Rutin Cek Tekanan Darah saat Hamil Bantu Cegah Preeklamsia

Rutin Cek Tekanan Darah saat Hamil Bantu Cegah Preeklamsia,- Beberapa waktu lalu, aktris Winda Viska mendapati dirinya terserang preeklamsia, yang membuat dirinya harus melahirkan anak keduanya lebih cepat dari yang diharapkan. Ia terpaksa melahirkan anak prematur melalui operasi dengan tensi 190/80 yang sangat membahayakan.

Preeklamsia sendiri merupakan gangguan kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kandungan protein yang tinggi dalam urine. Kondisi ini dapat membahayakan organ-organ lainnya, seperti ginjal, hati, dan mata.

Gejala preeklamsia biasanya timbul ketika usia kehamilan memasuki minggu ke 20 atau lebih (paling umum usia kehamilan 24-26 minggu), hingga tak lama setelah bayi lahir. Preeklamsia yang tidak disadari oleh sang ibu hamil bisa berkembang menjadi eklamsia, yaitu kondisi medis serius yang mengancam keselamatan ibu hamil dan janin yang ada didalam kandungannya.

Hipertensi yang berhubungan dengan preeklamsia bisa menjadi sangat berbahaya. Belum lagi akses ke dokter atau klinik yang masih kurang di daerah yang dapat menjadi penyebab kematian yang tinggi. Preeklamsia dapat menyebabkan pembuluh darah kaku di seluruh bagian tubuh dan berakibat menimbulkan banyak komplikasi.

Terkadang preeklamsia bisa berkembang tanpa gejala apapun. Tekanan darah tinggi bisa berkembang secara perlahan, aatu mungkin timbul secara tiba-tiba. Pemantauan tekanan darah merupakan bagian penting dari perawatan prenatal karena preeklamsia biasanya ditandai dengan kenaikan tekanan darah.

Penyeabb pasti preeklamsia melibatkan beberapa faktor, dimulai di plasenta, organ yang memberi nutrisi pada janin selama kehamilan. Pada awal kehamilan, pembuluh darah baru berkembang dan secara efisien mengirim darah ke plasenta.

Pada wanita dengan preeklamsia, pembuluh darah ini sepertinya tidak berkembang atau tidak berfungsi dengan baik. Pembuluh itu lebih sempit dari pembuluh darah normal dan bereaksi berebda terhadap sinyal hormonal dan membatasi jumlah darah yang bisa mengalir.

Maka dari itu, sanagt penting untuk sering melakukan pengecekan dengan dokter kandungan. Kaerna sakit kepala, mual, dannyeri merupakan kehamilan yang umum, terkadang sulit untuk mengetahui apakah gejala tersebut hanyalah bagian dari kehamilan atau indikasi adanya masalah yang lebih serius.

 

Artikel terkait :

Kenapa Cek Tekanan Darah Di Pagi Hari Lebih Akurat ?

kenapa cek tekanan darah di pagi hari lebih akuratBagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi sering direkomendasikan untuk memeriksa tekanan darah sendiri dirumah. Dan kini telah diketahui waktu ang terbaik untuk mengecek tekanan darah lebih, yaitu pada pagi hari.

Studi terbaru menyebutkan bahwa mengecek tekanan darah dipagi hari dianggap lebih akurat untuk mengetahui risiko terkena stroke dibandingkan pengukuran pada malam hari. Para pakar menyebutkan jika tekanan darah dipagi hari berkorelasi dengan risiko stroke pada seseorang.

Menurut Dr Satoshi Hoshide, Profesor Kedokteran Kardiovaskular di Jichi Medical University, Jepang, menuturkan bahwa tekanan darah cenderung melonjak dipagi hari. Lonjakan ini terlihat lebih besar pada penduduk Asia daripada orang-orang yang berada dinegara barat. Maka dari itu, pengukuran tekanan darah di pagi hari sangat penting, terutama untuk orang-ornag Asia.

Baca Juga : Cara Efektif Mengobati Hipertensi dengan Herbal

Penelitian ini melibatkan 4.300 orang jepang. Ketika mengukur tekanan darah tinggi di pagi hari, hal tersebut terkait peningkatan risiko stroke. Sedangkan pada malam hari, meskipun tekanan darah tinggi sepertinya tidak berhubungan dengan risiko stroke.

Menurut Hoshide, pengukuran tekanan darah pada malam hari kurang bisa memprediksi risiko stroke, karena sudah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya mandi air hangat dan makanan yang dikonsumsi. Sementara tekanan darah pada pagi hari terkait dengan faktor fisiologis seperti aktivitas sistem saraf simpatik yang terjadi ketika bangun di pagi hari.

Walaupun pengukuran tekanan darah dipagi hari bisa mempresiksi stroke, mengonsumsi obat darah tinggi diwaktu yang sama belum terbukti efektif dibandingkan malam hari.

Perlu diketahui, studi ini hanya dilakukan dengan melibatkan orang Jepang, sehingga belum jelas apakah hasilnya sama dengan populasi lain.