Penyakit Hipertensi Dan Hipotensi

Tanda-Tanda-Dan-Gejala-Penyakit-Darah-Tinggiobathipertensi.info,- Ketika mendengar  kata hipertensi dan hipotensi orang  sering merasa bingung, karena kedua  istilah tersebut terdengar sangat mirip.  Hipertensi dan hipotensi merpakan dua  hal yang sangat berlawanan. Dimana  hipertensi berarti tekanan darah tinggi,  sedangkan hipoteni yaitu tekanan darah  rendah.

Hipertensi

Hipertensi merupakan kondisi dimana  tekanan darah mengalami kenaikan  hingga diatas normal yaitu diatas  140/90 mmHg. Nilai normal tekanan  darah seseorang yaitu 120/80 mmHg.  Tekanan darah biasanya naik seiring  dengan bertambahnya usia karena  hilangnya elastisitas pembuluh darah.  Jika tekanand arah tinggi tidak  mendapatkan pengobatan dan  pengontrolan secara teratur, maka  penderita akan mengalami kasus-kasus  yang lebih serius, bahkan hingga  menyebabkan kematian.

stop-drinkingsHipertensi sering disebabkan oleh faktor  sekunder, yaitu karena adanya penyakit  lain yang menyertainya seperti penyakit  ginjal, kelainan hormonal, obat-obatan  tertentu, obesitas, stress dan alkohol.  Selain itu juga hipertensi dapat terjadi  secara primer (hipertensi esensial), yaitu  hipertensi yang penyebabnya  belum/tidak diketahui.

Tekanan darah tinggi memberikan  sebuah ketegangan pada jantung yang  dapat menyebabkan gagal jantung,  pembesaran otot jantung dan kegagalan  katup. Tekanan darah tinggi juga dapat  menimbulkan pecah pembuluh darah  kecil didalam otak, sehingga dapat  memicu terjadinya stroke hemoragik  (perdarahan dalam substansi otak).  Selain itu juga tekanan darah tinggi  dapat menyebabkan gagal ginjal.

Penanganan Hipertensi

Diet Hipertensi
  1. Kandungan garam (Sodium/Natrium)
    Seseorang yang menderita hipertensi  sebaiknya mengontrol asupan garam  yang dikonsumsi. Untuk dapat  mengontrol asupan garam tersebut,  berikut beberapa tips yang dapat  dilakukan :
  • Ketika membeli makanan pilih jumlah  kandungan sodium yang rendah
  • Batasi konsumsi daging dan keju
  • Hindari cemilan yang asin-asin
  • Kurangi pemakaian saus yang  umumnya memiliki kandungan sodium
  • Kandungan Potasium/Kalium
    Suplemen potasium 2-4 gram/hari dapat  membantu menurunkan tekanan darah.  Umumnya potasium banyak ditemukan  pada buah-buahan dan sayuran, seperti  semangka, alpukat, melon, pare, labu  siam, mentimun, lidah buaya, bawang  putih, seledri, dan lain-lain. Selain itu,  kandungan omega-3 juga dikenal sangat  efektif dalam menurunkan tekanan  darah.

 

Hipotensi

Tanda dan GejalaHipotensi merupakan suatu kondis yang  ditandai dengan tekanan darah yang  berada dibawah normal. Hipotensi  merupakan suatu istilah medis yang  biasa digunakan pada seseorang yang  memiliki tekanan darah kurang dari  90/60 mmHg. Seseorang yang  mengalami tekanan darah rendah sering  mengeluhkan keadaan sering pusing,  sering menguap, penglihatan kurang  jelas (kunang-kunang) terutama setelah  duduk lama kemudian berjalan, keringat  dingin, merasa cepat lelah, bahkan  sampai mengalami pingsan yang  berulang. Pada pemeriksaan secara  umum denyut nadi lemah, penderita  terlihat pucat, hal ini disebabkan oleh  suplai darah yang tidak maksimum  keseluruh jaringan tubuh.

Secara umum hipotensi disebabkan oleh  beberapa hal seperti pendarahan,  pelebaran pembuluh darah karena  infeksi yang meluas, volume darah yang  berkurang, penurunan curah jantung,  dan vasolidatasi pembuluh darah.

Terdapat beberapa tips penanganan yang  dapat dilakukan untuk mengatasi  hipotensi, diantaranya :

  • Minum air dalam jumlah yang cukup  banyak, yaitu antara 8 sampai 10 gelas  per hari. Sesekali minum kopi untuk  memicu peningkatan detak jantung  sehingga tekanan darah akan  meningkat.
    mengonsumsi makanan yang  mengandung kadar garam yang cukup.
  • Lakukan olahraga secara teratur, seperti  berjalan kaki pada pagi hari selama 30  menit. Lakukan minimal 3 kali  seminggu untuk membantu mengurangi  timbulnya gejala.
  • Bagi wanita dianjurkan untuk  menggunakan stocking yang elastis.
  • Pemberian obat-obatan yang dapat  meningkatkan tekanan darah hanya  dilakukan jika gejala hipotensi yang  dirasakan benar-benar mengganggu  aktivitas sehari-hari. Selain itu dokter  hanya akan memberikan vitamin  (suport/placebo) serta beberapa saran  yang dapat dilakukan oleh penderita.

Lalu, Lebih berbahaya mana, Hipertensi  atau Hipotensi ?

Menurut slah satu penelitian, hipertensi  memang lebih berbahaya daripada  hipotensi. Dari penelitian tersebut  menyimpulkan bahwa tekanan darah  rendah (hipotensi) memiliki harapan  hidup yang lebih tinggi dibandingkan  dengan orang tekanan darah normal.  Penelitian lain juga menegaskan bahwa  orang yang mengalami hipotensi sejak  kecil usianya relatif lebih panjang dan  lebih sehat. Hipotensi akan menjadi  masalah jika terjadi pada usia dewasa,  dan penderita awalnya dalam keadaan  sangat sehat.
Tetapi, tekanan darah yang terlalu  randah juga tidak baik dan dapat  membahayakan jiwa. Seseorang yang  tekanan darahnya terlalu rendah  darahnya tidak akan mampu dipompa  keseluruh tubuh. Dengan demikian, sel- sel tubuh akan kekurangan nutrisi dan  oksigen yang lama kelamaan bisa  menyebabkan kematian jaringan.

Semoga informasi tentang penyakit  hipertensi dan hipotensi diatas dapat  bermanfaat bagi para pembaca dan  dapat memberikan sedikit pengetahuan  mengenai penyakit hipertensi dan  hipotensi serta dapat membantu kita  untuk menjalani hidup yang lebih sehat.

 

Labu Siam Untuk Tekanan Darah Tinggi

labuhobathipertensi.info,- Hampir semua orang terutama di  Indonesia mengenal labu siam. Labu siam ini terdapat  dipasar-pasar tradisional dan juga dipusat perbelanjaan, sehingga  tidak sulit untu menemukannya. Selain digunakan sebagai  bahan makanan, ternyata labu siam ini juga dapat digunakan  sebagai obat tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Labu siam memiliki kadar serat yang cukup baik, yaitu 1,7  g/100 g. Konsumsi serat dalam jumlah yang cukup sangat  baik untuk mengatasi sembelit dan aman untuk lambung  yang sensitif atau radang usus. Selain itu, labu siam jug akaya  akan kalium. Kalium berfungsi untuk mengendalikan  tekanan darah, terapi darah tinggi, serta membersihkan  karbondioksida dalam darah. Kalium juga bermanfaat untuk  memicu kerja otot dan simpul saraf. Kalium yang tinggi juga  akan memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan  membantu memperlancar keseimbangan cairan, sehingga  tubuh menjadi lebih segar.

Selain itu juga diduga kandungan serat soluble dalam lanu  siam mungkin dapat mengikat sebagian garam empedu yang  masuk ke dalam usus 12 jari. Selain bersifat diuretic (peluruh  air seni), kandungan alkoloidnya dapat membuka pembuluh  darah yang tersumbat. Melalui air seni akibat sifat diuretic  dari labu siam banyak terbuang, kandungan garam didalam  darah pun ikut berkurang. Berkurangnya kadar garam yang  bersifat menyerap atau menahan air ini akan meringankan  kerja jantung dalam memompa darah, sehingga tekanan  darah akan menurun.

Cara mengonsumsi labu siam untuk tekanan  darah tinggi, yaitu :

  • Siapkan 1 buah labu siam dan 2 buah mentimun ukurang  sedang
  • Cuci bersih dan iris kecil
  • Jus irisan kedua bahan tersebut

Aturan pakai : Minum jus tersebut 3 kali sehari sampai  tekanan darah kembali normal.

Selain dengan cara di jus, labu siam juga dapat dikonsumsi  dengan cara lain. Caranya parut 1 buah labu siam lalu peras  dan air perasannya diminum pagi dan sore hari sampai  tekanan darah kembali normal.

Semoga informasi labu siam untuk tekanan darah tinggi  diatas dapat bermanfaat dan memberikan kita solusi dalam  mengobati tekanan darah tinggi secara alami dan tentunya  mudah untuk dilakukan.

 

Diet Hipertensi

dietobathipertensi.info,- Penyakit hipertensi merupakan sejenis penyakit yang kini banyak diderita oleh masyarakat. Pola hidup dan pola makan yang tidak seimbang dan tidak sehat merupakan penyebab seseorang terserang penyakti hipertensi. Penyakit ini memiliki efek jangka panjang dan mempercepat terjadinya penumpukan lemakn di dalam pembuluh darah. Apabila dibiarkan terus menerus makan akan menyebabkan terjadinya serangan jantung, penyakit jantung, stroke, dan juga sakit ginjal.

Tidak ada tombol otomatis untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Perpaduan antara pola makan yang sehat dan olahraga menjadi salah satu kunci yang dapat dilakukan untuk dapat menjalani hidup yang lebih baik. Dokter akan menyarankan penderita hipertensi untuk melakukan diet hipertensi. Pantangan utama bagi penderita hipertensi adalah garam, alkohol, dan lemak jahat.

Diet hipertensi merupakan diet bagi penderita hipertensi yang bertujuan untuk membantu menurunkan tekanan darah dan mempertahankan tekanan darah menuju normal. Selain itu, diet hipertensi juga ditujukan untuk menurunkan faktor resiko hipertensi lainnya, seperti berat badan yang berlebih, tingginya kadar lemak (kolesterol) dan asam urat dalam darah.

Penelitian-penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa apa yang kita makan dapat mempengaruhi tekanan darah kita. Konsumsi makanan dapat berpengaruh terhadap penurunan atau peningkatan tekanan darah. Diet dengan kadar sodium (garam) yang rendah  dapat membantu menurunkan tekanan darah. Panduan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension = Pandean Diet Untuk Mengendalikan Hipertensi) merupakan panduan diet yang menspesifikasikan bahan makanan tertentu telah dianjurkan untuk dapat menurunkan dan mengontrol tekanan darah.

DASH merupakan panduan diet hipertensi yang mencakup makanan-makanan dengan kadar lemak jenuh, kolesterol, dan kadar lemak yang rendah serta kaya akan magnesium, kalium, kalsium, protein dan serat. Panduan diet hipertendi DASH lebih menekankan pada konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran dan produk susu olahan yang rendah lemak serta menganjurkan untuk mengonsumsi ikan, unggas, produk olahan gandum dan kacang-kacangan. Makanan-makanan seperti daging merah, makanan manis, dan minjuman yang mengandung gula harus dikurangi.

Dengan mengatur pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi, penderita hipertensi dapat menurunkan tekanan darah yang tinggi dan mengendalikan serta mempertahankan tekanan darah dalam batas normal.

Jenis Makanan Dalam Panduan Diet Hipertensi DASH
DASH

  • Gandum dan produk olahan gandum/biji-bijian.  Contohnya seperti roti gandum, bagel,sereal, oatmeal, crackers gandum, dan popcorn tanpa garam. Gandum memiliki manfaat sebagai sember energi dan serat.
  • Buah-buahan. Buah-buahan yang dianjurkan yanitu yang berfungsi sebagai sumber kalium, magnesium dan serat, diantaranya pisang, kurma, anggur, jeruk, mangga, melon, nanas, jeruk bali, plum, persik, kismis, jeruk mandarin, dan stroberi.
  • Sayur-sayuran. Manfaat sayur-sayuran sama dengan buah-buahan, yaitu sebagai sumber kaliu, magnesium dan serat. Contoh sayur-sayuran yang disarankan yaitu tomat, kentang, wortel, kapri, brokoli, bayam, kacang hijau, ubi, labu, sawi hijau, dan kol.
  • Produk susu rendah lemak. Misalnya susu tanpa lemak atau rendah lemak, keju tanpa lemak atau rendah lemak, dan yoghurt tanpa lemak atau rendah lemak.
  • Kacan-kacangan, polong-polongan, biji-bijian. Contohnya almond, kacang tanah, biji bunga matahari, kacang merah, kacang kapri. Kacang-kacangan tersebut bermanfaat sebagai sumber energi, magnesium, kalium, protein dan serat.
  • Lemak dan minyak. Asupan lemak yang tetap diperlukan oleh tubuh sebagai sember kalori, seperti minyak sayur (olive oil), mayonais rendah lemak, margarin rendah lemak.
  • Makanan Manis. Makanan manis dalam jumlah terbatas dan rendah lemak sebagai slaah satu sumber kalori yang diperlukan oleh tubuh. Contohnya seperti gula, selai, sirup buah, peren dan agar-agar.

Memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi sangatlah penting dilakukan para penderita hipertensi. Karena makanan meiliki peranan yang sangat penting dalam memengaruhi tekanan darah baik mengurangi maupun meningkatkan tekanan darah.

Semoga informasi diet hipertensi diatas dapat bermanfaat dan dapat membantu kita dalam menjalani hidup yang lebih sehat.

Hubungan Hipertensi Dengan Penyakit Stroke

stroke hipertensiobathipertensi.info,- Menurut WHO, stroke merupakan tanda-tanda khas mengenai gangguan fungsi serebral secara global yang berkembang dengan cepat serta gejala yang berlangsung selama 24 jam/lebih pengaruh kematian tanpa penyebab yang jelas, dengan tanda-tanda yang berkenaan dengan aliran darah ke otak. Seringkali seseorang terkena serangan stroke, padahal sebelumnya tidak menunjukkan gejala penyakit yang serius, hanya kadang-kadang sakit kepala dan nyeri tengkuk. Kejadian seperti ini seringkali membuat penderita atau keluarganya tidak percaya. Padahal, pencderita hanya mengalami gejala tekanan darah tinggi yang tidak terlalu berat.

Memang hipertensi dan stroke memiliki keterkaitan yang erat. Bisa jadi selalu ada tekanan darah tinggi pada penderita stroke, maka wajarlah bahwa hipertenai menjadi faktor utama terjadinya stroke. Meskipun banyak faktor lain yang dapat menyebabkan stroke.

Jika tekanan darah tidak terkontrol dengan baik, maka hipertensi bisa menjurus ke stroke dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Ketika hipertensi terjadi dan berlangsung tidak terkontrol, biasanya akan menunjukkan gejala sebelum stroke terjadi. Contohnya ketika tekanan darah naik, bisa jadi diikuti dengan rasa kesemutan. Namun, hal tersebut sering diabaikan, karena penderita hipertensi selalu memerhatikan sakit kepala atau pusing saat tekanan darah naik. Padahal sebenarnya gejala kesemutan pada penderita hipertensi perlu diwaspadai. Kesemutan yang merupakan tanda adanya jaringan syaraf yang terganggu memang memberi situasi klinis adanya masalah dipembuluh darah otak yang mensuplai bagian syaraf tersebut.

otak 2Hipertensi merupakan penyebab meningkatnya resiko penyakit stroke. Memang tidak semua hipertensi dapat menyebabkan serangan stroke, namun prevalensinya menjadi sangat tingi. Bisa jadi hipertensi juga dapat menyebabkan gagal ginjal, serangan jantung, gagal jantung, namun untuk stroke resikonya bisa menjadi sangat besar. Tekanan darah setiap saat berfluktuasi. Terkadang turun, kadang-kadang juga meninggi, terutama jika konsumsi garam berlebihan. Semakin tinggi tekanan darah, maka semakin besar tekanan yang diderita oleh dinding pembuluh darah. Jika tekanan sangat tinggi, maka pembuluh darah dapat pecah, terutama pembuluh darah kecil yang berdinding tipis.

Tekanan darah yang tinggi pada hipertensi akan memicu pecahnya pembuluh darah otak. Pada gilirannya, jaringan otak akan rusak dan timbul gejala-gejala stroke. Stroke akibat hipertensi termasuk ke dalam strokehemoragik atau stroke perdarahan.

Hipertensi bukanlah penyebab tunggal dari stroke. Hipertensi hanyalah salah satu dari sekian banyak penyebab stroke yang lain.

Untuk mengatasi hipertensi memang harus dilakukan perubahan pada pola makan, gaya hidup, pengobatan dan kontrol yang rutin. Mungkin resiko stroke belum hilang dengan terkontrolnya hipertensi, tapi setidaknya akan mengurangi besarnya resiko dari serangan stroke.

Semoga informasi hubungan hipertensi dengan penyakit stroke diatas dapat bermanfaat dan dapat membantu kita untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

 

Penyakit Hipertensi Paru

hipertensi-pulmonalobathipertensi.info,- Istilah hipertensi atau  tekanan darah tinggi memang sudah tidak  asing lagi ditelinga kita. Hipertensi  dikaitkan dengan naiknya tekanan darah  pada pembuluh darah. Namun, tidak  banyak masyarakan yang mengetahui  mengenai penyakit hipertensi paru  (Hipertensi Pulmonal). Penyakit ini  memang kurang banyak diketahui oleh  masyarakat. Hipertensi pulmonal sering  menyerang pada usia produktif dan dapat  menyebabkan kematian. Lalu, apa itu  penyakit hiepertensi paru ?

Hipertenai paru atau hipertensi pulmonal  merupakan jenis tekanan darah tinggi yang  memengaruhi arteri diparu-paru dan sisi  kanan jantung. Dimana tekanan  dipembuluh darah tidak normal, yaitu  pembuluh arteri yang mensuplai darah  tertekan dan menyebabkan tekanan darah  dipembuluh meningkat. Akibatnya darah  sulit melewati paru-paru, sehingga jantung  harus bekerja lebih cepat untuk dapat  mengurangi tekanan tersebut.

Hipertensi pulmonal terbagi menajadi dua  jenis, yaitu hipertensi pulmonal primer dan  hipertensi pulmonal sekunder.

  1. Hipertensi pulmonal merupakan hipertensi  pulmonal yang tidak diketahui  penyebabnya.
  2. Hipertensi pulmonal sekunder merupakan  hipertensi pulmonal yang disebabkan  kondisi medis lain, seperti cacat jantung  bawaan, penyakit yang berhubungan  dengan jaringan, HIV, dan lain-lain.

Penyebab dari hipertensi pulmonal ini pada  umunya selit diketahui. Namun, yang  paling sering menyebabkan penyakit hipertensi  pulmonal yaitu gagal jantung kiri. hal ini  karena diakibatkan oleh gangguan pada  bilik kiri jantung akibat dari gangguan  katup jantung seperti regurgitasi (aliran  balik) dan stenosis (penyempitan katup  mitral). Penyebab lain dari hipertensi  pulmonal yaitu HIV, penyakit bawaan,  penyakit tiroid, sirosis hati, anemia sel sabit,  dan penyakit autoimun. Selain itu, penyakit   pada paru yang dapat menurunkan  oksigen juga dapat menyebabkan hipertensi  pulmonal, seperti Penyakit Paru Obstruktif  Kronik (PPOK), penyakit aparu interstitial  dan sleep apnea, yaitu henti napas sesaat  pada saat tidur.

Gejala-gejala awal penyakit hipertensi paru  hampir mirip dengan kondisi-kondisi lain,  sehingga hipertensi plumonal sulit  terdeteksi dan mencapai tahap lanjut.  Gejala yang timbul biasanya meliputi :

  • Sesak napas yang timbul secara bertahap
  • Kelemahan
  • Batuk tidak produktif
  • Pingsan atua sinkop
  • Edema perifer (pembengkakan pada  tungkai terutama pada tumit dan kaki)
  • Hemoptisis (batuk berdarah)

Pada tahap awal hingga lanjut, gejala- gejala tersebut menjadi semakin sehingga  dapat menghambat aktifitas.

Rasa nyeri akibat hipertensi pulmonal akut  dirasakan ditengah-tengah dada seperti  digencet dan diperas dan sering dikacaukan  dengan rasanyeri akibat infark miokard.  Bedanya, rasa nyeri akibat hipertensi  pulmonal akut tidak menjalar ke bahu,  punggung, dan ke bawah rahang. Rasa  nyeri ini timbula kibat pelebaran pembuluh  darah secara mendadak.

1355402620X310Meskipun hipertensi paru umumnya  menyerang pada orang dewasa diusia  produktif, tidak menutup kemungkinan  anak-anak pun dapat terserang penyakit  tersebut. Menurut Dr. Ganesha M  Harimurti SpJP(K), hipretensi paru pada  anak umumnya adalah penyakit hipertensi paru  primer. Pada bayi yang baru lahir sering  tidak terdeteksi karena tidak menunjukkan  gejala-gejala yang signifikan. Namun,  sebenarnya bisa diketahui dengan  memerhtikan apakah si anak susah minum  atau bibir dan kuku jarinya membiru. Oleh  sebab itu, sangat penting untuk  diperhatikan, jangan sampai anak dengan  penyakit jantung bawaan terlambat  ditangani. Hipertensi paru pada anak  dengan penyakit jantung bawaan bisa  muncul ketika anak masih bayi atau saat  anak berusia 4 tahun.

Hingga saat ini tidak ada penyembuhan  untuk penyakit hipertensi paru. Pengobatan  hipertensi paru bertujuan untuk  mengoptimalkan fungsi jantung kiri dengan  menggunakan obat-obatan atau dengan  cara memeperbaiki klep jantung mitral atau  katup aorta (pembuluh darah utama)  untuk memberikan kualitas hidup yang  lebih baik agar penderita bisa menjalankan  aktifitas sehari-hari.Tidak hanya ketekunan dalam menjalani  pengobatan, semangat dan gaya hidup  penderita juga diperlukan untuk tetap  bertahan.

Pembedahan sekat antar serambi jantung  (atrial septostomy) yang dapat  menghubungkan antara serambi kanan  dan kiri dapat mengurangi tekanan pada  jantung kanan, tetapi dampak dari terapi ini  dapat mengurangi kadar oksigen dalam  darah (hipoksia). Transplantasi paru dapat  menyembuhkan hipertensi pulmonal  namun komplikasi terapi ini cukup banyak  dan angka harapan hidupnya kurang lebih  selama 5 tahun.

Pengaruh Dari Tekanan Darah Tinggi

imagesobathipertensi.info,- Tekanan darah tinggi  (hipertensi) merupakan suatu keadaan  dimana tekanan darah lebih tinggi dari  batas normal. Saat yang paling kritis bagi  pasien hipertensi adalah menjelang pagi  hari. Bagi penderit ahipertensi, insiden  tertinggi serangan jantung dan stroke  berkaitan erat dengan meningkatnya  tekanan darah dipagi hari.

Hipertensi secara perlahan dapat merusak  organ tubuh manusia, yang lambat laun  akan menunjukkan gejala kerusakan organ  yang lebih progresif. Salah satu pengaruh  hipertensi jika tidak ditangani secara baik  yaitu dapat merusak pembuluh darah  arteri. Arteri yang rusak dapat  menyebabkan terganggunya aliran darah,  yang artinya kebutuhan oksigen dan nutrisi  pada organ dan jaringan tubuh lain juga  akan ikut terganggu. Hipertensi dapat  menyebbakan kerusakan dan penyempitan  arteri. Arteri menjadi keras, kaku dan dapat  menahan aliran darah.

Berikut beberapa organ tubuh yang  beresiko mengalami gangguan akibat  rusaknya arteri, diantaranya :

Jantung

Jantung harus bekerja lebih keras dalam  memompa, ditambah lagi dengan  terjadinya sumbatan dari pembuluh darah  sehingga otot-otot jantung akan membesar  dan tidak efisien lagi dalam memompa  jantung. Akibat dari aliran darah yang tidak  lancar, penderita beresiko terkenan  serangan jantung.

Otak

Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan  pada pembuluh darah di otak dan  mengakibatkan pecahnya pembuluh darah  otak sehingga dapat terjadi serangan stroke.

Ginjal

penyakit-ginjal-1024x768Ginajl seharusnya berfungsi sebagai  penyaring air yang berlebih da limbah  makanan yang berasal dari darah. Namun  jika arteri rusak, maka peredaran darah  juga akan ikut terganggu dan ginjal tidak  dapat berfungsi dengan baik, sehingga  limbah tersebut menumpuk. Selain itu juga  sel-sel ginjal dapat rusak karena gangguan  asupan nutrisi dan darah ke ginjal.

Mata

Peredaran darah ke mata yang terhambat  dapat mengakibatkan gangguan  pandangan, seperti rabun, pendarahan,  bahkan kebutaan.

Organ Vital

Pada laki-laki, hipertensi dapat  menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.  Sedangkan pada wanita dapat  menyebabkan kehilangan gairah seksual,  vagina terasa kering dan tidak dapat  melakukan orgasme.

Tulang

Kepadatan tulang dapat berkurang dan  mudah keropos karena hipertensi memicu  banyaknya kalsium yang terbuang melalui  urin. Terutama bila terjadi pada wanita  dewasa.

Pada tingkat tertentu memang hipertensi  harus diatasi dengan obat-obatan. Namun,  dengan turut mengubah gaya hidup Anda  dapat menyempurnakan pengobatan secara  maksimal dan juga sekaligus dapat  melakukan pencegahan. Berikut beberapa  tips  yang dapat dilakukan untuk mencegah  hipertensi :

  • Munrurunkan berat badan bagi yang  memiliki berat vadan yang berlebih. Karena   biasanya tekanan darah dapat meningkat  seiring dengan naiknya berat badan.
  • Melakukan olahraga yang bersifat aerobik  selama 30 menit sampai 1 jam perhari akan  jauh lebih baik daripada menggabungkan  seluruh porsi latihan di aklhir pekan. Selain  itu, melakukan olahraga secara rutin dan  teratur juga dapat menurunkan berat  badan.
  • Diet yang sehat dan tepat. Diet yang kaya  akan biji-bijian, buah, sayuran, dan susu  rendah lemak dapat membantu  menurunkan tekanan darah. Kurangi  makanan asin, makanan beku, dan daging  olahan.
  • Hindari rokok, baik perokok aktif maupun  perokok pasif.
  • Hindari kafein, karena kafein dapat  menyebabkan kenaikan tekanan darah  meskipun hanya bersifat sementara.  Disarankan untuk tidak mengonsumsi  kafein lebih 2 cangkir sehari, terutama bagi  mereka yang berusia lanjut dan penderita  dengan obesitas karena kafein dapat  berdampak lebih buruk bagi tekanan darah.
  • Kelola stress dengan baik. pengelolaan stress  sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh  kita. Kegiatan relaksasi seperti pemijatan  atau yoga dapat membantu mengurangi  stress Anda. Karena stress dapat menaikkan  tekanan darah.

Semoga informasi pengaruh dari tekanan darah tinggi diatas dapat bermanfaat.

Krisis Hipertensi

krisis hipertensiobathipertensi.info,- Dari populasi hipertensi, di  taksir sekitar 70% menderita hipertensi  ringan, 20% hipertensi sedang, dan 10%  hipertensi berat. Pada setiap tingkatan  hipertensi ini dapat menimbulkan krisis  hipertensi dimana tekanan darah diastolik  sangat meningkat hingga 120-130 mmHg  yang merupakan suatu kegawatan medik  dan memerlukan penanganan yang cepat  dan tepat untuk menyelamatkan jiwa  penderita. Krisis hipertensi dibagi menjadi 2  bagian, yaitu hipertensi emergency (darurat) dan hipertensi urgency  (mendesak).

Hipertensi Emergency

Hipertensi emergency merupakan suatu  keadaan yang ditandai oleh peningkatan  tekanan darah >180/120 mmHg yang  disertai bukti adanya kerusakan target  organ akut atau progresif sehingga  memerlukan penurunan tekanan darah  segera dengan menggunakan obat secara  parental.

Hipertensi Urgency

Hipertensi urgensi yaitu situasi  meningkatnya tekanan darah secara tajan  tanpa adanya gejala yang  berat atau  kerusakan target organ progresif. Kondisi  ini memerlukan penurunan tekanan darah  dalam beberapa jam dengan menggunakan  obat oral.

Membedakan kedua jenis krisis hipertensi  ini bukan dari tingginta tekanan darah,  melainkan dari kerusakan organ sasaran.  Hipertensi emergency dan urgency perlu  dibedakan karena cara penanganannya  berbeda.

Krisis hipertensi berpengaruh pada berbagai  sistem organ. Peningkatan tekanan darah  secara tiba-tiba dapat menyebabkan  hiperfungsi dan meningkatkan Cerebral  Blood Flow, yang dapat menyebabkan  tekanan intrakranial meningkat edema  otak.Krisis hipertensi dapat terjadi pada  keadaan-keadaan sebagai berikut :

  1. Penderita hipertensi yang tidak meminum  obat atau meminum obat antihipertensi  tetapi tidak teratur
    Kehamilan
  2. Penggunaan NAPZA
  3. Penderita dengan rangsangan simpatis  yang tinggi seperti luka bakar berat,  phaeochromocytoma, penyakit kolagen,  penyakit vaskular, trauma kepala.
  4. Penderita hipetensi dengan penyakit  parenkim.

Krisi hipertensi dapat terjadi pada penderita  hipertensi esensial maupun hipertensi yang  terakselerasi. Juga dapat terjadi pada  penderita dengan tekanan darah normal  (normotensif). Selain itu juga hipertensi  dapat menjangkit pada usia berapapun,  mengenai neonatus dengan hipoplasi arteri  ginjal kongenital, anak-anak dengan  glomerulonefritis akut, wanita hamil  dengan eklampsia, atau orang yang lebih  tua dengan arterisklerotis stenosis  pembuluh darah ginjal.

Gejala Krisis Hipertensi

Tanda dan GejalaDerajat kenaikan tekanan darah pada  kegawatan dan ada tidaknya penyakit pada  end organ sebelumnya sangat menentukan  tanda dan keluhan yang ada pada krisis  hipertensi. Keluhan yang biasanya timbul  berupa ensefalopati hipertensi dengan  keluhan sakit kepala, perubahan mental  dan gangguan neurologis, mual, muntah,  gangguan kesadaran, atau dapat pula  disertai dengan gejala kerusakan end organ  sepert nyeri dada, pemendekkan napas,  kecemasan, dan lain-lain.

Pada tingkat awal, manifestasi klinis  hipertensi dapat hilang seluruhnya tanpa  meninggalkan komplikasi yang menetap.  Oleh sebab itu, diagnosa harus secepatnya  ditegakkan, supaya tindakan pengobatan  dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Pengobatan Krisis Hipertensi

Tujuan pengobatan hipertensi sebenarnya  tidak hanya untuk menurunkan tekanan  darah, tetapi juga untuk  mencegah/memperbaiki kelainan  fungsional dan struktural yang terjadi  akibat hipertensi (komplikasi organ  sasaran), diantaranya :

  1. Menurunkan tekanan darah seoptimal  mungkin, tetapi tidak mengganggu perfusi  organ sasaran.
  2. Mencegah komplikasi  vaskuler/arteriosklerotik dan kerusakan  organ sasaran, mengontrol faktor resiko  yang lain.
  3. Bila sudah terjadi komplikasi diusahakan  retardasif(kalau mungkin regresi  komplikasi) atau arteriosklerosis dan  kerusakan target organ (LVH, nefropati,  dan sebagainya).
  4. Memantau dan mengontrol efek samping  obat lain yang dapat menambah morbiditas  dan mortalitas.

Tekanan darah yang sedemikian tinggi  pada krisis hipertensi haruslah segera  diturunkan, karena penundaan akan  memperburuk penyakit yang akan timbul.  Namun dipihak lain, penurunan yang  terlalu agresif juga dapat menimbulkan  berkurangnya perfusi dan aliran darah ke  organ vital terutama otak, jantung dan  ginjal. Oleh sebab itu, penurunan tekanan  darah terutama pada hipertensi kronik  harus bertahap dan memerlukan  pendekatan individual.

Semoga informasi tentang krisis hipertensi  diatas dapat bermanfaat dan dapat  memberikan sedikit pengetahuan buat kita  semua. Dan juga mudah-mudahan dapat  membantu kita dalam menjalani hidup  yang lebih sehat.

Penyebab Tekanan Darah Tinggi Pada Usia Remaja

hipertensi pada remajaobathipertensi.info,- Penyakit tekanan  darah tinggi (hipertensi) sudah cukup lama  dikenal dan banyak menyerang hanya pada  usia tua saja. Wajar saja, karena pada usia  lanjut hipertensi dapat disebabkan oleh  menurunnya fungsi pembuluh darah yang  sudah berkurang keelastisannya, juga dapat  dipengaruhi oleh tingginya asupan garam.

Tidak hanya pada orang dewasa dan lanjut  usia saja, ternyata anak dan remaja juga  dapat terserang hipertensi. Pada usia 13-18  tahun hipertensi biasanya tidak  menimbulkan gejala apapun dan biasanya  diketahui ketika mereka melakukan  pemeriksaan kesehatan.

Penyebab Tekanan Darah Tinggi Pada  Remaja

Pada umumnya diyakini bahwa stress  akademik yang menjadi penyebab utama  dari tekanan darah tinggi pada remaja.  Namun, terdapat beberapa hal yang  menjadi penyebab lainnya, yaitu :

Berat Badan Berlebih (Obesitas)

Ternyata 50% remaja yang mengalami  hipertensi memiliki berat badan yang  berlebih (obesitas). Obesitas dapat  menyebabkan timbulnya resistensi insulin  atau tidak mampunya insulin untuk  membantu gula darah masuk ke dalam sel  tubuh. Hal ini dapat menyebabkan  timbulnya gangguan beberapa fungsi  tubuh, salah satunya gangguan pembuluh  darah.

Pada remaja obesitas dengan tekanan darah  tinggi akan dilakukan perubahan pola  hidup terlebih dahulu, seperti usaha  penurunan berat badan, pengurangan  asupan garam, dan peningkatan aktivitas  fisik ternyata telah terbukti mampu  membantu menurunkan tekanan darah.  Jika tekanan darah tidak kunjung turun  atau semakin meningkat, maka obat anti  hipertensi dapat diberikan. Untuk remaja  hipertensi non-obesitas obat antihipertensi  dapat langsung diberikan.

Stress

hipertensi pada remaja-stressStres psikogenik yang dialami oleh para  remaja ternyata juga dapat menyebabkan  timbulnya hipertensi karena perubahan  hormon-hormon dalam tubuh saat sedang  stress. Stress juga berpotensi mengancam  pada aspek kesehatan lain, seperti kondisi  lemak darah yang ada. Kadar kolesterol  yang tidak wajar dan kondisi tekanan darah  tinggi merupakan kombinasi yang  berbahaya bagi kesehatan tubuh. Bahkan  tidak menutup kemungkinan dapat  berlanjut ke stroke dan kematian.

Riwayat Keluarga

Gemetik merupakan salah satu faktor  penyebab hipertensi pada remaja. Remaja  yang memilikiriwayat tekanan darah tinggi  pada keluarganya lebih berpotensi  mengalami hipertensi. Selain itu juga  riwayat kebiasaan keluarga juga berperan.  Dimana apabila anak dibiasakan pola asuh  dan pola hidup yang tidak aktif,  dikhawatirkan si anak beresiko memiliki  tekanan darah tinggi.

Pola Hidup

Pola hidup yang tidak sehat seperti asupan  garam yang berlebih, konsumsi alkohol,  dan kebiasaan merokok juga, pola tidur yang kurang baik juga dapat  menyebabkan timbulnya hipertensi pada  remaja.

Penyakit hipertensi pada usia remaja dapat  memengaruhi timbulnya hipertensi pada  usia yang lebih tua. Oleh sebab itu,  penanganan hipertensi pada usia reamaja  sangat penting untuk dilakukan.  Pencegahan hipertensi pada remaja dapat  dilakukan dengan menjaga berat badan  yang sesuai, mengikuti diet sehat, serta  berolahraga secara teratur. Selain itu,  menerapkan pola hidup yang sehat juga  sangat penting untuk menentukan kualitas  hidup yang lebih baik.

Sekian informasi tentang penyebab tekanan  darah tinggi pada usia remaja. Semoga  bermanfaat dan dapat membantu Anda  dalam mencagah dan mengatasi berbagai faktor  penyebab hipertensi , khususnya pada anak  Anda.

Tekanan Darah Tinggi Pada Lansia

hipertensi-bannobathipertensi.info,- Hipertensi sering kali  disebaut sebagai ‘silent killer’ atau  pembunuh gelap, karena termasuk penyakit  yang mematikan tanpa sisertai gejala-gejala  terlebih dahulu. Hipertensi ditandai dengan  peningkatan tekanan darah diastolik dan  sistolik yang intermiten atau menetap.  Pengukuran tekanan darah serial 150/95  mmHg atau lebih tinggi pada orang yang  berusia diatas 50 tahun memastikan  hipertensi. insiden hipertensi dapat  meningkat seiring dengan bertambahnya  usia. Sekitar 60% lansia akan mengalami  hipertensi setelah berusia 75 tahun. Kontrol  tekanan darah yang ketat pada pasien  diabetes berhubungan dengan pencegahan  terjadinya hipertensi yang tak terkendali.

Hipertensi pada lanjut usia dibedakan  menjadi dua bagian, hipertensi dengan  peningkatan sistolik dan diastolik dijumpai  pada usia pertengahan hipertensi sistolik  pada usia diatas 65 tahun. Tekanan diastolik  meningkat pada usia sebelum 60 tahun dan  menurun sesudah usia 60 tahun, sedangkan  tekanan sistolik meningkat dengan  bertambahnya usia.

Hipertesi menjadi masalah utama pada usia  lanjut, karena sering ditemukan hipertensi  menjadi salah satu faktor utama penyakit  jantung dan penyakit koroner. Lebih dari  sebagian kasus kematian diatas usia 60  athun disebabkan oleh penyakit jantung dan  serebrovaskuler.

Hipertensi pada lanjut usia sebagian besar  merupakan hipertensi sistolik terisolasi  (HST). Meningkatnya tekanan sistolik  menyebabkan besarnya kemungkinan  timbulnya kejadia stroke dan infark  myocard, bahkan walaupun tekanan  diastoliknya normal (isolated systolic  hypertension). Isolated Systolic  Hypertension merupakan bentuk hipertensi  yang paling sering terjadi pada lansia. Pada  suatu penelitian, hipertensi menempati 87%  kasus pada seseorang yang berusia 50  hingga 59 tahun. Dan sekitar 60% hipertensi  pada usia lanjut adalah HST (Hipertensi  Sistolik Terisolasi).

HST ini sering terjadi pada usia lanjut  dikarenakan pembuluh darah arteri  mengalami penurunan elastisitas atau  kekakuan, sehingga respon pembuluh darah  untuk membesar atau mengecil menjadi  berkurang. Gangguan elastisitas pembuluh  darah ini menyebabkan tekanan darah  sistolik meningkat sehingga volume darah  aorta (pembuluh darah dari jantung  keseluruh tubuh) berkurang yang pada  akhirnya menyebabkan tekanan darah  dastolik menurun.

Semakin besar perbedaan antara tekanan  darah sistolik dan diastolik, semakin besar  pula resiko komplikasi ke pembuluh darah  jantung dan akibatnya akan mempengaruhi  organ-organ seperti jantung, otak, dan  ginjal.

Tanda dan gejala tekanan darah tinggi pada lansia  secara umum meliputi :

  • Sakit kepala
  • Peradangan hidung
  • Vertigo
  • Mual dan muntah
  • Perubahan penglihatan
  • Kesemutan pada tangan dan kaki
  • Sesak napas
  • Kejang atau koma
  • Nyeri dada

Pencegahan Tekanan Darah Tinggi Pada lansia

Tidak semua tekanan darah tinggi  (hipertensi) membutuhkan obat. Apabila  hipertensinya tergolong ringan maka dapat  dikontrol melalui perubahan gaya hidup  sehari-hari. Pengontrolan gaya hidup ini  merupakan langkah terbaik dilakukan  untuk mencegah hipertensi. Berikut hal-hal  yang dapat dilakukan bagi penderita  hipertensi untuk mencegah hipertensi, yaitu  sebagai berikut :

  1. Diet rendah lemak. Kurangi atau hindari  makanan gorengan, daging yang memiliki  lemak banyak, susu full cream, telur, dan  sebagainya.
  2. Diet rendah garam. Kurangi pemakaian  garam pada menu makanan sehari-hari dan  makanan yang diasinkan seperti cumi asin,  ikan asin, telur asin, kecap asin, dan lain- lain.
  3. Hindari mengonsumsi daging kambing,  buah durian, atau minuman beralkohol.
  4. Lakukan olahraga secara rutin dan teratur.  Olahraga yang cocok yaitu berupa aktifitas  aerobik seperti jalan kaki, berlari, bersepeda,  berenang, dan lain-lain.
  5. Berhenti merokok bagi para perokok.
  6. Menurunkan berat badan bagi penderita  hipertensi yang disertai dengan kegemukan.
  7. Mengobati penyakit yang menyertai, seperti  kencing manis, hiperthyroid, kolesterol  tinggi, resistensi insulin, rematik, dan  sebagainya.

Pengobatan Hipertensi Pada Lansia

buah-dietSeperti halnya pengobatan hipertensi pada  umumnya, pengobatan dapat diawali  dengan perubahan gaya hidup, seperi  mengurangi asupan garam, berhenti  merokok, dan sebagainya. Namun, jika  perubahan gaya hidup tidak dapat  mengendalikan tekanan darah, maka obat  hipertensi diperlukan.

Obat-obatan yang dipakai bagi lansia  dengan hipertensi selalu dimuali dengan  dosis yang rendah dan akan ditambah  dosisnya secara hati-hati sampai memenuhi  dosis terapi untuk menghindari turunnya  tekanan darah secara tiba-tiba serta obat  hipertensi tersebut harus dikonsumsi secara  teratur. Lakukan pemeriksaan terhadap  tekanan darah secara rutin dan  konsultasikan dengan dokter untuk  mengetahui perkembangan kondisi  kesehatan Anda.

Jika tekanan darah dapat diatasi, maka  resiko terhadap penyakit jantung, stroke,  dan penyakit ginjal kronik akan menurun  pula. Sehingga tidak hanya menurunkan  resiko kematian karena penyakit tersebut,  tetapi orang pada usia lanjut juga menjadi  memiliki kualitus hidup yang lebih baik.

Semoga informasi tekanan darah tinggi  pada lansia diatas dapat memberikan  manfaat bagi pembaca serta dapat  membantu kita dalam menjalani hidup  yang lebih baik.

Bawang Putih Sebagai Obat Hipertensi Yang Alami

hipertensi1obathipertensi.info,- Hipertensi merupakan penyakit yang semakin  banyak dijumpai saat ini, terutama dikota-kota besar. Hipertensi  dapat disebbakan oleh penyakit lain yang tidak diketahui. Penyakit  pemicu ragam komplikasi ini bukan hanya didominasi oleh orang  dengan usia lanjut saja, tetapi pada usia muda atau remaja bahkan  anak-anak juga bisa saja menderita hipertensi. Bukan hanya  dipengaruhi oleh faktor keturunan, tetapi juga diakibatkan oleh  gaya hidup yang tidak sehat, seperti jarang berolahraga, merokok,  mengonsumsi alkohol, kelebihn berat badan, sering stress, dan  saebagainya. Bila faktor penyebab dapat disembuhkan, maka  tekanan darah dapat kembali normal.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) tidak bisa dipandang sebelah  mata. Karena apabila dibiarkan tanpa pengobatan akan  berkembang menjadi penyakit yang lebih parah dan dapat  menimbulkan komplikasi, seperti stroke, penyakit jantung,  penyakit ginjal, dan penyakit berbahaya lainnya. Jika Anda sudah  menderita atau memiliki penyakit hipertensi, Anda dapat  melakukan pengobatan dengan menggunakan bahan alami. Di  Indonesia terdapat banyak rempah-rempah yang biasa kita  gunakan untuk memasak ternyata memiliki khasiat untuk  pengobatan. Salah satunya adalah bawang putih yang brekhasiat  untuk membantu mengatasi penyakit hipertensi dan berbagai  penyakit lainnya.

Bawang Putih Sebagai Obat Hipertensi Alami

khasiat bawang putih dokter kesehatan medis klinisBawang putih menjadi populer karena telah terbukti dapat  digunakan sebagai obat alami yang memberikan banyak manfaat  untuk kesehatan, salah satunya untuk mengatasi penyakit  hipertensi. Bawang putih mengandung sejumlah kecil selenium  dan germanium. Selenium dalam bawang putih dapat membantu  dalam mencegah pembekuan darah abnormal dan menormalkan  tekanan darah. Bawang putih juga merupakan sumber yang kaya  akan magnesium dan fosfor. Selain itu juga bawang putih  mengandung adenosin, allicin dan belerang senyawa, yang dapat  memebantu dalam pelebaran arteri yang dapat mengurangi  tekanan darah.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa efek bawang putih  menunjukkan pengurangan angka tekanan darah atas (sistolik)  sebanyak 5-8 mmHg dan menurunkan tekanan darah bawah  (diastolik), tetapi angka penurunan tersebut tidak terlalu besar.  Beberapa studi juga menunjukkan bahwa bawang putih untuk  hipertensi juga dapat menurunkan LDL, dan meningkatkan HDL  (kolesterol baik), memelihara aliran darah tetap lancar,  menurunkan tekanan darah, mencegah serangan penyakit kanker,  menurunkan gula darah, dan mengobati gangguan pencernaan.

Cara Mengonsumsi Bawang Putih Untuk Menurunkan Tekanan  Darah Tinggi

ff94fae8-4996-4b8e-a25b-cf104d9c5877_zps17453940Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengonsumsi  bawang putih. Tidak dianjurkan untuk merebus terlebih dahulu  bawang putih saat akan digunakan sebagai obat tekanan darah  tinggi. Namun, menurut peneliti manfaat bawang putih, efek yang  didapat dari bawang putih masak dan mentah tetap sama. Efek  dari bawang putih paling baik dilihat ketika diambil pada waktu  perut dalam keadaan kosong. Namun, bagi seseorang dengan  tingkat keasamam, mulas, maag, dan lain-lain tidak disarankan  untuk menggunakan obat ini ketika perut dalam keadaan kosong.

4546780_vghchSelain dapat dikonsumsi secara langsung, terdapat juga beberapa  olahan bawang putih yang dapat digunakan seperti teh bawang  putih, suplemen bawang putih, bawang putih bubuk, dan minak  bawang putih. meskipun semua olahan bawang putih tersebut  dapat dimanfaatkan, tetapi cara terbaik untuk menikmati manfaat  dari bawang putih adalah dengan mengonsumsinya secara  langsung.

Metode lainnya yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan  bawang putih sebagai obat hipertensi yaitu dengan merendam  bawang putih kedalam susu segar dan biarkan 1 sampai 1.5 jam.  Atau ambil 3 siung bawang putih yang sudah dikupas dan  dibersihkan, tumbuk sampai halus, kemudian tambahkan air  secukupnya dan peras. Konsumsi air perasan tersebut cukup 3 kali  sehari. Terdapat cara yang lebih mudah yaitu dengan mengonsums  bawang putih yang telah dibersihkan secara langsung dengan  mengunyah atau menelan langsung siungan bawang putih  tersebut atau dimakan bersama dengan nasi.

Jika cara pengobatan tersebut tidak dapat menurunkan tekanan  darah dalam 2 minggu, kemungkinan ada pemicu lain yang  terlebih dahulu harus diatasi. Sebaiknya lakukan pemeriksaan ke  dokter untuk mengetahui tindakan pengobatan yang efektif untuk  mengatasi tekanan darah tinggi tersebut. Karena bawang putih  bersifat mengencerkan atau mencegah pembekuan, pasien yang  akan menjalani operasi dan ibu yang menjelang kelahiran tidak  disarankan untuk mengonsumsi secara berlebihan. Disarankan  juga bagi Anda yang ingin menggunakan pengobatan tersebut  untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Semoga informasi bawang putih sebagai obat hipertensi yang  alami diatas dapat bermanfaat dan membantu Anda dalam  menemukan solusi untuk mengatasi masalah kesehatan Anda.