Bawang Putih Sebagai Obat Hipertensi Yang Alami

hipertensi1obathipertensi.info,- Hipertensi merupakan penyakit yang semakin  banyak dijumpai saat ini, terutama dikota-kota besar. Hipertensi  dapat disebbakan oleh penyakit lain yang tidak diketahui. Penyakit  pemicu ragam komplikasi ini bukan hanya didominasi oleh orang  dengan usia lanjut saja, tetapi pada usia muda atau remaja bahkan  anak-anak juga bisa saja menderita hipertensi. Bukan hanya  dipengaruhi oleh faktor keturunan, tetapi juga diakibatkan oleh  gaya hidup yang tidak sehat, seperti jarang berolahraga, merokok,  mengonsumsi alkohol, kelebihn berat badan, sering stress, dan  saebagainya. Bila faktor penyebab dapat disembuhkan, maka  tekanan darah dapat kembali normal.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) tidak bisa dipandang sebelah  mata. Karena apabila dibiarkan tanpa pengobatan akan  berkembang menjadi penyakit yang lebih parah dan dapat  menimbulkan komplikasi, seperti stroke, penyakit jantung,  penyakit ginjal, dan penyakit berbahaya lainnya. Jika Anda sudah  menderita atau memiliki penyakit hipertensi, Anda dapat  melakukan pengobatan dengan menggunakan bahan alami. Di  Indonesia terdapat banyak rempah-rempah yang biasa kita  gunakan untuk memasak ternyata memiliki khasiat untuk  pengobatan. Salah satunya adalah bawang putih yang brekhasiat  untuk membantu mengatasi penyakit hipertensi dan berbagai  penyakit lainnya.

Bawang Putih Sebagai Obat Hipertensi Alami

khasiat bawang putih dokter kesehatan medis klinisBawang putih menjadi populer karena telah terbukti dapat  digunakan sebagai obat alami yang memberikan banyak manfaat  untuk kesehatan, salah satunya untuk mengatasi penyakit  hipertensi. Bawang putih mengandung sejumlah kecil selenium  dan germanium. Selenium dalam bawang putih dapat membantu  dalam mencegah pembekuan darah abnormal dan menormalkan  tekanan darah. Bawang putih juga merupakan sumber yang kaya  akan magnesium dan fosfor. Selain itu juga bawang putih  mengandung adenosin, allicin dan belerang senyawa, yang dapat  memebantu dalam pelebaran arteri yang dapat mengurangi  tekanan darah.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa efek bawang putih  menunjukkan pengurangan angka tekanan darah atas (sistolik)  sebanyak 5-8 mmHg dan menurunkan tekanan darah bawah  (diastolik), tetapi angka penurunan tersebut tidak terlalu besar.  Beberapa studi juga menunjukkan bahwa bawang putih untuk  hipertensi juga dapat menurunkan LDL, dan meningkatkan HDL  (kolesterol baik), memelihara aliran darah tetap lancar,  menurunkan tekanan darah, mencegah serangan penyakit kanker,  menurunkan gula darah, dan mengobati gangguan pencernaan.

Cara Mengonsumsi Bawang Putih Untuk Menurunkan Tekanan  Darah Tinggi

ff94fae8-4996-4b8e-a25b-cf104d9c5877_zps17453940Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengonsumsi  bawang putih. Tidak dianjurkan untuk merebus terlebih dahulu  bawang putih saat akan digunakan sebagai obat tekanan darah  tinggi. Namun, menurut peneliti manfaat bawang putih, efek yang  didapat dari bawang putih masak dan mentah tetap sama. Efek  dari bawang putih paling baik dilihat ketika diambil pada waktu  perut dalam keadaan kosong. Namun, bagi seseorang dengan  tingkat keasamam, mulas, maag, dan lain-lain tidak disarankan  untuk menggunakan obat ini ketika perut dalam keadaan kosong.

4546780_vghchSelain dapat dikonsumsi secara langsung, terdapat juga beberapa  olahan bawang putih yang dapat digunakan seperti teh bawang  putih, suplemen bawang putih, bawang putih bubuk, dan minak  bawang putih. meskipun semua olahan bawang putih tersebut  dapat dimanfaatkan, tetapi cara terbaik untuk menikmati manfaat  dari bawang putih adalah dengan mengonsumsinya secara  langsung.

Metode lainnya yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan  bawang putih sebagai obat hipertensi yaitu dengan merendam  bawang putih kedalam susu segar dan biarkan 1 sampai 1.5 jam.  Atau ambil 3 siung bawang putih yang sudah dikupas dan  dibersihkan, tumbuk sampai halus, kemudian tambahkan air  secukupnya dan peras. Konsumsi air perasan tersebut cukup 3 kali  sehari. Terdapat cara yang lebih mudah yaitu dengan mengonsums  bawang putih yang telah dibersihkan secara langsung dengan  mengunyah atau menelan langsung siungan bawang putih  tersebut atau dimakan bersama dengan nasi.

Jika cara pengobatan tersebut tidak dapat menurunkan tekanan  darah dalam 2 minggu, kemungkinan ada pemicu lain yang  terlebih dahulu harus diatasi. Sebaiknya lakukan pemeriksaan ke  dokter untuk mengetahui tindakan pengobatan yang efektif untuk  mengatasi tekanan darah tinggi tersebut. Karena bawang putih  bersifat mengencerkan atau mencegah pembekuan, pasien yang  akan menjalani operasi dan ibu yang menjelang kelahiran tidak  disarankan untuk mengonsumsi secara berlebihan. Disarankan  juga bagi Anda yang ingin menggunakan pengobatan tersebut  untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Semoga informasi bawang putih sebagai obat hipertensi yang  alami diatas dapat bermanfaat dan membantu Anda dalam  menemukan solusi untuk mengatasi masalah kesehatan Anda.

Tipe-Tipe Hipertensi

hipertensiobathipertensi.info,- Hipertensi merupakan  sebuah istilah medis untuk kondisi tekanan  darah tinggi yaitu 140/90mm/Hg. Masih banya  orang yang kurang menyadari akan bahaya  hipertensi bagi tubuh manusia. Hipertensi  sering kali datang tanpa menunjukkan gejala  apapun. Hipertensi tanpa gejala yang jelas dapat  mempengaruhi organ tubuh yang lainnya,  seperti jantung dan ginjal. Hipertensi terdiri dari  beberapa tipe. Namun, ada dua tipe yang  umumnya serimg terjadi yaitu hipertensi primer  dan sekunder. Sedangkan 4 jenis lainnya jarang  terjadi, namun harus tetap diwaspadai.  Keempat tipe hipertensi tersebut ialah Hipertensi  Maligna, Hipertensi Sistolik Terisolasi, White  Coat Hypertension, dan Hipertensi Resisten.

  1. Hipertensi Primer

    Hipertensi primer atau disebut juga hipertensi  esensial disebabkan oleh gabungan dari  beberapa faktor, yaitu gen (keturunan), gaya  hidup, berat badan dan lain sebagainya.  Biasanya dokter akan menyarankan untuk  melakukan perubahan pada gaya hidup dan  pola makan. Jika hal tersebut tidak dapat  membantu menormalkan tekanan darha,  biasanya penderita akan diberikan obat-obatan  yang dapat membantu menormalkan darah.  Hampir 95% dari semua kasus hipertensi yang  ditemukan merpakan hipertensi primer.

  2. Hipertensi Sekunder

    Hipertensi sekunder disebabkan oleh beberapa  faktor kelainan fisik berupa kerusakan atau  disfungsi ginjal, tumor, kelenjar tiroid yang  bermasalah, kondisi selama kehamilan, dan  sebainya. Kondisi ini menyebabkan tubuh  menahan kelebihan sodium dan kehilangan  potassium yang dapat memicu hipertensi,  penambahan berat badan, dan lemah otot. Jika  penyebab hipertensi dapat disembuhkan terlebih  dahulu, maka hipertensi sekunder ini juga dapat  sembuh.

  3. Hipertensi Maligna

    hipertensi malignaHipertensi jenis maligna ini merupakan yang  paling parah dan cepat berkembang serta dapat  merusak organ dalam secara cepat. Gejala yang  dialami oleh seseorang yang menderita  hipertensi ini diantaranya penderita merasa  kebas pada seluruh tubuh, penglihatan kabur,  kecemasan, dan sangat kelelahan. Hipertensi  jenis ini dapat diobati, dengan catatan  pengobatan harus dilakukan secara intensif dan  berkelanjutan. Jika dalam 5 tahun hipertensi ini   dibiarkan, makan akan berujung pada  kematian ygn disebabkan oleh kerusakan otak,  janatung, dan gagal ginjal.

  4. Hipertensi Sistolik Terisolasi

    Hipertensi sistolik terisolasi disebabkan oleh  faktor usia, mengonsumsi tembakau, diabetes,  dan diet yang salah. Pada hipertensi ini, arteri  menjadi kaku sehingga menyebabkan sistolik  (tekanan darah saat jantung berkontraksi)  sangat tinggi sedangkan diastolik (tekanan  darah saat jantung istirahat) normal.

  5. White Coat Hypertension

    Hipertensi ini hanya terjadi jika penderita  berada di pusat pengobatan atau rumah sakit.  Hipertensi jenis ini disebabkan oleh perasaan  gugup saat akan melakukan pemeriksaan.  Padahal, ketika berada diluar rumah sakit  tekanan darah penderita dalam keadaan  normal. Jika terjadi hal yang sama dalam  pemeriksaan ulang, maka jenis hipertensi ini  tidak perlu diobati.

  6. Hipertensi Resisten

    Penderita akan memerlukan 4 jenis obat untuk  menurunkan tekanan darah, karena 3 jenis obat  saja tidak dapat membantu menurunkan  tekanan darah. Penderita tidak merespon obat  apapun lagi.

Diantara keenam jenis hipertensi diatas,  memang hanya jenis pertama dan kedua yang  sering ditemukan pada sebaian besar kasus  hipertensi. Namun, tidak ada salahnya jika  Anda melakukan pemeriksaan lebih jauh untuk  mengetahui jenis hipertensi yang Anda alami  serta untuk menentukan tindakan pengobatan  yang efektif untuk mengatasi masalah  hipertensi tersebut. Semoga informasi tipe-tipe  hipertensi diatas dapat bermanfaat.

 

Komplikasi Akibat Hipertensi

komplikasi hipertensiobathipertensi.info,- Hipertensi merupakan  suatu penyakit yang gejalanya tidak dapat  diketahui (asimptomatik), maka dari itu  hipertensi sering disebut sebagai ‘silent killer’.  Pada umunya para penderita hipertensi tidak  mengetahui bahwa mereka memiliki hipertensi  dan baru akan diketahui ketika mereka  melakukan skrining atau pemeriksaan pada  waktu berkala atau pada saat berobat kedokter  untuk suatu penyakit lain yang tidak  berhubungan. Hipertensi sering kali dianggap  remeh karena keluhan yang dirasakan tidak  terasa berat. Namun, hipertensi dalam kondisi  yang berkepanjangan dapat mempengaruhi  sistem anggota tubuh yang lain yang akan  menimbulkan adanya komplikasi hipertensi.  Mengenal lebih jauh bahaya dari hipertensi  sangat diperlukan agar penderita hipertensi  memiliki motivasi untuk menghindari  komplikasi hipertensi. Komplikasi hipertensi  dapat meningkat seiring dengan peningkatan  tekanan darah. Komplikasi hipertensi sangat  erat kaitannya dengan riwayat tekanan darah  tinggi yang tidak terkontrol. Oleh sebab itu,  mengapa penting sekali menurunkan dan  menjaga tekanan darah agar selalu normal  (terkontrol), meskipun hipertensi yang dialami  tidak menimbulkan gejala apapun.

Berikut komplikasi akibat dari tekanan darah  tinggi (hipertensi) :

  1. Serangan Jantung

    Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan  resiko serangan jantung dan apabila sudah  mengidap serangan jantung maka akan  meningkatkan keparahan serangan jantung  tersebut. Peningkatan resiko ini terjadi karena  tekanan darah tinggi akan membuat jantung  bekerja lebih keras dari biasanya dan  berkontribusiterhadap pembentukan  penyumbatan yang dapat mengganggu aliran  darah. Penderita penyakit jantung biasanya  mengeluhkan nyeri pada dada seperti tertimpa  benda berat pada bagian tengah dada dan dapat  menjalar kebagian lengan kiri.

  2. Stroke

    Hipertensi dapat mengakibatkan atherosklerosis  pada pembuluh darah otak atau pecahnya  pembuluh darah otak jika tekanan darah naik  secara tiba-tiba. Apabila pembuluh darah oak  tersumbat, maka akan terjadi stroke iksemik.  Sedangkan jika pembuluh darah otak pecah,  maka akan terjadi stroke perdarahan. Penderita  stroke pada umunya membutuhkan waktu  yang cukup lama untuk mengembalikan fungsi  otot yang lumpuh, pada sebagian lagi  kelumpuhan otot bersifat permanen. Gejala  stroke bermacam-macam, mulai dari berbicara  pelo secara tiba-tiba, kelumpuhan pada satu sisi  tubuh, bahkan hingga menyebabkan kematian.

  3. Gagal Ginjal Kronik

    Ginjal memiliki banyak pembuluh darah yang  berukuran sangat kecil, pembuluh darah  tersebut sensitif terhadap peningkatan tekanan  darah. Apabila tekanand arah tinggi dibiarkan  dalam jangka waktu yang lama akan  menyebabkan masalah gaga; ginjal kronik.  Orang dengan gagal ginjal kronik  membutuhksn cuci darah (hemodialisis) secara  teratur 2-3 kali seminggu atau melakukan  transplantasi ginjal yang membutuhkan biaya  yang tidak sedikit.

  4. Kebutaan Karena Retinopati Hipertensi

    Retinopati merupakan kerusakan pembuluh  darah pada mata. Akibatnya mata secara terus  menerus akan mengeluarkan darah dan dapat  berakhir dengan kebutaan. Retinopati pada  awalnya ditandai dengan adanya mata yang  sulit melihat dan daya akomodasinya lemah,  memerah dan seperti terdapat kerak pada area  kornea. Operasi laser merupakan tindakan  yang dapat dilaksanakan dan memberikan hasil  yang cukup baik pada pasien. Meskipun  demikian, jika penderita sudah mengalami  retinopati kondisi tekanan darah harus selalu  dikontrol.

  5. Atrial Fibrillation

    atrial_fibrillationAtrial fibrilas yaitu jenis aritma atau irama  jantung yang tidak teratur. Atrial fibrilasi  menyebabkan perubahan dalam efisiensi  pompa jantung yang memengaruhi aliran  darah keseluruh tubuh juga perubaha aliran  darah dalam jantung itu sendiri dan kondisi  tersebut dapat mendukung pembentukkan  bekuan darah kecil (trombus) yang kemudian  akan dipompa keluar kealiran darah dlam  tubuh, sesampainya dipembuluh darah kecil  yang memasok ke otak, trombus dapat  terjebak. Hal ini akan menyebabkan aliran  darah tersumbat yang akhirnya terjadilah  stroke (stroke iskemik). Tekanan darah tinggi  mengubah dinamka pemompaan jantung dan  dapat mengakibatkan jantung menjadi  meregang dan lebar (pembengkakan jantung).

  6. Penyakit Arteri Koroner

    Komplikasi akibat hipertensi yang berupa  penyakit arteri koroner ini mengacu pada  pembentukan sumbatan dipembuluh darah  yang mensuplai oksigen dan nutrisi untuk  jantung. Sementara hubungan antara tekanan  darah tinggi dan penyakit arteri koroner masih  diselidiki, salah satu bukti menunjukkan bahwa  peningkatan kronis tekanan darah  berkontribusi terhadap kerusakan dan  peradangan pada dinding pembuluh darah.  Kerusakan dan peradangan ini menarik  makrofag yang pada gilirannya akan membuat  pembuluh darah lengket, maksudnya lemak  dan kolesterol lebih mungkin untuk menempel  dan lama kelamaan akan terjadi penyempitan  bahkan penyumbatan. Sumbatan pada arteri  koroner merupakan penyebab utama serangan  jantung.

Itulah beberapa komplikasi yang sering terjadi  akibat hipertensi. Dengan mengetahui  komplikasi akibat hipertnsi, maka kita akan  lebih waspada dan selalu menjaga tekanan  darah agar tetap terkontrol. Adapun hal-hal  yang dapat dilakukan untuk mencegah  komplikasi akibat hipertensi, yaitu :

  • Mengendalikan dan menjaga tekanan darah  dengan melakukan pemeriksaan secara rutin  untuk dapat memantau resiko komplikasi.
  • Apabila Anda juga penderita obesitas, maka  lakukan diet sehat dengan mengendalikan gula  Anda.
  • Mengonsumsi obat secara rutin.
  • Olahraga secara teratur.

Semoga informasi tentang komplikasi akibat  hipertnsi diatas dapat bermanfaat dan  memberikan sedikit pengetahuan bagi kita  dalam mengatasi hipertensi supaya komplikasi  hipertensi dapat dicegah.

Makanan Dan Minuman Yang Harus Dihindari Penderita Tekanan Darah Tinggi

makanan-berlemakobathipertensi.info,- Menjaga dan mengatur  pola makan sehari-hari merupakan salah satu  cara uang dapat dilakukan untuk mengatasi  tekanan darah tinggi. Bagi penderita tekanan  darah tinggi, hanya karena makanan tertentu  tekanan darah dapat naik dengan cepat.  Penderita hipertensi perlu membatasi makanan  yang mengandung sodium. Sodium biasanya  paling banyak terdapat pada garam. Garam  memang tidak bisa lepas dari menu makanan  sehari-hari, karena garam dapat memberikan  rasa nikmat pada makanan dan dapat  membuat orang ingin terus menerus makan.  Garam juga dapat menyebabkan sel-sel lemak  untuk mengikat lemak lebih banyak.

Dengan mengonsumsi menu makanan yang  tepat, penderita hipertensi dapat menjaga dan  mengontrol tekanan darahnya. Salah makan  sedikit saja, tekanan darah dapat naik, sehingga  bisa menimbulkan resiko komplikasi. Oleh  karena itu, para penderita hipertensi harus  pintar-pintar dalam memilah dan memilih  makanan yang akan dikonsumsi. Berikut  beberapa makanan dan minuman yang harus dihindari penderita hipertensi, diantaranya :

  1. Makanan cepat saji

    23Makanan cepat saji atau junk food kaya akan  kandungan lemak. Makanan dengan  kandungan lemak yang tinggi dapat  menjadikan penumpukan lemak yang ada pada  dinding pembuluh darah. Sehingga pembuluh  darah meyempit dan mengakibatkan tekanan  darah naik.

  2. Makanan dengan kandungan garam tinggi

    makanan-yang-tidak-boleh-bagi-penderita-darah-tinggiMakanan seperti buah atau sayur kalengan,  salad, saus, dan makanan lain yang diawatkan  rata-rata memiliki kandungan garam atau  sodium yang cukup tinggi. Pastaikan sayuran  atau buah dalam kemasan kaleng dicuci  terlebih dahulu sebelum dikonsumsi untuk  menghilangkan kandungan garam ekstra. Ada  baiknya jika Anda membatasi atau bahkan  menghilangkan asupan garam dalam makanan  Anda. Hal ini karena unsur sodium pada garam  dapat membuat ginjal menahan cairan dalam  tubuh, sehingga jantung harus memompa lebih  kencang. Maka kondisi itulah yang dapat  menyebabkan tekanan darah menjadi naik.

  3. Makanan dan minuman tinggi gula

    Resep-Es-Cincau-Teh-SusuMakanan atau minuman manis merupakan  salah satu pemicu obesitas. Dan telah kita  ketahui bahwa obesitas merupakan penyebab  dari hipertensi. Jadi para penderita harus  menghindari makanan atau minuman yang  mengandung banyak gula, seperti permen, ice  cream, kue, sereal, minuman manis, dan lain- lain.

  4. Alkohol

    stop-drinkingsAlkohol dapat membahayakan kesehatan dan  menjadi salah satu pemicu dari timbulnya  berbagai macam penyakit. Alkoho juga dapat  memengaruhi peningkatan tekanan darah.  Maka dari itu, hindari alkohol ataupun  makanan dan minuman yang mengandung  alkohol untuk menjaga tekanan darah agar  tetap stabil.

  5. Kopi

    177129_620Kopi memang merupakan minuman yang  banyak digemari. Namun, kandungan kafein  yang terdapat dalam kopi dapat mempengaruhi  daya kerja jantung. Jika Anda mengonsumsi  minuman yang mengandung kafein, maka  jantung akan bekerja lebih cepat yang  menyebabkan tekanan darah naik. Batasi  konsumsi kopi makasimal dua cangkir dalam  satu hari.

Menghentikan makanan yang menjadi pemicu  hpertensi bukanlah merupakan hal yang  mudah dilakukan. Karena tidak sedikit orang  yang selalu melanggar pantangan tersebut.  Agar terbiasa kita dapat melakukannya secara  perlahan-lahan dan bertahap. Dengan  berjalannya waktu, kita akan terbiasa dengan  pola makan yang telah kita terapkan. Selain itu  juga, menghindari stress juga harus Anda  lakukan untuk mencegah timbulnya tekanan  darah tinggi. Semoga artikel tentang makanan  dan minuman yang harus dihindari penderita  tekanan darah tinggi diatas dapat bermanfaat  dan membantu Anda yang menderita hipertensi  untuk lebih waspada dan hati-hati dalam  mengonsumsi makanan sehari-hari.

Tekanan Darah Tinggi Pada Anak

Hipertensi-anakobathipertensi.info,- Tekanan darah tinggi  atau hipertensi tidak hanya menyerang pada  orang dewasa saja, ternyata hipertensi juga  dapat menyerang anak-anak ahkan bayi.  Para orang tua harus mewaspadai penyakit  tekanan darah tinggi atau hipertensi pada  anak sedini mungkin. Tekanan darah pada  anak ternyata bisa menjadi indikasi awal  penyakit gagal ginjal. Serangan hipertensi  memang jarang terjasi pada anak-anak, tetapi  orang tua harus tetap mewaspadai gangguan  hipertensi pada anak, karena penyakit ini  dapat menimbulkan kematian. Sebaiknya  lakukan deteksi dini dengan melakukan  pengukuran pada anak usia 3 tahun keatas  paling sedikit satu tahun satu kali.

Penyebab Tekanan Darah Tinggi Pada Anak

Penyebab darah tinggi pada anak sering tidak  diketahi, sedangkan pada orang dewasa  hipertensi sering disebabkan oleh pola makan,  dan pola istirahat yang tidak teratur.  Berdasarkan penyebabnya, hipertensi pada  anak dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

  1. Hipertensi primer, yaitu penyakit hipertensi  yang tidak diketahui penyebabnya secara  pasti atau tidak dapat dijelaskan atau tidak  diketahui penyakit dasarnya, biasanya  berhubungan dengan faktor keturunan,  asupan garam, stress dan obesitas.
  2. Hipertensi sekunder, yaitu hipertensi yang  terjadi akibat adanya penyakit lain yang  mendasarinya, seperti penyakit gagal ginjal.

Faktor resiko yang menyebabkan anak  terserang penyakit hipertensi antara lain :

  • Faktor keturunan, dalam riwayat keluarga  ada salah satu yang mengidap hipertensi.
  • Anak lahir dengan berat badan rendah, tetapi  kemudian mangalami kelebihan berat badan.
  • Saat melahirkan mengalami masalah,  sehingga harus lebih lama berada di rumah  sakit.
  • Mengidap penyakit jantung bawaan.
  • Kurang aktivitas
  • Konsumsi garam, lemak dan gula secara  berlebihan
  • Bapak/ibu seorang perokok
  • Obesitas (kegemukan)
  • Mengonsumsi obat-obat kortikosteroid

Gejala timbulnya hipertensi yang mungkin  dialami oleh anak adalah :

  • Sering mengeluh sakit kepala
  • Terjadi pembengkakan pada bagian kaki dan  tangan
  • Nyeri perut
  • Muntah
  • Nafsu makan berkurang
  • Gelisah
  • Berat badan menurun
  • keringat berlebih

Pada beberapa kasus (misanya pada  gangguan ginjal) gangguan hipertensi sering  diikuti dengan gejala awal seperti ;

  • Anak muntah-muntah tanpa adanya  penyebab yang jelas
  • Rusaknya beberapa organ lain

Cara Mengobati Hipertensi Pada Anak

ilustrasi-garamSaat si kecil menunjukkan gejala-gejala  hipertensi, segera lakukan pemeriksaan ke  dokter. Jika anak positif mengalami  hipertensi, mulailah lakukan diet garam pada  anak.

Pengobatan hipertensi pada anak tergantung  dari berat ringannya hipertensi dan penyakit  yang mendasarinya. Pengobatan hipertensi  pada anak dapat dilakukan dengan  pengobatan tanpa obat (nonfarmakologok)  meliputi perubahan pola makan dengan  mengurangi asupan garam dalam makanan,  olahraga, menurunkan berat badan jika anak  telah mengalami kegemukan, mengurangi  stress pada anak, dan menghentikan  pemakaian obat-obatan yang menyebabkan  hipertensi.

Obat untuk mengontrol tekanan darah atau  peninggian tekanan darah pada anak  umumnya adalah hidroklorotiazid, furosemid,  kaptopril, propanolol, dan klonidin.

Semakin muda usia anak, semakin besar  kemungkinan penyakit-penyakit sistemik  (penyakit ginjal akut, penyakit ginjal kronik,  tumor dan infeksi berat, penyempitan  pembuluh darah, serta diabetes mellitus) itu  diderita oleh anak yang mengalami  hipertensi. Namun, pada anak yang lebih  dewasa, biasanya hipertensi disebabkan oleh  pola makan dan gaya hidup.

Meskipun tidak banyak, kasus hipertensi pada  anak dapat berlangsung hingga dewasa dan  meningkatkan resiko penyakit jantung dan  pembuluh darah. Oleh karena itu, orang tua  harus mencegah resiko tersebut dengan  mencegah anak yang sedang dalam masa   pertumbuhan untuk tidak kelebihan berat  badan (obesitas), selalu waspada pada anak  yang sering demam (dengan atau tanpa  gejala lain), waspada dengan anak yang  mengeluhkan sakit perut atau sakit pinggang  secara berulang, sakit saat buang air kecil,  serta ketika mata anak terlihat sembab di pagi  hari.

Semoga informasi tekanan darah tingga pada  anak diatas dapat bermanfaat dan dapat  membantu para orang tua dalam mengatasi  masalah tekanan darah tinggi pada anak.

 

Cara Mengobati Penyakit Hipertensi Secara Alami

Cara-mengatasi-hipertensiTekanan darah tinggi atau hipertensi yaitu  penyakit naiknya tekanan darah pad  apembuluh darah dalam periode waktu yang  cukup lama. Kenaikan tekanan darah dapat  disebabkan oleh penyempitan pembuluh  sehingga menimbulkan timbunan lemak dan  zat-zat lain. Tekanan darah tinggi dapat  meningkatkan resiko penyakit jantung, gagal  ginjal, stroke, dan penyakit kronik lainnya.  Menurut hasil penelitian dari WHO  menunjukkan bahwa hampir sebagian dari  kasus serangan jantung dipicu oleh tekanan  darah tinggi.

Terdapat beberapa faktor yang dapat  menyebabkan seseorang memiliki penyakit  hipertensi, meliputi :

  1. Merokok dan mengkonsumsi alkohol.  Seorang perokok dan pecandu alkohol akan  lebih mungkin terserang penyekit hipertensi  dan penyakit jantung. Dalam jangka waktu  yang panjang dapat menyebabkan stroke dan  kanker.
  2. Stres. Stres dapat mengakibatkan masalah  pada emosional, psikologis, bahkan masalah  fisik, termasuk masalah penyakit arteri  koroner dan tekanan darah tinggi. Stres dapat  dikurangi dengan berbagai cara, misalnya  liburan, terapi gelombang otak, atau yoga.
  3. Obesitas. Kelebihan berat badan dapat  membuat seseorang menjadi rentan terhadap  penyakit, salah satunya hipertensi.
  4. Riwayat keluarga. Jika salah satu keluarga  mengidap hipertensi, maka kemungkinan  besar Anda berpotensi terkena hipertensi.

Hampir sepertiga penderita hipertensi tidak  mengetaui jika dia memiliki penyakit  hipertensi. Salah satu cara yang dapat  dilakukan untuk mengetahui apakah tekanan  darah tinggi atau tidak adalah dengan  melakukan pemeriksaan secara teratur.  Gejala tekanan darah tinggi yang harus  diwaspadai adalah sebagai berikut :

  • Sakit kepala parah
  • Kelelahan atau kebingungan
  • Penglihatan mengalami masalah
  • Nyeri pada dada
  • Kesulitan bernapas
  • Denyyut jantung tidak teratur
  • Berdebar didada, leher atau telinga.

Jika Anda mengalami salah satu atau lebih  gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan  ke dokter untuk mengetahui lebih jelas gejala  yang dirasakan.

Pengobatan Hipertensi Secara Alami

Tujuan dari pengibatan hipertensi tidak hanya  menurunkan tekanan darah saja, namun  juga mengurangi dan mencegah komplikasi  akibat dari hipertensi. Mengobati tekanan  darah tinggi dapat dilakukan dengan  beberapa cara, termasuk perubahan diet,  obat-obatan, dan olahraga. Terdapat banyak  produk obat tekanan darah tinggi yang dapat  Anda pilih, salah satunya obat herbal yang  ada disekitar kita. Obat herbal penurun  hipertensi banyak sekali kita temukan, seperti  alang-alang, bawang merah dan bawang  putih juga memiliki khasiat untuk membantu  mengatasi masalah hipertensi. Selain itu,  buah-buahan seperti belimbing dan  mentimun juga dapat digunakan sebagai cara  mengobati hipertensi secara alami.

Jus Seledri

jus-seledriSeledri sebenarnya sudah lama digunakan  sebagai obat tradisional. Baru-baru ini  penelitian sudah membuktikan bahwa  mengonsumsi jus seledri setiap hari selama  satu minggu dapat membantu menurunkan  tekanan darah tinggi. Karena didalam seledri  mengandung kalium, mineral dan  antioksidan yang tinggi. Seledri juga memiliki  kandungan senyawa 3-n-butil-phthalide yang  berfungsi untuk merenggangkan atau  melebarkan otot-otot dinding arteri, sehingga  memungkinkan darah mengalir lebih lancar.  Pthalides juga dapat mengurangi hormon  stres yang dapat mengakibatkan pembuluh  darah mengerut.

Bawang Putih

khasiat bawang putih dokter kesehatan medis klinisSenyawa yang ada pada bawang putih  bermanfaat untuk melebarkan serta  menghindari pembekuan darah yang menjadi  penyebab hipertensi. Karakter bawang putih  yang lain baik untuk menghindari darah  tinggi yaitu kemampuannya menghancurkan  lemak serta menurunkan kandungan  kolesterol jahat (LDL).

Cara mengkonsumsi bawang putih yaitu  ambillah 3 siung bawang putih yang telah  dikupas, lalu cuci hingga bersih. Tumbuk  sampai halus, kemudian tambahkan air  secukupnya dan peras. Konsumsi air perasan  tersebut 3 kali sehari. Konsumsi bawang putih  juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi  langsung bawang putih tersebut, dimakan  dengan nasi.

Kombinasi buah mentimun dan labu siam

Jus kedua bahan tersebut, kemudian saring  dan diambil airnya saja. Buah yang  digunakan masing-masing seberat 200 gram.  Konsumsi secara teratur.

Itulah beberapa tips cara mengobati  hipertensi secara alami yang dapat Anda  lakukan. Semoga bermanfaat dan dapat  memberikan hasil yang maksimal.

 

Penyakit Hipertensi Dalam Kehamilan

bahaya-hipertensi-dalam-kehamilan-587Penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) pada ibu  hamil dapat membahayakan baik bagi kehamilan  atuapun bagi sang ibu. Sampai sekarang penyakit  hipertensi dalam kehamilan masih merupakan salah  satu masalah kebuidanan yang belum dapat  dipecahkan dengan tuntas. Hipertensi dalam  kehamilan merupkan salah satu dari penyebab  utama kematian ibu selain dari pendarahan dan  infeksi. Hipertensi dalam kehamilan merupakan  komplikasi kehamilan setelah kehamilan 20 minggu  yang ditandai dengan timbulnya hipertensi, disertai  dengan salah satu dari edema’, proteinuria, atau  keduanya. Hipertensi pada kehamilan banyak terjadi  pada usia ibu hamil dibawah 20 tahun atau diatas  40 tahun, kehamilan dengan bayi kembar, atau  pada ibu dengan kehamilan pertama.

Penyebab Hipertensi Dalam Kehamilan

Pada sebagian besar kasus, penyebab hipertensi tidak  diketahui sehingga disebut hipertensi esensial.  Namun, pada sebagian kecil kasus hipertensi  merupakan penyebab utama penyakit lainnya,  seperti ginjal, efek adrenal, dan komplikasi terapi  obat. Berikut penyebab dari penyakit hipertensi dalam  kehamilan :

  1. Hipertensi Esensial. Pada hipertensi esensial atau  hipertensi primer penyebabnya bukan karena  adanya gangguan pada jantung ataupun ginjal,  melainkan disebabkan oleh faktor lain seperti pola  hidup yang kurang sehat, mengalami stress,  merokok, dan sebagainya.
  2. Penyakit ginjal dengan hipertensif. Penyakit ginjal  dengan hipertensi dapat dijumpai pada ibu hamil  dengan glomerulonefritis akut dan kronik,  pielonefritis akut dan kronik. Frekuensi kejadian  sekitar 1% secara klinis dan kira-kira sekitar 15%  secara patologi anatomi. Pemeriksaan yang  dilakukan dengan cara pemeriksaan urin lengkap  dan faal ginjal, pemeriksaan retina, pemeriksaan  umum, pemeriksaan kuantitatif albumin air kencing  dan pemeriksaan darah lengkap. Pasien akan  disarankan untuk melakukan pemeriksaan antenatal  secara teratur, pengawasan pertumbuhan janin, dan  kesehatan sang ibu.

Klasifikasi Hipertensi Dalam Kehamilan

Klasifikasi penyakit hipertensi dalam kehamilan adalah sebagai berikut :

  • Hipertensi Esensial
  • Hipertensi Esensial disertai superimposed  pregnancy-induced hypertension
  • Hipertensi iinduksi kehamilan (pregnancy-induced  hypertension, PIH)
  • Pre-eklamsia
  • Eklamsia

preeclampsia-grave-antes-semana-34-gestacion-T-ysI6WDPre-eklamsia merupakan jenis hipertensi yang paling  berbahaya. Pre-eklamsia merupakan penyakit yang  timbul dengan gejala hipertensi, edema dan  proteinuria yang timbul karena kehamilan, atau  biasa disebut dengan intilah keracunan kehamilan.  Pada hipertensi pre-eklamsia terjadi kenaikan  tekanan diastolik sebesar 15 mmHg atau mencapai  90 mmHg.

Terjadinya penimbunan cairan  secara umum dan berlebihan dalam tubuh, biasanya  dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta  pembengkakan pada kaki, jari tangan dan muka.  Kenaikan berat badan sebanyak 1 kg dalam  seminggu beberapa kali dapat menjadi tanda pre- eklamsia.

Gejala Hipertensi Dalam Kehamilan

Gejala yang timbul pada hipertensi kehamilan  diantaranya :

  • Peningkatan tekanan darah hingga 160/110 mmHg  atau lebih. Tekanan sistolik 140 mmHg atau tekanan  distolik 90 mmHg.
  • Terdapat protein dalam urin. Proteinuria 2.0 g/ 24  jam atau urine dipstick 2+.
  • Perubahan nilai laboratorium. Peningkatan kretinin  serum lebih besar dari 1.2 mg/dL kecuali pada  sebelumnya sudah ada latar belakang gangguan  pada ginjal. Trombosit kurang dari 100.000/L.  Adanya anemia mikroangiopqti hemolisis- menigkatnya LDH. Meningkatnya serum  transaminase-ALT or AST.
  • Rasa sakit di kepala dan epigastrik persisten.

Jika penaykit hipertensi pada ibu hamil tidak  ditangani secara tepat, maka dapat berujung pada  nyawa sang ibu dan juga bayinya. Jika Anda  merasakan gejala hipertensi, segeralah periksakan ke  dokter untuk menentukan penanganan tepat yang  harus dilakukan. Secara garis besar dokter akan  meminta Anda untuk membatasi asupan makanan  tertentu terutama protein dan garam, mengurangi  aktifitas, menjauhi stress, dan diberi obat anti- hipertensi. Terkadang juga dokter akan memberikan  aspirin dalam dosis yang rendah.

Semoga informasi penyakit hipertensi dalam  kehamilan diatas dapat bermanfaat.

 

Makanan Sehat Penurun Tekanan Darah Tinggi

buah-darah-tinggiMakanan Sehat Penurun Tekanan Darah  Tinggi,- Tekanan darah tinggi (hipertensi)  merupakan masalah kesehatan yang dapat  menimbulkan masalah penyakit lain jika tidak  segera ditangani. Penyakit hipertensi merupakan   faktor utama yang dapat menyebabkan  berbagai penyakit kronis, seperti stroke,  serangan jantung, penyakit ginjal, dan lain-lain.  Padahal, pada umumnya penyebab hipertensi  sulit diketahui. Biasanya para penderita tidak  mengetahui bahwa mereka memiliki penyakit  hipertensi. Dan mereka baru akan  mengetahuinya ketika mereka melakukan  pemeriksaan untuk mencari penanganan medis  terhadap masalah kesehatan yan tidak  berkaitan. Gejala darah tinggi yang biasa  dikeluhkan oleh para penderita antara lain sakit  kepala, sesak, cepat lelah, dan kadang hidung  berdarah.

Gaya hidup dan faktor makanan berpengaruh  penting terhadap tingkat tekanan darah.  Beberapa jenis makanan dapat membantu  mengendalikan tekanan darah dan bahkan  membantu menurunkan tekanan darah. Berikut  bebrapa makanan sehat bagi penderita  hipertensi :

  1. ot50BbmkDrSayuran hijau. Sayuran hijau yang efektif dalam  menurunkan tekanan darah adalah bayam dan  daun ketumbar. Bayam dan daun ketumbar  merupakan sumber kalium  yang dapat  berfungsi untuk menurunkan tekanan darah  tinggi. Srlain itu, seledri juga dipercaya mampu  menurunkan tekanan darah.
  2. Susu skim. Susu skim yaitu susu bebas lemak  yang merupakan sumber kalsium dan vitamin  D. Kandungan kalsium dan vitamin D  dibutuhkan untuk membantu menurunkan  tekanan darah. Namun sebaliknya, jika Anda  memiliki tekanan darah rendah, kansumsi susu  skim dapat berdampak pada hipertensi.
  3. Tomat. Jika dikonsumksi secara teratur, tomat  akan membantu menurunkan tekanan darah  tinggi secara cepat. Tomat mengandung nutrisi  penting untuk menurunkan tekanan darah,  diantaranya kalsium, magnesium, vitamin C, D  dan E.
  4. Gandum. Gandum merupakan sahabat bagi  penderita alergi. Konsumsi gandum secara  teratur, efektif menurunkan tekanan darah  tinggi.
  5. ilustrasi-garamMakanan bersodium rendah. Tidak hanya  membuat ketagihan, makanan bersodium juga  bisa menimbulkan dehidrasi. Hal ini  dikarenakan makanan asin menggugah selera  penikmatnya dengan menguras cairan dalam  tubuh sehungga menimbulkan dehidrasi. Serat  alami termasuk penurun tekanan darah tinggi  yang baik, jadi perbanyaklah mengonsumsi  buah dan sayur.
  6. Buah-buahan. Buah-buahan segar merupakan  sumber makanan penurun darah tinggi yang  alami. Buah-buahan mengandung berbagai  mineral penting dan vitamin yang dapat  membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

7-makanan-penurun-tekanan-darah-tinggiSelain makanan-makanan diatas, terdapat  beberapa jenis makanan lain yang dapat  membantu menurunkan tekanan darah tinggi,  yaitu minyak zaitun, biji bunga matahari,  alpukat, bawang putih, kentang putih, pisang,  kedelai dan sayuran coklat gelap. Juga pastikan  tubuh memperoleh kebutuhan cairan dengan  mengonsumsi setidaknya 6 hingga 8 gelas air  putih per hari.

Semoga dengan merubah dan menerapkan pola  makan yang sehat, kita dapat terhindar dari  penyakit tekanan darah tinggi dan komplikasi  penyakit lainnya.

Cara Mencegah Penyakit Hipertensi

hipertensi-1Obat Hipertensni.info,- Penyakit tekanan darah  tinggi (Hipertensi) merupakan suatu penyakti  yang umum dikalangan masyarakat, khususnya  masyarakat di perkotaan. Tekanan darah tinggi  atau hipertensi yaitu suatu penyakit dimana  tekanan pada pembuluh darah mengalami  penaikan dalam periode waktu yang cukup  lama. Kenaikan tekanan darah tersebut dapat  diakibatkan oleh penyempitan pembuluh  sehingga menimbulkan timbunanlemak dan  zat-zat lain. Hipertensi menjadi salah satu faktor  penyebab dari penyakit stroke, serangan  jantung, dan gagal ghinjal. Bahkan dapat  mengakibatkan kematian. Oleh sebab itu, sebisa  mungkin penyakit hipertensi harus dicegah.

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan  hipertensi. Diantaranya ada faktor yang tidak  dapat dikendalikan, serta faktor yang dapat  dikendalikan. Faktor yang tidak dapat  dikendalikan seperti keturunan (genetik), ras  dan usia. Sedangkan faktor yang dapat  dikendalikan meliputi konsumsi garam yang  berlebih, konsumsi alkohol, obesitas  (kegemukan), rokok, stress, kurangnya aktivitas,  dan sebagainya. (Baca: Faktor Resiko Penyebab  Penyakit Hipertensi)

Cara Mencegah Penyakit Hipertensi

Cukup banyak orang yang tidak menyadari  bahwa mereka mengalami hipertensi. Maka dari  itu, kita harus pintar dalam mengatur pola  hidup agar penyakit hipertensi dapat dicegah.  Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan  untuk mencegah serangan penyakit hipertensi :

  • Kurangi asupan garam didalam makanan.  Apabila Anda sudah mengidap hipertensi, ada  baiknya Anda menghindari makanan yang  mengandung garam.
  • Konsumsi makanan yang mengandung kalium,  magnesium, dan kalsium. Karena semua  kandungan tersebut dapat membantu  menurunkan tekanan darah tinggi Anda.
  • Kurangi mengonsumsi alkohol. Jika Anda  menderita hipertensi, sebaiknya hindari  konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria  yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang  diperbolehkan untuk dikonsumsi maksimal 30  ml per hari. Sedangkan untuk wanita sebanyak  15 ml per hari.
  • Melakukan olahraga secara teratur dapat  membantu menurunkan tekanan darah tinggi.  Bagi penderita hipertensi dapat memilih  olahraga yang ringan, seperti berjalan kaki,  bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan  30 hingga 45 menit per hari sebanyak 3 kali  dalam seminggu.
  • mengatasi-darah-tinggiPerbanyak makan sayur serta buah yang  mengandung serat tinggi, seperti sayuran  hijau, tomat, wortel, melon, dan jeruk.
  • Kurangi stress. Anda dapat menjalankan terapi  anti stress untuk mengurangi stress dan  mengendalikan emosi Anda.
  • Bagi perokok, menghentikan merokok berperan  untuk mengurangi tekanan darah tinggi.
  • Kendalikan kadar kolesterol.
  • Kendalikan diabetes.
  • Hindari mengonsumsi obat-obatan yang dapat  meningkatkan tekanan darah tinggi Anda.  Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter,  dan mintalah resep obat yang tidak dapat  meningkatkan tekanan darah.

Itulah beberapa cara yang dapat Anda lakukan  untuk mengatasi penyakti hipertensi. Dengan  perubahan pola hidup yang efektif Anda dapat  mencegah serta mengendalikan bahkan juga  dapat menurunkan tekanan darah tinggi.  Penyakit hipertensi bukanlah penyakit yang  tidak dapat disembuhkan. Maka dari itu,  lakukanlah pola hidup sehat mulai dari  sekarang. Karena dengan pola hidup yang sehat,  semua jenis penyakit dapat dicegah dan diatasi.

Sekian artikel tentang cara mencegah penyakit  hipertensi ini saya buat. Semoga dapat  bermanfaat dan membantu kita dalam  menjalani hidup yang lebih sehat.

 

Faktor Resiko Penyebab Penyakit Hipertensi

hipertensi1Faktor resiko merupakan karakteristik, tanda  dan gejala penyakit yang terdapat pada  individu atau kelompok masyarakat yang  secara statistik berhubungan dengan  peningkatan insiden dari suatu penyakit.  Secara umum, pada penyakit hipertensi  terdapat dua faktor resiko, diantaranya faktor  yang tidak dapat dikendalikan dan faktor  yang dapat dikendalikan. Faktor yang dapat  dikendalikan diantaranya faktor keturunan  (genetik), usia dan ras. Sedangkan faktor  yang dapat dikendalikan yaitu asupan  garam, obesitas, inaktivitas/jarang olahraga,  merokok, stress, minuman alkohol, dan  obat-obatan. Berikut faktor resiko yang tidak  dapat dikendalikan :

  1. Keturunan (genetik)
    Terdapat beberapa penyakit yang dapat  diturunkan, salah satunya hipertensi. Jika  salah satu atau kedua orang tua memiliki  penyakit hipertensi, maka kemungkinan  anak juga beresiko mamiliki penyakit  hipertensi.
  2. Usia
    Seiring dengan bertambahnya usia, maka  resiko terserang hipertensi juga semakin  meningkat. Karena semakin usia bertambah,  elastisitas pembuluh darah akan berkurang,  sehingga cenderung mengalami penyempitan  pembuluh darah. Sampai usia 45 tahun, pria  lebih beresiko mengalami hipertensi.  Sedangkan pada wanita lebih beresiko pada  usia diatas 64 tahun.
  3. Ras
    Orang dengan kulit hitam beresiko lebih  tinggi mengidap hipertensi. Di Amerika,  penderita hipertensi pada orang berkulit  hitam 40% lebih banya dibandingkan  penderita yang berkulit putih.

Sedangkan faktor resiko yang dapat  dikendalikan diantaranya :

  1. Asupan Garam
    Garam merupakan faktor penting dalam  patogenesis hipertensi. Garam menyebabkan  penumpukan cairan didalam tubuh, karena  menarik cairan luar sehingga tidak keluar,  sehingga akan meningkatakan volume dan  tekanan darah. Pada manusia, tingkat  konsumsi garam sebanyak 3 gram atau  kurang ditemukan tekanan darah rata-rata  rendah, sedangkan asupan garam semkitar  7-8 gram tekanan darahnya rata-rata lebih  tinggi.
  2. Obesitas
    Obesitas memiliki kolerasi posotif dengan  hipertensi. Semakin besar massa tubuh,  semakin banyak darah yang dibutuhkan  untuk memasok oksigen dan makanan ke  jaringan tubuh. Ini berarti volume darah  yang beredar melalui pembuluh darah  menjadi meningkat sehingga memberi  tekanan lebih besar pada dinding arteri.
  3. Inaktivitas/jarang berolahragainaktivitas
    Olahraga isotonik dan teratur dapat  menurunkan tekanan perifer yang akan  menurunkan tekanan darah (untuk  hipertensi) dan melatih otot jantung sehingga  akan terbiasa saat jantung harus bekerja  keras karena adanya kondisi tertentu.  Semakin keras dan sering otot jantung harus  memompa, makin besar tekanan yang  dibebankan pada arteri. Kurangnya olahraga  juga akan meningkatkan kemungkinan  timbulnya obesitas dan jika saupan garam  juga bertambah, maka akan memudahkan  timbulnya hipertensi.
  4. Kebiasaan Merokok
    Zat-zat beracun, seperti nikotin dan karbon  yang dihisap melalui rokok akan masuk  kedalam aliran darah dan merusak lapisan  endotel pembuluh darah arteri,  mengakibatkan proses aterosklerosis dan  hipertensi. Nikotin didalam tembakau yang  menjadi penyebab meningkatnya tekanan  darag segera setelah isapan pertama. Hanya  dalam beberapa detik nikotin sudah  mencapai otak. Otak bereaksi terhadap  nikotin dengan memberi sinyal pada kelenjar  adrenal untuk melepas epinefrin (adrenalin).  Hormon yang kuat ini akan menyempitkan  pembuluh darah dan memaksa jantung  untuk bekerja lebih keras karena tekanan  yang lebih tinggi.
  5. Stress
    Telah banyak diketahui bahwa stress dapat  merangsang kelenjar anak ginjal melepaskan  hormon adrenalin dan memacu jantung  berdenyut lebih cepat serta lebih kuat,  sehingga tekanan darah akan meningkat.  Apabila stress berlangsung lama, dapat  menyebabkan peninggian tekanan darah  yang menetap. Stress dapat meningkatkan  tekanan darah untuk sementara waktu dan  jika stress sudah hilang, tekanan darah akan  kembali normal.
  6. Minuman Beralkohol orang-mabuk
    Hubungan alkohol dengan hipertensi  memang belum jelas, namun penelitian  menyebutkan bahwa resiko hipertensi  meningkat dua kali lipat jika mengonsumsi  alkohol 3 gelas atau lebih.
  7. Obat-obatan
    Penggunaan obat-obatan seperti golongan  kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat  hormon, termasuk beberapa obat antiradang  (anti-inflamasi) secara terus menerus dapat  meningkatkan tekanan darah seseorang.

Selain faktor-faktor diatas, terdapat faktor  lain yang dapat meningkatkan resiko  hipertensi. Dengan mengetahui faktor resiko  penyebab penyakit hipertensi diharapkan penderita  dapat melakukan pencegahan dan  penanganan dengan memperbaiki pola  hidup, sehingga komplikasi yang mungkin  terjadi dapat dihindari.

Semoga informasi faktor resiko penyebab penyakit  hipertensi diatas bermanfaat untuk kita  semua.