Tips Cara Merawat Penyakit Hipertensi Maligna

Tips Cara Merawat Penyakit Hipertensi Maligna,- Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Karena penyakit ini cukup banyak diderita oleh masyarakat dan biasanya penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum melakukan pemeriksaan untuk keluhan kesehatan lain.

Terdapat beberapa jenis hipertensi yang bisa menyerang, salah satunya adalah hipertensi maligna, yaitu tekanan darah yang sangat tinggi, berkembang dengan cepat, serta dapat menyebabkan beberapa jenis kerusakan organ.

Untuk menghindari komplikasi yang lebih serius, berikut ini merupakan beberpa tips cara merawat penyakit hipertensi maligna yang perlu dilakukan, diantaranya adalah :

Mengenali gejala-gejala hipertensi maligna

  • Bedakan antara hipertensi biasa dengan maligna. Pada hipertensi biasa, tekanan darah dapat diturunkan secara bertahap selama beberapa minggu atau bulan dengan perawatan medis yang ketat. Pada hipertensi maligna, kondisi harus segera dikendalikan dengan obat penurun tekanan darah intravena. Jika tidak segera dikendalikan, maka tekanan darah akan merusak pembuluh darah di dalam otak, mata, ginjal, dan jantung. Jika Anda mengalami hipertensi maligna, dokter akan menilai dan merawat gejala-gejala tertentu yang Anda alami.
  • Tentukan apakan terdapat kerusakna otak. Jika Anda memiliki tekanan darah yang sangat tinggi, dokter juga akan memeriksa gejala-gejla kerusakan sistem saraf pusat tubuh, seperti diantaranya sakit kepala parah terutama saat bangun, muntah-muntah tanpa gejala gastrointestinal lain (misalnya diare), pandangan kabur, stroke, kejang-kejang, trauma kepala, pembengkakan camram optik di mata, serta sedikit pendarahan di mata.
  • Tentukan apaka terdapat kerusakan pada jantung. Gejala hipertensi maligna jarang memengaruhi jantung penderitanya. Gejalanya dapat timbul sebagai pendeknya napas saat sedang tidak aktif, aktif, atau berbaring. Hal ini disebabkan karena cairan dapat mengumpul dalam paru-paru ketika jantung berusaha memompa menetangnya. Anda juga bisa maerasakan nyeri di dada karena jantung mencoba memaksakna darah keluar melwan tekanan darah tinggi menyuplai jantung.
  • Tentukan apakah terdapat kerusakan di dalam ginjal. Dokter akan melakukan tes laboratorium pada ginjal untuk menentukan fungsi ginjal. Temuan tes ginjal dan saraf ini biasanya ditemukan bersama-sama dalam hipertensi maligna.
  • Bedakan antara hipertensi maligna primer dan sekunder. Hipertensi maligna primer yaitu hipertensi biasa yang terjadi secara tiba-tiba meningkat dan merusak organ tubuh. Sedangkan hipertensi maligna sekunder diakibatkan oleh penyakit lain. Dokter akan meminta dilakukannya tes lab tambahan atau studi penggambaran untuk mendiagnosis penyebabnya. Merawat hipertensi dengan menurunkan tekanan darah memang penting, namun menyembuhkan penyakit yang menjadi penyebab juga tidak kalah pentingnya.

Menggunakan obat-obatan

  • Konsultasikan dengan dokter mengenai obat hipertensi maligna. Ini disebabkan karena ada banyak faktir yang perlu dipertimbangkan saat mendiagnosis hipertensi, tidak ada panduan baku dalam farmakologi atau terapi medis yang dapat direkomendasikan. Dokter akan mengevaluasi riwayat medis dan kondisi penderita saat ini sebelum memulai perawatan.
  • Bersiap untuk perawatan medis. Terapi hipertensi maligna biasanya berupa obat/agen intravena. Ketika penggunaannya disudahi, maka penderita akan diberikan obat makan dalam kelas yang sama dengan jumlah yang lebih sedikit.
  • Awali dengan labetalol. Labetalol adalah penyekat beta yang menangkal efek epinefrin dan adrenalin. Penderita akan diberikan obat ini jika memiliki serangan jantung karena hipertensi maligna. Obat ini bekerja cepat untuk mengurangi tekanan darah dan merupakan obat intravena yang mudah disesuaikan.
  • Gunakan nitroprusside untuk melebarkan pembuluh darah dan memperlancar aliran darah. Nitroprusside adalah vasodilator, obat yang digunakan untuk melebarkan atau membuka pembuluh darah sehingga tekanan darah cepat berkurang. Penderita akan terus dipantau selama menerima nitroprusside. Hal ini disebabakn karena obat ini bekerja dengan cepat, penurunan tekanan darah adpat terjadi terlalu cepat. Kondisi ini dapat membahayakan banyaknya darah yang masuk ke otak. Untungnya, dosis obat ini mudah diatur.
  • Lebarkan pembuluh darah menggunakan Nicardipine. Nicardipine adalah penyekat kanal-kalsium (calcium-channel blocker) yang bekerja dengan sel kanal kalsium di dalam otot halus pada pembuluh darah. Nicardipine mudah disesuaikan untuk mengontrol tekanan darah secara optimal. Obat ini juga mudah dialihkan ke obat oral, seperti Verapamil.
  • Gunakan obat yang jarang dipakai. Tergantung kebutuhan medis, penderita mungkin akan merawat penderita dengan menggunakan salah satu obat intravena berikut :*) Hydralazine, digunakan untuk mengontrol hipertensi maligna pada wanita hamil untuk keamanan janin.
    *) Phentolamine, digunakan khusus jika penderita dipastikan mengalami hipertensi maligna akibat tumor kelernjar adrenal.
    *) Lasix, digunakan untuk melengkapi perawatan hipertensi maligna. Obat ini adalah diuretik, sehingga menyebabkan banyak buang air kecil. Obat ini bermanfaat jika Anda mengidap pulmonary edema atau gagal ginjal kongestif sebagai gejala hipertensi.
    Enalapril, berupa agen penghambat ACE yang bekerja dengan menghambat pembuluh darah yang melebar, namun obat ini juga bisa digunakan untuk aggal ginjal.

Mengontrol tekanan darah

  • Bekerjasama dengan dokter. Penderita harus mematuhi saran perawatan dari dokter. Jangan menunda dan jadilah konsisten untuk mengunjungi dokter. Anda perlu bekerjasama untuk memenuhi sasaran untuk tekanan darah Anda, biasanya sasaran tekanan darah yang dituju kurang dari 140/90.
  • Pertahankan diet rendah sodium. Pastikan Anda mengonsumsi sodium maksimal 2.000 mg setiap harinya. Terlalu banyak mengonsumsi sodium akan meningkatkan tekanan darah dan membuat penderita rentan terhadap risiko serangan jantung dan stroke. Pastikan untuk selalu mengonsumsi buah dan syuran segar serta hindari mengonsumsi makanan olahan.
  • Tingkatkan fungsi jantung dengan olahraga. Meskipun aktivitas penderita akan dibatasi hingga keluar dari rumah sakit, namun penderita bisa melanjutkan aktivitas normal dan berolahraga ketika tekanan darah sudah stabil. Anda bisa melakukan aerobik (kardio), latihan beban atau ketahanan, dan latihan ketahanan isometrik. Semua latihan tersebut akan mengurangi tekanan darah diastolik dan sistolik.
  • Kurangi berat badan bagi penderita obesitas. Bagi Anda yang mengalami obesitas, berusahalah untuk menurunkan berat badan dengan BMI hingga antara 25-30. Untuk mengurangi berat badan, mulailah dengan mengurangi asupan kalori dan berolahragalah secara teratur.
  • Berhenti merokok. Merokok dapat menurunkan jumlah oksigen yang masuk ke jantung, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan penggumpalan darah, dan merusak sel yang melapisi arteri koroner dan pembuluh darah lain. Jika Anda termasuk seorang perokok, maka Anda akan lebih rentan mengalami hipertensi yang bisa berlanjut ke hipertensi maligna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *