Penyakit Hipertensi Dalam Kehamilan

bahaya-hipertensi-dalam-kehamilan-587Penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) pada ibu  hamil dapat membahayakan baik bagi kehamilan  atuapun bagi sang ibu. Sampai sekarang penyakit  hipertensi dalam kehamilan masih merupakan salah  satu masalah kebuidanan yang belum dapat  dipecahkan dengan tuntas. Hipertensi dalam  kehamilan merupkan salah satu dari penyebab  utama kematian ibu selain dari pendarahan dan  infeksi. Hipertensi dalam kehamilan merupakan  komplikasi kehamilan setelah kehamilan 20 minggu  yang ditandai dengan timbulnya hipertensi, disertai  dengan salah satu dari edema’, proteinuria, atau  keduanya. Hipertensi pada kehamilan banyak terjadi  pada usia ibu hamil dibawah 20 tahun atau diatas  40 tahun, kehamilan dengan bayi kembar, atau  pada ibu dengan kehamilan pertama.

Penyebab Hipertensi Dalam Kehamilan

Pada sebagian besar kasus, penyebab hipertensi tidak  diketahui sehingga disebut hipertensi esensial.  Namun, pada sebagian kecil kasus hipertensi  merupakan penyebab utama penyakit lainnya,  seperti ginjal, efek adrenal, dan komplikasi terapi  obat. Berikut penyebab dari penyakit hipertensi dalam  kehamilan :

  1. Hipertensi Esensial. Pada hipertensi esensial atau  hipertensi primer penyebabnya bukan karena  adanya gangguan pada jantung ataupun ginjal,  melainkan disebabkan oleh faktor lain seperti pola  hidup yang kurang sehat, mengalami stress,  merokok, dan sebagainya.
  2. Penyakit ginjal dengan hipertensif. Penyakit ginjal  dengan hipertensi dapat dijumpai pada ibu hamil  dengan glomerulonefritis akut dan kronik,  pielonefritis akut dan kronik. Frekuensi kejadian  sekitar 1% secara klinis dan kira-kira sekitar 15%  secara patologi anatomi. Pemeriksaan yang  dilakukan dengan cara pemeriksaan urin lengkap  dan faal ginjal, pemeriksaan retina, pemeriksaan  umum, pemeriksaan kuantitatif albumin air kencing  dan pemeriksaan darah lengkap. Pasien akan  disarankan untuk melakukan pemeriksaan antenatal  secara teratur, pengawasan pertumbuhan janin, dan  kesehatan sang ibu.

Klasifikasi Hipertensi Dalam Kehamilan

Klasifikasi penyakit hipertensi dalam kehamilan adalah sebagai berikut :

  • Hipertensi Esensial
  • Hipertensi Esensial disertai superimposed  pregnancy-induced hypertension
  • Hipertensi iinduksi kehamilan (pregnancy-induced  hypertension, PIH)
  • Pre-eklamsia
  • Eklamsia

preeclampsia-grave-antes-semana-34-gestacion-T-ysI6WDPre-eklamsia merupakan jenis hipertensi yang paling  berbahaya. Pre-eklamsia merupakan penyakit yang  timbul dengan gejala hipertensi, edema dan  proteinuria yang timbul karena kehamilan, atau  biasa disebut dengan intilah keracunan kehamilan.  Pada hipertensi pre-eklamsia terjadi kenaikan  tekanan diastolik sebesar 15 mmHg atau mencapai  90 mmHg.

Terjadinya penimbunan cairan  secara umum dan berlebihan dalam tubuh, biasanya  dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta  pembengkakan pada kaki, jari tangan dan muka.  Kenaikan berat badan sebanyak 1 kg dalam  seminggu beberapa kali dapat menjadi tanda pre- eklamsia.

Gejala Hipertensi Dalam Kehamilan

Gejala yang timbul pada hipertensi kehamilan  diantaranya :

  • Peningkatan tekanan darah hingga 160/110 mmHg  atau lebih. Tekanan sistolik 140 mmHg atau tekanan  distolik 90 mmHg.
  • Terdapat protein dalam urin. Proteinuria 2.0 g/ 24  jam atau urine dipstick 2+.
  • Perubahan nilai laboratorium. Peningkatan kretinin  serum lebih besar dari 1.2 mg/dL kecuali pada  sebelumnya sudah ada latar belakang gangguan  pada ginjal. Trombosit kurang dari 100.000/L.  Adanya anemia mikroangiopqti hemolisis- menigkatnya LDH. Meningkatnya serum  transaminase-ALT or AST.
  • Rasa sakit di kepala dan epigastrik persisten.

Jika penaykit hipertensi pada ibu hamil tidak  ditangani secara tepat, maka dapat berujung pada  nyawa sang ibu dan juga bayinya. Jika Anda  merasakan gejala hipertensi, segeralah periksakan ke  dokter untuk menentukan penanganan tepat yang  harus dilakukan. Secara garis besar dokter akan  meminta Anda untuk membatasi asupan makanan  tertentu terutama protein dan garam, mengurangi  aktifitas, menjauhi stress, dan diberi obat anti- hipertensi. Terkadang juga dokter akan memberikan  aspirin dalam dosis yang rendah.

Semoga informasi penyakit hipertensi dalam  kehamilan diatas dapat bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *