timbul, seperti sakit kepala, sakit  dada, jantung berdebar, sakit ditengkuk,  mudah lelah, penglihatan kabur, dan  mimisan. Karena itu semua bisa saja  merupakan gejala dari hipertensi yang  merujuk ke gagal jantung.

Pada tahap awal, pada umumnya  penderita tidak mengalami keluhan,  seperti halnya pada hipertensi. Bila  sistomatik, maka biasanya disebabkan  oleh :

  • Peningkatan tekanan darah itu sendiri  seperti berdebar-debar, rasa melayang  (dizzy) dan impoten.
  • Cepat capek, sesak napas, sakit dada,  bengkak kedua kaki atau perut.
  • Penyakit dasar seperti pada hipertensi  sekunder, seperti polidipsia, poliuria,  kelemahan otot pada aldosteronisme  primer, peningkatan berat badan yang  cepat dengan emosi yang labil pada  sindrom cushing. Feokromositoma dapat  timbul denhan keluhan episode sakit  kepala, palpitasi, benyak keringat, dan  rasa melayang saat berdiri (postural  dizzy).

Pncegahan dan pengobatan penyakit jantung hipertensi  secara garis besar dibagi menjadi 2 jenis,  antaralain :

Non farmakologis

Mulailah dengan menjaga makanan,  pilihlah makanan yang mengandung  kadar garam yang rendah serta banyak  minum air putih, berhenti merokok dan  kurangi konsumsi alkohol, hindari stress,  lakukan diet hipertensi jenis DASH, dan  lakukan olahraga ringan secara teratur.

Farmakologis

Golongan obat yang biasanya akan  diberikan kepada penderita seperti obat  diuretika, penyekat beta, antagonis  kalsium, penghambat ACE, vasodilator  langsung. Obat-obatan tersebut dapat  digunakan dengan memperhatikan  kondisi penderita dan menyakit lain yang  diderita oleh penderita.

Hipertensi Esensial

Hipertensi-primer-atau-esensialobathipertensi.info,- Hipertensi atau tekanan  darah tinggi merupakan keluhan yang  sering terjadi pada masyarakat. Setiap  tahun jumlah penderita hipertensi  semakin meningkat. Jika penderita  hipertensi tidak mendapatkan  pengobatan dan pengontrolan secara  rutin, maka akan berdampak terjadinya  kasus-kasus serius bahkan hingga bisa  menyebabkan kematian. Dari seluruh  kasus hipertensi 95% merupakan  hipertensi esensial.

Hipertensi esensial yaitu hipertensi yang  penyebabnya belum/tidak diketahui  dengan pasati. Biasanya hipertensi ini  berhubungan dengan riwayat genetik  yang diturunkan dari keluarga yang  pernah atau menderita hipertensi. Secara  umum tekanan darah pada orang  dewasa (usia >18 tahun) diklasifikasikan  menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok  normal, prehipertensi, hipertensi derajat  I, dan hipertensi derajat II.

Klasifikasi tekanan darah

Klasifikasi Tekana Darah    Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
Normal  <120  <80
Prehipertensi 120-139  80-89
Hipertensi Derajat I 140-159 90-99
Hipertensi Derajat II  >160  >100

Penyebab hipertensi esensial biasanya  multifaktorial yang muncul dari  interaksi berbagai macam faktor resiko  tertentu, yaitu :

  • Faktor resiko, seperti usia lanjut, jenis  kelamin wanita, riwayat keluarga, diet  asupan garam, stress, kegemukan  (obesitas), kolesterol LDL tinggi,  merokok, dan diabetes mellitus.
  • Sistem saraf simpatis
  • Keseimbangan vasodilatasi dan vaso  konstriksi pembuluh darah
  • Sistem Renin Angiotensin

Hipertensi yang berlangsung lama tanpa  penanganan dapat menimbulkan  kerusakan pada organ-organ lainnya,  diantaranya jantung, otak, ginjal, arteri,  dan retina. Kerusakan organ tersebut  dapat disebabkan oleh injuri mekanik  langsung dari tekanan darah tinggi  maupun dari efek tdak langsung.

Hipertensi sering tidak disertai oleh  gejala, sehingga para penderita sering  tidak mengetahui kalau dirinya  mengidap hipertensi. Namu, jika  hipertensi yang diserita sudah berat  biasanya akan menimbulkan gejala  seperti sakit kepala, nyeri kuduk,  mimisan, tinitus (tersengar suara  mendenging), dan sebagainya.

Sebenarnya hipertensi dapat  dikendalikan dengan cara menghindari  faktor pencetus. Perubahan gaya hidup  dan melakukan diet rendah garam dan  lemak juga sangat dianjurkan. Selain itu,  lakukan juga olahraga ringan secara  teratur seperti latihan aerobik minimal 3  kali seminggu selama 30 menit. Rokok  dan konsumsi alkohol juga mutlak harus  dihindari.

Semoga informasi hipertensi esensial diatas dapat bermanfaat bagi paa pembaca.

Penyakit Hipertensi Dan Hipotensi

Tanda-Tanda-Dan-Gejala-Penyakit-Darah-Tinggiobathipertensi.info,- Ketika mendengar  kata hipertensi dan hipotensi orang  sering merasa bingung, karena kedua  istilah tersebut terdengar sangat mirip.  Hipertensi dan hipotensi merpakan dua  hal yang sangat berlawanan. Dimana  hipertensi berarti tekanan darah tinggi,  sedangkan hipoteni yaitu tekanan darah  rendah.

Hipertensi

Hipertensi merupakan kondisi dimana  tekanan darah mengalami kenaikan  hingga diatas normal yaitu diatas  140/90 mmHg. Nilai normal tekanan  darah seseorang yaitu 120/80 mmHg.  Tekanan darah biasanya naik seiring  dengan bertambahnya usia karena  hilangnya elastisitas pembuluh darah.  Jika tekanand arah tinggi tidak  mendapatkan pengobatan dan  pengontrolan secara teratur, maka  penderita akan mengalami kasus-kasus  yang lebih serius, bahkan hingga  menyebabkan kematian.

stop-drinkingsHipertensi sering disebabkan oleh faktor  sekunder, yaitu karena adanya penyakit  lain yang menyertainya seperti penyakit  ginjal, kelainan hormonal, obat-obatan  tertentu, obesitas, stress dan alkohol.  Selain itu juga hipertensi dapat terjadi  secara primer (hipertensi esensial), yaitu  hipertensi yang penyebabnya  belum/tidak diketahui.

Tekanan darah tinggi memberikan  sebuah ketegangan pada jantung yang  dapat menyebabkan gagal jantung,  pembesaran otot jantung dan kegagalan  katup. Tekanan darah tinggi juga dapat  menimbulkan pecah pembuluh darah  kecil didalam otak, sehingga dapat  memicu terjadinya stroke hemoragik  (perdarahan dalam substansi otak).  Selain itu juga tekanan darah tinggi  dapat menyebabkan gagal ginjal.

Penanganan Hipertensi

Diet Hipertensi
  1. Kandungan garam (Sodium/Natrium)
    Seseorang yang menderita hipertensi  sebaiknya mengontrol asupan garam  yang dikonsumsi. Untuk dapat  mengontrol asupan garam tersebut,  berikut beberapa tips yang dapat  dilakukan :
  • Ketika membeli makanan pilih jumlah  kandungan sodium yang rendah
  • Batasi konsumsi daging dan keju
  • Hindari cemilan yang asin-asin
  • Kurangi pemakaian saus yang  umumnya memiliki kandungan sodium
  • Kandungan Potasium/Kalium
    Suplemen potasium 2-4 gram/hari dapat  membantu menurunkan tekanan darah.  Umumnya potasium banyak ditemukan  pada buah-buahan dan sayuran, seperti  semangka, alpukat, melon, pare, labu  siam, mentimun, lidah buaya, bawang  putih, seledri, dan lain-lain. Selain itu,  kandungan omega-3 juga dikenal sangat  efektif dalam menurunkan tekanan  darah.

 

Hipotensi

Tanda dan GejalaHipotensi merupakan suatu kondis yang  ditandai dengan tekanan darah yang  berada dibawah normal. Hipotensi  merupakan suatu istilah medis yang  biasa digunakan pada seseorang yang  memiliki tekanan darah kurang dari  90/60 mmHg. Seseorang yang  mengalami tekanan darah rendah sering  mengeluhkan keadaan sering pusing,  sering menguap, penglihatan kurang  jelas (kunang-kunang) terutama setelah  duduk lama kemudian berjalan, keringat  dingin, merasa cepat lelah, bahkan  sampai mengalami pingsan yang  berulang. Pada pemeriksaan secara  umum denyut nadi lemah, penderita  terlihat pucat, hal ini disebabkan oleh  suplai darah yang tidak maksimum  keseluruh jaringan tubuh.

Secara umum hipotensi disebabkan oleh  beberapa hal seperti pendarahan,  pelebaran pembuluh darah karena  infeksi yang meluas, volume darah yang  berkurang, penurunan curah jantung,  dan vasolidatasi pembuluh darah.

Terdapat beberapa tips penanganan yang  dapat dilakukan untuk mengatasi  hipotensi, diantaranya :

  • Minum air dalam jumlah yang cukup  banyak, yaitu antara 8 sampai 10 gelas  per hari. Sesekali minum kopi untuk  memicu peningkatan detak jantung  sehingga tekanan darah akan  meningkat.
    mengonsumsi makanan yang  mengandung kadar garam yang cukup.
  • Lakukan olahraga secara teratur, seperti  berjalan kaki pada pagi hari selama 30  menit. Lakukan minimal 3 kali  seminggu untuk membantu mengurangi  timbulnya gejala.
  • Bagi wanita dianjurkan untuk  menggunakan stocking yang elastis.
  • Pemberian obat-obatan yang dapat  meningkatkan tekanan darah hanya  dilakukan jika gejala hipotensi yang  dirasakan benar-benar mengganggu  aktivitas sehari-hari. Selain itu dokter  hanya akan memberikan vitamin  (suport/placebo) serta beberapa saran  yang dapat dilakukan oleh penderita.

Lalu, Lebih berbahaya mana, Hipertensi  atau Hipotensi ?

Menurut slah satu penelitian, hipertensi  memang lebih berbahaya daripada  hipotensi. Dari penelitian tersebut  menyimpulkan bahwa tekanan darah  rendah (hipotensi) memiliki harapan  hidup yang lebih tinggi dibandingkan  dengan orang tekanan darah normal.  Penelitian lain juga menegaskan bahwa  orang yang mengalami hipotensi sejak  kecil usianya relatif lebih panjang dan  lebih sehat. Hipotensi akan menjadi  masalah jika terjadi pada usia dewasa,  dan penderita awalnya dalam keadaan  sangat sehat.
Tetapi, tekanan darah yang terlalu  randah juga tidak baik dan dapat  membahayakan jiwa. Seseorang yang  tekanan darahnya terlalu rendah  darahnya tidak akan mampu dipompa  keseluruh tubuh. Dengan demikian, sel- sel tubuh akan kekurangan nutrisi dan  oksigen yang lama kelamaan bisa  menyebabkan kematian jaringan.

Semoga informasi tentang penyakit  hipertensi dan hipotensi diatas dapat  bermanfaat bagi para pembaca dan  dapat memberikan sedikit pengetahuan  mengenai penyakit hipertensi dan  hipotensi serta dapat membantu kita  untuk menjalani hidup yang lebih sehat.