Waspada! Hipertensi Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Alzheimer

Waspada! Hipertensi Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Alzheimer,- Seperti yang telah diketahui, hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan faktor penyebab dari berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke. Namun, selain itu, ternyata penyakit hipertensi juga bisa meningkatkan risiko Alzheimer.

Penyakit Alzheimer merupakan sindrom degeneratif dan progresif yang menyebabkan gangguan berpikir dan menurunnya daya ingat. Penumpukkan plak berupa protein amyloid pada otak, diduga sebagai penyebabnya dan akan memburuk seiring dengan bertambahnya usia.

Mengetahui Hubungan Hipertensi dengan Penyakit Alzheimer

Menurut Alzheimer’s Society, disebutkan jika mereka yang sudah mengalami hipertensi di usia muda cenderyng mengalami risiko lebih besar terkena Alzheimer. Baru-baru ini, Dr. Zoe Arvanitakis dari Rush Alzheimer’s Disease Center menemukan bukti jika hipertensi bisa menjadi salah satu faktor risiko Alzheimer.

Sebelumnya beberapa penelitian juag menarik kesimpulan yang sama, bahwa ada kaitan antara tekanan darah tinggi dengan Alzheimer. Walaupun begitu, hanya ada sedikit penelitian yang mengeksplorasi bagaimana tekanan darah memengaruhi jaringan di otak, khususnya dikalangan orang lanjut usia.

Walaupun terdapat sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi obat hipertensi bisa menurunkan risiko penyakit Alzheimer, tetapi hipertensi sendiri bisa meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Daya dari World Alzheimer Report tahun 2014 menyebutkan sejumlah penelitian yang dilakukan pada kelompok orang yang berusia 15 sampai 40 tahun menunjukkan mereka memiliki risiko terkenena demensia vaskular di usia tua.

Demensia vaskular sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah di otak, akibat sel-sel otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Terdapat beberapa cara tekanan darah tinggi memengaruhi kinerja otak. Pertama, tekanan darah tinggi akan meningkatkan ketegangan dan peningkatan arus darah di pembuluh darah arteri. Lama-kelamaan, dinding arteri menebal, kaku, dan menyempit serta timbul apa yang disebut dengan arterosklerosis.

Kolesterol yang beredar di aliran darah ikut memepercepat penyempitan arteri. Penyempitan arteri juga bisa terjadi di pembuluh darah yang ada di otak, sehingga menyebabkan sel-sel otak kekurangan nutrisi dan oksigen. Hal ini bisa merusak sel-sel otak dan menyebabkan organ tersebut tidak berfungsi dengan baik.

Tidak hanya itu, tekanan darah tinggi juga bisa menjadi faktor risiko nomor satu untuk penyakit stroke. Penyebab utama stroke adalah penyumbatan paad arteri di otak. Penyumbatan tersebut umumnya disebabkan oleh arteri yang mengeras dan menyempit. Penyebab lain dari penyakit stroke adalah pecahnya arteri di otak, itulah yang disebut dengan stroke pendarahan atau stroke hemorhagic. Kedua jenis stroke tersebut bisa mengakibatkan kematian sel otak, yang bisa berkembang menjadi demensia vaskulas di kemudian hari.

Akan tetapi, penyempitan pembuluh darah, terutama yang ada di dalam otak, tidak selalu menyebabkan stroke. Pembuluh darah yang sangat kecil dalam otak bisa tersumbat. Penderita awalnya mungkin tidak akan merasakan gejala apapun. Namun, kondisinya baru akan terdeteksi bertahun-tahun kemudian. Ini juga merupakan faktor utama dari timbulnya demensia vaskular di usia tua.

Karena alasan inilah, maka sebaiknya kita menjaga tekanan darah tetap dalam kondisi normal dengan cara menjaga pola makan tetap sehat, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan mengendalikan stres dengan baik.

Beberapa obat hipertensi juga diduga bisa membantu mencegah risiko Alzheimer. Namun, saat ini peneliti masih terus mengembangkan obat hipertensi yang sekaligus bisa mencegah Alzheimer atau pun kemunduran kualitas mental seiring dengan bertambahnya usia.

Jika Anda mengidap hipertensi, alangkah baiknya konsultasikan dengan dokter mengenai langkah pengobatan hipertensi yang bisa dilakukan untuk mengontrol tekanan darah agar tetap normal. Semoga bermanfaat.

Benarkah Tape Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi?

Benarkah Tape Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi?,- Tape merupakan salah satu jenis makanan tradisional yang cukup dikenal di Indonesia. Makanan ini dibuat dengan bahan dasar singkong yang diolah dengan cara difermentasikan dengan ragi. Singkong yang awalnya memiliki tekstur keras dan tebal kemudian berubah menjadi lebih lembet dan memiliki rasa yang manis. Makanan ini sangat cocok dijadikan sebagai cemilan atau sajian bagi tamu.

Selain memiliki rasa yang nikmat, ternyata tape juga memiliki manfaat untuk kesehatan, salah satuny dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Seperti yang diketahui, tekanan darah tinggi ini bisa berdampak memicu timbulnya penyakit yang lebih serius, seperti jantung atau stroke. Sayangnya, menurunkan tekanan darah bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Untuk menurunkan dan mengontrol tekanan darah tinggi, penderita harus bisa mengatur gaya hidup sehat serta rutin mengonsumsi obat hipertensi. Dengan begitu, maka tekanan darah dapat terkontrol.

Manfaat tape untuk menurunkan tekanan darah ini didapatkan karena tape mengandung banyak kalium yang berfungsi untuk mengatur tekanan darah, menjaga detak jantung, dan memelihara kesehatan pembuluh darah.

Jika dikonsumsi secara rutin, maka kita kita bisa mendapatkan manfaat tape untuk bantu turunkan tekanan darah tinggi secara efektif.

Selain tape singkong, juga terdapat jenis tape lainnya, yaitu tape ketan. Sama halnya dengan tape singkong, tape ketan juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Hal ini disebabkan karena didalamnya terkandung probiotik yang bisa menyehatkan sistem pencernaan.

Tentunya hal ini juga berpengaruh besar bagi sistem kekebalan tubuh. Fakta ini terungkap dari sebuah penelitian yang membuktikan bahwa didalam 1 ml air tape ketan terkandung 1 juta mikroorganisme asam laktat yang sangat baik untuk pencernaan.

Bahkan penelitian lainnya menyebutkan jika mengonsumsi tape ketan secara rutin dengan jumlah dan frekuensi yang tepat maka bisa membantu menurunkan risik kanker dan membuat tulang menjadi semakin sehat, mengingat tingginya kadar fosfor dan mineral yang dimilikinya.

Namun, perlu diingat, meskipun tape memiliki manfaat untuk kesehatan, bukan berarti kita bisa dengan bebas mengonsumsinya. Pastikan Anda mengonsumsi tape dengan jumlah yang sesuai dan jangan berlebihan, karena bisa berdampak buruk untuk kesehatan.

Nah, itulah manfaat tape yang bisa bantu turunkan tekanan darah tinggi. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat dan bisa menjadi solusi terbaik untuk Anda. Semoga lekas sembuh.

Gejala Hipertensi pada Anak yang Harus Diketahui Sejak Dini

Gejala Hipertensi pada Anak yang Harus Diketahui Sejak Dini,- Hipertensi atau sering disebut juga dengan tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah pada dinding arteri atau pembuluh darah mengalami peningkatan. Hipertensi selama ini dianggap sebagai penyakit orang tua. Padahal, penyakit berbahaya ini juga bisa terjadi pada anak, bahkan pada bayi baru lahir sekalipun.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hipertensi pada anak merupakan masalah kesehatan dengan angka kejadian yang semakin meningkat. Secara umum, kondisi penyakit hipertensi pada anak berkisar antara 1-2%.

Hipertensi pada anak memang jarang terjadi, tetapi para orangtua harus tetap waspada. Karena terjadinya hipetensi pada anak bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan, termasuk kematian.

Gejala Hipertensi pada Anak

Mewaspada Gejala Hipertensi pada Anak

Hipertensi sering disebut juga silent killer. Hal ini disebabkan karena hipertensi sering timbul tanpa disadari, dan jarang menimbulkan gejala yang khas sehingga sulit untuk dideteksi hanya dengan mata telanjang.

Walaupun begitu, IDAI meyakini bahwa hipertensi yang terjadi pada bayi baru lahir akan menimbulkan beberapa gejala, seperti :

  • Kejang
  • Gelisah
  • Muntah
  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Pucat atau sianosis

Sedangkan pada anak yang lebih besar, gejala hipertensi pada anak yang mungkin terjadi, diantaranya :

  • Kejang
  • Nyeri dada
  • Mudah lelah
  • Badan lemas
  • Sering mual
  • Kelumpuhan otot
  • Penglihatan kabur
  • Nafsu makan menurun
  • Perawakan pendek
  • Penurunan kesadaran
  • Mimisan tanpa asebab
  • Sakit kepala mendadak

Ketika anak menunjukkan gejala hipertensi tersebut, maka segera periksakan anak ke dokter, terutama jika pemicu hipertensi pada anak tidak diketahui secara pasti.

Anak yang sudah berusia 3 tahun dianjurkan untuk berkunjug ke dokter secara rutin untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah. Namun, jika anak memiliki beberapa faktor lain diluar penyebab hipertensi, seperti kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan penyakit jantung bawaan, maka pemeriksaan teknan darah secara rutin bisa dilakukan sejak usia balita.

Pengobatan hipertensi pada anak tergantung pada derajat berat ringannya hipertensi dan penyakit yang mendasarinya. Pengobatan tanpa obat baisanya digunakan pada remaja dengan hipertensi primer dalam derajat ringan.

Pengobatan tersebut terdiri dari perubahan pola makan, olahraga, menurunkan berat badan, mengurangi stres, dan menghentikan penggunaan obat-obatan yang dapat memicu hiperetnsi.

Sedangkan pengobatan dengan obat hipertensi harus ditentukan terlebih dahulu indikasi yang jelas, seperti tidak bersepons terhadap pengobatan tanpa obat, hipertensi berat, adanya gejala klinis yang berhubungan dengan kenaikan tekanan darah. Untuk obat hipertensi mendadak pada anak yang umumnya diberikan diantaranya seperti hidroklorotiazid, furosemid, kaptopril, propanololm dan klonidin.

Jangan anggap remeh penyakit hipertensi. Meskipun sering timbul tanpa gejala yang khas, penyakit ini tetap bisa menyebabkan penderita mengalami komplikasi yang mengancam nyawa. Maka dari itu, jika Anda mencurigai adanya hipertensi pada anak, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis anak.

Rekomendasi Ramuan Herbal untuk Bantu Cegah Hipertensi

Rekomendasi Ramuan Herbal untuk Bantu Cegah Hipertensi,- Hampir semua orang bisa mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jika saat ini angkanya terus meningkat secara global. Pada tahun 2025 peningkatan orang-orang dewasa di seluruh dunia yang akan mengidap hipertensi diprediksi melonjak hingga 29%.

Hipertensi disebut juga pembunuh diam-diam, karena penyakit ini tidak menimbulkan gejala khas jangka panjang namun mungkin menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa.

Karena hipertensi termasuk penyakit tersembunyi dan sulit untuk terdeteksi, maka Anda perlu memeriksakan kondisi tekanan darah secara teratur jika memiliki risiko tekanan darah tinggi. Segera cari pertolongan medis atau perawatan rumah sakit jika anda menyadari adanya tanda atau gejala yang tidak normal.

ramuan herbal untuk cegah hipertensi

Lalu, bagaimana cara mencegah dan mengobati hipertensi ?

Jika Anda ingin mencoba mengonsumsi obat darah tinggi, baik itu untuk kepentingan medis atau herbal, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Terdapat beberapa bahan alami, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya atau mengganggu efektivitas obat lain.

Selain itu, untuk menghindari hipertensi, Anda bisa melakukan beberapa langkah pencegahan. Selain dengan mengubah gaya hidup, Anda juga bisa memanfaatkan beberapa ramuan alami. Dan berikut ini merupakan beberapa rekomendasi ramuan herbal untuk bantu cegah hipertensi secara efektif, yaitu diantaranya :

  • Mengkudu

Manfaat buah mengkudu sudah banyak dikenal mampu membantu menyembuhkan berbagai jenis penyakit, termasuk salah satunya hipertensi. Meskipun memiliki bau yang tidak sedap, tetapi didalamnya terkandung banyak kandungan nutrisi, seperti diantaranya vitamin, mineral, protein dan zat-zat mikro seperti xeronine, proxeronine, steroid alami, alizarin, sodium, asam kaprilat, asam kaproat, lysin, dan asam kaprat. Tidak hanya itu, didalam buah mengkudu juga terkandung senyawa scopoletin yang bersifat antibakteri dan anti inflamasi.

Untuk membantu mencegah hipertensi sendiri, kandungan anti inflamasi inilah yang mampu menurunkan tekanan darah. Buah mengkudu dapat memberikan efek pelebaran pembuluh darah sehingga tekanan pada dinding-dinding pembuluh darah berkurang, dan tekanan darah turun.

Selain itu, didalam buah mengkudu juga terkandung zat yang mampu merangsang tubuh agar menghasilkan suatu hormon yang disebut xerodine yang bekerja dengan sifat kontradiktif. Hormon inilah yang menjadikan scopoletin mampu menjadi adaptogen atau penyeimbang.

  • Sambiloto

Sambiloto merupakan tanaman herbal selanjutnya yang dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi. Hal ini disebabkan karena didalamnya terkandung senyawa lengkap, seperti zat andrographolide, alakloid, dan kalium.

Kandungan kalium yang tinggi didalamnya ini bermanfaat untuk mengeluarkan air dan garam serta rendah natrium. Maka dari itu, sambiloto bisa diandalkan sebagai ramuan herbal untuk cegah hipertensi.

  • Kelor

Kelor diketahui mengandung magnesium bersama dengan zinc dan vitamin E yang mengambil bagian dalam mengurangi tekanan darah.

Tidak hanya itu, kalium juga mengandung kalium yang 15 kali lebih tinggi daripada pisang. Kandungan kalium yang tinggi cenderung menurunkan kandungan sodium. Kalium bekerja dengan cara meningkatkan ekskresi natrium dalam urin, yang membantu melebarkan pembuluh darah, dan mengubah interaksi hormon yang mempengaruhi tekanan darah.

  • Pegagan

Pegagan kaya akan kandungan karetenoid dan asiatikosida, selain mampu mengatasi radikal bebas, senyawa tersebut juga mampu merangsang produksi enzim antioksidan alami dalam tubuh.

Pegagan telah diuji secara klinis dan diketahui mampu mengurangi rasa cemas, karena itu pegagan sanat membantu penderita hipertensi yang umumnya disebabkan karena ketegangan pikiran atau stres.

Selain mengonsumsi beberapa ramuan herbal untuk bantu cegah hipertensi tersebut, Anda juga bisa melakukan olahraga secara teratur selama 30 menit setiap hari. Hal ini bsia membantu menurunkan tekanan darah tinggi secara signifikan. Pilihlah jenis aktivitas yang Anda sukai, seperti berjalan kaki, berlari, berenang, atau pun bersepeda.

Menilik Manfaat Rumput Laut untuk Penderita Hipertensi

Menilik Manfaat Rumput Laut untuk Penderita Hipertensi,- Bagi para penggemar makanan Jepang, seperti sushi atau onigiri, mungkin sudah tidak asing lagi dengan rumput laut. Rumput laut termasuk ke dalam kelompok algae dan terdiri dari beberapa jenis, seperti alga coklat, alga merah, dan alga hijau.

Rumput laut disebut juga sayuran laut, atau marine vegetables. Seperti yang diketahui sayuran memiliki kandungan kalori yang rendah. Dalam semangkuk rumput laut mentah atau rumput laut wakame mengandung sekitar kurang dari 20 kalori.

Selain nikmat untuk dikonsumsi, ternyata rumput laut ini juga menyimpan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan, salah satunya yaitu untuk membantu mengatasi hipertensi. Bagi para penderita hipertensi, Anda mungkin pernah disarankan untuk mengonsumsi rumput laut. Sumber daya hayati ini disebut-disebut dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Manfaat Rumput Laut

Benarkah demikian ?

Hipertensi atau lebih dikenal dengan penyakit tekanan darah tinggi telah menjadi masalah kesehatan bagi banyak orang. Pada tahun 2013, lebih dari sepertiga penduduk Indonesia, atau lebih dari 60 juta penduduk tercatat mengidap hipertensi. Menurut data dari Riskesdas 2013, hipertensi paling banyak dialami oleh kelompok usia 55 sampai 64 tahun.

Pada umumnya hipertensi terjadi bersamaan dengan penyakit metabolik lainnya, seperti diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, serta dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

Untuk menjaga agar tekanan darah tetap normal, penderita harus mengonsumsi obat hipertensi secara teratur. Namun, sebagian besar penderita hipertensi hanya mengonsumsi obat pada saat mereka merasakan keluhan sakit kepala akibat tekanan darah tinggi. Padahal, hal tersebut sangat berbahaya.

Selain itu, penderita hipertensi juga biasanya disarankan untuk menjalankan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, mengurangi makanan asin, daging merah, makanan olahan, makanan tinggi lemak, memperbanyak sayuran dan buah-buahan, berolahraga secara teratur minuman 50 menit seminggu, serta mengruangi berat badan berlebih.

Manfaat Rumput Laut untuk Penderita Hipertensi

Rumput laut merupakan makanan tradisional Jepang yang bisa dikonsumsi sendiri, dicampur ke dalam nasi sebagai nori, atau dicampurkan ke dalam salad atau sup sebagai wakame.

Telah lama rumput laut ini diyakini sebagai makanan sehat karena mengandung serat yang tinggi, vitamin, dan mineral. Tidak hanya itu, berdasarkan penelitian, rumput laut juga terbukti dapat membantu menurunkan tekanan darah, baik pada orang dewasa ataupun anak-anak.

Para peneliti menduga jika kandungan fucoxanthin, phlorotannins, dan peptida yang terkandung dalam rumput laut bertanggungjawab atas mekanismenya memerangi tekanan darah tinggi. Diketahui pula jika rumput laut dapat menghambat enzim penyebab hipertensi, yang juga dapat dihambat oleh obat hipertensi seperti captopril.

Sebaiknya seberapa banyak rumput laut yang boleh dikonsumsi ?

Pada anak-anak, dosis rumput laut yang disarankan adalah sekitar 0,6 – 0,8 gram per hari. Sedangkan untuk orang dewasa, mengonsumsi pil yang berisi rumput laut kering sebanyak 5-6 gram perhari dapat membantu menurunkan tekanan darah sampai 29 mmHg.

Mengonsumsi rumput laut terlalu banyak dapat menyebabkan yodium berlebihan pada tubuh. Anda harus mengonsumsi secukupnya saja. Rumput laut mengambil mineral yang ada di laut tempat mereka hidup. Bisa saja tanaman ini menyerap arsenik dan metal berat lainnta. Ketika dikonsumsi secara berlebihan, maka tentunya ini tidak akan baik bagi kesehatan tubuh.

Benarkah Kesepian Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi?

Benarkah Kesepian Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi?,- Tidak hanya pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat saja yang bisa memicu naiknya tekanan darah tinggi atau hipertensi. Ternyata orang-orang yang merasa kesepian juga memiliki kecenderungan untuk mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi di hari tua.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Chicago selama 5 tahun menemukan hubungan antara kesepian dan hipertensi. Menurut studi, orang-orang yang berusia 50 tahun ke atas yang menghabiskan waktu sendiri di rumah memiliki peningkatan tekanan darah 2 kali lipat, dibandingkan dengan mereka yang bersosialisasi dengan teman-teman, keluarga, atau kerabatnya.

“Perilaku menyendiri adalah suatu faktor risiko yang unik dan merupakan hak pribadi,” ujar peneliti Dr Louise Hawkley yang memuat temuanya dalam jurnal Psychology and Ageing.

Dr Hawkley, adalah psikolog dari University of Chicago, yang melakukan riset tentang pengaruh kesepian terhadap masalah dan kualitas kesehatan. Tekanan darah tinggi sejak lama dikenal sebagai ancaman kesehatan yang serius. Hipertensi dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke dan gangguan fungsi ginjal.

Dalam risetnya, Hawkley dan timnya melibatkan sekitar 229 responden yang berusia 50 sampai 68 tahun. Mereka secara acak dikelompokkan dalam studi jangka panjang. Setiap anggota kelompok diminta untuk menjawab serangkaian pertanyaan untuk memastkan apakan mereka merasa mengalami kesepian. Responden juga diminta untuk membuat rata-rata nilai hubungan dengan orang lain melalui beragam topik.

Selama beberapa tahun penelitian dilakukan, Dr Hawkley menemukan adanya hubungan yang jelas antara perasaan kesepian yang dilaporkan di awal studi dengan naiknya tekanan darah selama periode tersebut. Peningkatan yang berhubungan dengan kesepian tidak diobservasi samapi 2 tahun penelitian berjalan, tetapi kemudian terus meningkat sampai 4 tahun kemudian.

Baca juga :

Riset mencatat, responden dengan tingkat kesepian sedang pun bisa terpengaruh. Diantara semua responden, orang yang paling kesepian mengalami kenaikan tekanan darah hingga lebih dari 10% dari tensi rata-rata responden lainnya yang dikukur selama 4 tahun penelitian. Kekhawatiran tentang hubungan sosial dapat dijadikan dasar mengapa mereka yang kesepian mengalami kenaikan tekanan darah.

Sebelumnya, terdapat sebuah studi terpisah yang menyimpulkan bahwa orang-orang yang kesepian berisiko dua kali lebih rentan terkena Alzheimer, yaitu penyakit kepikutan yang ditandai dengan menurunnya fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif.

Selain kesepian, ternyata mendengkur juga bisa memengaruhi tekanan darah seseorang. Menurut National Sleep Foundation, saat pernapasan terganggu maka tingkat oksigen di tubuh akan turun.

Pada kondisi tersebut, sistem saraf ikut meningkatkan aliran oksigen ke jantung dan otak, sehingga mengencangkan pembuluh darah dan menyebabkan tekanan darah tinggi.

“Menurunnya kualitas tidur juga dapat memicu pelepasan hormon stres dan meningkatkan detak jantung sampai meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi,” tulis National Sleep Foundation.

Anda Penderita Hipertensi? Perhatikan Hal Penting Berikut Ini!

Anda Penderita Hipertensi? Perhatikan Hal Penting Berikut Ini!,- Hipertensi atau dikenal juga dengan tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang tergolong silent killer. Hal ini disebabkan karena sebagian besar penderitanya tidak menunjukkan gejala. Maka tak heran jika banyak penderita yang tidak mengetahui jika dirinya mengidap hipertensi.

Hipertensi merupakan penyakit yang cukup banyak dialami oleh masyarakat. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyatakan, jika angka kejadian hipertensi di Indonesia mencapai 25,8%. Menurut data tersebut, penyakit ini paling banyak dialami oleh kelompok usia 55-64 tahun.

Sedangkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2011 mengungkapkan bahwa sebanyak 1 miliar penduduk dunia mengidap hipertensi. Sebesar 2/3 di antaranya berasal dari negara berkembang yang memiliki penghasilan rendah-sedang.

Prevalensi penyakit hipertensi diprediksi akan terus meningkat dan menyebabkan beban kesehatan ataupun ekonomi yang sangat besar. Hal ini disebabkan karena biaya pengobatan hipertensi untuk mencegah komplikasi tergolong mahal.

Maka dari itu, penderita hipertensi dianjurkan untuk benar-benar berusaha agar tekanan darah tetap stabil. Terkait hal ini, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan penderita hipertensi, diantaranya adalah :

  • Minum obat secara teratur

Sebagian besar penderita hipertensi hanya mengonsumsi obat hipertensi ketika tekanan darah sedang meningkat. Namun perlu diketahui, hal tersebut tidaklah tepat. Penderita harus tetap mengonsumsi obat hipertensi setiap hari, secara rutin dan teratur. Bukan hanya saat serangan terjadi. Ketika penderita memeriksakan diri ke dokter untuk kontrol, dokter akan menurunkan dosis obat jika didapati tekanan darah sudah lebih membaik.

  • Periksa tekanan darah secara teratur

Memeriksakan tekanan darah secara berkala sangat penting bagi penderita hipertensi. Setidaknya mereka harus kontrol ke dokter untuk memeriksakan tekanan darah, sekaligus melakukan konsultasi dan evaluasi kondisi.

Jika tekanan darah masih tinggi, maka dokter mungkin perlu meningkatkan dosis obat yang dikonsumsi atau penambahan jenis obat lain. Jika cara tersebut berhasil membuat tekanan darah stabil, maka penderita hipertensi dapat meneruskan konsumsi obat yang diberikan.

Idealnya, penderita hipertensi dianjurkan untuk membeli tensimeter digital agar dapat mengukur tekanan darah dengan mudah. Dengan mengukur tekanan darah setiap hari, maka penderita hiperensi bisa memantau dan mengontrol stabil atau tudaknya tekanan darah yang dimiliki.

Perlu diketahui, tidak mengontrol tekanan darah dengan baik dapat menyebabkan perjalanan penyakit hipertensi yang semakin berat, sehingga menimbulkan komplikasi yang merusak organ-organ penting didalam tubuh.

  • Mengenali tanda serangan jantung dan stroke

Serangan jantung dan stroke merupakan dua komplikas yang paling sering terjadi pada penderita hipertensi. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda mengenali tanda dan gejalanya untuk berjaga-jaga.

Gejala serangan jantung yaitu ketika Anda merasakan nyeri di dada yang sangat hebat, berat, seperti ditindih, yang dapat menjalar ke lengan, punggung, atau rahang. Selain itu, penderita juga bisa merasakan keringat dingin, sesak napas, muntah, hingga ingin pingsan.

Sedangkan gejala stroke bisa berupa kelemahan satu sisi tubuh (lengan dan tngkai), bicara pelo, mulut mencong, sulit menelan dan minum air, sakit kepala, serta penurunan kesadaran. Jika mengalami gejala tersebut, alangkah baiknya untuk segera minta bantuan orang terdekat untuk secepatnya membawa Anda ke rumah sakit.

  • Tetap lakukan gaya hidup sehat

Walaupun sudah mengonsumsi obat hipertensi secara teratur, bukan berarti Anda boleh melakukan apapun yang Anda inginkan. Sejatinya, penderita hipertensi tetap perlu melakukan pola hidup sehat, seperti pemilihan makanan yang baik dan rutin olahraga, sambil mengonsumsi obat tekanan darah tinggi yang diberikan dokter. Bahkan, jika tekanan darah tinggi masih ‘mepet’, dokter dapat menganjurkan untuk melakukan pola hidup sehat dan tidak perlu mengonsumsi obat.

Pilihan Menu Sahur Sehat dan Lezat Bagi Penderita Hipertensi

Pilihan Menu Sahur Sehat dan Lezat Bagi Penderita Hipertensi,- Salah satu penyebab puasa tidak lancar adalah kesalahan dalam memilih menu sahur. Pasalnya, sahur adalah waktu makan yang cukup penting bagi orang yang sedang berpuasa. Agar puasa tetap lancar, Anda perlu mengetahui menu sahur sehat dan tepat, terutama bagi Anda yang mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Anda yang berpuasa. Hal ini disebabkan karena penderita hiperetnsi sering kali mengeluh mudah pusing dan mual. Ini tentu akan mengganggu hari-hari puasa Anda.

Walaupun begitu, dilansir dari NHS Inggris, orang dengan tekanan darah tinggi boleh-boleh saja berpuasa. Namun, dengan catatan kondisi tubuh stabil. Maka dari itu, Anda dianjurkan untuk memperhatikan asupan makan sehari-hari, terutama saat sahur, untuk mencegah gejala hipertensi waktu sewaktu-waktu.

Selain untuk membantu menurunkan tekanan darah, pemilihan makanan yang tepat saat sahur juga dapat membantu meningkatkan energi saat berpuasa dan mengurangi risiko edema atau penimbunan cairan dalam tubuh.

Jika pada artikel sebelumnya kita telah memberikan informasi seputar menu buka puasa sehat yang tepat untuk penderita hipertensi, maka berikut ini merupakan beberapa pilihan menu sahur sehat dan lezat bagi penderita hipertensi yang bisa menjadi alternatif bagi Anda, yaitu :

  • Ikan sarden

Ikan sarden merupakan salah satu jenis ikan yang baik dikonsumsi sebagai menu sahur untuk penderita hipertensi. Hal ini disebabkan karena kandungan asam lemak omega-3 yang dimilikinya dapat membantu mengendalikan tekanan darah, mengurangi peradangan, dan mencegah penyakit jantung.

Agar sahur lebih sehat, lengkapi ikan sarden ini dengan sajian nasi merah yang mengandung tinggi serat. Ini akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan tak mudah lapar saat puasa.

  • Oatmel susu dan buah

Oatmela saja mungkin tidak cukup untuk sahur Anda. Namun, oatmeal merupakan salah satu makanan rendah lemak dan natrium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, oatmeal juga mengandung serat tinggi sehingga dapat membuat Anda kenyang lebih lama saat puasa.

Jika ingin lebih sehat, maka tambahkan juga buah-buahan yang baik untuk penderita hipertensi, seperti pisang, alpukat, atau beri-berian. Segelas susu juga bisa melengkapi menu sahur Anda.

  • Nasi goreng sayur

Jika Anda mencari menu sahur sehat dan lezat bagi penderita hipertensi yang praktis, maka nasi goreng adalah jawabannya. Ya, nasi goreng merupakan salah satu makanan yang mudah dibuat dalam waktu singkat dan dapat dikreasikan dengan berbagai bahan makanan sehat lainnya.

Saat menggoreng, gunakanlah minyak zaitu yang kaya lemak sehat dan antioksidan sehingga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Bahkan, sebuah kajian ilmiah yang dilakukan di Spanyol pada tahun 2015 menunjukkan bahwa minyak zaitu dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Agar semakin sehat, Anda bisa menambahkan beberapa jenis sayuran pada nasi goreng Anda. Misalnya brokoli, sawi, kacang polong, dan sayuran lainnya. Pasalnya, sayuran hijau mengandung tinggi kalium yang dapat membantu menyingkirkan kelebihan garam dalam tubuh melalui urine. Ini tentu bermanfaat untuk menjaga tekanan darah tetap stabil selama berpuasa.

  • Sandwich roti gandum

Menu sahur untuk penderita hiperetnsi yang terakhir adalah roti gandum. Dr. Lu Wang, seorang peneliti asal harvard Medical School di Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa kandungan serat dan nutrisi pada gandum dapat membantu mencegah lonjakan tekanan darah. Selain itu, gandum utuh juga dapat mengandung vitamin B dan karbohidrat kompleks.

Terlebih lagi, roti gandum memiliki indeks glikemik yang tergolong rendah sehingga akan diserap lebih lama oleh tubuh. Akibatnya, Anda tidak akan mudah merasa lapar saat puasa.

Setangkup roti ditambah telur dadar atau telur ceplok sudah bisa menjadi hidangan yang menggugah selera saat sahur. Namun, gunakan bagian putih telurnya saja yang memiliki kadar kolesterol rendah sehingga tidak membuat tekanan darah naik.

Untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral, tambahkan juga berbagai jenis sayuran segar seperti bayam, tomat, timun, atau selada. Dengan begitu, maka menu sahur untuk penderita hipertensi ini akan semakin lezat dan juga tetap sehat.

Menu Buka Puasa sehat yang Tepat untuk Penderita Hipertensi

Menu Buka Puasa sehat yang Tepat untuk Penderita Hipertensi,- Puasa di bulan merupakan salah satu ibadah wajib yang harus dilakukan oleh setiap muslim. Selain keistimewaan dari sisi pahala, puasa juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan.

Namun, bagaimana dengan penderita penyakit hipertensi ? bisakah kita menjalankan puasa dengan lancar tanpa mempengaruhi kondisi tekanan darah ? Anda tidak perlu khawatir. Karena pada prinsipnya, tidak ada masalah bagi penderita hipertensi selama tekanan darahnya terkendali dan penderita minum obat hipertensi secara teratur. Saat ini sudah banyak obat yang bisa diminum cukup 1 kali dalam sehari, yang bisa diminum saat buka atau sahur.

Walaupun begitu, Anda harus tetap menerapkan pola makan yang sehat. Pasalnya, salah-salah menyantap makanan justru bisa membuat gejala hiperetnsi kambuh. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir lagi karena gejala tersebut dapat diatasi dengan pemilihan makanan yang tepat saat berbuka puasa.

Agar tak salah pilih menu berbuka, berikut ini kami sajikan informasi seputar menu buka puasa sehat yang tepat untuk penderita hipertensi, diantaranya :

  • Sayur bayam

Bayam merupakan salah satu sayuran hijau yang dianjurkan untuk dikonsumsi penderita hipertensi karena kandungan kaliumnya. Ketika tubuh menerima asupan kalium, mineral tersebut akan membantu mengikat natrium dalam darah dan mengeluarkannya bersama urin. Hasilnya, tekanan darah tinggi saat seharian berpuasa akan menurun secara perlahan.

Maka dari itu, sajian sayur bayam ini bisa menjadi salah satu pilihan menu berbuka puasa sehat untuk penderita hipertensi. Agar rasanya semakin nikmat dan menggugah selera, Anda bisa menambahkan jenis sayuran lainnya, seperti wortel dan jagung manis sebagai pelengkapnya.

  • Ikan tuna panggang

Ikan merupakan salah satu sumber protein terbaik dengan kandungan lemak yang rendah. Dari sekian banyak jenis ikan yang ada, ikan tuna adalah salah satu jenis ikan yang baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi.

Ikan tuna kaya akan kandungan asam lemak omega-3 yang dapat mencegah plak pada pembuluh darah, mengurangi peradangan, dan menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh. Ketika pembuluh darah aman dari timbunan plak, maka ini artinya aliran darah akan semakin lancar dan tidak memerlukan tekanan berlebih untuk mengirimkan darah ke organ vital dalam tubuh.

Agar sajian ikan tuna untuk berbuka puasa menjadi lebih sehat, masaklah ikan tuna dengan cara dipanggang untuk menjaga agar kadar vitamin dan mineral didalamnya. Bumbui dengan minyak zaitun, perasan lemon, dan rempah-rempah lainnya untuk menambah cita rasanya.

  • Kurma

Kurma banyak bermunculan saat bulan Ramadhan. Ternyata selain memiliki rasa yang manis, kurma juga nyatanya cocok dikonsumsi sebagai menu buka puasa untuk hipertensi.

Hal ini disebabkan karena kurma mengandung kalium dan magnesium tinggi yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengendalikan detak jantung, dan menurunkan tekanan darah. Dengan mengonsumsi 4 buah kurma saat berbuka puasa, Anda telah memenuhi sekitar 668 mg kalium atau setara dengan 14% kebutuhan kalium harian pada orang dewasa.

  • Jus buah

Menu buka puasa sehat untuk penderita hipertensi selanjutnya yaitu jus buah. Jus buah delima dilaporkan dapat membantu menurunkan tekanan darah secara alami. Bahkan, buah yang berwarna merah ini juga efektif untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada pasien yang menjalani dialisis atau cuci darah ginjal.

Selain delima, Anda juga bisa mengonsumsi jus pisang untuk membantu mengendalikan tekanan darah selama berpuasa. Pasalnya, satu buah pisang ukuran sedang ternyata dapat memenuhi 1% kalsium, 8% magneisum, dan 12% kalium yang diperlukan setiap harinya. Maka dari itu, mulaikan rutin mengonsumsi jus buah saat berbuka agar tekanan darah Anda tetap stabil selama bulan puasa.

Baca juga : Terapi Jus untuk Hipertensi

  • Kolak pisang

Kolak pisang merupakan menu takjil favorit selama bulan Ramadhan. Meskipun Anda memiliki masalah dengan tekanan darah tinggi, namun Anda tetap bisa makan kolah saat berbuka puasa.

Namun, Anda harus hati-hari dengan santan dan kandungan gula didalamnya. Keduanya dapat memicu kenaikan kolesterol dan gula darah. Maka dari itu, buat kolak sehat versi Anda dengan menggunakan susu skim (bebas lemak) atau yoghurt sebagai pengganti santan.

Susu skim maupun yoghurt sama-sama mengandung kalsium tinggi dan rendah lemak. Kedua zat gizi tersebut dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi saat puasa.

Sebagai pelengkapnya, Anda bisa menambahkan pisang untuk menambah asupan kalium pada menu buka puasa Anda. Kandungan kalium yang terdapat pada pisang dapat membantu mengurangi efek natrium dalam darah. Kombinasi ini jelas bermanfaat untuk membantu mengatasi tekanan darah tinggi saat puasa.

Mengetahui Hubungan Antara Penyakit Hipertensi dan Diabetes

Mengetahui Hubungan Antara Penyakit Hipertensi dan Diabetes,- Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diabetes memiliki hubungan yang erat. Keduanya bersifat saling memengaruhi, sehingga penderita diabetes yang memiliki tekanan darah tinggi akan semakin sulit untuk disembuhkan atau diturunkan kadar gulanya. Begitu pula sebaliknya, penderita hipertensi yang memiliki riwayat diabetes juga akan lebih sulit untuk mengontrol tekanan darahnya.

Hipertensi dan diabetes bisa terjadi bersama-sama sehingga sering dianggap sebagai komorbiditas, penyakit yang mungkin timbul pada pasien yang sama. Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa terjadi dikarenakan adanya komplikasi penyakit diabetes yang kronis. Maka tak heran jika penderita diabetes memiliki risiko sekitar 40% kehilangan nyawa yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner terkait dengan meningkatnya lemak darah yang menyebabkan plak.

Lalu, kenapa diabetes dan bipertensi biasa terjadi bersamaan ? Berikut ini merupakan beberapa alasannya !

Memiliki sifat fisiologis yang sama

Diabetes dan hipertensi cenderung terjadi secara bersamaan dikarenakan mereka memiliki ciri-ciri fisiologis tertentu, yaitu efek yang disebabkan oleh masing-masing penyakit cenderung membuat penyakit lain lebih mungkin terjadi. dalam kasus diabetes dan tekanan darah tinggi, efek ini meliputi :

  • Peningkatan volume cairan, diabetes meningkatkan jumlah total cairan dalam tubuh, yang cenderung meningkatkan tekanan darah.
  • Peningkatan kekakuan arteri, diabetes dapat menurunkan kemampuan pembuluh darah untuk meregang, meningkatkan tekanan darah rata-rata.
  • Gangguan penanganan insulin, perubahan dalam cara tubuh memproduksi dan menangani insulin dapat langsung menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Mempengaruhi pasien yang sama

Penderita penyakit tertentu dapat dipengaruhi oleh faktor risiko salah satu dari kedua kondisi ini. Diabetes dan tekanan darah tinggi dapat dianggap sebagai penyakit yang ‘berbagi pasien’, dimana masing-masing penyakit cenderung mempengaruhi pasien yang sudah berisiko untuk kondisi yang lain. Hal ini mirip dengan konsep faktor risiko yang sama.

Sebagai contoh, data telah menunjukkan bahwa orang yang merokok lebih dari 1 bungkus rokok sehari lebih mungkin untuk minum minuman beralkohol dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Benda rokok dan alkohol memang tidak memiliki kesamaan, namun aktivitas merokok dan minum alkohol memiliki kesamaan. Demikian juga dengan orang-orang yang terlibat dalam gaya hidup yang menyebabkan diabetes juag cenderung mengikuti pola yang menempatkan mereka pada risiko tekanan darah tinggi.

Baca juga : Pengobatan Darah Tinggi yang Tepat untuk Penderita Diabetes

Memiliki faktor pemicu yang sama

Diabetes dan tekanan darah tinggi cenderung memiliki banyak faktor pemicu. Risiko untuk terjadinya tekanan darah tinggi juga berkontribusi terhadap perkembangan diabetes. Diet tinggi lemak yang kaya garam dan gula yang diproses menempatkan beban lebih pada aktivitas produksi enzim dan sistem kardiovaskular.

Rendahnya tingkat aktivitas fisik menurunkan efisiensi insulin dan menyebabkan arteri kaku dan respons sistem kardiovaskular yang buruk. Kelebihan berat badan juga memiliki konsekuensi yang sama dan merupakan faktor risiko yang kuat untuk diabetes ataupun darah tinggi. Strategi pendegahan untuk tekanan darah tinggi dan diabetes biasanya fokus pada faktor-faktor risiko tertentu.

Diabetes dan hipertensi bisa memperparah dengan sendirinya

Pasien dengan diabetes mengalami peningkatan gula darah dibandingkan dengan pasien tanpa diabetes. Kelebihan gula ini memiliki banyak konsekuensi, termasuk kerusakan pembuluh darah sensitif secara perlahan yang disebut dengan kapiler.

Kerusakna kapiler tertentu dalam ginjal dapat merusak kemampuan tekanan darah dalam mengatur ginjal, menyebabkan tekanan darah tinggi. Peningkatan tekanan darah ini menyebabkan perubahan kecil dalam aliran darah, yang memepengaruhi kapiler sensitif lainnya sehingga mengalami kerusakan tambahan.

Tekanan darah tinggi juga dapat mempengaruhi sekresi insulin dari pankreas, yang mengarah ke gula darah yang lebih tinggi. Dengan cara ini, kombinasi tekanan diabetes atau hipertensi merupakan suatu sistem yang dapat memperparah kondisi itu sendiri yang menyebabkan kedua penyakit tersebut cenderung semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Seberapa umumkah hipertensi pada penderita diabetes ?

Data besar dari studi pada diabaetes tipe 1 menunjukkan bahwa :

  • 5% dari pasien diabetes memiliki tekanan darah tinggi dalam 10 tahun
  • 33% memiliki tekanan darah tinggi dalam 20 tahun
  • 70% memiliki tekanana darah tinggi pada usia 40 tahun

Dalam penelitian diabetes tipe 2, data menunjukkan bahwa hampir 75% dari pasien dengan masalah ginjal (komplikasi umum) memiliki tekanan darah tinggi. Pada pasien dengan diabetes tipe 2 tapi tidak ada masalah ginjal, tingkat tekanan darah tinggi yang terjadi yaitu sekitar 40%. Secara keseluruhan, jika dirata-ratakan untuk seluruh penderita diabetes dan semua rentang usia, sekitar 35% dari semua orang dengan diabetes memiliki tekanan darah tinggi.