Pengaruh Dari Tekanan Darah Tinggi

imagesobathipertensi.info,- Tekanan darah tinggi  (hipertensi) merupakan suatu keadaan  dimana tekanan darah lebih tinggi dari  batas normal. Saat yang paling kritis bagi  pasien hipertensi adalah menjelang pagi  hari. Bagi penderit ahipertensi, insiden  tertinggi serangan jantung dan stroke  berkaitan erat dengan meningkatnya  tekanan darah dipagi hari.

Hipertensi secara perlahan dapat merusak  organ tubuh manusia, yang lambat laun  akan menunjukkan gejala kerusakan organ  yang lebih progresif. Salah satu pengaruh  hipertensi jika tidak ditangani secara baik  yaitu dapat merusak pembuluh darah  arteri. Arteri yang rusak dapat  menyebabkan terganggunya aliran darah,  yang artinya kebutuhan oksigen dan nutrisi  pada organ dan jaringan tubuh lain juga  akan ikut terganggu. Hipertensi dapat  menyebbakan kerusakan dan penyempitan  arteri. Arteri menjadi keras, kaku dan dapat  menahan aliran darah.

Berikut beberapa organ tubuh yang  beresiko mengalami gangguan akibat  rusaknya arteri, diantaranya :

Jantung

Jantung harus bekerja lebih keras dalam  memompa, ditambah lagi dengan  terjadinya sumbatan dari pembuluh darah  sehingga otot-otot jantung akan membesar  dan tidak efisien lagi dalam memompa  jantung. Akibat dari aliran darah yang tidak  lancar, penderita beresiko terkenan  serangan jantung.

Otak

Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan  pada pembuluh darah di otak dan  mengakibatkan pecahnya pembuluh darah  otak sehingga dapat terjadi serangan stroke.

Ginjal

penyakit-ginjal-1024x768Ginajl seharusnya berfungsi sebagai  penyaring air yang berlebih da limbah  makanan yang berasal dari darah. Namun  jika arteri rusak, maka peredaran darah  juga akan ikut terganggu dan ginjal tidak  dapat berfungsi dengan baik, sehingga  limbah tersebut menumpuk. Selain itu juga  sel-sel ginjal dapat rusak karena gangguan  asupan nutrisi dan darah ke ginjal.

Mata

Peredaran darah ke mata yang terhambat  dapat mengakibatkan gangguan  pandangan, seperti rabun, pendarahan,  bahkan kebutaan.

Organ Vital

Pada laki-laki, hipertensi dapat  menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.  Sedangkan pada wanita dapat  menyebabkan kehilangan gairah seksual,  vagina terasa kering dan tidak dapat  melakukan orgasme.

Tulang

Kepadatan tulang dapat berkurang dan  mudah keropos karena hipertensi memicu  banyaknya kalsium yang terbuang melalui  urin. Terutama bila terjadi pada wanita  dewasa.

Pada tingkat tertentu memang hipertensi  harus diatasi dengan obat-obatan. Namun,  dengan turut mengubah gaya hidup Anda  dapat menyempurnakan pengobatan secara  maksimal dan juga sekaligus dapat  melakukan pencegahan. Berikut beberapa  tips  yang dapat dilakukan untuk mencegah  hipertensi :

  • Munrurunkan berat badan bagi yang  memiliki berat vadan yang berlebih. Karena   biasanya tekanan darah dapat meningkat  seiring dengan naiknya berat badan.
  • Melakukan olahraga yang bersifat aerobik  selama 30 menit sampai 1 jam perhari akan  jauh lebih baik daripada menggabungkan  seluruh porsi latihan di aklhir pekan. Selain  itu, melakukan olahraga secara rutin dan  teratur juga dapat menurunkan berat  badan.
  • Diet yang sehat dan tepat. Diet yang kaya  akan biji-bijian, buah, sayuran, dan susu  rendah lemak dapat membantu  menurunkan tekanan darah. Kurangi  makanan asin, makanan beku, dan daging  olahan.
  • Hindari rokok, baik perokok aktif maupun  perokok pasif.
  • Hindari kafein, karena kafein dapat  menyebabkan kenaikan tekanan darah  meskipun hanya bersifat sementara.  Disarankan untuk tidak mengonsumsi  kafein lebih 2 cangkir sehari, terutama bagi  mereka yang berusia lanjut dan penderita  dengan obesitas karena kafein dapat  berdampak lebih buruk bagi tekanan darah.
  • Kelola stress dengan baik. pengelolaan stress  sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh  kita. Kegiatan relaksasi seperti pemijatan  atau yoga dapat membantu mengurangi  stress Anda. Karena stress dapat menaikkan  tekanan darah.

Semoga informasi pengaruh dari tekanan darah tinggi diatas dapat bermanfaat.

Krisis Hipertensi

krisis hipertensiobathipertensi.info,- Dari populasi hipertensi, di  taksir sekitar 70% menderita hipertensi  ringan, 20% hipertensi sedang, dan 10%  hipertensi berat. Pada setiap tingkatan  hipertensi ini dapat menimbulkan krisis  hipertensi dimana tekanan darah diastolik  sangat meningkat hingga 120-130 mmHg  yang merupakan suatu kegawatan medik  dan memerlukan penanganan yang cepat  dan tepat untuk menyelamatkan jiwa  penderita. Krisis hipertensi dibagi menjadi 2  bagian, yaitu hipertensi emergency (darurat) dan hipertensi urgency  (mendesak).

Hipertensi Emergency

Hipertensi emergency merupakan suatu  keadaan yang ditandai oleh peningkatan  tekanan darah >180/120 mmHg yang  disertai bukti adanya kerusakan target  organ akut atau progresif sehingga  memerlukan penurunan tekanan darah  segera dengan menggunakan obat secara  parental.

Hipertensi Urgency

Hipertensi urgensi yaitu situasi  meningkatnya tekanan darah secara tajan  tanpa adanya gejala yang  berat atau  kerusakan target organ progresif. Kondisi  ini memerlukan penurunan tekanan darah  dalam beberapa jam dengan menggunakan  obat oral.

Membedakan kedua jenis krisis hipertensi  ini bukan dari tingginta tekanan darah,  melainkan dari kerusakan organ sasaran.  Hipertensi emergency dan urgency perlu  dibedakan karena cara penanganannya  berbeda.

Krisis hipertensi berpengaruh pada berbagai  sistem organ. Peningkatan tekanan darah  secara tiba-tiba dapat menyebabkan  hiperfungsi dan meningkatkan Cerebral  Blood Flow, yang dapat menyebabkan  tekanan intrakranial meningkat edema  otak.Krisis hipertensi dapat terjadi pada  keadaan-keadaan sebagai berikut :

  1. Penderita hipertensi yang tidak meminum  obat atau meminum obat antihipertensi  tetapi tidak teratur
    Kehamilan
  2. Penggunaan NAPZA
  3. Penderita dengan rangsangan simpatis  yang tinggi seperti luka bakar berat,  phaeochromocytoma, penyakit kolagen,  penyakit vaskular, trauma kepala.
  4. Penderita hipetensi dengan penyakit  parenkim.

Krisi hipertensi dapat terjadi pada penderita  hipertensi esensial maupun hipertensi yang  terakselerasi. Juga dapat terjadi pada  penderita dengan tekanan darah normal  (normotensif). Selain itu juga hipertensi  dapat menjangkit pada usia berapapun,  mengenai neonatus dengan hipoplasi arteri  ginjal kongenital, anak-anak dengan  glomerulonefritis akut, wanita hamil  dengan eklampsia, atau orang yang lebih  tua dengan arterisklerotis stenosis  pembuluh darah ginjal.

Gejala Krisis Hipertensi

Tanda dan GejalaDerajat kenaikan tekanan darah pada  kegawatan dan ada tidaknya penyakit pada  end organ sebelumnya sangat menentukan  tanda dan keluhan yang ada pada krisis  hipertensi. Keluhan yang biasanya timbul  berupa ensefalopati hipertensi dengan  keluhan sakit kepala, perubahan mental  dan gangguan neurologis, mual, muntah,  gangguan kesadaran, atau dapat pula  disertai dengan gejala kerusakan end organ  sepert nyeri dada, pemendekkan napas,  kecemasan, dan lain-lain.

Pada tingkat awal, manifestasi klinis  hipertensi dapat hilang seluruhnya tanpa  meninggalkan komplikasi yang menetap.  Oleh sebab itu, diagnosa harus secepatnya  ditegakkan, supaya tindakan pengobatan  dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Pengobatan Krisis Hipertensi

Tujuan pengobatan hipertensi sebenarnya  tidak hanya untuk menurunkan tekanan  darah, tetapi juga untuk  mencegah/memperbaiki kelainan  fungsional dan struktural yang terjadi  akibat hipertensi (komplikasi organ  sasaran), diantaranya :

  1. Menurunkan tekanan darah seoptimal  mungkin, tetapi tidak mengganggu perfusi  organ sasaran.
  2. Mencegah komplikasi  vaskuler/arteriosklerotik dan kerusakan  organ sasaran, mengontrol faktor resiko  yang lain.
  3. Bila sudah terjadi komplikasi diusahakan  retardasif(kalau mungkin regresi  komplikasi) atau arteriosklerosis dan  kerusakan target organ (LVH, nefropati,  dan sebagainya).
  4. Memantau dan mengontrol efek samping  obat lain yang dapat menambah morbiditas  dan mortalitas.

Tekanan darah yang sedemikian tinggi  pada krisis hipertensi haruslah segera  diturunkan, karena penundaan akan  memperburuk penyakit yang akan timbul.  Namun dipihak lain, penurunan yang  terlalu agresif juga dapat menimbulkan  berkurangnya perfusi dan aliran darah ke  organ vital terutama otak, jantung dan  ginjal. Oleh sebab itu, penurunan tekanan  darah terutama pada hipertensi kronik  harus bertahap dan memerlukan  pendekatan individual.

Semoga informasi tentang krisis hipertensi  diatas dapat bermanfaat dan dapat  memberikan sedikit pengetahuan buat kita  semua. Dan juga mudah-mudahan dapat  membantu kita dalam menjalani hidup  yang lebih sehat.

Penyebab Tekanan Darah Tinggi Pada Usia Remaja

hipertensi pada remajaobathipertensi.info,- Penyakit tekanan  darah tinggi (hipertensi) sudah cukup lama  dikenal dan banyak menyerang hanya pada  usia tua saja. Wajar saja, karena pada usia  lanjut hipertensi dapat disebabkan oleh  menurunnya fungsi pembuluh darah yang  sudah berkurang keelastisannya, juga dapat  dipengaruhi oleh tingginya asupan garam.

Tidak hanya pada orang dewasa dan lanjut  usia saja, ternyata anak dan remaja juga  dapat terserang hipertensi. Pada usia 13-18  tahun hipertensi biasanya tidak  menimbulkan gejala apapun dan biasanya  diketahui ketika mereka melakukan  pemeriksaan kesehatan.

Penyebab Tekanan Darah Tinggi Pada  Remaja

Pada umumnya diyakini bahwa stress  akademik yang menjadi penyebab utama  dari tekanan darah tinggi pada remaja.  Namun, terdapat beberapa hal yang  menjadi penyebab lainnya, yaitu :

Berat Badan Berlebih (Obesitas)

Ternyata 50% remaja yang mengalami  hipertensi memiliki berat badan yang  berlebih (obesitas). Obesitas dapat  menyebabkan timbulnya resistensi insulin  atau tidak mampunya insulin untuk  membantu gula darah masuk ke dalam sel  tubuh. Hal ini dapat menyebabkan  timbulnya gangguan beberapa fungsi  tubuh, salah satunya gangguan pembuluh  darah.

Pada remaja obesitas dengan tekanan darah  tinggi akan dilakukan perubahan pola  hidup terlebih dahulu, seperti usaha  penurunan berat badan, pengurangan  asupan garam, dan peningkatan aktivitas  fisik ternyata telah terbukti mampu  membantu menurunkan tekanan darah.  Jika tekanan darah tidak kunjung turun  atau semakin meningkat, maka obat anti  hipertensi dapat diberikan. Untuk remaja  hipertensi non-obesitas obat antihipertensi  dapat langsung diberikan.

Stress

hipertensi pada remaja-stressStres psikogenik yang dialami oleh para  remaja ternyata juga dapat menyebabkan  timbulnya hipertensi karena perubahan  hormon-hormon dalam tubuh saat sedang  stress. Stress juga berpotensi mengancam  pada aspek kesehatan lain, seperti kondisi  lemak darah yang ada. Kadar kolesterol  yang tidak wajar dan kondisi tekanan darah  tinggi merupakan kombinasi yang  berbahaya bagi kesehatan tubuh. Bahkan  tidak menutup kemungkinan dapat  berlanjut ke stroke dan kematian.

Riwayat Keluarga

Gemetik merupakan salah satu faktor  penyebab hipertensi pada remaja. Remaja  yang memilikiriwayat tekanan darah tinggi  pada keluarganya lebih berpotensi  mengalami hipertensi. Selain itu juga  riwayat kebiasaan keluarga juga berperan.  Dimana apabila anak dibiasakan pola asuh  dan pola hidup yang tidak aktif,  dikhawatirkan si anak beresiko memiliki  tekanan darah tinggi.

Pola Hidup

Pola hidup yang tidak sehat seperti asupan  garam yang berlebih, konsumsi alkohol,  dan kebiasaan merokok juga, pola tidur yang kurang baik juga dapat  menyebabkan timbulnya hipertensi pada  remaja.

Penyakit hipertensi pada usia remaja dapat  memengaruhi timbulnya hipertensi pada  usia yang lebih tua. Oleh sebab itu,  penanganan hipertensi pada usia reamaja  sangat penting untuk dilakukan.  Pencegahan hipertensi pada remaja dapat  dilakukan dengan menjaga berat badan  yang sesuai, mengikuti diet sehat, serta  berolahraga secara teratur. Selain itu,  menerapkan pola hidup yang sehat juga  sangat penting untuk menentukan kualitas  hidup yang lebih baik.

Sekian informasi tentang penyebab tekanan  darah tinggi pada usia remaja. Semoga  bermanfaat dan dapat membantu Anda  dalam mencagah dan mengatasi berbagai faktor  penyebab hipertensi , khususnya pada anak  Anda.

Tekanan Darah Tinggi Pada Lansia

hipertensi-bannobathipertensi.info,- Hipertensi sering kali  disebaut sebagai ‘silent killer’ atau  pembunuh gelap, karena termasuk penyakit  yang mematikan tanpa sisertai gejala-gejala  terlebih dahulu. Hipertensi ditandai dengan  peningkatan tekanan darah diastolik dan  sistolik yang intermiten atau menetap.  Pengukuran tekanan darah serial 150/95  mmHg atau lebih tinggi pada orang yang  berusia diatas 50 tahun memastikan  hipertensi. insiden hipertensi dapat  meningkat seiring dengan bertambahnya  usia. Sekitar 60% lansia akan mengalami  hipertensi setelah berusia 75 tahun. Kontrol  tekanan darah yang ketat pada pasien  diabetes berhubungan dengan pencegahan  terjadinya hipertensi yang tak terkendali.

Hipertensi pada lanjut usia dibedakan  menjadi dua bagian, hipertensi dengan  peningkatan sistolik dan diastolik dijumpai  pada usia pertengahan hipertensi sistolik  pada usia diatas 65 tahun. Tekanan diastolik  meningkat pada usia sebelum 60 tahun dan  menurun sesudah usia 60 tahun, sedangkan  tekanan sistolik meningkat dengan  bertambahnya usia.

Hipertesi menjadi masalah utama pada usia  lanjut, karena sering ditemukan hipertensi  menjadi salah satu faktor utama penyakit  jantung dan penyakit koroner. Lebih dari  sebagian kasus kematian diatas usia 60  athun disebabkan oleh penyakit jantung dan  serebrovaskuler.

Hipertensi pada lanjut usia sebagian besar  merupakan hipertensi sistolik terisolasi  (HST). Meningkatnya tekanan sistolik  menyebabkan besarnya kemungkinan  timbulnya kejadia stroke dan infark  myocard, bahkan walaupun tekanan  diastoliknya normal (isolated systolic  hypertension). Isolated Systolic  Hypertension merupakan bentuk hipertensi  yang paling sering terjadi pada lansia. Pada  suatu penelitian, hipertensi menempati 87%  kasus pada seseorang yang berusia 50  hingga 59 tahun. Dan sekitar 60% hipertensi  pada usia lanjut adalah HST (Hipertensi  Sistolik Terisolasi).

HST ini sering terjadi pada usia lanjut  dikarenakan pembuluh darah arteri  mengalami penurunan elastisitas atau  kekakuan, sehingga respon pembuluh darah  untuk membesar atau mengecil menjadi  berkurang. Gangguan elastisitas pembuluh  darah ini menyebabkan tekanan darah  sistolik meningkat sehingga volume darah  aorta (pembuluh darah dari jantung  keseluruh tubuh) berkurang yang pada  akhirnya menyebabkan tekanan darah  dastolik menurun.

Semakin besar perbedaan antara tekanan  darah sistolik dan diastolik, semakin besar  pula resiko komplikasi ke pembuluh darah  jantung dan akibatnya akan mempengaruhi  organ-organ seperti jantung, otak, dan  ginjal.

Tanda dan gejala tekanan darah tinggi pada lansia  secara umum meliputi :

  • Sakit kepala
  • Peradangan hidung
  • Vertigo
  • Mual dan muntah
  • Perubahan penglihatan
  • Kesemutan pada tangan dan kaki
  • Sesak napas
  • Kejang atau koma
  • Nyeri dada

Pencegahan Tekanan Darah Tinggi Pada lansia

Tidak semua tekanan darah tinggi  (hipertensi) membutuhkan obat. Apabila  hipertensinya tergolong ringan maka dapat  dikontrol melalui perubahan gaya hidup  sehari-hari. Pengontrolan gaya hidup ini  merupakan langkah terbaik dilakukan  untuk mencegah hipertensi. Berikut hal-hal  yang dapat dilakukan bagi penderita  hipertensi untuk mencegah hipertensi, yaitu  sebagai berikut :

  1. Diet rendah lemak. Kurangi atau hindari  makanan gorengan, daging yang memiliki  lemak banyak, susu full cream, telur, dan  sebagainya.
  2. Diet rendah garam. Kurangi pemakaian  garam pada menu makanan sehari-hari dan  makanan yang diasinkan seperti cumi asin,  ikan asin, telur asin, kecap asin, dan lain- lain.
  3. Hindari mengonsumsi daging kambing,  buah durian, atau minuman beralkohol.
  4. Lakukan olahraga secara rutin dan teratur.  Olahraga yang cocok yaitu berupa aktifitas  aerobik seperti jalan kaki, berlari, bersepeda,  berenang, dan lain-lain.
  5. Berhenti merokok bagi para perokok.
  6. Menurunkan berat badan bagi penderita  hipertensi yang disertai dengan kegemukan.
  7. Mengobati penyakit yang menyertai, seperti  kencing manis, hiperthyroid, kolesterol  tinggi, resistensi insulin, rematik, dan  sebagainya.

Pengobatan Hipertensi Pada Lansia

buah-dietSeperti halnya pengobatan hipertensi pada  umumnya, pengobatan dapat diawali  dengan perubahan gaya hidup, seperi  mengurangi asupan garam, berhenti  merokok, dan sebagainya. Namun, jika  perubahan gaya hidup tidak dapat  mengendalikan tekanan darah, maka obat  hipertensi diperlukan.

Obat-obatan yang dipakai bagi lansia  dengan hipertensi selalu dimuali dengan  dosis yang rendah dan akan ditambah  dosisnya secara hati-hati sampai memenuhi  dosis terapi untuk menghindari turunnya  tekanan darah secara tiba-tiba serta obat  hipertensi tersebut harus dikonsumsi secara  teratur. Lakukan pemeriksaan terhadap  tekanan darah secara rutin dan  konsultasikan dengan dokter untuk  mengetahui perkembangan kondisi  kesehatan Anda.

Jika tekanan darah dapat diatasi, maka  resiko terhadap penyakit jantung, stroke,  dan penyakit ginjal kronik akan menurun  pula. Sehingga tidak hanya menurunkan  resiko kematian karena penyakit tersebut,  tetapi orang pada usia lanjut juga menjadi  memiliki kualitus hidup yang lebih baik.

Semoga informasi tekanan darah tinggi  pada lansia diatas dapat memberikan  manfaat bagi pembaca serta dapat  membantu kita dalam menjalani hidup  yang lebih baik.

Bawang Putih Sebagai Obat Hipertensi Yang Alami

hipertensi1obathipertensi.info,- Hipertensi merupakan penyakit yang semakin  banyak dijumpai saat ini, terutama dikota-kota besar. Hipertensi  dapat disebbakan oleh penyakit lain yang tidak diketahui. Penyakit  pemicu ragam komplikasi ini bukan hanya didominasi oleh orang  dengan usia lanjut saja, tetapi pada usia muda atau remaja bahkan  anak-anak juga bisa saja menderita hipertensi. Bukan hanya  dipengaruhi oleh faktor keturunan, tetapi juga diakibatkan oleh  gaya hidup yang tidak sehat, seperti jarang berolahraga, merokok,  mengonsumsi alkohol, kelebihn berat badan, sering stress, dan  saebagainya. Bila faktor penyebab dapat disembuhkan, maka  tekanan darah dapat kembali normal.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) tidak bisa dipandang sebelah  mata. Karena apabila dibiarkan tanpa pengobatan akan  berkembang menjadi penyakit yang lebih parah dan dapat  menimbulkan komplikasi, seperti stroke, penyakit jantung,  penyakit ginjal, dan penyakit berbahaya lainnya. Jika Anda sudah  menderita atau memiliki penyakit hipertensi, Anda dapat  melakukan pengobatan dengan menggunakan bahan alami. Di  Indonesia terdapat banyak rempah-rempah yang biasa kita  gunakan untuk memasak ternyata memiliki khasiat untuk  pengobatan. Salah satunya adalah bawang putih yang brekhasiat  untuk membantu mengatasi penyakit hipertensi dan berbagai  penyakit lainnya.

Bawang Putih Sebagai Obat Hipertensi Alami

khasiat bawang putih dokter kesehatan medis klinisBawang putih menjadi populer karena telah terbukti dapat  digunakan sebagai obat alami yang memberikan banyak manfaat  untuk kesehatan, salah satunya untuk mengatasi penyakit  hipertensi. Bawang putih mengandung sejumlah kecil selenium  dan germanium. Selenium dalam bawang putih dapat membantu  dalam mencegah pembekuan darah abnormal dan menormalkan  tekanan darah. Bawang putih juga merupakan sumber yang kaya  akan magnesium dan fosfor. Selain itu juga bawang putih  mengandung adenosin, allicin dan belerang senyawa, yang dapat  memebantu dalam pelebaran arteri yang dapat mengurangi  tekanan darah.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa efek bawang putih  menunjukkan pengurangan angka tekanan darah atas (sistolik)  sebanyak 5-8 mmHg dan menurunkan tekanan darah bawah  (diastolik), tetapi angka penurunan tersebut tidak terlalu besar.  Beberapa studi juga menunjukkan bahwa bawang putih untuk  hipertensi juga dapat menurunkan LDL, dan meningkatkan HDL  (kolesterol baik), memelihara aliran darah tetap lancar,  menurunkan tekanan darah, mencegah serangan penyakit kanker,  menurunkan gula darah, dan mengobati gangguan pencernaan.

Cara Mengonsumsi Bawang Putih Untuk Menurunkan Tekanan  Darah Tinggi

ff94fae8-4996-4b8e-a25b-cf104d9c5877_zps17453940Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengonsumsi  bawang putih. Tidak dianjurkan untuk merebus terlebih dahulu  bawang putih saat akan digunakan sebagai obat tekanan darah  tinggi. Namun, menurut peneliti manfaat bawang putih, efek yang  didapat dari bawang putih masak dan mentah tetap sama. Efek  dari bawang putih paling baik dilihat ketika diambil pada waktu  perut dalam keadaan kosong. Namun, bagi seseorang dengan  tingkat keasamam, mulas, maag, dan lain-lain tidak disarankan  untuk menggunakan obat ini ketika perut dalam keadaan kosong.

4546780_vghchSelain dapat dikonsumsi secara langsung, terdapat juga beberapa  olahan bawang putih yang dapat digunakan seperti teh bawang  putih, suplemen bawang putih, bawang putih bubuk, dan minak  bawang putih. meskipun semua olahan bawang putih tersebut  dapat dimanfaatkan, tetapi cara terbaik untuk menikmati manfaat  dari bawang putih adalah dengan mengonsumsinya secara  langsung.

Metode lainnya yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan  bawang putih sebagai obat hipertensi yaitu dengan merendam  bawang putih kedalam susu segar dan biarkan 1 sampai 1.5 jam.  Atau ambil 3 siung bawang putih yang sudah dikupas dan  dibersihkan, tumbuk sampai halus, kemudian tambahkan air  secukupnya dan peras. Konsumsi air perasan tersebut cukup 3 kali  sehari. Terdapat cara yang lebih mudah yaitu dengan mengonsums  bawang putih yang telah dibersihkan secara langsung dengan  mengunyah atau menelan langsung siungan bawang putih  tersebut atau dimakan bersama dengan nasi.

Jika cara pengobatan tersebut tidak dapat menurunkan tekanan  darah dalam 2 minggu, kemungkinan ada pemicu lain yang  terlebih dahulu harus diatasi. Sebaiknya lakukan pemeriksaan ke  dokter untuk mengetahui tindakan pengobatan yang efektif untuk  mengatasi tekanan darah tinggi tersebut. Karena bawang putih  bersifat mengencerkan atau mencegah pembekuan, pasien yang  akan menjalani operasi dan ibu yang menjelang kelahiran tidak  disarankan untuk mengonsumsi secara berlebihan. Disarankan  juga bagi Anda yang ingin menggunakan pengobatan tersebut  untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Semoga informasi bawang putih sebagai obat hipertensi yang  alami diatas dapat bermanfaat dan membantu Anda dalam  menemukan solusi untuk mengatasi masalah kesehatan Anda.

Tipe-Tipe Hipertensi

hipertensiobathipertensi.info,- Hipertensi merupakan  sebuah istilah medis untuk kondisi tekanan  darah tinggi yaitu 140/90mm/Hg. Masih banya  orang yang kurang menyadari akan bahaya  hipertensi bagi tubuh manusia. Hipertensi  sering kali datang tanpa menunjukkan gejala  apapun. Hipertensi tanpa gejala yang jelas dapat  mempengaruhi organ tubuh yang lainnya,  seperti jantung dan ginjal. Hipertensi terdiri dari  beberapa tipe. Namun, ada dua tipe yang  umumnya serimg terjadi yaitu hipertensi primer  dan sekunder. Sedangkan 4 jenis lainnya jarang  terjadi, namun harus tetap diwaspadai.  Keempat tipe hipertensi tersebut ialah Hipertensi  Maligna, Hipertensi Sistolik Terisolasi, White  Coat Hypertension, dan Hipertensi Resisten.

  1. Hipertensi Primer

    Hipertensi primer atau disebut juga hipertensi  esensial disebabkan oleh gabungan dari  beberapa faktor, yaitu gen (keturunan), gaya  hidup, berat badan dan lain sebagainya.  Biasanya dokter akan menyarankan untuk  melakukan perubahan pada gaya hidup dan  pola makan. Jika hal tersebut tidak dapat  membantu menormalkan tekanan darha,  biasanya penderita akan diberikan obat-obatan  yang dapat membantu menormalkan darah.  Hampir 95% dari semua kasus hipertensi yang  ditemukan merpakan hipertensi primer.

  2. Hipertensi Sekunder

    Hipertensi sekunder disebabkan oleh beberapa  faktor kelainan fisik berupa kerusakan atau  disfungsi ginjal, tumor, kelenjar tiroid yang  bermasalah, kondisi selama kehamilan, dan  sebainya. Kondisi ini menyebabkan tubuh  menahan kelebihan sodium dan kehilangan  potassium yang dapat memicu hipertensi,  penambahan berat badan, dan lemah otot. Jika  penyebab hipertensi dapat disembuhkan terlebih  dahulu, maka hipertensi sekunder ini juga dapat  sembuh.

  3. Hipertensi Maligna

    hipertensi malignaHipertensi jenis maligna ini merupakan yang  paling parah dan cepat berkembang serta dapat  merusak organ dalam secara cepat. Gejala yang  dialami oleh seseorang yang menderita  hipertensi ini diantaranya penderita merasa  kebas pada seluruh tubuh, penglihatan kabur,  kecemasan, dan sangat kelelahan. Hipertensi  jenis ini dapat diobati, dengan catatan  pengobatan harus dilakukan secara intensif dan  berkelanjutan. Jika dalam 5 tahun hipertensi ini   dibiarkan, makan akan berujung pada  kematian ygn disebabkan oleh kerusakan otak,  janatung, dan gagal ginjal.

  4. Hipertensi Sistolik Terisolasi

    Hipertensi sistolik terisolasi disebabkan oleh  faktor usia, mengonsumsi tembakau, diabetes,  dan diet yang salah. Pada hipertensi ini, arteri  menjadi kaku sehingga menyebabkan sistolik  (tekanan darah saat jantung berkontraksi)  sangat tinggi sedangkan diastolik (tekanan  darah saat jantung istirahat) normal.

  5. White Coat Hypertension

    Hipertensi ini hanya terjadi jika penderita  berada di pusat pengobatan atau rumah sakit.  Hipertensi jenis ini disebabkan oleh perasaan  gugup saat akan melakukan pemeriksaan.  Padahal, ketika berada diluar rumah sakit  tekanan darah penderita dalam keadaan  normal. Jika terjadi hal yang sama dalam  pemeriksaan ulang, maka jenis hipertensi ini  tidak perlu diobati.

  6. Hipertensi Resisten

    Penderita akan memerlukan 4 jenis obat untuk  menurunkan tekanan darah, karena 3 jenis obat  saja tidak dapat membantu menurunkan  tekanan darah. Penderita tidak merespon obat  apapun lagi.

Diantara keenam jenis hipertensi diatas,  memang hanya jenis pertama dan kedua yang  sering ditemukan pada sebaian besar kasus  hipertensi. Namun, tidak ada salahnya jika  Anda melakukan pemeriksaan lebih jauh untuk  mengetahui jenis hipertensi yang Anda alami  serta untuk menentukan tindakan pengobatan  yang efektif untuk mengatasi masalah  hipertensi tersebut. Semoga informasi tipe-tipe  hipertensi diatas dapat bermanfaat.

 

Komplikasi Akibat Hipertensi

komplikasi hipertensiobathipertensi.info,- Hipertensi merupakan  suatu penyakit yang gejalanya tidak dapat  diketahui (asimptomatik), maka dari itu  hipertensi sering disebut sebagai ‘silent killer’.  Pada umunya para penderita hipertensi tidak  mengetahui bahwa mereka memiliki hipertensi  dan baru akan diketahui ketika mereka  melakukan skrining atau pemeriksaan pada  waktu berkala atau pada saat berobat kedokter  untuk suatu penyakit lain yang tidak  berhubungan. Hipertensi sering kali dianggap  remeh karena keluhan yang dirasakan tidak  terasa berat. Namun, hipertensi dalam kondisi  yang berkepanjangan dapat mempengaruhi  sistem anggota tubuh yang lain yang akan  menimbulkan adanya komplikasi hipertensi.  Mengenal lebih jauh bahaya dari hipertensi  sangat diperlukan agar penderita hipertensi  memiliki motivasi untuk menghindari  komplikasi hipertensi. Komplikasi hipertensi  dapat meningkat seiring dengan peningkatan  tekanan darah. Komplikasi hipertensi sangat  erat kaitannya dengan riwayat tekanan darah  tinggi yang tidak terkontrol. Oleh sebab itu,  mengapa penting sekali menurunkan dan  menjaga tekanan darah agar selalu normal  (terkontrol), meskipun hipertensi yang dialami  tidak menimbulkan gejala apapun.

Berikut komplikasi akibat dari tekanan darah  tinggi (hipertensi) :

  1. Serangan Jantung

    Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan  resiko serangan jantung dan apabila sudah  mengidap serangan jantung maka akan  meningkatkan keparahan serangan jantung  tersebut. Peningkatan resiko ini terjadi karena  tekanan darah tinggi akan membuat jantung  bekerja lebih keras dari biasanya dan  berkontribusiterhadap pembentukan  penyumbatan yang dapat mengganggu aliran  darah. Penderita penyakit jantung biasanya  mengeluhkan nyeri pada dada seperti tertimpa  benda berat pada bagian tengah dada dan dapat  menjalar kebagian lengan kiri.

  2. Stroke

    Hipertensi dapat mengakibatkan atherosklerosis  pada pembuluh darah otak atau pecahnya  pembuluh darah otak jika tekanan darah naik  secara tiba-tiba. Apabila pembuluh darah oak  tersumbat, maka akan terjadi stroke iksemik.  Sedangkan jika pembuluh darah otak pecah,  maka akan terjadi stroke perdarahan. Penderita  stroke pada umunya membutuhkan waktu  yang cukup lama untuk mengembalikan fungsi  otot yang lumpuh, pada sebagian lagi  kelumpuhan otot bersifat permanen. Gejala  stroke bermacam-macam, mulai dari berbicara  pelo secara tiba-tiba, kelumpuhan pada satu sisi  tubuh, bahkan hingga menyebabkan kematian.

  3. Gagal Ginjal Kronik

    Ginjal memiliki banyak pembuluh darah yang  berukuran sangat kecil, pembuluh darah  tersebut sensitif terhadap peningkatan tekanan  darah. Apabila tekanand arah tinggi dibiarkan  dalam jangka waktu yang lama akan  menyebabkan masalah gaga; ginjal kronik.  Orang dengan gagal ginjal kronik  membutuhksn cuci darah (hemodialisis) secara  teratur 2-3 kali seminggu atau melakukan  transplantasi ginjal yang membutuhkan biaya  yang tidak sedikit.

  4. Kebutaan Karena Retinopati Hipertensi

    Retinopati merupakan kerusakan pembuluh  darah pada mata. Akibatnya mata secara terus  menerus akan mengeluarkan darah dan dapat  berakhir dengan kebutaan. Retinopati pada  awalnya ditandai dengan adanya mata yang  sulit melihat dan daya akomodasinya lemah,  memerah dan seperti terdapat kerak pada area  kornea. Operasi laser merupakan tindakan  yang dapat dilaksanakan dan memberikan hasil  yang cukup baik pada pasien. Meskipun  demikian, jika penderita sudah mengalami  retinopati kondisi tekanan darah harus selalu  dikontrol.

  5. Atrial Fibrillation

    atrial_fibrillationAtrial fibrilas yaitu jenis aritma atau irama  jantung yang tidak teratur. Atrial fibrilasi  menyebabkan perubahan dalam efisiensi  pompa jantung yang memengaruhi aliran  darah keseluruh tubuh juga perubaha aliran  darah dalam jantung itu sendiri dan kondisi  tersebut dapat mendukung pembentukkan  bekuan darah kecil (trombus) yang kemudian  akan dipompa keluar kealiran darah dlam  tubuh, sesampainya dipembuluh darah kecil  yang memasok ke otak, trombus dapat  terjebak. Hal ini akan menyebabkan aliran  darah tersumbat yang akhirnya terjadilah  stroke (stroke iskemik). Tekanan darah tinggi  mengubah dinamka pemompaan jantung dan  dapat mengakibatkan jantung menjadi  meregang dan lebar (pembengkakan jantung).

  6. Penyakit Arteri Koroner

    Komplikasi akibat hipertensi yang berupa  penyakit arteri koroner ini mengacu pada  pembentukan sumbatan dipembuluh darah  yang mensuplai oksigen dan nutrisi untuk  jantung. Sementara hubungan antara tekanan  darah tinggi dan penyakit arteri koroner masih  diselidiki, salah satu bukti menunjukkan bahwa  peningkatan kronis tekanan darah  berkontribusi terhadap kerusakan dan  peradangan pada dinding pembuluh darah.  Kerusakan dan peradangan ini menarik  makrofag yang pada gilirannya akan membuat  pembuluh darah lengket, maksudnya lemak  dan kolesterol lebih mungkin untuk menempel  dan lama kelamaan akan terjadi penyempitan  bahkan penyumbatan. Sumbatan pada arteri  koroner merupakan penyebab utama serangan  jantung.

Itulah beberapa komplikasi yang sering terjadi  akibat hipertensi. Dengan mengetahui  komplikasi akibat hipertnsi, maka kita akan  lebih waspada dan selalu menjaga tekanan  darah agar tetap terkontrol. Adapun hal-hal  yang dapat dilakukan untuk mencegah  komplikasi akibat hipertensi, yaitu :

  • Mengendalikan dan menjaga tekanan darah  dengan melakukan pemeriksaan secara rutin  untuk dapat memantau resiko komplikasi.
  • Apabila Anda juga penderita obesitas, maka  lakukan diet sehat dengan mengendalikan gula  Anda.
  • Mengonsumsi obat secara rutin.
  • Olahraga secara teratur.

Semoga informasi tentang komplikasi akibat  hipertnsi diatas dapat bermanfaat dan  memberikan sedikit pengetahuan bagi kita  dalam mengatasi hipertensi supaya komplikasi  hipertensi dapat dicegah.

Makanan Dan Minuman Yang Harus Dihindari Penderita Tekanan Darah Tinggi

makanan-berlemakobathipertensi.info,- Menjaga dan mengatur  pola makan sehari-hari merupakan salah satu  cara uang dapat dilakukan untuk mengatasi  tekanan darah tinggi. Bagi penderita tekanan  darah tinggi, hanya karena makanan tertentu  tekanan darah dapat naik dengan cepat.  Penderita hipertensi perlu membatasi makanan  yang mengandung sodium. Sodium biasanya  paling banyak terdapat pada garam. Garam  memang tidak bisa lepas dari menu makanan  sehari-hari, karena garam dapat memberikan  rasa nikmat pada makanan dan dapat  membuat orang ingin terus menerus makan.  Garam juga dapat menyebabkan sel-sel lemak  untuk mengikat lemak lebih banyak.

Dengan mengonsumsi menu makanan yang  tepat, penderita hipertensi dapat menjaga dan  mengontrol tekanan darahnya. Salah makan  sedikit saja, tekanan darah dapat naik, sehingga  bisa menimbulkan resiko komplikasi. Oleh  karena itu, para penderita hipertensi harus  pintar-pintar dalam memilah dan memilih  makanan yang akan dikonsumsi. Berikut  beberapa makanan dan minuman yang harus dihindari penderita hipertensi, diantaranya :

  1. Makanan cepat saji

    23Makanan cepat saji atau junk food kaya akan  kandungan lemak. Makanan dengan  kandungan lemak yang tinggi dapat  menjadikan penumpukan lemak yang ada pada  dinding pembuluh darah. Sehingga pembuluh  darah meyempit dan mengakibatkan tekanan  darah naik.

  2. Makanan dengan kandungan garam tinggi

    makanan-yang-tidak-boleh-bagi-penderita-darah-tinggiMakanan seperti buah atau sayur kalengan,  salad, saus, dan makanan lain yang diawatkan  rata-rata memiliki kandungan garam atau  sodium yang cukup tinggi. Pastaikan sayuran  atau buah dalam kemasan kaleng dicuci  terlebih dahulu sebelum dikonsumsi untuk  menghilangkan kandungan garam ekstra. Ada  baiknya jika Anda membatasi atau bahkan  menghilangkan asupan garam dalam makanan  Anda. Hal ini karena unsur sodium pada garam  dapat membuat ginjal menahan cairan dalam  tubuh, sehingga jantung harus memompa lebih  kencang. Maka kondisi itulah yang dapat  menyebabkan tekanan darah menjadi naik.

  3. Makanan dan minuman tinggi gula

    Resep-Es-Cincau-Teh-SusuMakanan atau minuman manis merupakan  salah satu pemicu obesitas. Dan telah kita  ketahui bahwa obesitas merupakan penyebab  dari hipertensi. Jadi para penderita harus  menghindari makanan atau minuman yang  mengandung banyak gula, seperti permen, ice  cream, kue, sereal, minuman manis, dan lain- lain.

  4. Alkohol

    stop-drinkingsAlkohol dapat membahayakan kesehatan dan  menjadi salah satu pemicu dari timbulnya  berbagai macam penyakit. Alkoho juga dapat  memengaruhi peningkatan tekanan darah.  Maka dari itu, hindari alkohol ataupun  makanan dan minuman yang mengandung  alkohol untuk menjaga tekanan darah agar  tetap stabil.

  5. Kopi

    177129_620Kopi memang merupakan minuman yang  banyak digemari. Namun, kandungan kafein  yang terdapat dalam kopi dapat mempengaruhi  daya kerja jantung. Jika Anda mengonsumsi  minuman yang mengandung kafein, maka  jantung akan bekerja lebih cepat yang  menyebabkan tekanan darah naik. Batasi  konsumsi kopi makasimal dua cangkir dalam  satu hari.

Menghentikan makanan yang menjadi pemicu  hpertensi bukanlah merupakan hal yang  mudah dilakukan. Karena tidak sedikit orang  yang selalu melanggar pantangan tersebut.  Agar terbiasa kita dapat melakukannya secara  perlahan-lahan dan bertahap. Dengan  berjalannya waktu, kita akan terbiasa dengan  pola makan yang telah kita terapkan. Selain itu  juga, menghindari stress juga harus Anda  lakukan untuk mencegah timbulnya tekanan  darah tinggi. Semoga artikel tentang makanan  dan minuman yang harus dihindari penderita  tekanan darah tinggi diatas dapat bermanfaat  dan membantu Anda yang menderita hipertensi  untuk lebih waspada dan hati-hati dalam  mengonsumsi makanan sehari-hari.

Tekanan Darah Tinggi Pada Anak

Hipertensi-anakobathipertensi.info,- Tekanan darah tinggi  atau hipertensi tidak hanya menyerang pada  orang dewasa saja, ternyata hipertensi juga  dapat menyerang anak-anak ahkan bayi.  Para orang tua harus mewaspadai penyakit  tekanan darah tinggi atau hipertensi pada  anak sedini mungkin. Tekanan darah pada  anak ternyata bisa menjadi indikasi awal  penyakit gagal ginjal. Serangan hipertensi  memang jarang terjasi pada anak-anak, tetapi  orang tua harus tetap mewaspadai gangguan  hipertensi pada anak, karena penyakit ini  dapat menimbulkan kematian. Sebaiknya  lakukan deteksi dini dengan melakukan  pengukuran pada anak usia 3 tahun keatas  paling sedikit satu tahun satu kali.

Penyebab Tekanan Darah Tinggi Pada Anak

Penyebab darah tinggi pada anak sering tidak  diketahi, sedangkan pada orang dewasa  hipertensi sering disebabkan oleh pola makan,  dan pola istirahat yang tidak teratur.  Berdasarkan penyebabnya, hipertensi pada  anak dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

  1. Hipertensi primer, yaitu penyakit hipertensi  yang tidak diketahui penyebabnya secara  pasti atau tidak dapat dijelaskan atau tidak  diketahui penyakit dasarnya, biasanya  berhubungan dengan faktor keturunan,  asupan garam, stress dan obesitas.
  2. Hipertensi sekunder, yaitu hipertensi yang  terjadi akibat adanya penyakit lain yang  mendasarinya, seperti penyakit gagal ginjal.

Faktor resiko yang menyebabkan anak  terserang penyakit hipertensi antara lain :

  • Faktor keturunan, dalam riwayat keluarga  ada salah satu yang mengidap hipertensi.
  • Anak lahir dengan berat badan rendah, tetapi  kemudian mangalami kelebihan berat badan.
  • Saat melahirkan mengalami masalah,  sehingga harus lebih lama berada di rumah  sakit.
  • Mengidap penyakit jantung bawaan.
  • Kurang aktivitas
  • Konsumsi garam, lemak dan gula secara  berlebihan
  • Bapak/ibu seorang perokok
  • Obesitas (kegemukan)
  • Mengonsumsi obat-obat kortikosteroid

Gejala timbulnya hipertensi yang mungkin  dialami oleh anak adalah :

  • Sering mengeluh sakit kepala
  • Terjadi pembengkakan pada bagian kaki dan  tangan
  • Nyeri perut
  • Muntah
  • Nafsu makan berkurang
  • Gelisah
  • Berat badan menurun
  • keringat berlebih

Pada beberapa kasus (misanya pada  gangguan ginjal) gangguan hipertensi sering  diikuti dengan gejala awal seperti ;

  • Anak muntah-muntah tanpa adanya  penyebab yang jelas
  • Rusaknya beberapa organ lain

Cara Mengobati Hipertensi Pada Anak

ilustrasi-garamSaat si kecil menunjukkan gejala-gejala  hipertensi, segera lakukan pemeriksaan ke  dokter. Jika anak positif mengalami  hipertensi, mulailah lakukan diet garam pada  anak.

Pengobatan hipertensi pada anak tergantung  dari berat ringannya hipertensi dan penyakit  yang mendasarinya. Pengobatan hipertensi  pada anak dapat dilakukan dengan  pengobatan tanpa obat (nonfarmakologok)  meliputi perubahan pola makan dengan  mengurangi asupan garam dalam makanan,  olahraga, menurunkan berat badan jika anak  telah mengalami kegemukan, mengurangi  stress pada anak, dan menghentikan  pemakaian obat-obatan yang menyebabkan  hipertensi.

Obat untuk mengontrol tekanan darah atau  peninggian tekanan darah pada anak  umumnya adalah hidroklorotiazid, furosemid,  kaptopril, propanolol, dan klonidin.

Semakin muda usia anak, semakin besar  kemungkinan penyakit-penyakit sistemik  (penyakit ginjal akut, penyakit ginjal kronik,  tumor dan infeksi berat, penyempitan  pembuluh darah, serta diabetes mellitus) itu  diderita oleh anak yang mengalami  hipertensi. Namun, pada anak yang lebih  dewasa, biasanya hipertensi disebabkan oleh  pola makan dan gaya hidup.

Meskipun tidak banyak, kasus hipertensi pada  anak dapat berlangsung hingga dewasa dan  meningkatkan resiko penyakit jantung dan  pembuluh darah. Oleh karena itu, orang tua  harus mencegah resiko tersebut dengan  mencegah anak yang sedang dalam masa   pertumbuhan untuk tidak kelebihan berat  badan (obesitas), selalu waspada pada anak  yang sering demam (dengan atau tanpa  gejala lain), waspada dengan anak yang  mengeluhkan sakit perut atau sakit pinggang  secara berulang, sakit saat buang air kecil,  serta ketika mata anak terlihat sembab di pagi  hari.

Semoga informasi tekanan darah tingga pada  anak diatas dapat bermanfaat dan dapat  membantu para orang tua dalam mengatasi  masalah tekanan darah tinggi pada anak.

 

Cara Mengobati Penyakit Hipertensi Secara Alami

Cara-mengatasi-hipertensiTekanan darah tinggi atau hipertensi yaitu  penyakit naiknya tekanan darah pad  apembuluh darah dalam periode waktu yang  cukup lama. Kenaikan tekanan darah dapat  disebabkan oleh penyempitan pembuluh  sehingga menimbulkan timbunan lemak dan  zat-zat lain. Tekanan darah tinggi dapat  meningkatkan resiko penyakit jantung, gagal  ginjal, stroke, dan penyakit kronik lainnya.  Menurut hasil penelitian dari WHO  menunjukkan bahwa hampir sebagian dari  kasus serangan jantung dipicu oleh tekanan  darah tinggi.

Terdapat beberapa faktor yang dapat  menyebabkan seseorang memiliki penyakit  hipertensi, meliputi :

  1. Merokok dan mengkonsumsi alkohol.  Seorang perokok dan pecandu alkohol akan  lebih mungkin terserang penyekit hipertensi  dan penyakit jantung. Dalam jangka waktu  yang panjang dapat menyebabkan stroke dan  kanker.
  2. Stres. Stres dapat mengakibatkan masalah  pada emosional, psikologis, bahkan masalah  fisik, termasuk masalah penyakit arteri  koroner dan tekanan darah tinggi. Stres dapat  dikurangi dengan berbagai cara, misalnya  liburan, terapi gelombang otak, atau yoga.
  3. Obesitas. Kelebihan berat badan dapat  membuat seseorang menjadi rentan terhadap  penyakit, salah satunya hipertensi.
  4. Riwayat keluarga. Jika salah satu keluarga  mengidap hipertensi, maka kemungkinan  besar Anda berpotensi terkena hipertensi.

Hampir sepertiga penderita hipertensi tidak  mengetaui jika dia memiliki penyakit  hipertensi. Salah satu cara yang dapat  dilakukan untuk mengetahui apakah tekanan  darah tinggi atau tidak adalah dengan  melakukan pemeriksaan secara teratur.  Gejala tekanan darah tinggi yang harus  diwaspadai adalah sebagai berikut :

  • Sakit kepala parah
  • Kelelahan atau kebingungan
  • Penglihatan mengalami masalah
  • Nyeri pada dada
  • Kesulitan bernapas
  • Denyyut jantung tidak teratur
  • Berdebar didada, leher atau telinga.

Jika Anda mengalami salah satu atau lebih  gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan  ke dokter untuk mengetahui lebih jelas gejala  yang dirasakan.

Pengobatan Hipertensi Secara Alami

Tujuan dari pengibatan hipertensi tidak hanya  menurunkan tekanan darah saja, namun  juga mengurangi dan mencegah komplikasi  akibat dari hipertensi. Mengobati tekanan  darah tinggi dapat dilakukan dengan  beberapa cara, termasuk perubahan diet,  obat-obatan, dan olahraga. Terdapat banyak  produk obat tekanan darah tinggi yang dapat  Anda pilih, salah satunya obat herbal yang  ada disekitar kita. Obat herbal penurun  hipertensi banyak sekali kita temukan, seperti  alang-alang, bawang merah dan bawang  putih juga memiliki khasiat untuk membantu  mengatasi masalah hipertensi. Selain itu,  buah-buahan seperti belimbing dan  mentimun juga dapat digunakan sebagai cara  mengobati hipertensi secara alami.

Jus Seledri

jus-seledriSeledri sebenarnya sudah lama digunakan  sebagai obat tradisional. Baru-baru ini  penelitian sudah membuktikan bahwa  mengonsumsi jus seledri setiap hari selama  satu minggu dapat membantu menurunkan  tekanan darah tinggi. Karena didalam seledri  mengandung kalium, mineral dan  antioksidan yang tinggi. Seledri juga memiliki  kandungan senyawa 3-n-butil-phthalide yang  berfungsi untuk merenggangkan atau  melebarkan otot-otot dinding arteri, sehingga  memungkinkan darah mengalir lebih lancar.  Pthalides juga dapat mengurangi hormon  stres yang dapat mengakibatkan pembuluh  darah mengerut.

Bawang Putih

khasiat bawang putih dokter kesehatan medis klinisSenyawa yang ada pada bawang putih  bermanfaat untuk melebarkan serta  menghindari pembekuan darah yang menjadi  penyebab hipertensi. Karakter bawang putih  yang lain baik untuk menghindari darah  tinggi yaitu kemampuannya menghancurkan  lemak serta menurunkan kandungan  kolesterol jahat (LDL).

Cara mengkonsumsi bawang putih yaitu  ambillah 3 siung bawang putih yang telah  dikupas, lalu cuci hingga bersih. Tumbuk  sampai halus, kemudian tambahkan air  secukupnya dan peras. Konsumsi air perasan  tersebut 3 kali sehari. Konsumsi bawang putih  juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi  langsung bawang putih tersebut, dimakan  dengan nasi.

Kombinasi buah mentimun dan labu siam

Jus kedua bahan tersebut, kemudian saring  dan diambil airnya saja. Buah yang  digunakan masing-masing seberat 200 gram.  Konsumsi secara teratur.

Itulah beberapa tips cara mengobati  hipertensi secara alami yang dapat Anda  lakukan. Semoga bermanfaat dan dapat  memberikan hasil yang maksimal.