Tips Diet Rendah Garam untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Tips Diet Rendah Garam untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi,- Perubahan gaya hidup sehat sangat sering disarankan kepada para penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi selain minum obat darah tinggi. Mengatur pola makan sehat dan menghindari makanan yang tinggi garam merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan untuk membantu mengontrol tekanan darah tinggi.

Banyak penderita hipertensi yang disarankan untuk mengurangi konsumsi garam. Pasalnya, asupan garam yang tinggi dapat menganggu keseimbangan natrium alami yang ada dalam tubuh. Kadar natrium dalam tubuh bisa meningkat, sehingga menyebabakn retensi natrium kemudian hal ini dapat meningkatkan tekanan yang diberikan oleh aliran darah terhadap dinding pembuluh darah. Akibatnya, terjadilah tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Maka dari itu, meskipun penderita sudah mengonsumsi obat penurun tekanan darah tinggi, ia tetap disarankan untuk mengurangi asupan garam. Mengurangi asupan garam dapat membantu mengontrol tekanan darah. Pengurangan asupan garam dari 10 gram menjadi 6 gram saja per hari dapat mengurangi tekanan darah. Pada akhirnya, dapat menurunkan 14% kematian akibat stroke dan 9% kematian akibat penyakit jantung koroner pada penderita hipertensi.

Tips Diet Rendah Garam untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Diet rendah garam telah terbukti dapat membantu para penderita tekanan darah tinggi untuk mengontrol tekanan darah. Bahkan, minum obat saja tidak cukup untuk mengontrol tekanan darah, harus dibarengi dengan diet ini.

Dalam menjalankan diet rendah garam, bukan berarti Anda hanya mengurangi asupam garam saja, tetapi juga makanan lain yang mengandung garam tersembunyi. Sekitar 80% garam yang masuk ke tubuh biasanya didapatkan dari makanan olahan, seperti roti, biskuit, sereal, makanan siap saji, dan lainnya. Sisanya, yaitu 20% barulah berasal dari garam yang ditambahkan saat memasak atau garam meja.

Berikut ini merupakan beberapa tips diet rendah garam untuk penderita tekanan darah tinggi yang perlu diikuti, yaitu :

  • Baca label makanan saat membeli makanan kemasan

Bukannya Anda sama sekali tidak diizinkan untuk mengonsumsi makanan kemasan. Tetapi, biasanya makanan kemasan mengandung garam tinggi. Atau, biasanya jika Anda membaca informasi nilai gizi, Anda akan menemukan kandungan natrium tinggi pada produk makanan kemasan tersebut. Kadar natrium yang tinggi ini dapat meningkatkan kadar natrium dalam tubuh, sehingga tekanan darah ikut meningkat.

Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu membaca informasi nilai gizi jika Anda ingin membeli makanan kemasan. Pilihlah makanan yang mengandung natrium rendah (140 mg atau kurang per sajian) atau bebas natrium (kurang dari 5 mg per sajian). Perlu diingat, biasanya dalam satu bungkus makanan kemasan tersaji lebih dari satu sajian. Untuk mengetahuinya, Anda bisa melihat jumlah sajian perkemasan. Dari sini, kemudian Anda bisa membagi berapa jumlah natrium yang terkandung dalam setiap satu sajian makanan tersebut.

  • Hati-hati dengan makanan dan minuman yang mengandung garam tersembunyi

Jangan lupa untuk menambahkan sayuran dan buah-buahn segar dalam menu Anda setiap hari. Selain itu, batasi makanan olahan atau makanan kemasan, termasuk makanna kalengan dan makanan instan. Lalu, bagaimana dengan minuman ?

Alangkah baiknya Anda juga membatasi mengonsumsi minuman ringan, karena minuman ini juga mengandung garam tambahan. Jika Anda ingin membeli makanan beku, pilihlah yang mengandung natrium sekitar 600 mg atau kurang. Oleh karena itu, mudahnya, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang dioleh sendiri di rumah.

  • Kurangi garam pada masakan

Mengolah makanan sendiri di rumah memang lebih baik. Namun, Anda juga harus tetap memperhatikan asupan garam yang Anda tambahkan dalam masakan. Sebaiknya jangan tambahkan masakah Anda dengan garam, teramsuk garam meja, MSG, pelunak daging, berbagai jenis kecap dan saus, acar, dan lainnya. Untuk memperkaya rasa, Anda bisa menambahkan bahan-bahan lain, seperti rempah-rempah/bumbu dapur, herbal, lemon, bawang putih, jahe, cuka, merica, dan lada hitam. Anda juga bisa menambahkan jeruk, lemon, jeruk nipis, nanas, atau cuka sebagai bumbu untuk memasak daging.

Buatlah masakah khusus untuk Anda sendiri, jika ada anggota keluarga yang tidak suka dengan masakah tersebut. Anda juga bisa mencoba untuk lebih memilih memasak dengan cara dipanggang atau direbus daripada digoreng yang mengandung lebih banyak minyak.

Baca juga : Mengurangi Asupan Garam untuk Hadapi Penyakti Hipertensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *