Penyakit Hipertensi Paru

hipertensi-pulmonalobathipertensi.info,- Istilah hipertensi atau  tekanan darah tinggi memang sudah tidak  asing lagi ditelinga kita. Hipertensi  dikaitkan dengan naiknya tekanan darah  pada pembuluh darah. Namun, tidak  banyak masyarakan yang mengetahui  mengenai penyakit hipertensi paru  (Hipertensi Pulmonal). Penyakit ini  memang kurang banyak diketahui oleh  masyarakat. Hipertensi pulmonal sering  menyerang pada usia produktif dan dapat  menyebabkan kematian. Lalu, apa itu  penyakit hiepertensi paru ?

Hipertenai paru atau hipertensi pulmonal  merupakan jenis tekanan darah tinggi yang  memengaruhi arteri diparu-paru dan sisi  kanan jantung. Dimana tekanan  dipembuluh darah tidak normal, yaitu  pembuluh arteri yang mensuplai darah  tertekan dan menyebabkan tekanan darah  dipembuluh meningkat. Akibatnya darah  sulit melewati paru-paru, sehingga jantung  harus bekerja lebih cepat untuk dapat  mengurangi tekanan tersebut.

Hipertensi pulmonal terbagi menajadi dua  jenis, yaitu hipertensi pulmonal primer dan  hipertensi pulmonal sekunder.

  1. Hipertensi pulmonal merupakan hipertensi  pulmonal yang tidak diketahui  penyebabnya.
  2. Hipertensi pulmonal sekunder merupakan  hipertensi pulmonal yang disebabkan  kondisi medis lain, seperti cacat jantung  bawaan, penyakit yang berhubungan  dengan jaringan, HIV, dan lain-lain.

Penyebab dari hipertensi pulmonal ini pada  umunya selit diketahui. Namun, yang  paling sering menyebabkan penyakit hipertensi  pulmonal yaitu gagal jantung kiri. hal ini  karena diakibatkan oleh gangguan pada  bilik kiri jantung akibat dari gangguan  katup jantung seperti regurgitasi (aliran  balik) dan stenosis (penyempitan katup  mitral). Penyebab lain dari hipertensi  pulmonal yaitu HIV, penyakit bawaan,  penyakit tiroid, sirosis hati, anemia sel sabit,  dan penyakit autoimun. Selain itu, penyakit   pada paru yang dapat menurunkan  oksigen juga dapat menyebabkan hipertensi  pulmonal, seperti Penyakit Paru Obstruktif  Kronik (PPOK), penyakit aparu interstitial  dan sleep apnea, yaitu henti napas sesaat  pada saat tidur.

Gejala-gejala awal penyakit hipertensi paru  hampir mirip dengan kondisi-kondisi lain,  sehingga hipertensi plumonal sulit  terdeteksi dan mencapai tahap lanjut.  Gejala yang timbul biasanya meliputi :

  • Sesak napas yang timbul secara bertahap
  • Kelemahan
  • Batuk tidak produktif
  • Pingsan atua sinkop
  • Edema perifer (pembengkakan pada  tungkai terutama pada tumit dan kaki)
  • Hemoptisis (batuk berdarah)

Pada tahap awal hingga lanjut, gejala- gejala tersebut menjadi semakin sehingga  dapat menghambat aktifitas.

Rasa nyeri akibat hipertensi pulmonal akut  dirasakan ditengah-tengah dada seperti  digencet dan diperas dan sering dikacaukan  dengan rasanyeri akibat infark miokard.  Bedanya, rasa nyeri akibat hipertensi  pulmonal akut tidak menjalar ke bahu,  punggung, dan ke bawah rahang. Rasa  nyeri ini timbula kibat pelebaran pembuluh  darah secara mendadak.

1355402620X310Meskipun hipertensi paru umumnya  menyerang pada orang dewasa diusia  produktif, tidak menutup kemungkinan  anak-anak pun dapat terserang penyakit  tersebut. Menurut Dr. Ganesha M  Harimurti SpJP(K), hipretensi paru pada  anak umumnya adalah penyakit hipertensi paru  primer. Pada bayi yang baru lahir sering  tidak terdeteksi karena tidak menunjukkan  gejala-gejala yang signifikan. Namun,  sebenarnya bisa diketahui dengan  memerhtikan apakah si anak susah minum  atau bibir dan kuku jarinya membiru. Oleh  sebab itu, sangat penting untuk  diperhatikan, jangan sampai anak dengan  penyakit jantung bawaan terlambat  ditangani. Hipertensi paru pada anak  dengan penyakit jantung bawaan bisa  muncul ketika anak masih bayi atau saat  anak berusia 4 tahun.

Hingga saat ini tidak ada penyembuhan  untuk penyakit hipertensi paru. Pengobatan  hipertensi paru bertujuan untuk  mengoptimalkan fungsi jantung kiri dengan  menggunakan obat-obatan atau dengan  cara memeperbaiki klep jantung mitral atau  katup aorta (pembuluh darah utama)  untuk memberikan kualitas hidup yang  lebih baik agar penderita bisa menjalankan  aktifitas sehari-hari.Tidak hanya ketekunan dalam menjalani  pengobatan, semangat dan gaya hidup  penderita juga diperlukan untuk tetap  bertahan.

Pembedahan sekat antar serambi jantung  (atrial septostomy) yang dapat  menghubungkan antara serambi kanan  dan kiri dapat mengurangi tekanan pada  jantung kanan, tetapi dampak dari terapi ini  dapat mengurangi kadar oksigen dalam  darah (hipoksia). Transplantasi paru dapat  menyembuhkan hipertensi pulmonal  namun komplikasi terapi ini cukup banyak  dan angka harapan hidupnya kurang lebih  selama 5 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *