Inilah Alasan Mengapa Konsumsi Garam Sebabkan Hipertensi

Inilah Alasan Mengapa Konsumsi Garam Sebabkan Hipertensi,- Kita mungkin bisa memasak makanan lezat tanpa rempah-rempah seperti kunyit dan jahe. Tapi, apakah kita bisa memasak makanan lezat tanpa tambahan garam ?

Garam telah menjadi salah satu bumbu utama dari setiap masakan. Rasanya yang asin membuat setiap masakan bisa terasa semakin gurih dan lezat. Namun, saat mengonsumsi garam, pastikan agar garam yang dikonsumsi tidak berlebihan. Jika bisa, asupan garam yang dikonsumsi setiap harinya bisa dikurangi mulai saat ini.

Mengonsumsi garam berlebih bisa berdampak buruk pada kesehatan. Nutisi dan senyawa yang terkandung di dalam garam bisa menurunkan kesehatan seseorang, baik itu kesehatan fisik ataupun psikis. Salah satu gangguan kesehatan yang bisa disebabkan akibat mengonsumsi garam berlebih adalah hiperensi atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi ini merupakan kondisi yang berbahaya untuk tubuh. Hipertensi bisa meningkatkan risiko tekanan serangan jantung, stroke, gagal jantung kronis, dan penyakit ginjal.

Lalu, mengapa konsumsi garam bisa sebabkan hipertensi ?

Ahli kesehatan menyebutkan jika selama ini garam menjadi penyebab utama risiko hipertensi. Terlalu banyak konsumsi garam tidak hanya meningkatkan risiko darah tinggi. Lebih jauh, ini juga bisa meningkatkan risiko stroke, jantung, dan obesitas.

Menurut The Dietary Guidelines for Americans, asupan sodium yang direkomendasikan adalah sebanyak 2.300 mg perhari. Namun, jika Anda telah memiliki riwayat hipertensi, asupan sodium atau garam maksimal yang sebaiknya dikonsumsi adalah 1500 mg per hari.

Konsumsi garam dapat memicu terjadinya retensi air pada tubuh yang berakibat menaikkan tekanan darah secara drastis dan tiba-tiba. Konsumsi garam berlebih juga bisa mengganggu keseimbangan natrium alami dalam tubuh.

Hal ini menyebabkan ginjal kesulitan menjaga kelebihan sodium dalam aliran darah. Ketika natrium terakumulasi, tubuh memerlukan banyak air untuk mencairkan sodium. Hal ini tentu akan meningkatkan cairan di sekitar sel dan volume darah dalam pembuluh darah.

Peningkatan volume darah ini membuat jantung harus bekerja lebih keras dan banyak tekanan pada pembuluh darah. Peningkatakn natrium juga menyebabkan pengurangan sintesis oksida nitrat yang berfungsi sebagai vasodilator arteriolar.

Vasodilator arteriolar adalah suatu zat yang dapat melebarkan pembuluh darah. Hal ini akan menimbulkan aliran darah lebih banyak hambatan karena terjadi penyempitan pembuluh darah. Maka dari itu, lebih baik untuk menjaga asupan garam setiap harinya mulai dari sekarang.

Artikel terkait :

Dampak Penggunaan Obat Anti-Hipertensi Terhadap Ginjal

Dampak Penggunaan Obat Anti-Hipertensi Terhadap Ginjal,- Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat serta bisa menyerang siapapun dan kapanpun. Untuk mengontrol tekanan darahnya, penderita hipertensi harus mengonsumsi obat hipertensi atau obat anti-hipertensi seumur hidup. Namun, sebagian besar orang merasa khawatir dan beranggapan jika obat anti-hipertensi bisa menyebabkan gagal ginjal, terlebih lagi jika digunakan dalam jangka panjang.

Tunggul D Situmorang, ahli ginjal hipertensi menanggapi pernyataan tersebut, dan menyebutkan bahwa semua jenis obat anti-hipertensi aman dikonsumsi. Bahkan obat anti-hipertensi bisa membantu mengontrol tekanan darah.

Menurut Tanggul, yang menyebabkan timbulnya gagal ginjal bukanlah obat-antihipertensi, melainkan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Tekanan darah yang naik melampaui ambang normal mendorong ginjal untuk bekerja lebih keras hingga berujung gagal ginjal.

Obat hipertensi seperti betablocker bisa menurunkan kerja nadi dalam memompa darah agar tekanan darah menurun. Aliran darah yang terpompa ke ginjal tentu akan berkurang juga. Selama dalam kondisi baik, penurunan aliran darah ke ginjal tidak berdampak menimbulkan gagal ginjal.

Justru yang harus diperhatikan adalah fase-fase tertentu yang membuat fungsi ginjal menurun. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh usia, terutama yang lanjut usia (lansia).

Dalam kondisi ini, bukan berarti obat anti-hipertensi akan memperparah gagal ginjal. Tetapi hipertensi yang tidak terkontrol bisa menjadi penyebabnya.

Disebutkan Tunggul, yang memicu gagal ginjal adalah hiperkalemia. Kondisi dimana kalium pada tubuh meningkat. Ginjal tidak mampu membuang kelebihan kalium tersebut dan berakibat gagal ginjal.

Dokter juga tidak sembarangan menganjurkan obat kepada penderita hipertensi. Pemberian resep didasarkan pada penelitian menyeluruh pada pasien terlebih dahulu. Berdasarkan data Indonesian Renal Registry (IRR) pada tahun 2015, hipertensi menjadi penyemam utama gagal ginjal kronik (GGK), dengan persentase sebanyak 35%.

Maka dari itu, Tunggul meminta masyarakat untuk mengendalikan faktor risiko hipertensi, seperti gaya hidup. Berhenti merokok, mencegah kegemukan, olahraga secara teratur sebanyak 3 sampai 4 kali seminggu, serta rutin mengonsumsi buah dan sayur sangat dianjurkan untuk penderita hipertensi.

Baca juga : Obat Hipertensi yang Aman untuk Ginjal

Rutin Minum Teh Bunga Ternyata Bisa Menurunkan Hipertensi

Rutin Minum Teh Bunga Ternyata Bisa Menurunkan Hipertensi,- Jika terus dibiarkan, maka penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi akan menyebabkan beberapa penyakit diantaranya adalah serangan jantung, diabetes, dan stroke. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, seperti diantaranya pola hidup tidak sehat, usia, stres, obesitas, dan makanan.

Jika Anda memiliki indikasi tekanan darah tinggi, sebaiknya segera lakukan tindakan khusus. Tindakan umum yang biasa dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter atau mengatur pola makan. Mengurangi konsumsi garam, kalori, dan protein termasuk salah satu cara untuk diet bagi penderita tekanan darah tinggi.

Selain itu, sebuah studi mengklaim bahwa meminum 3 cangkir teh bunga setiap hari juga bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Sedangkan menurut ilmuwan Amerika Serikat, tekanan darah sistolik dan diastolik juga bisa diturunkan dengan mengonsumsi teh bunga sepatu.

Benarkah konsumsi bunga sepatu bisa bantu turunkan hipertensi ?

Bunga sepatu merupakan salah satu bunga yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Ketika seseorang bisa mengolah dan memanfaatkan bunga sepatu dengan baik, maka hal ini bisa membuat orang tersebut terbebas dari tekanan darah tinggi.

Beberapa penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan menemukan sebuah temuan yang mengejutkan seputar manfaat bunga sepatu untuk kesehatan. Para ilmuwan menemukan bahwa didalma bunga sepatu terkandung beberapa nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan. Bahkan, beberapa ilmuwan percaya bahwa nutrisi yang terkandung didalamnya bisa membuat jantung menjadi lebih sehat. Selain itu, penelitian juga menyebutkan jika bunga sepatu bisa menurunkan tekanan darah seseorang dalam waktu yang cepat dan dengan cara yang mudah.

Ilmuwan menemukan jika bunga sepatu bersifat diuretik yang emmbantu tubuh menghilangkan kelebihan air. Bunga sepatu juga mengandung anthocyanin di mana zat ini bisa memblokir angiotensin converting enzyme (ACE) yaitu senyawa yang bisa menyebabkan pembuluh darah mengeruh dan bermasalah.

Selain bisa memblokir ACE, nutrisi pada bunga sepatu juga bisa menurunkan tekanan darah dengan baik. Untuk mendapatkan manfaat bunga sepatu untuk menurunkan tekanan darah, Anda bisa mengolahnya menjadi teh.

Baca juga : Manfaat Teh untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Untuk membuat teh bunga sepatu cukup mudah. Anda hanya perlu menyiapkan beberapa bahan, seperti 4 gelas air, 3 sendok makan bunga sepatu kering atau 5 tangkai bunga sepatu segar, 7 cm kayu manis, 2 sendok makan madu, dan 1 buah jeruk (ambil airnya).

Setelah semua bahan siap, selanjutnya rebus air hingga mendidih. Masukkan bung sepatu dan kayu manis kemudian rebus hingga layu dan warna air berubah. Setelah itu, angkat dan saring ke dalam gelas. Tambahkan madu dan air perasan jeruk nipis. Konsumsi teh ini selagi hangat.

Itulah beberapa manfaat minum teh bunga sepatu dan cara pembuatannya. Semoga informasi tersebut bisa bermanfaat dan membantu menjadi solusi terbaik untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi yang Anda alami.

Hati-Hati! Tekanan Darah Tinggi Bisa Menurunkan Fungsi Otak

Hati-Hati! Tekanan Darah Tinggi Bisa Menurunkan Fungsi Otak,- Sudah menjadi rahasia umum jika penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi sering dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, tidak hanya itu saja, para pakar kesehatan menyebutkna jika tekanan darah tinggi juga memiliki pengaruh buruh terhadap fungsi kognitif otak.

Menurut Dr dr Yuda Turana, SpS, dari Indonesian Society of Hypertension (InaSH), penyakit tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya pikun di usia tua. Hal ini disebabkan karena tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah yang mengurangi suplai oksigen ke otak.

Beliau menjelaskan jika penelitian menyebut bahwa hipertensi yang tidak terkontrol akan mengakibatkan seseorang memiliki fungsi otak yang jelek saat usia lanjut atau fungsi kognitifnya menurun.

Maka dari itu, sangat penting bagi masyarakan untuk mencegah terjadinya hipertensi. dr Yuda menyebutkan bahwa sebagian besar kasus tekanan darah tinggi tidak memiliki gejala. Penderita tekanan darah tinggi yang sudah merasa pusing dan memiliki tekanan darah tinggi secara terus-menerus menandakan sudah adanya kerusakan yang terjadi di otak.

“Kalau sudah mengalami kerusakan target organ otak misalnya, orang bisa terkena stroke atau gangguan kognitif ringan hingga demensia vaskular. Inilah yang menyebabkan pasien hipertensi rentan mengalami penurunan fungsi kognisi di masa tuanya,” papar dokter yang juga pengajar di Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya ini.

Rutin mengontrol tekanan darah di rumah merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi hipertensi. dr Yuda juga menyebutkan jika olahraga secara rutin dan teratur juga bisa membantu mengontrol tekanan darah.

Disamping itu, penderita tekanan darah tinggi juga harus membatasia supan garam dan melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap harinya untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Dengan merubah gaya hidup menjadi lebih sehat, maka Anda bisa menurunkan risiko komplikasi yang bisa timbul akibat tekanan darah tinggi.

Baca juga : Obat Hipertensi yang Aman untuk Jantung

Jenis Olahraga Ini Baik Dilakukan Penderita Hipertensi

Jenis Olahraga Ini Baik Dilakukan Penderita Hipertensi,- Penderita hipertensi sering kali disarankan untuk mengonsumsi obat hipertensi secara rutin dan teratur. Tidak hanya itu, penderita juga selalu diingatkan untuk menjalankan pola hidup sehat dengan mengatur pola makan sehat dan menghindari berbagai faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Disamping itu, penderita hipertensi juga disarankan untuk berolahraga secara teratur untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi serta menjaga agar tubuh tetap sehat. Diantara banyaknya jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh penderita hipertensi, yoga merupakan salah satu yang baik untuk dilakukan.

Meskipun olahraga ini mulai populer di Indonesia, namun sayangnyaa tidak banyak yang melakukannya. Hal ini disebabkan karena kecenderungan yoga dilakukan dikelas khusus yang memerlukan biaya. Padahal, sebenarnya kita bisa menafaatkan perkembangan teknologi untuk mencari tutorial yoga dan melakukannya sendiri dengan mudah.

Selain baik bagi keshatan mental, yoga juga bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk bagi mereka yang mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Dalam sebuah penelitian yang dipersentasikan di Cardiological Society of India, konferensi kesehatan yang digelar setiap tahun, disebutkan bahwa penderita hipertensi yang melakukan yoga setidaknya 1 jam setiap hari akan menurunkan tekanan darah diastolic dan arterial. Hal ini bisa membantu menurunkan risiko terkena serangan jantung, gagal jantung, dan stroke dengan signifikan.

Pakar kesehatan dari Sir Gangaram Hospital yang ada di New Delhi, India, Ashutosh Angrish, MD, menyebutkan jika penderita pra-hipertensi yang memiliki tekanan darah sistolik diangka 120-139 mmHg dan tekanan darah diastolik diangka 80-89 mmHG, atau tinggal sedikit lagi bisa dianggap sebagai masalah hipertensi, juga sangat disarankan untuk melakukan yoga agar kondisi kesehatannya tidak semakin memburuk.

Dalam penelitian tentang Hatha Yoga, salah satu jenis yoga yang mengombinasikan peregangan, latihan pernapasan, dan meditasi, Angrish menyebutkan bahwa terdapat 60 partisipan dengan usia 45 tahun yang dilibatkan dalam penelitian tersebut melakukan perubahan gaya hidup karena mengalami kondisi pra-hipertensi.

Setengah dari para partisipan tersebut mengikuti kelas yoga 1 jam setiap hari selama 1 bulan. Setelahnya, mereka melakukan yoga dengan durasi yang sama di rumah di bulan berikutnya. Hasilnya adalah, para partisipan yang mengubah gaya hidup namun tidak melakukan yoga sam sekali tidak mengalami penurunan tekanan darah, kontras dengan mereka y ang melakukan yoga dimana tekanan darahnya menurun sampai 4-5 mmHg.

Walaupun perubahan tekanan darah terlihat kecil, namun perbaikan kondisi tekanan darah ini ternyata bisa menurunkan risiko terkena stroke hingga 15% dan penyakit jantung sampai 6%. Angrish pun sangat merekomendasikan yoga sebagai salah satu jenis olahraga yang baik dilakukan penderita hipertensi. Semoga bermanfaat.

Obat Hipertensi Tradisional yang Aman untuk Jantung

Obat Hipertensi Tradisional yang Aman untuk Jantung,- Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup banyak dialami masyarakat. Namun, sayangnya banyak penderita yang tidak menyadari jika ia mengidap tekanan darah tinggi, sehingga pengobatan telat dilakukan.

Hal tersebut tentu membuat penyakit hipertensi semakin berkembang. Jika hipertensi tidak diatasi dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan bisa mengembangkan komplikasi penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung, hingga stroke.

Namun, tidak sedikit pula penderita hipertensi yang takut untuk mengonsumsi obat hipertensi. Karena khawatir akan efek samping yang akan timbul jika dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu panjang.

Untuk itu, disini kami memiliki rekomendasi obat hipertensi yang tepat untuk membantu menurunkan tekanan darah secara alami, dan tentunya aman tanpa menimbulkan efek samping. Untuk informasi lengkapnya silahkan simak dibawah ini !

Rekomendasi Obat Hipertensi Tradisional yang Aman untuk Jantung

Diantara banyaknya obat penurun tekanan darah tinggi tradisional yang beredar, QnC Jelly Gamat merupakan salah satu produk kesehatan herbal yang direkomendasikan.

QnC Jelly Gamat merupakan produk kesehatan herbal yang dibuat dari 100% bahan alami pilihan terbaik dan diproses secara tradisional dengan menggunakan teknologi higienis tanpa campuran bahan kimia obat serta tidak mengandung bahan pengawet buatan. Sehingga sangat aman untuk dikonsumsi, bahkan oleh semua kalangan, termasuk balita, ibu hamil dan menyusui.

Komposisi : Ekstrak Teripang Emas, Sweetener Stevia, Air RO, Pengemulsi Nabati, Essen Natural, Ekstrak Buah dan Sayur

Ekstrak teripang emas asli merupakan komposisi utama yang terkandung dalam obat hipertensi tradisional yang aman untuk jantung QnC Jelly Gamat. Bahan ini kaya akan kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Maka tak heran jika teripang sudah dimanfaatkan sejak dulu untuk menjaga kesehatan dan membantu pengobatan penyakit secara tradisional.

Menurunkan tekanan darah tinggi serta melancarkan peredaran darah merupakan salah satu khasiat yang bisa kita dapatkan dari teripang emas. Tentu saja khasiat ini sangat membantu penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi untuk mengontrol tekanan darahnya.

Disamping itu, QnC Jelly Gamat juga telah memiliki legalitas resmi dari BPOM dengan no. registrasi POM TR 173301471 dan terdaftar di DEPKES P-IRT No. 109321601291-1229. Juga QnC Jelly Gamat ini telah memiliki lisensi HALAL dari MUI, sehingga 100% aman dan berkualitas.

Itulah beberapa kandungan serta khasiat dari QnC Jelly Gamat sebagai salah satu rekomendasi terbaik obat hipertensi tradisional yang aman untuk jantung. Semoga informasi yang kami sampaikan bisa bermanfaat dan menadi solusi terbaik untuk Anda.

*Disclaimer : Reaksi dan efektifitas produk mungkin berbeda pada setiap individu tergantung dengan stadium penyakit, kondisi tubuh, serta dosis dan keteraturan konsumsi.

Bagi Anda yang berminat ingin merasakan khasiat serta manfaat dari obat hipertensi tradisional QnC Jelly Gamat, Anda bisa langsung kunjungi tautan dibawah ini untuk informasi lengkap cara pemesanan dan daftar harga :

>>Cara Pemesanan QnC Jelly Gamat<<

Semoga lekas sembuh.

Tips Diet Rendah Garam untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Tips Diet Rendah Garam untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi,- Perubahan gaya hidup sehat sangat sering disarankan kepada para penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi selain minum obat darah tinggi. Mengatur pola makan sehat dan menghindari makanan yang tinggi garam merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan untuk membantu mengontrol tekanan darah tinggi.

Banyak penderita hipertensi yang disarankan untuk mengurangi konsumsi garam. Pasalnya, asupan garam yang tinggi dapat menganggu keseimbangan natrium alami yang ada dalam tubuh. Kadar natrium dalam tubuh bisa meningkat, sehingga menyebabakn retensi natrium kemudian hal ini dapat meningkatkan tekanan yang diberikan oleh aliran darah terhadap dinding pembuluh darah. Akibatnya, terjadilah tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Maka dari itu, meskipun penderita sudah mengonsumsi obat penurun tekanan darah tinggi, ia tetap disarankan untuk mengurangi asupan garam. Mengurangi asupan garam dapat membantu mengontrol tekanan darah. Pengurangan asupan garam dari 10 gram menjadi 6 gram saja per hari dapat mengurangi tekanan darah. Pada akhirnya, dapat menurunkan 14% kematian akibat stroke dan 9% kematian akibat penyakit jantung koroner pada penderita hipertensi.

Tips Diet Rendah Garam untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Diet rendah garam telah terbukti dapat membantu para penderita tekanan darah tinggi untuk mengontrol tekanan darah. Bahkan, minum obat saja tidak cukup untuk mengontrol tekanan darah, harus dibarengi dengan diet ini.

Dalam menjalankan diet rendah garam, bukan berarti Anda hanya mengurangi asupam garam saja, tetapi juga makanan lain yang mengandung garam tersembunyi. Sekitar 80% garam yang masuk ke tubuh biasanya didapatkan dari makanan olahan, seperti roti, biskuit, sereal, makanan siap saji, dan lainnya. Sisanya, yaitu 20% barulah berasal dari garam yang ditambahkan saat memasak atau garam meja.

Berikut ini merupakan beberapa tips diet rendah garam untuk penderita tekanan darah tinggi yang perlu diikuti, yaitu :

  • Baca label makanan saat membeli makanan kemasan

Bukannya Anda sama sekali tidak diizinkan untuk mengonsumsi makanan kemasan. Tetapi, biasanya makanan kemasan mengandung garam tinggi. Atau, biasanya jika Anda membaca informasi nilai gizi, Anda akan menemukan kandungan natrium tinggi pada produk makanan kemasan tersebut. Kadar natrium yang tinggi ini dapat meningkatkan kadar natrium dalam tubuh, sehingga tekanan darah ikut meningkat.

Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu membaca informasi nilai gizi jika Anda ingin membeli makanan kemasan. Pilihlah makanan yang mengandung natrium rendah (140 mg atau kurang per sajian) atau bebas natrium (kurang dari 5 mg per sajian). Perlu diingat, biasanya dalam satu bungkus makanan kemasan tersaji lebih dari satu sajian. Untuk mengetahuinya, Anda bisa melihat jumlah sajian perkemasan. Dari sini, kemudian Anda bisa membagi berapa jumlah natrium yang terkandung dalam setiap satu sajian makanan tersebut.

  • Hati-hati dengan makanan dan minuman yang mengandung garam tersembunyi

Jangan lupa untuk menambahkan sayuran dan buah-buahn segar dalam menu Anda setiap hari. Selain itu, batasi makanan olahan atau makanan kemasan, termasuk makanna kalengan dan makanan instan. Lalu, bagaimana dengan minuman ?

Alangkah baiknya Anda juga membatasi mengonsumsi minuman ringan, karena minuman ini juga mengandung garam tambahan. Jika Anda ingin membeli makanan beku, pilihlah yang mengandung natrium sekitar 600 mg atau kurang. Oleh karena itu, mudahnya, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang dioleh sendiri di rumah.

  • Kurangi garam pada masakan

Mengolah makanan sendiri di rumah memang lebih baik. Namun, Anda juga harus tetap memperhatikan asupan garam yang Anda tambahkan dalam masakan. Sebaiknya jangan tambahkan masakah Anda dengan garam, teramsuk garam meja, MSG, pelunak daging, berbagai jenis kecap dan saus, acar, dan lainnya. Untuk memperkaya rasa, Anda bisa menambahkan bahan-bahan lain, seperti rempah-rempah/bumbu dapur, herbal, lemon, bawang putih, jahe, cuka, merica, dan lada hitam. Anda juga bisa menambahkan jeruk, lemon, jeruk nipis, nanas, atau cuka sebagai bumbu untuk memasak daging.

Buatlah masakah khusus untuk Anda sendiri, jika ada anggota keluarga yang tidak suka dengan masakah tersebut. Anda juga bisa mencoba untuk lebih memilih memasak dengan cara dipanggang atau direbus daripada digoreng yang mengandung lebih banyak minyak.

Baca juga : Mengurangi Asupan Garam untuk Hadapi Penyakti Hipertensi

Manfaat Racikan Minuman Tempe untuk Penderita Hipertensi

Manfaat Racikan Minuman Tempe untuk Penderita Hipertensi,- Tidak sedikit orang yang sering menyepelekan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Padahal, jika terus dibiarkan tanpa perawatan, hipertensi bisa menimbulkan komplikasi penyakit lainnya, seperti penyakit jantung, stroke, dan penyakit berbahaya lainnya.

Untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi ini, selain dengan obat hipertensi Anda juga bisa mengonsumsi kedelai sebagai solusi pengobatan alami. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi kedelai dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Selain dikonsumsi secara langsung, kacang kedelai juga umumnya diolah dan difermentasi menjadi tempe.

Tidak hanya dikonsumsi dengan cara digoreng, tumis, atau dibuat menu lainnya, ternyata tempe juga bisa diolah menjadi serbuk siap seduh. 4 peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Alfia Ansarullah, Hardinsyah, Sri Anna Marliyanti, dan Made Astawan, berhasil mengembangkan minuman dari tempe untuk mengobati hipertensi. Tempe dipilih sebagai penelitiannya karena telah banyak riset yang membuktikan jika kedelai dapat menurunkan hipertensi.

Kelompok ilmuwan ini mengolah tempe menjadi bahan minuman serbuk siap seduh. Mereka kemudian mempelajari efek minuman tempe tersebut pada tekanan darah penderita hipertensi dan juga hiperkolesterolemia.

“Pesatnya pengembangan tempe menjadi pangan fungsional yang dapat menurunkan tekanan darah, menjadi alasan untuk melakukan penelitian mengenai efek dari minuman berbasis tempe terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi dan hiperkolesterolemia,” tutur Hardinsyah, Minggu (28/1/2018).

Penelitian ini dilakukan pada 30 orang pria dan wanita dewasa dengan usia antara 25-55 tahun. Kriteria dari para peserta penelitian adalah belum mengalami menopause, tidak hamil, kadar kolesterol darah 200 miligram, memiliki tekanan darah sistolik (tekanan darah saat beraktivitas) pada 121-131 mmHg, dan tekanan darah diastolik (tekanan darah saat istirahat) pada 81-89 mmHg.

Kemudian peserta penelitian dibagi ke dalam 3 keompok, yaitu kelompok pertama yang diberi Minuman Tempe A (MTA) yang diformulasikan dari kedelai lokal yang dikecambahkan, kelompok kedua diberi Minuman Tempe B (MTB) yang diformulasikan dari kedelai imporm dan kelompok kontrol. Minuman tempe diberikan 3 gelas sehari selama 4 minggu berturut-turut dan paling sedikit mengandung 25 g protein perhari. Namun, kelompok kontrol tidak diberi minuman tempe dan akan menjadi pembanding hasil penelitian.

Dari penelitian tersebut, peneliti menemukan kelompok MTA dan MTB memiliki perbedaan tekanan darah sistolik yang signifikan jika dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Walaupun begitu, di kelompok MTA dan MTB tidak ditemuakn perbedaan mencolok pada tekanan diastolik, jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Para ilmuwan menemukan ada kecenderungan tekanan darah diastolik pada kelompok MTA dan MTB mengalami penurunan.

Manfaat Tanaman Ciplukan untuk Atasi Tekanan Darah Tinggi

Manfaat Tanaman Ciplukan untuk Atasi Tekanan Darah Tinggi,- Ada banyak tanaman alami yang diketahui berkhasiat untuk membantu mengobati tekanan darah tinggi, salah satunya adalah ciplukan. Tanaman ini dapat hidup dan tumbuh di alam liar serta cukup mudah ditemukan.

Selain tumbuh bebas di alam liar, saat ini tanaman ini juga mulai banyak dibudidayakan. Hal ini disebabkan karena tanaman ini memiliki manfaat yang sangat banyak bagi kesehatan. Salah satunya yaitu dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Khasiat ciplukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi ini tidak lepas dari kandungan yang dimilikinya. Batang daun ciplukan diketahui memiliki kandungan physalin yang baik bagi penderita tekanan darah tinggi. Selain itu, ciplukan juga mengandung asam malat, gula, tanin, alkanoid, kriptoxatin, dan vitamin C.

Tekanan darah tinggi atau disebut juga hipertensi adalah kekuatan aliran darah yang mendorong melawan dinding pembuluh darah arteru dari jantung. Kekuatannya pun dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu, sesuai dengan aktivitas yang sedang dilakukan jantung. Seperti saat sedang berolahraga ataupun dalam kondisi normal dan daya tahan pembuluh darahnya. Seseorang disebut mengalami tekanan darah tinggi jika memiliki tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg.

Penyebab naiknya tekanan darah memang masih belum diketahui secara pasti, namun dapat juga disebabkan oleh pola makan yang buruk serta gaya hidup tidak sehat. Sebagian besar makanan seperti makanan asin, yang mengandung pemanis buatan dan yang mengandung natrium dapat menjadi pemicu meningkatnya tekanan darah tinggi. Selain itu, kebiasaan merokok juga bisa menjadi penyebab tekanan darah tinggi.

Bagi Anda yang mengidap tekanan darah tinggi, selain minum obat hipertensi Anda juga bisa mencoba manfaat tanaman ciplukan untuk atasi tekanan darah secara alami. Berikut ini cara pengolahan ciplukan untuk mengobati tekanan darah tinggi, yaitu :

  • Sipakan sekitar 5 gram ciplukan dan 2 gelas air putih.
  • Masukkan kedua bahan tersebut ke dalam panci yang terbuat dari tanah liat.
  • Rebus hingga mendidik atau sekitar 10-14 menit sambil diaduk.
  • Setelah itu, angkat lalu saring dan tuangkan air rebusan tersebut ke dalam gelas.
  • Minum ramuan ini 2 kali dalam sehari setiap pagi dan sore hari.

Lakukan pengobatan ini secara rutin dan teratur agar bisa mendapatkan manfaat yang optimal dan tekanan darah tinggi bisa kembali normal secara perlahan.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk menjaga pola makan dan gaya hidup sehat untuk mencegah tekanan darah kembali naik dan tetap terkontrol dengan baik. Semoga membantu.

Kontrol Tekanan Darah Tinggi dengan 6 Cara Mudah Berikut !

Kontrol Tekanan Darah Tinggi dengan 6 Cara Mudah Berikut !,- Setiap tahunnya penderita hipertensi di Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal ini tentu menyebabkan risiko penyakit stroke, ginjal, jantung, dan demensia juga ikut meningkat. Menurut sebuah studi di Universitas Harvard, tekanan darah tinggi merupakan penyebab dari 15% dari semua kematian di Amerika Serikat.

Menurut organisasi jantung Amerika, 20% dari penduduk Amerika bahkan tidak mengetahui jika dirinya telah mengidap tekanan darah tinggi. Dari berbahayanya penyakit ini, Anda tentu perlu mengontrolnya untuk mencegah timbulnya komplikasi bahkan kematian mendadak.

Berikut merupakan cara mudah kontrol tekanan darah tinggi secara alami tanpa obat hipertensi kimia yang bisa dilakukan, yaitu :

Konsumsi makanan tinggi kalium dan potasium

Makanan yang kaya akan kandungan potasium dan kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Untuk mendapatkan manfaatnya, penderita hipertensi bisa mengonsumsi ubi jalar, tomat, jeruk, kentang, pisang, kacang-kacangan, melon, blewah, dan buah-buahan kering seperti plum dan kismis yang mengadnung potasium dan kaslium tinggi.

Minum air putih yang cukup

Minumlah air putih yang cukup. Pasalnya, kekurangan cairan dan dehidrasi bisa memicu tekanan darah naik seketika.

Perbanyak konsumsi kedelai

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Heart Association Amerika Serikat telah menunjukkan, bahwa konsumsi kedelai yang kaya protein serta rendah kandungan lemak dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi. Selain itu, kedelai juga memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan tekanan darah sistolik.

Batasi makanan asin

Makanan tinggi garam bisa memicu naiknya tekanan darah. Maka dari itu, Anda harus mengurangi asupan makanan yang memiliki kandungan garam sangat tinggi, seperti sosis, keripik, dan bahan makanan olahan lainnya.

Cek tekanan darah secara rutin

Mengecek tekanan darah secara rutin merupakan hal yang harus dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tekanan darah Anda setiap saat, sehingga tekanan darah dapat terkontrol.

Rutin jalan kaki

Jalan kaki setidaknya 30 menit sehari bisa membantu jantung memompa darah lebih baik, ini juga bisa membuat denyut jantung lebih terjaga. Selain itu, yang paling uatam adalah jalan kaki bisa memicu aliran oksigen dalam darah menuju seluruh tubuh terutama otak menjadi lancar. Ini nantinya bisa membantu mengontrol tekanan darah secara efektif.

Baca juga : Tips Mengontrol Tekanan Darah Tinggi pada Masa Kehamilan