Pengobatan Hipertensi Dengan Daun Salam

daun-salamobathipertensi.info,- Selama ini kita sering menggunakan  daun salam sebagai bahan pelengkap  suatu masakan. Namun siapa yang  menyangka, ternyata salam juga  memiliki khasiat yang baik untuk  digunakan untuk terapi kesehatan, salah  satunya untuk mengatasi hipertensi.

Kandungan senyawa aktif dalam daun  salam yang baik untuk kesehatan yaitu  minyak asiri yang mengandung sitral,  seskuiterpen , lakton, eugenol, dan fenol.  Selain itu, senyawa lain yang terkandung  didalamnya adalah saponin, triterpen,  flavonoid, tanin, polifenol, dan alkaloid.

Daun Salam Untuk Mengatasi Hipertensi

Seperti yan telah disebutkan diatas, daun  salam memiliki khasiat untuk mengatasi  hipertensi. Didalam daun salam  mengandung minyak asiri (sitral,  eugenol), tanin dan flavonoid. Flavonoid  dalam daun salam berfungsi sebagai  antioksidan yang mampu mencegah  terjadinya oksidasi sel tubuh. Semakin  tinggi oksidasi sel dalam tubuh, maka  semakin tinggi resiko untuk mengidap  penyakit degeneratif. Kandungan  flavonoid dalam daun salam dapat  membantu dalam mencegah terjadinya   tekanan darah tinggi, menurunkan  kadar kolesterol dalam tubuh,  menurunkan kadar gula darah, dan  menurunkan kadar asam urat.

Pengobatan hiperteni dengan daun  salam sendiri, meskipun masih sebatas  uji pre klinis yang dilakukan pada seekor  tikus dengan hipertensi. Namun, hasil  yang terlihat nyata dimana apabila  digunakan secara rutin daun salam  dapat menurunkan tekanan darah  hingga mencapai tekanan  darah normal  kembali. Namun, jika mengonsumsi  daun salam secara tunggal dapat  menimbulkan efek samping, salah  satunya yaitu konstipasi. Dimana ketka  mengonsumsi daun salam ditemukan  feses yang lebih sedikit karena ekstrak  daun salam dapat menurunkan rasio  transit pada pencernaan yang membuat  buang air besar menjadi sulit. Maka dari  itu disarankan untuk mengombinasikan  daun salam salah satunya dengan daun  cincau. Menurut hasil penelitian,  kombinasi kedua bahan tersebut sangan  cocok dan dapat meningkatkan jumlah  feses.

Bagian dari tanaman daun salam yang  dapat digunakan adalah kulit batang,  akar, daun dan buah. Namun, bagian  yang sering digunakan baik untuk  melengkapi bumbu masakan maupun  untuk terapi pengobatan adalah bagian  daun.

Cara Konsumsi Daun Salam Untuk  Mengatasi Hipertensi
  • Siapkan 7-10 lembar daun salam yang  telah dicuci bersih dan 3 gelas air.
  • Rebus air dan daun salam tersebut  sampai air tersisa 1 gelas.
  • Kemudian dinginkan dan saring air  rebusan tersebut.
  • Minumlah ramuan tersebut 2 kali sehari  (pagi dan sore) masing-masing sebanyak  100 ml.

Dalam beberapa penelitian yang telah  dilakukan untuk mengetahui khasiat  daun salam, ternyata daun salam bukan  hanya berkhasiat untuk mengatasi  hipertensi, namun juga berkhasiat untuk  mengatasi diare karena kandungan  tannin yang tinggi didalam daun salam.  Bahkan dalam penelitian yang dilakukan  oleh dosen farmasi ITB, menyebutkan  bahwa daun salam juga berkhasiat  untuk menyatasi penyekit diabetes  mellitus dan asam urat.

Semoga informasi pengobatan hipertensi  dengan daun salam diatas dapat  bermanfaat dan juga dapat membantu  kita dalam mengatasi berbagai masalah  kesehatan, salah satunya hipertensi.

 

Penyakit Jantung Hipertensi

hypertensive-heart-disease1obathipertensi.info,- Bersamaan dengan  gangguan lemak, diabetes mellitus, dan  merokok hipertensi menajadi faktor  resiko utama terjadinya penyakit  jantung. Sayangnya, para penderita tidak  menyadarinya dan baru mengetahuinya  ketika jantung telah lelah bekerja  memompa darah dengan tekanan yang  ekstra.

Penyakit jantung hipertensi (Hipertensi  Heart Disease, HHD) merupakan istilah  yang digunakan untuk menyebutkan  penyakit jantung secara keseluruhan,  mulai dari Left Ventricle  Hyperthrophy  (LVH), aritmia jantung, Penyakit  jantung koroner, dan penyakit jantung  kronis (CHF) yang disebabkan oleh  peningkatan karena tekanan darah, baik  secara langsugn maupun tidak langsung.

Penyakit jantung hipertensi merujuk  pada suatu kondisi yang disebabkan oleh  peningkatan tekanan darah (hipertensi).  Hipertensi yang berlangsung lam dan  tidak terkontrol dapat mengubah  struktur miokard, pembuluh darah dan  sistem konduksi jantung. Tekanan darah  tinggi dapat meningkatkan beban kerja  jantung, dan lama kelamaan dapat  mengakibatkan otot jantung mengalami  penebalan. Akibat dari jantung  memompa darah melawan tekanan  yang meningkat pada pembuluh darah  yang meningkat, maka Ventrikel kiri  akan mengalami pembesaran dan  jumlah darah yang dipompa jantung  setiap menitnya berkurang. Hipertensi  juga berpengaruh terhadap penebalan  dinding  pembuluh darah yang akan  mendorong terjadinya peningkatan  kolesterol yang akan terakumulasi pada  dinding pembuluh darah. Hal tersebut  akan meningkatkan resiko serangan  jantung dan stroke. Penyakit jantung  hipertensi merupakan faktor utama  penyakit dan kematian akibat hipertensi.

Berdasarkan data dari WHO, hanya 25%  dari 50% penderita hipertensi  mendapatkan pengobatan. Padahal,  semua  gejala penyakit jantung seperti  nyeri dada, sesak napas, ataupun  jantung berdebar  dapat segera ditangani  jika penderita lebih awal mengetahuinya.

Gejala Jantung Hipertensi

Anda perlu mewaspadai berbagai gejala  yang timbul, seperti sakit kepala, sakit  dada, jantung berdebar, sakit ditengkuk,  mudah lelah, penglihatan kabur, dan  mimisan. Karena itu semua bisa saja  merupakan gejala dari hipertensi yang  merujuk ke gagal jantung.

Pada tahap awal, pada umumnya  penderita tidak mengalami keluhan,  seperti halnya pada hipertensi. Bila  sistomatik, maka biasanya disebabkan  oleh :

  • Peningkatan tekanan darah itu sendiri  seperti berdebar-debar, rasa melayang  (dizzy) dan impoten.
  • Cepat capek, sesak napas, sakit dada,  bengkak kedua kaki atau perut.
  • Penyakit dasar seperti pada hipertensi  sekunder, seperti polidipsia, poliuria,  kelemahan otot pada aldosteronisme  primer, peningkatan berat badan yang  cepat dengan emosi yang labil pada  sindrom cushing. Feokromositoma dapat  timbul denhan keluhan episode sakit  kepala, palpitasi, benyak keringat, dan  rasa melayang saat berdiri (postural  dizzy).

Pncegahan dan pengobatan penyakit jantung hipertensi  secara garis besar dibagi menjadi 2 jenis,  antaralain :

Non farmakologis

Mulailah dengan menjaga makanan,  pilihlah makanan yang mengandung  kadar garam yang rendah serta banyak  minum air putih, berhenti merokok dan  kurangi konsumsi alkohol, hindari stress,  lakukan diet hipertensi jenis DASH, dan  lakukan olahraga ringan secara teratur.

Farmakologis

Golongan obat yang biasanya akan  diberikan kepada penderita seperti obat  diuretika, penyekat beta, antagonis  kalsium, penghambat ACE, vasodilator  langsung. Obat-obatan tersebut dapat  digunakan dengan memperhatikan  kondisi penderita dan menyakit lain yang  diderita oleh penderita.

Hipertensi Esensial

Hipertensi-primer-atau-esensialobathipertensi.info,- Hipertensi atau tekanan  darah tinggi merupakan keluhan yang  sering terjadi pada masyarakat. Setiap  tahun jumlah penderita hipertensi  semakin meningkat. Jika penderita  hipertensi tidak mendapatkan  pengobatan dan pengontrolan secara  rutin, maka akan berdampak terjadinya  kasus-kasus serius bahkan hingga bisa  menyebabkan kematian. Dari seluruh  kasus hipertensi 95% merupakan  hipertensi esensial.

Hipertensi esensial yaitu hipertensi yang  penyebabnya belum/tidak diketahui  dengan pasati. Biasanya hipertensi ini  berhubungan dengan riwayat genetik  yang diturunkan dari keluarga yang  pernah atau menderita hipertensi. Secara  umum tekanan darah pada orang  dewasa (usia >18 tahun) diklasifikasikan  menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok  normal, prehipertensi, hipertensi derajat  I, dan hipertensi derajat II.

Klasifikasi tekanan darah

Klasifikasi Tekana Darah    Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
Normal  <120  <80
Prehipertensi 120-139  80-89
Hipertensi Derajat I 140-159 90-99
Hipertensi Derajat II  >160  >100

Penyebab hipertensi esensial biasanya  multifaktorial yang muncul dari  interaksi berbagai macam faktor resiko  tertentu, yaitu :

  • Faktor resiko, seperti usia lanjut, jenis  kelamin wanita, riwayat keluarga, diet  asupan garam, stress, kegemukan  (obesitas), kolesterol LDL tinggi,  merokok, dan diabetes mellitus.
  • Sistem saraf simpatis
  • Keseimbangan vasodilatasi dan vaso  konstriksi pembuluh darah
  • Sistem Renin Angiotensin

Hipertensi yang berlangsung lama tanpa  penanganan dapat menimbulkan  kerusakan pada organ-organ lainnya,  diantaranya jantung, otak, ginjal, arteri,  dan retina. Kerusakan organ tersebut  dapat disebabkan oleh injuri mekanik  langsung dari tekanan darah tinggi  maupun dari efek tdak langsung.

Hipertensi sering tidak disertai oleh  gejala, sehingga para penderita sering  tidak mengetahui kalau dirinya  mengidap hipertensi. Namu, jika  hipertensi yang diserita sudah berat  biasanya akan menimbulkan gejala  seperti sakit kepala, nyeri kuduk,  mimisan, tinitus (tersengar suara  mendenging), dan sebagainya.

Sebenarnya hipertensi dapat  dikendalikan dengan cara menghindari  faktor pencetus. Perubahan gaya hidup  dan melakukan diet rendah garam dan  lemak juga sangat dianjurkan. Selain itu,  lakukan juga olahraga ringan secara  teratur seperti latihan aerobik minimal 3  kali seminggu selama 30 menit. Rokok  dan konsumsi alkohol juga mutlak harus  dihindari.

Semoga informasi hipertensi esensial diatas dapat bermanfaat bagi paa pembaca.

Penyakit Hipertensi Dan Hipotensi

Tanda-Tanda-Dan-Gejala-Penyakit-Darah-Tinggiobathipertensi.info,- Ketika mendengar  kata hipertensi dan hipotensi orang  sering merasa bingung, karena kedua  istilah tersebut terdengar sangat mirip.  Hipertensi dan hipotensi merpakan dua  hal yang sangat berlawanan. Dimana  hipertensi berarti tekanan darah tinggi,  sedangkan hipoteni yaitu tekanan darah  rendah.

Hipertensi

Hipertensi merupakan kondisi dimana  tekanan darah mengalami kenaikan  hingga diatas normal yaitu diatas  140/90 mmHg. Nilai normal tekanan  darah seseorang yaitu 120/80 mmHg.  Tekanan darah biasanya naik seiring  dengan bertambahnya usia karena  hilangnya elastisitas pembuluh darah.  Jika tekanand arah tinggi tidak  mendapatkan pengobatan dan  pengontrolan secara teratur, maka  penderita akan mengalami kasus-kasus  yang lebih serius, bahkan hingga  menyebabkan kematian.

stop-drinkingsHipertensi sering disebabkan oleh faktor  sekunder, yaitu karena adanya penyakit  lain yang menyertainya seperti penyakit  ginjal, kelainan hormonal, obat-obatan  tertentu, obesitas, stress dan alkohol.  Selain itu juga hipertensi dapat terjadi  secara primer (hipertensi esensial), yaitu  hipertensi yang penyebabnya  belum/tidak diketahui.

Tekanan darah tinggi memberikan  sebuah ketegangan pada jantung yang  dapat menyebabkan gagal jantung,  pembesaran otot jantung dan kegagalan  katup. Tekanan darah tinggi juga dapat  menimbulkan pecah pembuluh darah  kecil didalam otak, sehingga dapat  memicu terjadinya stroke hemoragik  (perdarahan dalam substansi otak).  Selain itu juga tekanan darah tinggi  dapat menyebabkan gagal ginjal.

Penanganan Hipertensi

Diet Hipertensi
  1. Kandungan garam (Sodium/Natrium)
    Seseorang yang menderita hipertensi  sebaiknya mengontrol asupan garam  yang dikonsumsi. Untuk dapat  mengontrol asupan garam tersebut,  berikut beberapa tips yang dapat  dilakukan :
  • Ketika membeli makanan pilih jumlah  kandungan sodium yang rendah
  • Batasi konsumsi daging dan keju
  • Hindari cemilan yang asin-asin
  • Kurangi pemakaian saus yang  umumnya memiliki kandungan sodium
  • Kandungan Potasium/Kalium
    Suplemen potasium 2-4 gram/hari dapat  membantu menurunkan tekanan darah.  Umumnya potasium banyak ditemukan  pada buah-buahan dan sayuran, seperti  semangka, alpukat, melon, pare, labu  siam, mentimun, lidah buaya, bawang  putih, seledri, dan lain-lain. Selain itu,  kandungan omega-3 juga dikenal sangat  efektif dalam menurunkan tekanan  darah.

 

Hipotensi

Tanda dan GejalaHipotensi merupakan suatu kondis yang  ditandai dengan tekanan darah yang  berada dibawah normal. Hipotensi  merupakan suatu istilah medis yang  biasa digunakan pada seseorang yang  memiliki tekanan darah kurang dari  90/60 mmHg. Seseorang yang  mengalami tekanan darah rendah sering  mengeluhkan keadaan sering pusing,  sering menguap, penglihatan kurang  jelas (kunang-kunang) terutama setelah  duduk lama kemudian berjalan, keringat  dingin, merasa cepat lelah, bahkan  sampai mengalami pingsan yang  berulang. Pada pemeriksaan secara  umum denyut nadi lemah, penderita  terlihat pucat, hal ini disebabkan oleh  suplai darah yang tidak maksimum  keseluruh jaringan tubuh.

Secara umum hipotensi disebabkan oleh  beberapa hal seperti pendarahan,  pelebaran pembuluh darah karena  infeksi yang meluas, volume darah yang  berkurang, penurunan curah jantung,  dan vasolidatasi pembuluh darah.

Terdapat beberapa tips penanganan yang  dapat dilakukan untuk mengatasi  hipotensi, diantaranya :

  • Minum air dalam jumlah yang cukup  banyak, yaitu antara 8 sampai 10 gelas  per hari. Sesekali minum kopi untuk  memicu peningkatan detak jantung  sehingga tekanan darah akan  meningkat.
    mengonsumsi makanan yang  mengandung kadar garam yang cukup.
  • Lakukan olahraga secara teratur, seperti  berjalan kaki pada pagi hari selama 30  menit. Lakukan minimal 3 kali  seminggu untuk membantu mengurangi  timbulnya gejala.
  • Bagi wanita dianjurkan untuk  menggunakan stocking yang elastis.
  • Pemberian obat-obatan yang dapat  meningkatkan tekanan darah hanya  dilakukan jika gejala hipotensi yang  dirasakan benar-benar mengganggu  aktivitas sehari-hari. Selain itu dokter  hanya akan memberikan vitamin  (suport/placebo) serta beberapa saran  yang dapat dilakukan oleh penderita.

Lalu, Lebih berbahaya mana, Hipertensi  atau Hipotensi ?

Menurut slah satu penelitian, hipertensi  memang lebih berbahaya daripada  hipotensi. Dari penelitian tersebut  menyimpulkan bahwa tekanan darah  rendah (hipotensi) memiliki harapan  hidup yang lebih tinggi dibandingkan  dengan orang tekanan darah normal.  Penelitian lain juga menegaskan bahwa  orang yang mengalami hipotensi sejak  kecil usianya relatif lebih panjang dan  lebih sehat. Hipotensi akan menjadi  masalah jika terjadi pada usia dewasa,  dan penderita awalnya dalam keadaan  sangat sehat.
Tetapi, tekanan darah yang terlalu  randah juga tidak baik dan dapat  membahayakan jiwa. Seseorang yang  tekanan darahnya terlalu rendah  darahnya tidak akan mampu dipompa  keseluruh tubuh. Dengan demikian, sel- sel tubuh akan kekurangan nutrisi dan  oksigen yang lama kelamaan bisa  menyebabkan kematian jaringan.

Semoga informasi tentang penyakit  hipertensi dan hipotensi diatas dapat  bermanfaat bagi para pembaca dan  dapat memberikan sedikit pengetahuan  mengenai penyakit hipertensi dan  hipotensi serta dapat membantu kita  untuk menjalani hidup yang lebih sehat.

 

Labu Siam Untuk Tekanan Darah Tinggi

labuhobathipertensi.info,- Hampir semua orang terutama di  Indonesia mengenal labu siam. Labu siam ini terdapat  dipasar-pasar tradisional dan juga dipusat perbelanjaan, sehingga  tidak sulit untu menemukannya. Selain digunakan sebagai  bahan makanan, ternyata labu siam ini juga dapat digunakan  sebagai obat tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Labu siam memiliki kadar serat yang cukup baik, yaitu 1,7  g/100 g. Konsumsi serat dalam jumlah yang cukup sangat  baik untuk mengatasi sembelit dan aman untuk lambung  yang sensitif atau radang usus. Selain itu, labu siam jug akaya  akan kalium. Kalium berfungsi untuk mengendalikan  tekanan darah, terapi darah tinggi, serta membersihkan  karbondioksida dalam darah. Kalium juga bermanfaat untuk  memicu kerja otot dan simpul saraf. Kalium yang tinggi juga  akan memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan  membantu memperlancar keseimbangan cairan, sehingga  tubuh menjadi lebih segar.

Selain itu juga diduga kandungan serat soluble dalam lanu  siam mungkin dapat mengikat sebagian garam empedu yang  masuk ke dalam usus 12 jari. Selain bersifat diuretic (peluruh  air seni), kandungan alkoloidnya dapat membuka pembuluh  darah yang tersumbat. Melalui air seni akibat sifat diuretic  dari labu siam banyak terbuang, kandungan garam didalam  darah pun ikut berkurang. Berkurangnya kadar garam yang  bersifat menyerap atau menahan air ini akan meringankan  kerja jantung dalam memompa darah, sehingga tekanan  darah akan menurun.

Cara mengonsumsi labu siam untuk tekanan  darah tinggi, yaitu :

  • Siapkan 1 buah labu siam dan 2 buah mentimun ukurang  sedang
  • Cuci bersih dan iris kecil
  • Jus irisan kedua bahan tersebut

Aturan pakai : Minum jus tersebut 3 kali sehari sampai  tekanan darah kembali normal.

Selain dengan cara di jus, labu siam juga dapat dikonsumsi  dengan cara lain. Caranya parut 1 buah labu siam lalu peras  dan air perasannya diminum pagi dan sore hari sampai  tekanan darah kembali normal.

Semoga informasi labu siam untuk tekanan darah tinggi  diatas dapat bermanfaat dan memberikan kita solusi dalam  mengobati tekanan darah tinggi secara alami dan tentunya  mudah untuk dilakukan.

 

Diet Hipertensi

dietobathipertensi.info,- Penyakit hipertensi merupakan sejenis penyakit yang kini banyak diderita oleh masyarakat. Pola hidup dan pola makan yang tidak seimbang dan tidak sehat merupakan penyebab seseorang terserang penyakti hipertensi. Penyakit ini memiliki efek jangka panjang dan mempercepat terjadinya penumpukan lemakn di dalam pembuluh darah. Apabila dibiarkan terus menerus makan akan menyebabkan terjadinya serangan jantung, penyakit jantung, stroke, dan juga sakit ginjal.

Tidak ada tombol otomatis untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Perpaduan antara pola makan yang sehat dan olahraga menjadi salah satu kunci yang dapat dilakukan untuk dapat menjalani hidup yang lebih baik. Dokter akan menyarankan penderita hipertensi untuk melakukan diet hipertensi. Pantangan utama bagi penderita hipertensi adalah garam, alkohol, dan lemak jahat.

Diet hipertensi merupakan diet bagi penderita hipertensi yang bertujuan untuk membantu menurunkan tekanan darah dan mempertahankan tekanan darah menuju normal. Selain itu, diet hipertensi juga ditujukan untuk menurunkan faktor resiko hipertensi lainnya, seperti berat badan yang berlebih, tingginya kadar lemak (kolesterol) dan asam urat dalam darah.

Penelitian-penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa apa yang kita makan dapat mempengaruhi tekanan darah kita. Konsumsi makanan dapat berpengaruh terhadap penurunan atau peningkatan tekanan darah. Diet dengan kadar sodium (garam) yang rendah  dapat membantu menurunkan tekanan darah. Panduan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension = Pandean Diet Untuk Mengendalikan Hipertensi) merupakan panduan diet yang menspesifikasikan bahan makanan tertentu telah dianjurkan untuk dapat menurunkan dan mengontrol tekanan darah.

DASH merupakan panduan diet hipertensi yang mencakup makanan-makanan dengan kadar lemak jenuh, kolesterol, dan kadar lemak yang rendah serta kaya akan magnesium, kalium, kalsium, protein dan serat. Panduan diet hipertendi DASH lebih menekankan pada konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran dan produk susu olahan yang rendah lemak serta menganjurkan untuk mengonsumsi ikan, unggas, produk olahan gandum dan kacang-kacangan. Makanan-makanan seperti daging merah, makanan manis, dan minjuman yang mengandung gula harus dikurangi.

Dengan mengatur pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi, penderita hipertensi dapat menurunkan tekanan darah yang tinggi dan mengendalikan serta mempertahankan tekanan darah dalam batas normal.

Jenis Makanan Dalam Panduan Diet Hipertensi DASH
DASH

  • Gandum dan produk olahan gandum/biji-bijian.  Contohnya seperti roti gandum, bagel,sereal, oatmeal, crackers gandum, dan popcorn tanpa garam. Gandum memiliki manfaat sebagai sember energi dan serat.
  • Buah-buahan. Buah-buahan yang dianjurkan yanitu yang berfungsi sebagai sumber kalium, magnesium dan serat, diantaranya pisang, kurma, anggur, jeruk, mangga, melon, nanas, jeruk bali, plum, persik, kismis, jeruk mandarin, dan stroberi.
  • Sayur-sayuran. Manfaat sayur-sayuran sama dengan buah-buahan, yaitu sebagai sumber kaliu, magnesium dan serat. Contoh sayur-sayuran yang disarankan yaitu tomat, kentang, wortel, kapri, brokoli, bayam, kacang hijau, ubi, labu, sawi hijau, dan kol.
  • Produk susu rendah lemak. Misalnya susu tanpa lemak atau rendah lemak, keju tanpa lemak atau rendah lemak, dan yoghurt tanpa lemak atau rendah lemak.
  • Kacan-kacangan, polong-polongan, biji-bijian. Contohnya almond, kacang tanah, biji bunga matahari, kacang merah, kacang kapri. Kacang-kacangan tersebut bermanfaat sebagai sumber energi, magnesium, kalium, protein dan serat.
  • Lemak dan minyak. Asupan lemak yang tetap diperlukan oleh tubuh sebagai sember kalori, seperti minyak sayur (olive oil), mayonais rendah lemak, margarin rendah lemak.
  • Makanan Manis. Makanan manis dalam jumlah terbatas dan rendah lemak sebagai slaah satu sumber kalori yang diperlukan oleh tubuh. Contohnya seperti gula, selai, sirup buah, peren dan agar-agar.

Memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi sangatlah penting dilakukan para penderita hipertensi. Karena makanan meiliki peranan yang sangat penting dalam memengaruhi tekanan darah baik mengurangi maupun meningkatkan tekanan darah.

Semoga informasi diet hipertensi diatas dapat bermanfaat dan dapat membantu kita dalam menjalani hidup yang lebih sehat.

Hubungan Hipertensi Dengan Penyakit Stroke

stroke hipertensiobathipertensi.info,- Menurut WHO, stroke merupakan tanda-tanda khas mengenai gangguan fungsi serebral secara global yang berkembang dengan cepat serta gejala yang berlangsung selama 24 jam/lebih pengaruh kematian tanpa penyebab yang jelas, dengan tanda-tanda yang berkenaan dengan aliran darah ke otak. Seringkali seseorang terkena serangan stroke, padahal sebelumnya tidak menunjukkan gejala penyakit yang serius, hanya kadang-kadang sakit kepala dan nyeri tengkuk. Kejadian seperti ini seringkali membuat penderita atau keluarganya tidak percaya. Padahal, pencderita hanya mengalami gejala tekanan darah tinggi yang tidak terlalu berat.

Memang hipertensi dan stroke memiliki keterkaitan yang erat. Bisa jadi selalu ada tekanan darah tinggi pada penderita stroke, maka wajarlah bahwa hipertenai menjadi faktor utama terjadinya stroke. Meskipun banyak faktor lain yang dapat menyebabkan stroke.

Jika tekanan darah tidak terkontrol dengan baik, maka hipertensi bisa menjurus ke stroke dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Ketika hipertensi terjadi dan berlangsung tidak terkontrol, biasanya akan menunjukkan gejala sebelum stroke terjadi. Contohnya ketika tekanan darah naik, bisa jadi diikuti dengan rasa kesemutan. Namun, hal tersebut sering diabaikan, karena penderita hipertensi selalu memerhatikan sakit kepala atau pusing saat tekanan darah naik. Padahal sebenarnya gejala kesemutan pada penderita hipertensi perlu diwaspadai. Kesemutan yang merupakan tanda adanya jaringan syaraf yang terganggu memang memberi situasi klinis adanya masalah dipembuluh darah otak yang mensuplai bagian syaraf tersebut.

otak 2Hipertensi merupakan penyebab meningkatnya resiko penyakit stroke. Memang tidak semua hipertensi dapat menyebabkan serangan stroke, namun prevalensinya menjadi sangat tingi. Bisa jadi hipertensi juga dapat menyebabkan gagal ginjal, serangan jantung, gagal jantung, namun untuk stroke resikonya bisa menjadi sangat besar. Tekanan darah setiap saat berfluktuasi. Terkadang turun, kadang-kadang juga meninggi, terutama jika konsumsi garam berlebihan. Semakin tinggi tekanan darah, maka semakin besar tekanan yang diderita oleh dinding pembuluh darah. Jika tekanan sangat tinggi, maka pembuluh darah dapat pecah, terutama pembuluh darah kecil yang berdinding tipis.

Tekanan darah yang tinggi pada hipertensi akan memicu pecahnya pembuluh darah otak. Pada gilirannya, jaringan otak akan rusak dan timbul gejala-gejala stroke. Stroke akibat hipertensi termasuk ke dalam strokehemoragik atau stroke perdarahan.

Hipertensi bukanlah penyebab tunggal dari stroke. Hipertensi hanyalah salah satu dari sekian banyak penyebab stroke yang lain.

Untuk mengatasi hipertensi memang harus dilakukan perubahan pada pola makan, gaya hidup, pengobatan dan kontrol yang rutin. Mungkin resiko stroke belum hilang dengan terkontrolnya hipertensi, tapi setidaknya akan mengurangi besarnya resiko dari serangan stroke.

Semoga informasi hubungan hipertensi dengan penyakit stroke diatas dapat bermanfaat dan dapat membantu kita untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

 

Penyakit Hipertensi Paru

hipertensi-pulmonalobathipertensi.info,- Istilah hipertensi atau  tekanan darah tinggi memang sudah tidak  asing lagi ditelinga kita. Hipertensi  dikaitkan dengan naiknya tekanan darah  pada pembuluh darah. Namun, tidak  banyak masyarakan yang mengetahui  mengenai penyakit hipertensi paru  (Hipertensi Pulmonal). Penyakit ini  memang kurang banyak diketahui oleh  masyarakat. Hipertensi pulmonal sering  menyerang pada usia produktif dan dapat  menyebabkan kematian. Lalu, apa itu  penyakit hiepertensi paru ?

Hipertenai paru atau hipertensi pulmonal  merupakan jenis tekanan darah tinggi yang  memengaruhi arteri diparu-paru dan sisi  kanan jantung. Dimana tekanan  dipembuluh darah tidak normal, yaitu  pembuluh arteri yang mensuplai darah  tertekan dan menyebabkan tekanan darah  dipembuluh meningkat. Akibatnya darah  sulit melewati paru-paru, sehingga jantung  harus bekerja lebih cepat untuk dapat  mengurangi tekanan tersebut.

Hipertensi pulmonal terbagi menajadi dua  jenis, yaitu hipertensi pulmonal primer dan  hipertensi pulmonal sekunder.

  1. Hipertensi pulmonal merupakan hipertensi  pulmonal yang tidak diketahui  penyebabnya.
  2. Hipertensi pulmonal sekunder merupakan  hipertensi pulmonal yang disebabkan  kondisi medis lain, seperti cacat jantung  bawaan, penyakit yang berhubungan  dengan jaringan, HIV, dan lain-lain.

Penyebab dari hipertensi pulmonal ini pada  umunya selit diketahui. Namun, yang  paling sering menyebabkan penyakit hipertensi  pulmonal yaitu gagal jantung kiri. hal ini  karena diakibatkan oleh gangguan pada  bilik kiri jantung akibat dari gangguan  katup jantung seperti regurgitasi (aliran  balik) dan stenosis (penyempitan katup  mitral). Penyebab lain dari hipertensi  pulmonal yaitu HIV, penyakit bawaan,  penyakit tiroid, sirosis hati, anemia sel sabit,  dan penyakit autoimun. Selain itu, penyakit   pada paru yang dapat menurunkan  oksigen juga dapat menyebabkan hipertensi  pulmonal, seperti Penyakit Paru Obstruktif  Kronik (PPOK), penyakit aparu interstitial  dan sleep apnea, yaitu henti napas sesaat  pada saat tidur.

Gejala-gejala awal penyakit hipertensi paru  hampir mirip dengan kondisi-kondisi lain,  sehingga hipertensi plumonal sulit  terdeteksi dan mencapai tahap lanjut.  Gejala yang timbul biasanya meliputi :

  • Sesak napas yang timbul secara bertahap
  • Kelemahan
  • Batuk tidak produktif
  • Pingsan atua sinkop
  • Edema perifer (pembengkakan pada  tungkai terutama pada tumit dan kaki)
  • Hemoptisis (batuk berdarah)

Pada tahap awal hingga lanjut, gejala- gejala tersebut menjadi semakin sehingga  dapat menghambat aktifitas.

Rasa nyeri akibat hipertensi pulmonal akut  dirasakan ditengah-tengah dada seperti  digencet dan diperas dan sering dikacaukan  dengan rasanyeri akibat infark miokard.  Bedanya, rasa nyeri akibat hipertensi  pulmonal akut tidak menjalar ke bahu,  punggung, dan ke bawah rahang. Rasa  nyeri ini timbula kibat pelebaran pembuluh  darah secara mendadak.

1355402620X310Meskipun hipertensi paru umumnya  menyerang pada orang dewasa diusia  produktif, tidak menutup kemungkinan  anak-anak pun dapat terserang penyakit  tersebut. Menurut Dr. Ganesha M  Harimurti SpJP(K), hipretensi paru pada  anak umumnya adalah penyakit hipertensi paru  primer. Pada bayi yang baru lahir sering  tidak terdeteksi karena tidak menunjukkan  gejala-gejala yang signifikan. Namun,  sebenarnya bisa diketahui dengan  memerhtikan apakah si anak susah minum  atau bibir dan kuku jarinya membiru. Oleh  sebab itu, sangat penting untuk  diperhatikan, jangan sampai anak dengan  penyakit jantung bawaan terlambat  ditangani. Hipertensi paru pada anak  dengan penyakit jantung bawaan bisa  muncul ketika anak masih bayi atau saat  anak berusia 4 tahun.

Hingga saat ini tidak ada penyembuhan  untuk penyakit hipertensi paru. Pengobatan  hipertensi paru bertujuan untuk  mengoptimalkan fungsi jantung kiri dengan  menggunakan obat-obatan atau dengan  cara memeperbaiki klep jantung mitral atau  katup aorta (pembuluh darah utama)  untuk memberikan kualitas hidup yang  lebih baik agar penderita bisa menjalankan  aktifitas sehari-hari.Tidak hanya ketekunan dalam menjalani  pengobatan, semangat dan gaya hidup  penderita juga diperlukan untuk tetap  bertahan.

Pembedahan sekat antar serambi jantung  (atrial septostomy) yang dapat  menghubungkan antara serambi kanan  dan kiri dapat mengurangi tekanan pada  jantung kanan, tetapi dampak dari terapi ini  dapat mengurangi kadar oksigen dalam  darah (hipoksia). Transplantasi paru dapat  menyembuhkan hipertensi pulmonal  namun komplikasi terapi ini cukup banyak  dan angka harapan hidupnya kurang lebih  selama 5 tahun.

Pengaruh Dari Tekanan Darah Tinggi

imagesobathipertensi.info,- Tekanan darah tinggi  (hipertensi) merupakan suatu keadaan  dimana tekanan darah lebih tinggi dari  batas normal. Saat yang paling kritis bagi  pasien hipertensi adalah menjelang pagi  hari. Bagi penderit ahipertensi, insiden  tertinggi serangan jantung dan stroke  berkaitan erat dengan meningkatnya  tekanan darah dipagi hari.

Hipertensi secara perlahan dapat merusak  organ tubuh manusia, yang lambat laun  akan menunjukkan gejala kerusakan organ  yang lebih progresif. Salah satu pengaruh  hipertensi jika tidak ditangani secara baik  yaitu dapat merusak pembuluh darah  arteri. Arteri yang rusak dapat  menyebabkan terganggunya aliran darah,  yang artinya kebutuhan oksigen dan nutrisi  pada organ dan jaringan tubuh lain juga  akan ikut terganggu. Hipertensi dapat  menyebbakan kerusakan dan penyempitan  arteri. Arteri menjadi keras, kaku dan dapat  menahan aliran darah.

Berikut beberapa organ tubuh yang  beresiko mengalami gangguan akibat  rusaknya arteri, diantaranya :

Jantung

Jantung harus bekerja lebih keras dalam  memompa, ditambah lagi dengan  terjadinya sumbatan dari pembuluh darah  sehingga otot-otot jantung akan membesar  dan tidak efisien lagi dalam memompa  jantung. Akibat dari aliran darah yang tidak  lancar, penderita beresiko terkenan  serangan jantung.

Otak

Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan  pada pembuluh darah di otak dan  mengakibatkan pecahnya pembuluh darah  otak sehingga dapat terjadi serangan stroke.

Ginjal

penyakit-ginjal-1024x768Ginajl seharusnya berfungsi sebagai  penyaring air yang berlebih da limbah  makanan yang berasal dari darah. Namun  jika arteri rusak, maka peredaran darah  juga akan ikut terganggu dan ginjal tidak  dapat berfungsi dengan baik, sehingga  limbah tersebut menumpuk. Selain itu juga  sel-sel ginjal dapat rusak karena gangguan  asupan nutrisi dan darah ke ginjal.

Mata

Peredaran darah ke mata yang terhambat  dapat mengakibatkan gangguan  pandangan, seperti rabun, pendarahan,  bahkan kebutaan.

Organ Vital

Pada laki-laki, hipertensi dapat  menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.  Sedangkan pada wanita dapat  menyebabkan kehilangan gairah seksual,  vagina terasa kering dan tidak dapat  melakukan orgasme.

Tulang

Kepadatan tulang dapat berkurang dan  mudah keropos karena hipertensi memicu  banyaknya kalsium yang terbuang melalui  urin. Terutama bila terjadi pada wanita  dewasa.

Pada tingkat tertentu memang hipertensi  harus diatasi dengan obat-obatan. Namun,  dengan turut mengubah gaya hidup Anda  dapat menyempurnakan pengobatan secara  maksimal dan juga sekaligus dapat  melakukan pencegahan. Berikut beberapa  tips  yang dapat dilakukan untuk mencegah  hipertensi :

  • Munrurunkan berat badan bagi yang  memiliki berat vadan yang berlebih. Karena   biasanya tekanan darah dapat meningkat  seiring dengan naiknya berat badan.
  • Melakukan olahraga yang bersifat aerobik  selama 30 menit sampai 1 jam perhari akan  jauh lebih baik daripada menggabungkan  seluruh porsi latihan di aklhir pekan. Selain  itu, melakukan olahraga secara rutin dan  teratur juga dapat menurunkan berat  badan.
  • Diet yang sehat dan tepat. Diet yang kaya  akan biji-bijian, buah, sayuran, dan susu  rendah lemak dapat membantu  menurunkan tekanan darah. Kurangi  makanan asin, makanan beku, dan daging  olahan.
  • Hindari rokok, baik perokok aktif maupun  perokok pasif.
  • Hindari kafein, karena kafein dapat  menyebabkan kenaikan tekanan darah  meskipun hanya bersifat sementara.  Disarankan untuk tidak mengonsumsi  kafein lebih 2 cangkir sehari, terutama bagi  mereka yang berusia lanjut dan penderita  dengan obesitas karena kafein dapat  berdampak lebih buruk bagi tekanan darah.
  • Kelola stress dengan baik. pengelolaan stress  sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh  kita. Kegiatan relaksasi seperti pemijatan  atau yoga dapat membantu mengurangi  stress Anda. Karena stress dapat menaikkan  tekanan darah.

Semoga informasi pengaruh dari tekanan darah tinggi diatas dapat bermanfaat.

Krisis Hipertensi

krisis hipertensiobathipertensi.info,- Dari populasi hipertensi, di  taksir sekitar 70% menderita hipertensi  ringan, 20% hipertensi sedang, dan 10%  hipertensi berat. Pada setiap tingkatan  hipertensi ini dapat menimbulkan krisis  hipertensi dimana tekanan darah diastolik  sangat meningkat hingga 120-130 mmHg  yang merupakan suatu kegawatan medik  dan memerlukan penanganan yang cepat  dan tepat untuk menyelamatkan jiwa  penderita. Krisis hipertensi dibagi menjadi 2  bagian, yaitu hipertensi emergency (darurat) dan hipertensi urgency  (mendesak).

Hipertensi Emergency

Hipertensi emergency merupakan suatu  keadaan yang ditandai oleh peningkatan  tekanan darah >180/120 mmHg yang  disertai bukti adanya kerusakan target  organ akut atau progresif sehingga  memerlukan penurunan tekanan darah  segera dengan menggunakan obat secara  parental.

Hipertensi Urgency

Hipertensi urgensi yaitu situasi  meningkatnya tekanan darah secara tajan  tanpa adanya gejala yang  berat atau  kerusakan target organ progresif. Kondisi  ini memerlukan penurunan tekanan darah  dalam beberapa jam dengan menggunakan  obat oral.

Membedakan kedua jenis krisis hipertensi  ini bukan dari tingginta tekanan darah,  melainkan dari kerusakan organ sasaran.  Hipertensi emergency dan urgency perlu  dibedakan karena cara penanganannya  berbeda.

Krisis hipertensi berpengaruh pada berbagai  sistem organ. Peningkatan tekanan darah  secara tiba-tiba dapat menyebabkan  hiperfungsi dan meningkatkan Cerebral  Blood Flow, yang dapat menyebabkan  tekanan intrakranial meningkat edema  otak.Krisis hipertensi dapat terjadi pada  keadaan-keadaan sebagai berikut :

  1. Penderita hipertensi yang tidak meminum  obat atau meminum obat antihipertensi  tetapi tidak teratur
    Kehamilan
  2. Penggunaan NAPZA
  3. Penderita dengan rangsangan simpatis  yang tinggi seperti luka bakar berat,  phaeochromocytoma, penyakit kolagen,  penyakit vaskular, trauma kepala.
  4. Penderita hipetensi dengan penyakit  parenkim.

Krisi hipertensi dapat terjadi pada penderita  hipertensi esensial maupun hipertensi yang  terakselerasi. Juga dapat terjadi pada  penderita dengan tekanan darah normal  (normotensif). Selain itu juga hipertensi  dapat menjangkit pada usia berapapun,  mengenai neonatus dengan hipoplasi arteri  ginjal kongenital, anak-anak dengan  glomerulonefritis akut, wanita hamil  dengan eklampsia, atau orang yang lebih  tua dengan arterisklerotis stenosis  pembuluh darah ginjal.

Gejala Krisis Hipertensi

Tanda dan GejalaDerajat kenaikan tekanan darah pada  kegawatan dan ada tidaknya penyakit pada  end organ sebelumnya sangat menentukan  tanda dan keluhan yang ada pada krisis  hipertensi. Keluhan yang biasanya timbul  berupa ensefalopati hipertensi dengan  keluhan sakit kepala, perubahan mental  dan gangguan neurologis, mual, muntah,  gangguan kesadaran, atau dapat pula  disertai dengan gejala kerusakan end organ  sepert nyeri dada, pemendekkan napas,  kecemasan, dan lain-lain.

Pada tingkat awal, manifestasi klinis  hipertensi dapat hilang seluruhnya tanpa  meninggalkan komplikasi yang menetap.  Oleh sebab itu, diagnosa harus secepatnya  ditegakkan, supaya tindakan pengobatan  dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Pengobatan Krisis Hipertensi

Tujuan pengobatan hipertensi sebenarnya  tidak hanya untuk menurunkan tekanan  darah, tetapi juga untuk  mencegah/memperbaiki kelainan  fungsional dan struktural yang terjadi  akibat hipertensi (komplikasi organ  sasaran), diantaranya :

  1. Menurunkan tekanan darah seoptimal  mungkin, tetapi tidak mengganggu perfusi  organ sasaran.
  2. Mencegah komplikasi  vaskuler/arteriosklerotik dan kerusakan  organ sasaran, mengontrol faktor resiko  yang lain.
  3. Bila sudah terjadi komplikasi diusahakan  retardasif(kalau mungkin regresi  komplikasi) atau arteriosklerosis dan  kerusakan target organ (LVH, nefropati,  dan sebagainya).
  4. Memantau dan mengontrol efek samping  obat lain yang dapat menambah morbiditas  dan mortalitas.

Tekanan darah yang sedemikian tinggi  pada krisis hipertensi haruslah segera  diturunkan, karena penundaan akan  memperburuk penyakit yang akan timbul.  Namun dipihak lain, penurunan yang  terlalu agresif juga dapat menimbulkan  berkurangnya perfusi dan aliran darah ke  organ vital terutama otak, jantung dan  ginjal. Oleh sebab itu, penurunan tekanan  darah terutama pada hipertensi kronik  harus bertahap dan memerlukan  pendekatan individual.

Semoga informasi tentang krisis hipertensi  diatas dapat bermanfaat dan dapat  memberikan sedikit pengetahuan buat kita  semua. Dan juga mudah-mudahan dapat  membantu kita dalam menjalani hidup  yang lebih sehat.