Mengetahui Hubungan Antara Penyakit Hipertensi dan Diabetes

Mengetahui Hubungan Antara Penyakit Hipertensi dan Diabetes,- Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diabetes memiliki hubungan yang erat. Keduanya bersifat saling memengaruhi, sehingga penderita diabetes yang memiliki tekanan darah tinggi akan semakin sulit untuk disembuhkan atau diturunkan kadar gulanya. Begitu pula sebaliknya, penderita hipertensi yang memiliki riwayat diabetes juga akan lebih sulit untuk mengontrol tekanan darahnya.

Hipertensi dan diabetes bisa terjadi bersama-sama sehingga sering dianggap sebagai komorbiditas, penyakit yang mungkin timbul pada pasien yang sama. Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa terjadi dikarenakan adanya komplikasi penyakit diabetes yang kronis. Maka tak heran jika penderita diabetes memiliki risiko sekitar 40% kehilangan nyawa yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner terkait dengan meningkatnya lemak darah yang menyebabkan plak.

Lalu, kenapa diabetes dan bipertensi biasa terjadi bersamaan ? Berikut ini merupakan beberapa alasannya !

Memiliki sifat fisiologis yang sama

Diabetes dan hipertensi cenderung terjadi secara bersamaan dikarenakan mereka memiliki ciri-ciri fisiologis tertentu, yaitu efek yang disebabkan oleh masing-masing penyakit cenderung membuat penyakit lain lebih mungkin terjadi. dalam kasus diabetes dan tekanan darah tinggi, efek ini meliputi :

  • Peningkatan volume cairan, diabetes meningkatkan jumlah total cairan dalam tubuh, yang cenderung meningkatkan tekanan darah.
  • Peningkatan kekakuan arteri, diabetes dapat menurunkan kemampuan pembuluh darah untuk meregang, meningkatkan tekanan darah rata-rata.
  • Gangguan penanganan insulin, perubahan dalam cara tubuh memproduksi dan menangani insulin dapat langsung menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Mempengaruhi pasien yang sama

Penderita penyakit tertentu dapat dipengaruhi oleh faktor risiko salah satu dari kedua kondisi ini. Diabetes dan tekanan darah tinggi dapat dianggap sebagai penyakit yang ‘berbagi pasien’, dimana masing-masing penyakit cenderung mempengaruhi pasien yang sudah berisiko untuk kondisi yang lain. Hal ini mirip dengan konsep faktor risiko yang sama.

Sebagai contoh, data telah menunjukkan bahwa orang yang merokok lebih dari 1 bungkus rokok sehari lebih mungkin untuk minum minuman beralkohol dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Benda rokok dan alkohol memang tidak memiliki kesamaan, namun aktivitas merokok dan minum alkohol memiliki kesamaan. Demikian juga dengan orang-orang yang terlibat dalam gaya hidup yang menyebabkan diabetes juag cenderung mengikuti pola yang menempatkan mereka pada risiko tekanan darah tinggi.

Baca juga : Pengobatan Darah Tinggi yang Tepat untuk Penderita Diabetes

Memiliki faktor pemicu yang sama

Diabetes dan tekanan darah tinggi cenderung memiliki banyak faktor pemicu. Risiko untuk terjadinya tekanan darah tinggi juga berkontribusi terhadap perkembangan diabetes. Diet tinggi lemak yang kaya garam dan gula yang diproses menempatkan beban lebih pada aktivitas produksi enzim dan sistem kardiovaskular.

Rendahnya tingkat aktivitas fisik menurunkan efisiensi insulin dan menyebabkan arteri kaku dan respons sistem kardiovaskular yang buruk. Kelebihan berat badan juga memiliki konsekuensi yang sama dan merupakan faktor risiko yang kuat untuk diabetes ataupun darah tinggi. Strategi pendegahan untuk tekanan darah tinggi dan diabetes biasanya fokus pada faktor-faktor risiko tertentu.

Diabetes dan hipertensi bisa memperparah dengan sendirinya

Pasien dengan diabetes mengalami peningkatan gula darah dibandingkan dengan pasien tanpa diabetes. Kelebihan gula ini memiliki banyak konsekuensi, termasuk kerusakan pembuluh darah sensitif secara perlahan yang disebut dengan kapiler.

Kerusakna kapiler tertentu dalam ginjal dapat merusak kemampuan tekanan darah dalam mengatur ginjal, menyebabkan tekanan darah tinggi. Peningkatan tekanan darah ini menyebabkan perubahan kecil dalam aliran darah, yang memepengaruhi kapiler sensitif lainnya sehingga mengalami kerusakan tambahan.

Tekanan darah tinggi juga dapat mempengaruhi sekresi insulin dari pankreas, yang mengarah ke gula darah yang lebih tinggi. Dengan cara ini, kombinasi tekanan diabetes atau hipertensi merupakan suatu sistem yang dapat memperparah kondisi itu sendiri yang menyebabkan kedua penyakit tersebut cenderung semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Seberapa umumkah hipertensi pada penderita diabetes ?

Data besar dari studi pada diabaetes tipe 1 menunjukkan bahwa :

  • 5% dari pasien diabetes memiliki tekanan darah tinggi dalam 10 tahun
  • 33% memiliki tekanan darah tinggi dalam 20 tahun
  • 70% memiliki tekanana darah tinggi pada usia 40 tahun

Dalam penelitian diabetes tipe 2, data menunjukkan bahwa hampir 75% dari pasien dengan masalah ginjal (komplikasi umum) memiliki tekanan darah tinggi. Pada pasien dengan diabetes tipe 2 tapi tidak ada masalah ginjal, tingkat tekanan darah tinggi yang terjadi yaitu sekitar 40%. Secara keseluruhan, jika dirata-ratakan untuk seluruh penderita diabetes dan semua rentang usia, sekitar 35% dari semua orang dengan diabetes memiliki tekanan darah tinggi.

Pengobatan Darah Tinggi yang Tepat untuk Penderita Diabetes

Pengobatan Darah Tinggi yang Tepat untuk Penderita Diabetes,- Diabetes dan tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang berhubungan erat. Kedua kondisi ini terjadi bersama-sama sehingga sering dianggap sebagai komorbiditas, penyakit yang mungkin timbul pada pasien yang sama. Sayangnya, diabetes menyebabkan sulitnya pengobatan tekanan darah tinggi, dan tekanan darah tinggi membuat diabetes bahkan lebih berbahaya.

Mengapa diabetes dan hipertensi bisa terjadi bersamaan ? Dan bagaimana cara mengatasi kedua kondisi tersebut dengan aman ?

Hubungan antara hipertensi dan diabetes mellitus sangat kuat karena beberapa kriteria yang sering ada pada pasien hipertensi, yaitu peningkatan tekanan darah, obesitas, dislipidemia dan peningkatan glukosa darah. Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular dan komplikasi mikrovaskular seperti nefropati dan retinopati. Prevalensi populasi hipertensi pada diabetes adalah 1,5 – 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok non diabetes.

Diagnosis dan terapi hipertensi sangat penting untuk mencegah penyakit kardiovaskular pada mereka dengan diabetes. Pada diabetes tipe 1, adanya hipertensi diindikasikan adanya diabetes nefropati. Pada kelompok ini, penurunan tekanan darah dan angiotensin converting enzym menghambat kemunduran pada fungsi ginjal. Pada diabetes tipe 2, hipertensi disajikan sebagai sindrom metabolit, yaitu obesitas, hiperglikemia, dyslipidemia, yang disertai oleh tingginya angka penyakit kardiovaskular.

Baik penderita diabetes ataupun seseorang yang dalam kondisi sehat harus lebih waspada dalam menyikapi hubungan diabetes dan tekanan darah tinggi ini. Usaha mengurangi konsumsi gula dan kalori juga harus diimbangi dengan pengurangan garam. Disamping itu, Anda juga harus melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter dan olahraga secara teratur untuk menghindari obesitas.

Hindari kebiasaan hidup tidak sehat seperti konsumsi alkohol dan merokok. Dan jangan lupa juga untuk selalu mengonsumsi obat diabetes atau obat hipertensi yang telah diresepkan secara teratur. Selain itu, Jika Anda khawatir akan dampak negatif akibat obat kimia, Anda juga bisa memanfaatkan bahan-bahan alami untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita diabetes. Simak informasi lengkapnya dibawah ini !!

Solusi Pengobatan Darah Tinggi yang Tepat untuk Penderita Diabetes

Pengobatan darah tinggi pada penderita diabetes tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Anda harus berhati-hati dalam memilih pengobatan, jangan sampai hal tersebut membuat kondisi penyakit tersebut menjadi lebih parah dan berkembang.

Lalu, adakah pengobatan darah tinggi yang tepat untuk penderita diabetes ?

Tentu saja, Anda bisa melakukan pengobatan darah tinggi secara efektif dan aman dengan QnC Jelly Gamat. Apa itu QnC Jelly Gamat ?

QnC Jelly Gamat merupakan salah satu produk herbal multikhasiat terbaik yang kaya akan kandungan nutrisi serta khasiat yang luar biasa untuk kesehatan tubuh serta membantu pengobatan penyakit secara tradisional.

Dibuat dari 100% bahan alami pilihan serta diproses secara tradisional dengan dukungan teknologi higienis tanpa campuran bahan kimia obat (BKO) menjadikan QnC Jelly Gamat ini sangat aman untuk dikonsumsi.

Tidak hanya itu, QnC Jelly Gamat juga telah teregistrasi di Badan POM TR 173301471 dan terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229. Juga bersertifikat halal MUI, sehingga Anda tidak perlu ragu lagi dengan kualitas dan keasliannya.

Keterangan produk :

Nama Produk : QnC Jelly Gamat
Isi : 300 ml
Harga : Rp. 155.000,- /botol
Komposisi : Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur.
Cara konsumsi : 2 kali 2 sendok makan sehari

*Harga belum termasuk ongkos kirim

Ekstrak teripang emas yang menjadi bahan utama dari QnC Jelly Gamat ini diketahui memiliki kandungan nutrisi alami yang lengkap. Khasiat dari teripang emas ini telah diteliti oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Penelitian yang dilakukan di beberapa Universitas di Malaysia selama 8 tahun menunjukkan bahwa teripang laut dapat melancarkan peredaran darah, mencegah penyumbatan kolesterol pada pembuluh darah, melancarkan fungsi ginjal, meningkatkan kada metabolisme, membantu mengatasi diabetes melitus dan hipertensi, serta dapat mempercepat penyembuhan luka, baik luka dalam maupun luka luar. Selain itu, teripang emas ini juga memiliki manfaat yang mampu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh secara alami.

*Disclaimer : Reaksi dan efektifitas obat mungkin berbeda pada setiap individu tergantung pada stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum.

Itulah beberaka khasiat serta manfaat QnC Jelly Gamat untuk membantu proses pengobatan darah tinggi yang tepat pada penderita diabetes. Kini, Anda tidak perlu ragu lagi untuk memilih QnC Jelly Gamat sebagai solusi terbaik untuk membantu mengatasi keluhan dan masalah kesehatan Anda secara alami, efektif, dan tentunya aman tanpa efek samping.

Nah, bagi Anda yang ingin merasakan langsung khasiatnya, silahkan lakukan pemesanan melalui SMS atau WA dengan mengirimkan format berikut !

NEGG: Jumlah Pesanan: Nama: Alamat Lengkap: No. Hp./Tlp.

Kirim Ke :
SMS/WA : 082.320.970.600
Atau PIN BB 53227614

Contoh:

NEGG: 5 botol: Ilham Nuralamsyah: Jl. Perintis Kemerdekaan No. 35 Jakarta: 081648537XXX

Ingat !! Dalam setiap pemesanan harap mencantumkan kode NEGG, karena itu merupakan kode pemesanan atau pesanan Anda tidak akan kami proses !

 

Atau Anda juga bisa langsung mengunjungi tautan di bawah ini untuk mengetahui informasi lengkap mengenai cara pemesanan dan daftar harga QnC Jelly Gamat.

=>> Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat <<=

Untuk menciptakan kenyamanan dan kepercayaan dari pelanggan, untuk pemesanan 1-2 botol kami menerapkan sistem “BARANG SAMPAI, BARU BAYAR” (*syarat dan ketentuan berlaku). Dan untuk pemesanan diatas 2 botol Anda harus membayar minimal setengah dari harga yang harus Anda bayar sebagai DP.

Terimakasih telah berkunjung ke situs resmi kami. Semoga informasi yang kami berikan bisa menjadi solusi terbaik untuk mengatasi penyakit hipertensi dan berbagai jenis masalah kesehatan lainnya. Semoga lekas sembuh.

 

*Disclaimer : Reaksi dan efektifitas obat mungkin berbeda pada setiap individu tergantung pada stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum.

Waspada! Obat Hipertensi Ini Tingkatkan Risiko Gangguan Jiwa

Waspada! Obat Hipertensi Ini Tingkatkan Risiko Gangguan Jiwa,- Menurut WHO, tekanan darah tinggi atau disebut juga hipertensi diperkirakan menjadi penyebab dari 7,5 juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya. Pada tahun 2008 terdapat hampir sebanyak 1 miliar orang di seluruh dunia yang mengidap tekanan darah tinggi tidak terkontrol, dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 1,5 miliar pada tahun 2025.

Semakin meningkatnya jumlah penderita hipertensi, maka semakin banyak juga orang yang mengonsumsi obat hipertensi untuk mengontrol tekanan darah. Menurut penelitian terbaru, obat hiperteni memiliki efek samping, salah satunya dapat menyebabkan gangguan mood seperti depresi dan gangguan bipolar. Benarkah demikian ?

Depresi dan gangguan bipolar merupakan 2 jenis gangguan mood yang termasuk dalam penyakit jiwa. Umumnya, baik orang dengan depresi ataupun gangguan bipolar akan mengalami kehilangan minat untuk hidup, bahkan sampai kehilangan selera terhadap sesuatu yang dulunya ia sukai. Namun, layaknya dua sisi koin, keduanya adalah kondisi medis yang bertolak belakang.

Depresi adalah gangguan kejiwaan yang membuat seseorang merasa nelangsa sedih berkelanjutan hingga berada pada titik terendahnya, dan sangat putus asa sampai kehilangan motivasi dan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Sedangkan gangguan bipolar ditandai dengan perubahan mood ekstrim yang menentu, atau biasa dikenal dengan istilah mood swings. Gangguan bipolar membuat penderitanya merasa sangat gembira dan bersemangan yang berlebihan di satu waktu tertentu (sering disebut mania), dan kemudian bisa mengalami kesedihan tiada tara di lian waktu (disebut fase defresif). Perubahan mood ini tidak bisa diprediksi.

Walaupun sampai saat ini para peneliti belum menemukan secara pasti apa yang menjadi penyebab bipolar, namun mereka meyakini bahwa faktor genetik lebih memainkan peran besar. Dua zat kimia di otak, serotonin dan norepinepherine, menjadi berantakan pada seseorang yang mengalami bipolar. Sedangkan depresi lebih dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari faktor genetik, perubahan hormon, penggunaan obat-obatan, trauma, hingga stres kronis.

Lalu, jenis obat hipertenti apa saja yang bisa menyebabkan gangguan jiwa ?

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Skotlandia, meneliti hampir 145.000 orang yang berusia rata-rata 55 tahun yang sedang diresepkan obat untuk darah tinggi. Berdasarkan golongan obat yang dikonsumsi, partisipan dikelompokkan ke dalam 4 kelompok, yaitu angiotensin receptor blocker (ARB), beta-blocker, calcium channel blocker (CCB), dan thiazide.

Penelitian juga memiliki 112.000 orang yang tidak mengonsumsi obat hipertensi apapun sebagai kelompok kontrol. Dalam periode 5 tahun, peneliti mendapatkan sebanyak 229 orang mengidap gangguan mood, yaitu depresi atau bipolar.

Ketika peneliti membandingkan 4 golongan obat untuk darah tinggi yang paling umum, mereka menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi golongan obat calcium channel blocker (CCB), amlodipine, clevidipine, diltiazem, felodipine, isradipine, nicardipine, nifedipine, nimodipine, dan nisoldipine, dan beta-blocker (atenolol, propranolol, metoprolol, nadolol, betaxolol, acebutolol, bisoprolol, esmilol, nebivolol, dan sotalol) menunjukkan peningkatan risiko yang paling tinggi terhadap gejala depresi dan/atau gangguan bipolar.

Sementara itu, partisipan yang mengonsumsi obat golongan angiotensin receptor blocker (ARB), azilsartan, candesartan, irbesartan, losartan potassium, eprosartan mesylate, olmesartan, telmisartan, dan valsartan, memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengidap gangguan mood dibandingkan dengan kelompok kontrol. Partisipan yang mengonsumsi obat golongan thiazide memiliki risiko yang sama dengan kelompok kontrol.

Apakah ini menandakan bahwa penderita hipertensi harus berhenti mengonsumsi obat jika tidak ingin mengidap gangguan mood ?

Tentu saja tidak. Peneliti meluruskan bahwa penderita sebaiknya tidak langsung panik mengambil kesimpulan untuk menghentikan minum obat hipertensi karena khawatir akan timbulnya efek samping ini. Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan hubungan antara keduanya. Maka dari itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat memahami berbagai kemungkinan pengaruh dari obat untuk darah tinggi.

Mungkin saja masih terdapat daktor-faktor lain yang turut serta memengaruhi gangguan mood tersebut dan para penderita hipertensi tetap harus melanjutkan pengobatan karena penting untuk menjaga tekanan darah.

Menghentikan minum obat darah tinggi tanpa sepengetahuan dokter akan memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jangan pula minum obat hanya saat merasa ada keluhan, sehingga saat keluhan membaik atau obat habis Anda tidak kontrol kembali ke dokter untuk isi ulang. Obat untuk hipertensi harus diminum secara teratur.

Pengobatan yang tidak teratur bisa menyebabkan tekanan darah kembali naik. Tekanan darah yang naik turun ini dapat menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan, mulai dari peningkatan risiko komplikasi penyakit jantung dan stroke hingga kemampuan untuk berpikir.

Jadi, jangan pernah berhenti mengonsumsi obat untuk hipertensi meskipun timbul efek samping. Efek samping ini sangat jarang terjadi dan tidak semua penderita mengalaminya. Dokter meresepkan obat untuk Anda karena mengatahui bahwa manfaatnya akan lebih besar daripada risiko efek sampingnya.

Jadi, jika Anda mulai merasakan efek samping seperti yang telah disebutkan sebelumnya, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Dokter biasanya akan mengubah dosis atau jenis obat untuk darah tinggi yang sesuai dengan kondisi Anda.

Bahaya! Jangan Minum Antibiotik dan Obat Hipertensi Bersamaan

Bahaya! Jangan Minum Antibiotik dan Obat Hipertensi Bersamaan,- Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri penyebab penyakit pada manusia dan hewan seperti salmonella, tuberkulosis, sipilis, dan penyakit lainnya. Obat antibiotik juga diketahui bisa meningkatkan tekanan darah jika seseorang mengidap alergi akut atau kronis terhadap antibiotik tersebut.

Reaksi alergi yang disebabkan oleh obat antibiotik ini bisa berupa reaksi ringa sampai reaksi alergi yang parah. Reaksi alergi yang parah terkadang bsia mengancam nyawa penderitanya.

Sedangkan mengonsumsi antibiotik dan obat tekanan darah secara bersamaan bisa membuat tekanan darah menurun drastis dan menyebabkan syok pada pasien yang berusia lanjut.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa orang lanjut usia yang mengonsumsi calcium-channel blockers (kelas obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi) yang juga mengonsumsi antibiotik macrolide, erythromycin, atau clarithromycin lebih berisiko dirawat di rumah sakit karena hipotensi atau tekanan darah sangat rendah.

Clarithromycin dan erythromycin dapat berinteraksi dengan calcium-channel blockers. Obat ini menghambat sitokrom P450 isoenzim 3A4. Namun sayangnya, mekanisme dan penyebab interaksi ini belum dipahami dengan jelas.

Jangan konsumsi antibiotik dengan obat hipertensi secara bersamaan

Sebuah studi juga menunjukkan jika Anda mengonsumsi jenis pengobatan tekanan darah tinggi yang paling umum, Anda tidak boleh diresepkan berbarengan dengan beberapa jenis antibiotik tertentu. Studi ini menunjukkan bahwa kombinasinya dapat menyebabkan cedera ginjal yang jarang tetapi akibatnya serius.

Cedera ginjal akut, tekanan darah rendah yang sangat berbahaya, dan kematian dapat terjadi pada orang yang mengonsumsinya secara bersamaan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum clarithromycin dan calcium-channel blockers secara bersamaan dua kali lipat lebih berisiko terhadap efek samping di atas dalam waktu 30 hari sejak mengonsumsi antibiotik tersebut.

Walaupun peningkatan risiko tergolong kecil, namun dampaknya tidak bisa disepelekan. Sebuah studi pada awal tahun ini juga menunjukkan bahwa clarithromycin dan erythromycin juga berinteraksi dengan cara yangs ama dengan obat statin, yaitu obat penurun kolesterol.

Namun, efek samping obat antibiotik yang berkaitan dengan tekanan darah berbeda pada setiap orang. Pasalnya, obat dari jenis apapun emmang akan menurunkan atau meningkatkan tekanan darah.

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, sebaiknya hati-hati dengan penggunaan antibiotik karena dapat menimbulkan efek samping yang serius. Ketika antibiotik dikonsumsi oleh pasien dengan tekanan darah tinggi, maka risiko serangan jantung akan meningkat.

Konsultasikan terlebih dahulu mengenai obat apa pun yang Anda konsumsi. Jangan lupa, jika Anda memiliki hiperensi dan suatu saat Anda melakukan pemeriksaan ke dokter umum karena penyakit tertentu, misalnya flu, beri tahukan dokter bahwa Anda rutin mengonsumsi obat tekanan darah tinggi. Dokter mungkin akan menggunakan jenis antibiotik lain atau menyesuaikan dosisnya.

 

Baca juga :

Gejala Ini Mengindikasikan Anda Mengalami Krisis Hipertensi

Gejala Ini Mengindikasikan Anda Mengalami Krisis Hipertensi,- Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi kronis serta bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan organ yang umumnya terjadi selama bertahun-tahun.

Penyakit hipertensi biasanya terjadi pada orang-orang yang berusia diatas 65 tahun. Namun, saat ini banyak orang-orang yang berusia produksi sudah memiliki tekanan darah tinggi. Hal tersebut disebabkan karena gaya hidup yang mereka jalani seperti diet tinggi garam, kurang beraktivitas fisik, sulit mengendalikan emosi, dan obesitas.

Jika tidak ditangani dengan tepat, maka tekanan darah dapat meningkat dengan cepat dan cukup parah atau dikenal juga dengan krisis hipertensi. Krisis hipertensi adalah peningkatan tekanan darah parah yang dapat menyebabkan stroke. Tekanan darah tinggi dengan tingkat atas (tekanan sistolik) 180 mmHg atau lebih tinggo atau tekanan bawah (tekanan diastolik) lebih dari 120 mmHg atau lebih tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah.

Pembuluh darah menjadi meradang dan dapat terjadi kebocoran cairan atau darah. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa darah secara efektif.

Gejala hipertensi memang sulit dikenali. Untuk mendeteksinya, Anda perlu memeriksa tekanna darah secara rutin. Namun, ada gejala-gejala khusus yang perlu diwaspadai karena bisa jadi itu mengindikasikan kondisi hipertensi yang parah atau krisis hipertensi.

Beaberapa gejala yang mengindikasi Anda mengalami krisis hipertensi yang perlu diwaspadai diantaranya adalah nyeri dada, sakit kepala, dengungan menyakitkan di telinga, mimisan, dan masalah penglihatan seperti buran atau kabur.

Jika Anda sering mengalami beberapa gejala tersebut, maka sebaiknya segera kunjungi dokter. Pasalnya, bisa jadi Anda mengalami krisis hipertensi.

Krisis hipertensi bisa membuat gejalanya berkembang atau berlanjut ke tingkat yang lebih berbahaya. Kondisi ini bisa dikatakan kondisi darurat medis dan meningkatkan peluang terjadinya stroke ataupun serangan jantung.

Selain berkonsultasi dengan dokter, olahraga teratur, cukup tidur, serta konsumsi buah dan sayur juga bisa membantu menurunkan risiko hipertensi.

Ternyata Dengarkan Musik Bisa Bantu Atasi Hipertensi

Ternyata Dengarkan Musik Bisa Bantu Atasi Hipertensi,- Siapa yang tidak suka mendengarkan musik ? Hampir setiap orang pasti suka mendengarkan musik. Kita biasanya mendengarkan musik sambil beristirahat, membaca buku, bekerja, bahkan menemani saat Anda sedang melakukan istirahat. Perkembangan teknologi saat ini bisa membuat Anda lebih leluasa untuk mendengarkan musik di manapun dan kapanpun.

Mendengarkan musik favorit bisa menjadi penyelamat mood buruk saat Anda merasa bad mood. Selain menyenangkan, sudah banyak yang tahu jika mendengarkan musik juga bisa membantu menghilangkan stres.

Selain itu, menurut sebuah studi kesehatan menyebutkan bahwa mendengarkan musik juga bisa membantu mengurangi hipertensi. Bahkan, salah satu penelitian di Jepang menunjukkan bahwa mendengarkan musik setelah 3 bulan, dengan frekuensi 1 jam setiap harinya akan menurunkan tekanan darah.

Jenis musik tertentu diduga memiliki kemampuan untuk mengatur dan memengaruhi tekanan darah sistolik dan diastolik. Dengan cara ini, musik bisa membantu mencegah masalah seperti hipertensi, penyakit kardiovaskulas, dan serangan jantung.

Irama lambat dan musik yang harmonis dapat meningkatkan vasodilataso (pelebaran pembuluh darah) sebesar 26%. Hal ini juga yang membantu mencegah gagal jantung, terutama ketika seseorang mengalami perubahan suasana hati yang tidak terduga, kemarahan, atau penyebab emosional lainnya.

Namun, tidak semua jenis musik memiliki pengaruh yang sama pada manusia. Untuk terapi ini, pilihlah jenis musik dengan tempo rendah, karena tempo tinggi justru akan meningkatkan tekanan darah. Setelah 3 bulan, seseorang yang rutin mendengarkan musik tekanan darahnya menurun secara signifikan, hampir 6 mmHg.

Dari banyak percobaan yang telah dilakukan oleh para ahli kesehatan, musik klasik terbukti bisa menenangkan. Karya klasik seperti ‘Serenata No 13 in G Major’ oleh Mozart dan ‘The Four Seasons’ oleh Vivaldi telah mengalami tes ilmiah dan hasilnya sangat mencengangkan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa musik mungkin bisa menjadi cara yang baik untuk membantu menurunkan tekanan darah. Percaya atu tidak, para peneliti percaya bahwa musik bisa menggantikan pengobatan hipertensi medis, setidaknya untuk beberapa pasien.

Benarkah Daging yang Dimasak Matang Sebabkan Hipertensi?

Benarkah Daging yang Dimasak Matang Sebabkan Hipertensi?,- Daging merupakan salah satu makanan yang cukup banyak digemari. Ada banyak olahan makanan yang berbahan dasar daging, salah satunya adalah steak.

Dalam menikmati steak daging ini, tidak sedikit orang, terutama orang Indonesia yang memilih memasaknya dengan kematangan yang sempurna atau disebut juga ‘well done’. Hal ini disebabkan karena daging yang masih mengeluarkan jus daging dinilai belum matang.

Namun, sebaiknya hentikan kebiasaan ini mulai sekarang. Pasalnya memasak daging hingga terlalu matang ternyata memiliki efek buruk bagi kesehatan. Hal tersebut terungkap dari penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Jantung Amerika.

Sebuah penelitian oleh American Heart Association mengungkapkan jika orang yang rutin konsumsi daging dengan tingkat kematangan well done bisa berisiko terkena hipertensi. Penelitian ini melibatkan partisipan sebanyak 100.000 orang. Para ahli meneliti cara memasa dan tekanan darah mereka selama 12 sampai 16 tahun. Hasilnya, peserta yang mengonsumsi daging sapi, ayam, atau ikan yang dimasak dengan suhu tinggi berpotensi terkena hipertensi sebesar 15% sampai 17%.

Hasil lainnya, peserta yang mengonsumsi dagin degan tingkat kematangan sempurna atau ‘well done’ memiliki risiko terkena hipertensi sebesar 15%. Dibandingkan dengan peserta yang mengonsumsi daging dengan tingkat kematangan ‘medium rare’.

Para peneliti juga menyimpulkan bahwa orang yang mengonsumsi daging panggang lebih dari 15 kali per bulan memiliki risiko terkena hipertensi sebesar 17% dibandingkan dengan orang yang hanya mengonsumsinya sebanyak 4 kali per bulan.

Hal ini dikarenakan adanya senyawa kimia bernama heterocyclic aromatic amines (HAAs) yang dihasilkan saat daging dipanggang dengan suhu tinggi. Sehingga mereka yang mengonsumsi zat kinia ini sangat rentan terhadap kenaikan tekanan darah.

Artikel terkait :

Menurut penulis penelitian, Gang Liu, kandungan kimia yang dihasilkan dari memasak daging dengan temperatur tinggi ini dapat meningkatkan tingkat oksidasi, inflamasi serta resisten insulin. Ini merupakan hasil penelitian terhadap hewan.

Namun, para peneliti menggaris bawahi bahwa penelitian ini tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur jika daging yang dimasak dengan tingkat kematangan ‘medium rare’ lebih baik daripada ‘well done’. Walaupun cara mengolah makanan dapat berpengaruh terhadap kesehatan, para ahli lebih menyarankan untuk melakukan diet seimbang daripada menghindari makanan yang diolah dengan temperatur tinggi.

Sebenarnya masalah hipertensi tidak hanya disebabkan karena mengonsumsi daging panggang. Seorang ahli diet asal Amerika bernama Katrina A Trisko, mengatakan bahwa National Cancer Institute telah memperingatkan tentang bahaya kanker jika terlalu sering mengonsumsi daging, baik diolah dengan cara dipanggang atau digoreng.

Menurut ahli, sebaiknya jangan terlalu menghindari makanan yang berisiko memberi dampak buruk bagi kesehatan. Tetapi Anda harus menjaga pola makan teratur yang seimbang. Jangan hanya mengonsumsi satu jenis makanan saja, tetapi konsumsilah beragam jenis makanan baik dengan cara dipanggang, direbus, goreng, ataupun tumis.

Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Obat Tradisional

Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Obat Tradisional,- Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dialami cukup banyak masyarakat. Namun, sayangnya banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap tekanan darah tinggi, sehingga pengobatan hipertensi yang dilakukan terlambat dan memicu timbulnya komplikasi yang lebih parah.

Untuk mengontrol tekanan darah tinggi, penderita harus mengonsumsi obat hipertensi seumur hidup. Namun, sebagian besar penderita merasa khawatir dan berpendapat bahwa obat hipertensi bisa menimbulkan efek samping pada tubuh, terutama jika digunakan dalam jangka panjang.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Karena tidak semua obat hipertensi dapat menimbulkan efek samping. Jika Anda merasa khawatir, Anda bisa mencoba untuk menurunkan tekanan darah tinggi dengan obat tradisional.

Ada banyak jenis bahan alami yang memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan, salah satunya yaitu teripang. Ya, teripang merupakan salah satu biota laut yang telah dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Lalu, bagaimana cara memanfaatkan teripang untuk menurunkan tekanan darah tinggi ?

Jangan khawatir, karena kini telah hadir produk kesehatan herbal yang memanfaatkan teripang sebagai bahan utamanya, yaitu QnC Jelly Gamat. Untuk informasi lengkapnya, simak informasi berikut ini !

Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Obat Tradisional QnC Jelly Gamat

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, QnC Jelly Gamat merupakan salah satu produk kesehatan yang memanfaatkan teripang sebagai bahan dasarnya. QnC Jelly Gamat memiliki kandungan dan khasiat yang baik bagi kesehatan dan membantu pengobatan penyakit, termasuk penyakit tekanan darah tinggi.

QnC Jelly Gamat ini juga diproses secara tradisional dengan teknologi higienis, tanpa campuran bahan kimia obat (BKO), serta bahan pemanis atau pengawet buatan. Sehingga kualitas dari komposisi tetap terjaga dengan baik dan tentunya aman untuk dikonsumsi.

Keterangan produk :

Nama produk : QnC Jelly Gamat
Harga : Rp. 155.000,- / botol (*Harga belum termasuk ongkir)
Isi : 300 ml
Komposisi : Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur
Cara konsumsi : 2 kali 2 sendok makan sehari

Kandungan dan Khasiat Teripang dalam QnC Jelly Gamat

Teripang termasuk salah satu biota laut yang kaya akan kandungan nutrisi dan telah sejak zaman nenek moyang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membantu pengobatan tradisional.

Telah banyak penelitian yang dilakukan di beberapa negara untuk mengetahui dan memastikan khasiat yang dimilikinya. Menurut penelitian yang telah dilakukan, didalam teripang ini terkandung beberapa kandungan zat dan senyawa aktif yang baik bagi tubuh, diantaranya yaitu protein, kolagen, mineral, mukopolisakarida, glucosaminoglycans (GAGs), antiseptik alamiah, glucosamine dan chondroitin, lektin, saponin, asam amino, omega 3, 6, dan 9, serta vitamin dan mineral.

Untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi, kandungan mukopolisakarida yang dimilikinya mampu melancarkan sirkulasi darah dan juga menurunkan serta menstabilkan tekanan darah. Tidak hanya itu, kandungan glucosaminoglycans (GAGs) yang ada didaalmnya juga mampu mencegah penggumpalan darah, sehingga dapat mengurangi tekanan dan bisa membantu mengatasi masalah tekanan darah tinggi secara efektif.

Dengan kandungan yang dimilikinya, maka Anda tidak perlu ragu lagi untuk memilih QnC Jelly Gamat sebagai salah satu cara menurunkan tekanan darah tinggi dengan obat tradisional yang efektif, aman, dan tidak menimbulkan efek samping.

 

*Disclaimer : Reaksi dan efektifitas obat mungkin berbeda pada setiap individu tergantung pada stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan minum.

Anda tidak perlu khawatir dengan kualitas dan keamanannya, karena QnC Jelly Gamat telah memiliki legalitas resmi dari Badan POM dengan no. registrasi POM TR 173301471 dan terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229. Juga QnC Jelly Gamat ini telah memiliki lisensi HALAL dari MUI.

Itulah beberapa kandungan serta khasiat yang dimiliki oleh QnC Jelly Gamat sebagai solusi untuk menurunkan tekanan darah tinggi secara tradisional yang tepat. Nah, bagi Anda yang ingin merasakan khasiat dari QnC Jelly Gamat secara langsung, bisa langsung mengirimkan pesanan melalui SMS/WA dengan mengirimkan format berikut :

NEGG: Jumlah Pesanan: Nama: Alamat Lengkap: No. Hp./Tlp.

Kirim Ke :
SMS/WA : 082.320.970.600
Atau PIN BB 53227614

Contoh:

NEGG: 5 botol: Ilham Nuralamsyah: Jl. Perintis Kemerdekaan No. 35 Jakarta: 081648537XXX

Ingat !! Dalam setiap pemesanan harap mencantumkan kode NEGG, karena itu merupakan kode pemesanan atau pesanan Anda tidak akan kami proses !

Untuk informasi lengkap cara pemesanan dan daftar harga, silahkan klik tautan dibawah ini !!

=>Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat<=

Itulah informasi seputar cara menurunkan tekanan darah tinggi dengan obat tradisional. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat dan bisa membantu menjadi solusi terbaik untuk mengatasi keluhan Anda. Semoga lekas sembuh.

Inilah Alasan Mengapa Konsumsi Garam Sebabkan Hipertensi

Inilah Alasan Mengapa Konsumsi Garam Sebabkan Hipertensi,- Kita mungkin bisa memasak makanan lezat tanpa rempah-rempah seperti kunyit dan jahe. Tapi, apakah kita bisa memasak makanan lezat tanpa tambahan garam ?

Garam telah menjadi salah satu bumbu utama dari setiap masakan. Rasanya yang asin membuat setiap masakan bisa terasa semakin gurih dan lezat. Namun, saat mengonsumsi garam, pastikan agar garam yang dikonsumsi tidak berlebihan. Jika bisa, asupan garam yang dikonsumsi setiap harinya bisa dikurangi mulai saat ini.

Mengonsumsi garam berlebih bisa berdampak buruk pada kesehatan. Nutisi dan senyawa yang terkandung di dalam garam bisa menurunkan kesehatan seseorang, baik itu kesehatan fisik ataupun psikis. Salah satu gangguan kesehatan yang bisa disebabkan akibat mengonsumsi garam berlebih adalah hiperensi atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi ini merupakan kondisi yang berbahaya untuk tubuh. Hipertensi bisa meningkatkan risiko tekanan serangan jantung, stroke, gagal jantung kronis, dan penyakit ginjal.

Lalu, mengapa konsumsi garam bisa sebabkan hipertensi ?

Ahli kesehatan menyebutkan jika selama ini garam menjadi penyebab utama risiko hipertensi. Terlalu banyak konsumsi garam tidak hanya meningkatkan risiko darah tinggi. Lebih jauh, ini juga bisa meningkatkan risiko stroke, jantung, dan obesitas.

Menurut The Dietary Guidelines for Americans, asupan sodium yang direkomendasikan adalah sebanyak 2.300 mg perhari. Namun, jika Anda telah memiliki riwayat hipertensi, asupan sodium atau garam maksimal yang sebaiknya dikonsumsi adalah 1500 mg per hari.

Konsumsi garam dapat memicu terjadinya retensi air pada tubuh yang berakibat menaikkan tekanan darah secara drastis dan tiba-tiba. Konsumsi garam berlebih juga bisa mengganggu keseimbangan natrium alami dalam tubuh.

Hal ini menyebabkan ginjal kesulitan menjaga kelebihan sodium dalam aliran darah. Ketika natrium terakumulasi, tubuh memerlukan banyak air untuk mencairkan sodium. Hal ini tentu akan meningkatkan cairan di sekitar sel dan volume darah dalam pembuluh darah.

Peningkatan volume darah ini membuat jantung harus bekerja lebih keras dan banyak tekanan pada pembuluh darah. Peningkatakn natrium juga menyebabkan pengurangan sintesis oksida nitrat yang berfungsi sebagai vasodilator arteriolar.

Vasodilator arteriolar adalah suatu zat yang dapat melebarkan pembuluh darah. Hal ini akan menimbulkan aliran darah lebih banyak hambatan karena terjadi penyempitan pembuluh darah. Maka dari itu, lebih baik untuk menjaga asupan garam setiap harinya mulai dari sekarang.

Artikel terkait :

Dampak Penggunaan Obat Anti-Hipertensi Terhadap Ginjal

Dampak Penggunaan Obat Anti-Hipertensi Terhadap Ginjal,- Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat serta bisa menyerang siapapun dan kapanpun. Untuk mengontrol tekanan darahnya, penderita hipertensi harus mengonsumsi obat hipertensi atau obat anti-hipertensi seumur hidup. Namun, sebagian besar orang merasa khawatir dan beranggapan jika obat anti-hipertensi bisa menyebabkan gagal ginjal, terlebih lagi jika digunakan dalam jangka panjang.

Tunggul D Situmorang, ahli ginjal hipertensi menanggapi pernyataan tersebut, dan menyebutkan bahwa semua jenis obat anti-hipertensi aman dikonsumsi. Bahkan obat anti-hipertensi bisa membantu mengontrol tekanan darah.

Menurut Tanggul, yang menyebabkan timbulnya gagal ginjal bukanlah obat-antihipertensi, melainkan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Tekanan darah yang naik melampaui ambang normal mendorong ginjal untuk bekerja lebih keras hingga berujung gagal ginjal.

Obat hipertensi seperti betablocker bisa menurunkan kerja nadi dalam memompa darah agar tekanan darah menurun. Aliran darah yang terpompa ke ginjal tentu akan berkurang juga. Selama dalam kondisi baik, penurunan aliran darah ke ginjal tidak berdampak menimbulkan gagal ginjal.

Justru yang harus diperhatikan adalah fase-fase tertentu yang membuat fungsi ginjal menurun. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh usia, terutama yang lanjut usia (lansia).

Dalam kondisi ini, bukan berarti obat anti-hipertensi akan memperparah gagal ginjal. Tetapi hipertensi yang tidak terkontrol bisa menjadi penyebabnya.

Disebutkan Tunggul, yang memicu gagal ginjal adalah hiperkalemia. Kondisi dimana kalium pada tubuh meningkat. Ginjal tidak mampu membuang kelebihan kalium tersebut dan berakibat gagal ginjal.

Dokter juga tidak sembarangan menganjurkan obat kepada penderita hipertensi. Pemberian resep didasarkan pada penelitian menyeluruh pada pasien terlebih dahulu. Berdasarkan data Indonesian Renal Registry (IRR) pada tahun 2015, hipertensi menjadi penyemam utama gagal ginjal kronik (GGK), dengan persentase sebanyak 35%.

Maka dari itu, Tunggul meminta masyarakat untuk mengendalikan faktor risiko hipertensi, seperti gaya hidup. Berhenti merokok, mencegah kegemukan, olahraga secara teratur sebanyak 3 sampai 4 kali seminggu, serta rutin mengonsumsi buah dan sayur sangat dianjurkan untuk penderita hipertensi.

Baca juga : Obat Hipertensi yang Aman untuk Ginjal